Quantcast
ReviewAksesoris GadgetMobile Gadget

Review JBL Soundgear Sense

JBL Soundgear Sense 4 1
8.4

Di akhir tahun 2023 lalu, JBL mengumumkan kehadiran earbuds terbarunya, JBL Soundgear Sense, di Indonesia. Berbeda dengan earbuds JBL lainnya, perangkat ini diklaim sebagai yang pertama menggunakan konduksi udara serta mengusung desain open-ear.

Earbuds dengan jenis open-ear sendiri belakangan menjadi kategori yang semakin ramai di pasaran. Selain JBL, ada beberapa brand lain yang memiliki penawaran serupa, bahkan dengan harga yang lebih terjangkau.

Jadi, apa keunggulan JBL Soundgear Sense dibanding pesaingnya? Yuk, langsung saja simak ulasan kami!

 

 

Desain sangat nyaman untuk dipakai berjam-jam

Berbeda dari TWS atau earbuds tipe in-ear yang menggunakan eartips berbahan silikon, earbuds open-ear tidak memiliki bagian yang masuk ke dalam telinga. Jadi cara pemakaiannya hanya dikaitkan saja pada daun telinga, dengan posisi speaker mengarah ke lubang telinga.

JBL Soundgear Sense

Anda bisa langsung memakai Soundgear Sense melalui earhook yang dapat diatur sudutnya sesuai kebutuhan. Namun kalau ingin lebih aman dan tidak khawatir lepas saat beraktivitas, Anda juga bisa memasang neckband tambahan yang tersedia di dalam kemasan.

Lalu, apa yang menjadi keunggulan desain earbuds tipe open-ear seperti Soundgear Sense? Pastinya dari segi kenyamanan penggunaan. Soundgear Sense sangat nyaman digunakan dalam durasi pemakaian yang lama. Karena tidak ada tekanan seperti saat memasukkan eartips silikon, dipakai berjam-jam pun nggak akan bikin telinga sakit.

Desain open-ear juga membuat Anda bisa mendengar dengan jelas suara dari lingkungan sekitar. Cocok untuk para pelari di kota besar seperti Jakarta yang harus selalu waspada terhadap kondisi lalu lintas. Lebih aman untuk keselamatan dan tidak perlu mengaktifkan mode khusus.

JBL Soundgear Sense 7

Keunggulan tersebut membuat Soundgear Sense sangat ideal untuk olahraga, baik indoor maupun outdoor. Apalagi sudah ada rating IP54, yang artinya tahan debu dan cipratan air atau keringat.

Namun apakah desain ‘terbuka’ seperti ini akan berpengaruh pada kualitas audionya? Nanti kita bahas.

JBL Soundgear Sense memiliki bobot 12,85 gram untuk masing-masing earbuds. Memang di atas kertas lebih berat dari TWS pada umumnya, tapi bagi kami masih oke dan tidak terlalu terasa beda bobotnya. Dimensinya juga bukan yang paling ramping di kategori earbuds open-ear.

JBL Soundgear Sense

Dengan ukuran seperti itu, JBL Soundgear Sense juga datang bersama charging case yang jauh lebih besar dari case TWS standar. Desain case ini sederhana, mengusung bentuk oval dan memiliki lampu indikator serta port USB-C untuk mengisi daya.

Sekadar informasi tambahan, Soundgear Sense sudah mendukung control sentuh yang bisa Anda atur fungsinya melalui aplikasi pendamping. Anda bisa play/pause, skip track, hingga menjawab atau menolak panggilan telepon.

Spesifikasi dan fitur JBL Soundgear Sense

Soundgear Sense dibekali driver 16,2mm. Jauh lebih besar dari kebanyakan TWS in-ear. Mungkin, penggunakan driver besar ini untuk mengoptimalkan kualitas audio pada desain open-ear. JBL mengklaim Soundgear Sense dapat menghasilkan bass yang kuat dan vokal yang jernih.

JBL Soundgear Sense 3

JBL Soundgear Sense merupakan earbuds berteknologi OpenSound JBL dengan kondusi udara. Menurut JBL, teknologi tersebut memungkinkan audio yang optimal sambil mengurangi kebocoran suara, dan tetap bisa terhubung dengan lingkungan sekitar.

Selain itu ada juga 4 mikrofon untuk mendukung panggilan telepon. Sektor konektivitas mengandalkan Bluetooth 5.3 LE, sementara baterainya dijanjikan dapat bertahan sampai 6 jam, atau total 24 jam jika ditambah baterai dari charging case.

Soundgear Sense memiliki aplikasi pendamping untuk memudahkan pengaturan EQAnda juga dapat beralih dari mode audio ke mode video, tinggal pilih sesuai dengan konten yang sedang dinikmati.

Kualitas audio

Jujur saja awalnya kami agak pesimis earbuds tipe open-ear seperti JBL Soundgear Sense ini mampu menghasilkan suara yang enak. Kabar baiknya, dugaan kami salah. Ternyata kualitas audio Soundgear Sense sangat sesuai dengan selera kami. Keberadaan driver besar 16,2mm benar-benar terasa manfaatnya.

Seperti disebutkan di atas, JBL melakukan pendekatan berbasis konduksi udara, dengan menempelkan speaker tepat di depan telinga untuk menyalurkan suara secara lepas tanpa ada peredaman apapun, sehingga Anda tetap leluasa mendengarkan lingkungan sekitar.

JBL Soundgear Sense 6

Bedanya dengan sistem bone conduction adalah suara yang Anda dapatkan lebih bertenaga dengan bass yang lebih terasa, dan juga bisa lebih dioptimalkan dengan mengaktifkan EQ bass dari aplikasi. Dijamin bass lebih nendang walaupun tentu tidak sekuat TWS in-ear atau headphone over-ear yang lebih tertutup.

Dalam hal keleluasaan mendengar suara dari sekitar, Soundsgear Sense Stentu belum sebebas headset tipe bone conduction yang memang tidak menutup telinga sama sekali. Tapi menurut kami, dengan Soundsense Gear telinga Anda tidak terisolasi sepenuhnya dan tetap bisa waspada terhadap sekitar tanpa mengurangi kenikmatan mendengarkan musik. Untuk kebocoran suara masih ada terutama pada volume tinggi, tapi tidak berlebihan.

Karakter suara Soundgear Sense terdengar bright, cukup wide, dan masih memiliki sensasi warm yang juga pas. Bass terasa, vocal jelas, mid-nya terdengar mulus, serta treble-nya bersih dan tidak menusuk telinga.

  • Kami mencoba mendengarkan lagu Wilderness dari Explosions In The Sky. Menurut kami, masing-masing instrumen baik pada frekuensi low, mid, atau high terdengar cukup seimbang. Sound stage-nya juga masih lumayan khususnya saat masuk ke bagian tengah lagu.
  • Kami pun sempat mencoba mendengarkan Paper Trails dari DARKSIDE untuk menguji bagaimana kemampuan JBL Soundgear Sense dalam menangani frekuensi rendah. Bass bisa direproduksi dengan cukup baik. Terdengar dinamis, jelas, dan tidak mendominasi frekuensi lainnya. Dentumannya kurang terasa, tapi wajar karena ini open-ear.
  • Selanjutnya adalah lagu White Noise dari Official HIGE DANdism. Soundtrack dari anime Tokyo Revengers ini mampu tersaji dengan apik, terutama pada frekuensi mid-nya yang dominan. Vokalnya detail dan terdengar halus.

JBL Soundgear Sense 5

Baterai dan pengisian daya

JBL menjanjikan ketahanan selama 6 jam dan total 24 jam ditambah baterai dari charging case. Sejauh pengalaman kami, hasilnya kurang lebih memang sekitar itu, tergantung pengaturan volume. Kalau volume cenderung keras, ketahanannya tidak sampai 6 jam.

Untuk mengisi daya, Anda hanya perlu 15 menit untuk dapat mendengarkan lagu selama kurang lebih 4 jam. Tidak istimewa namun cukup bisa diandalkan.

Kesimpulan

Intinya, menurut kami JBL Soundgear Sense cocok untuk Anda yang sebelumnya sudah sempat tertarik dengan kenyamanan yang ditawarkan headset bone conduction tapi masih kurang sreg dengan kualitas audionya. Soundgear Sense cukup berhasil menutup masalah tersebut dengan sajian suara yang jauh lebih baik.

Bagi yang berminat, JBL Soundgear Sense dijual dengan harga Rp2,6 jutaan dan bisa Anda beli melalui JBLStore.co.id atau toko resmi JBL lainnya di e-commerce.

Kelebihan JBL Soundgear Sense:

  • Nyaman dipakai berjam-jam, ada sensasi lega dan tidak bikin telinga sakit
  • Kualitas suara amat baik untuk ukuran open-ear
  • Bisa mendengar suara sekitar dengan jelas
  • Neckband bisa dilepas-pasang
  • Earhook bisa diatur untuk menyesuaikan bentuk telinga
  • IP54
  • Aplikasi JBL punya fitur yang cukup lengkap
  • Baterai cukup awet

Kekurangan JBL Soundgear Sense:

  • Ukuran charging case jauh lebih besar dari TWS kebanyakan
  • Desain tidak seramping TWS in-ear
  • Meski minim, kebocoran suara berpotensi mengganggu privasi
JBL Soundgear Sense 4 1
JBL Soundgear Sense
8.4

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Kualitas audio
Baterai
Harga
Final Score

Back to top button