Kesan Pertama Mencoba Fitur Canggih Terbaru Qualcomm Snapdragon 835

Masih dari acara Qualcomm Snapdragon Tech Day 2017 di Singapura pada 9 Mei 2017 lalu, kami sempat diajak untuk mencoba berbagai fitur canggih terbaru yang didukung oleh SoC kelas premium mereka, Snapdragon 835.

svg%3E

Qualcomm menyediakan cukup banyak demo menarik yang bisa dicoba oleh awak media. Mulai dari Virtual Reality, hingga soal sistem keamanan. Berikut ulasan singkat kami:

Pengalaman mobile VR yang lebih baik

Pada saat peluncuran Snapdragon 835, Qualcomm memang menjelaskan bahwa SoC ini dibuat untuk bisa mendukung pengalaman VR yang lebih baik. VR sendiri termasuk dalam lima pilar utama yang dikedepankan oleh Qualcomm, yakni Immersion.

Hasilnya cukup mengagumkan. Ketika menggunakan headset VR yang ada pada sesi demo, kami melihat tampilan gambar yang lebih tajam, halus, warna yang kaya, frame rate yang stabil, dan dengan latency yang rendah. Tidak ada rasa pusing yang mengganggu selama kami mencoba demo Power Rangers VR selama kurang lebih 2 menit.

svg%3E

Dan yang lebih menarik, Snapdragon 835 juga mendukung sistem motion tracking 6-DOF. Artinya, perangkat yang dibekali Snapdragon 835 mampu mendeteksi gerakan dari penggunanya, seperti berjalan, melompat, dan sebagainya.

Aqstic Audio yang memanjakan telinga

Kemampuan Snapdragon 835 di sektor audio disajikan lewat perbandingan antara smartphone yang mengusung SoC tersebut, melawan sebuah player dengan amplifier yang harganya mahal.

svg%3E

Qualcomm mengandalkan fitur Aqstic Audio yang diklaim mampu memberikan pengalaman audio yang lebih baik dan lebih nyata, melebihi apa yang bisa ditawarkan oleh smartphone pada umumnya.

Kami mencoba membandingkannya, dan hasilnya, smartphone dengan 835 memiliki keluaran suara yang tidak kalah dengan player yang didukung amplifier mahal ketika memainkan file audio yang sama. Kejernihannya dan sound stage-nya sangat baik. Memang belum mampu mengungguli player dengan ampliflier mahal yang jadi pembandingnya, tapi setidaknya, tidak tertinggal jauh.

svg%3E

Demo Tango dengan ZenFone AR

Selain VR, Qualcomm juga menampilkan demo Augmented Reality (AR) menggunakan teknologi garapan Google, yakni Tango. Untuk demo yang satu ini, Qualcomm menggunakan smartphone Asus ZenFone AR yang pertama kali diperkenalkan pada CES 2017 lalu.

Lewat teknologi tersebut, smartphone dapat memindai lingkungan sekitarnya secara presisi, kemudian menggunakan hasilnya untuk membuat simulasi peta ruangan dalam bentuk 3D dan menambahkan benda atau efek secara virtual.

Terkait spesifikasi, ZenFone AR memiliki kamera pendeteksi gerakan dan kamera fisheye untuk mendeteksi kedalaman ruang.

Rekaman video yang stabil berkat EIS 3.0

Urusan foto dan video, Qualcomm menyajikan demo Snapdragon 835 dengan membandingkannya ke smartphone lain yang tidak dibekali SoC tersebut. Ada dua fitur yang dikedepankan, yakni EIS 3.0 dan Optical Zoom.

svg%3E
Smartphone dengan Snapdragon 835 (Kiri)

Untuk EIS 3.0, kedua smartphone yang dibandingkan tersambung dengan mesin khusus yang tugasnya memberi guncangan agar video yang terekam tidak stabil. Namun dengan EIS 3.0, video dari smartphone yang menggunakan Snapdragon 835 tidak terlihat goyang.

svg%3E
Smartphone dengan Snapdragon 835 (Kanan)

Sementara pada demo Optical Zoom, Qualcomm memamerkan perangkat dengan Snapdragon 835 yang mampu menangkap gambar dengan detail dan warna yang tetap terjaga. Berbeda dengan smartphone lainnya yang terlihat agak blur.

Sistem keamanan yang mampu mengenali penggunanya

Snapdragon 835 diklaim mampu memberikan solusi keamanan berbasis biometric yang lebih bisa diandalkan. Nantinya, perangkat akan lebih mengenali penggunanya dan memiliki sistem pendeteksi malware.

Deteksi malware akan langsung bekerja ketika pengguna berpotensi mengakses aplikasi yang berbahaya. Sementara kemampuan mengenali penggunanya dipamerkan lewat demo voice command, yang hanya akan bisa berfungsi oleh suara si pengguna. Jika ada orang lain yang mencobanya, voice command tidak akan memberikan akses.

Dari beberapa demo di atas, sesungguhnya masih banyak pameran fitur canggih lainnya seperti gigabit LTE dan kemampuan WiFi yang tetap mampu tersambung dengan router meski pengguna berada di sudut-sudut ruangan yang sulit terjangkau.

svg%3E

Tapi yang pasti, lewat Snapdragon 835 Qualcomm ingin memastikan bahwa mobile platform terbaru mereka di level premium ini mampu memberikan pengalaman yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya. Pertanyaannya, kapan pengguna di Indonesia bisa mencicipi teknologi Snapdragon 835 lewat smartphone-smartphone kelas atas?

Verified by MonsterInsights