Aksesoris KomputerKomputerNews

[Computex 2018] ASUS ROG Gladius II Wireless, Mouse Gaming Dengan 16000 DPI

Berakar dari desain ROG Gladius II Origin, ASUS pada pembukaan boothnya di Computex 2018 pada 4 Juni 2018 di Taipei, Taiwan meluncurkan versi baru dari mouse gaming tersebut. Menggunakan nama ROG Gladius II Wireless, ASUS memberikan perubahan yang cukup besar di bagian dalam mouse gaming tersebut. Bukan hanya menghilangkan ketergantungan terhadap kabel, mouse gaming tersebut juga semakin kuat kemampuannya dan ditujukan untuk gamer esports.

ASUS ROG Gladius II Wireless selain nirkabel juga memiliki sensor yang kuat.

Wireless & Tetap Optimal

Keuntungan terbesar dari mouse wireless adalah kebebasan ketika menggunakannya. Tanpa adanya batasan kabel, pengguna ROG Gladius II Wireless tidak akan terganggu oleh ribetnya kabel. Akan tetapi, ada sebabnya kebanyakan mouse gaming tetap mempertahankan penggunaan kabel. Karena, koneksi yang diberikan kabel akan tetap mempertahankan transfer data antarperangkat dengan stabil, sesuatu yang sangat penting pada esports.

Mengenai hal tersebut, ASUS memperkuat koneksi antara ROG Gladius II Wireless dengan perangkat yang menggunakannya melalui dongle RF. Dongle RF tersebut beroperasi pada frekuensi 2.4GHz dan mampu menjangkau jarak sekitar 91.4 meter pada kondisi idealnya. Karena dongle tersebut bekerja independen, maka koneksinya menjadi stabil dan dapat diandalkan.

Sedangkan ketika penggunanya lupa membawa dongle RF tersebut, ada opsi untuk menggunakan Bluetooth yang jaraknya lebih dekat dan kurang stabil bila dibandingkan RF. Namun Bluetooth tentu saja dapat digunakan pada semua perangkat yang ada saat ini. Selain itu ketika semuanya gagal, penggunanya masih bisa menggunakan opsi menghubungkan kabel USB ke ROG Gladius II Wireless.

Ketika ROG Gladius II Wireless terhubung dengan kabel USB, selain mouse tersebut akan terisi baterainya, penggunanya juga bisa menggunakannya untuk bermain game dan keperluan lain. Penggantian antara mode RF dan Bluetooth juga dengan mudah dapat dilakukan, melalui menekan tombol di mouse.

Peningkatan Sensor dan Lama Baterai

ASUS merasa kekuatan yang dimiliki oleh ROG Gladius II Origin masih kurang, terutama untuk keperluan esports. Oleh sebab itu, pada ROG Gladius II Wireless diterapkan peningkatan kemampuan yang signifikan. Perubahan tersebut terdapat pada penggantian sensor optiknya.

Sama seperti desain Gladius II Origin, mouse ini mendukung ambidexterious, atau bisa digunakan gamer tangan kanan & kiri.

Demi memperkuat kekuatan sensor optiknya, yang notabene merupakan nyawa dari mouse gaming, ROG Gladius II Wireless menggantinya dengan Pixart generasi keempat PMW3390. Bukan hanya sensor tersebut memiliki kemampuan tracking yang sangat tinggi, ia juga memiliki DPI maksimum sampai 16000.

Karena saking kuatnya sensor tersebut, ASUS pada awalnya menemukan masalah baru, yaitu baterainya boros. Untuk itu, Pixart melakukan tweak pada firmware supaya baterainya hemat. Bukan hanya ROG Gladius II Wireless saja yang mendapatkan keuntungan dari firmware tersebut, mouse gaming lain yang ada di bawah bendera ROG juga dapat menikmatinya.

Mengoreksi Konsumsi Daya

Sebagai mouse tanpa kabel, ROG Gladius II Wireless tentunya bergantung pada baterai di dalamnya. Pada mouse gaming tersebut, baterai 800mAh diletakkan di tengah mouse supaya keseimbangannya terjaga. ASUS juga menemukan beberapa cara untuk meningkatkan lama baterai melalui pemotongan konsumsi daya di mouse.

Bagian yang terkena pemotongan adalah lampu yang ada di bagian bawah ROG Gladius II Wireless. Tidak semua lampu LED di mouse gaming ini terkena pemotongan tersebut, karena Aura RGB di bagian mousewheel dan logo masih tetap ada untuk menunjukkan ciri khas produk ROG. Berkat pemotongan tersebut, mouse gaming ini dapat digunakan nonstop selama 24 jam, selama lampu LED di mousewheel dan logo dimatikan.

Dioptimalkan Untuk Esports

ROG Gladius II Wireless memiliki fungsi utama sebagai mouse gaming esports, terutama MOBA. Sebagai perangkat yang digunakan di MOBA, maka mouse gaming ini tentunya harus siap menghadapi jari pemainnya yang begitu kencang menekan. Suara klik yang terus menerus bergema tentunya bukan hal yang asing pada pertandingan MOBA.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, ASUS menambahkan switch Omron D2FC-F-K yang sangat tangguh. Switch tersebut mampu menahan klik sebanyak 50 juta kali dan kinerjanya tetap prima. Selain itu, ROG Gladius II Wireless juga masih menggunakan soket switch yang dapat diganti oleh penggunanya. Bila kamu tidak suka dengan rasa feedback switch bawaannya, maka kamu bisa dengan mudah menukarnya.

Sinkronisasi Dengan Perangkat ROG Lain

Sama seperti headphone ASUS ROG Delta Type-C yang diluncurkan bersamaan di event pembukaan booth ASUS, ROG Gladius II Wireless juga bisa dihubungkan dengan ROG Phone dan ROG Strix GL504 melalui feature Aura Sync. Pada Gladius II, sinkronisasinya terbatas pada pengaturan lampunya. Dengan demikian, semua LED yang ada di smartphone gaming, laptop gaming, headphone gaming, dan mouse gaming akan serasi dan mengundang perhatian gamer lain.

Menurut rencana, ASUS akan mulai memasarkan ROG Gladius II Wireless pada kwartal ketiga 2018, sama seperti produk lain yang diluncurkan di Computex 2018. Jadi gamer dapat langsung membeli semua sekaligus dan memanfaatkan Aura Sync ketika bermain game.

Komentar

Beri komentar

Close