Review: Huawei Honor U8860

Kami berkesempatan untuk menguji salah satu smartphone dari Breakthrough Series Huawei yang telah diluncurkan di Indonesia, yakni seri U8860 atau yang dipasarkan dengan nama “Honor” (untuk di luar Indonesia dipasarkan dengan nama “Glory”). Saat acara peluncuran tersebut, saya belum dapat banyak berinteraksi dengan seri ini karena keterbatasan unit dan sebagainya. Ketika pada akhirnya mampir ke redaksi yangcanggih.com, Honor ternyata cukup membuat kami penasaran dengan desain apiknya serta UI yang lumayan segar.

Apakah Anda sama penasarannya dengan saya? Mari kita bahas lebih lanjut!

DESAIN

svg%3E

Dari mata turun ke hati. Sektor desain Honor-lah yang membuat saya pertama kali ‘kepincut’. Huawei berhasil masuk ke ranah desain smartphone yang berkelas – bandingkan dengan seri IDEOS yang pernah dibundling dengan AHA dulu – dan itu membuat saya penasaran untuk mengeksplorasinya lebih jauh. Cukup tipis dengan bobot yang pas – karena kalau terlalu ringan malah terasa ‘murahan’ – Honor tampil dengan layar 4 inci di bagian muka, beserta 4 tombol sensitif sentuh (Menu, Beranda, Kembali & Cari), speaker serta kamera depan. Saya tak menemukan sensor cahaya seperti di smartphone kebanyakan, padahal Honor memiliki fungsi Auto Brightness.

Penerapan tekstur yang tidak rata di casing belakang agar ponsel tidak licin mengingatkan saya dengan seri GALAXY dari Samsung. Kamera 8MP HD hadir ditemani dengan lampu kilat di sisi kirinya dan speaker di sisi kanannya. Yang menarik, Honor memiliki 2 mikrofon untuk menghasilkan suara stereo, dengan satu mikrofon diletakkan di sisi bawah ponsel – bersama port mini USB – dan yang lainnya terletak di atas lensa.

Sisi kanan Honor tidak memuat tombol atau port, alias polos saja. Padahal kalau ada shutter kamera di sana, pasti lebih optimal. Di sisi atas, Anda dapat menemukan tombol power dan jack audio 3.5mm, sementara pengatur volume suara terletak di sisi kiri. Secara keseluruhan, berbagai instrumen tersebut dapat dijangkau dengan baik oleh jemari ketika penggunaan. Akses membuka casing belakang ada di sebelah port microUSB, dan Anda memang perlu membukanya untuk menyisipkan microSD (dan kartu SIM).

ANTARMUKA

Puas mengulik desain, kita masuk ke sisi antarmuka atau User Interface. Meski sudah tersedia upgrade ke ICS, Honor yang saya review masih menggunakan Gingerbread namun sudah mendapat kostumisasi dari Huawei. Beberapa animasi terlihat menarik seperti pada jendela tunggu yang menggunakan latar ungu serta pergerakan glow dinamis, menghadirkan penyegaran cita rasa dalam penggunaan.

Beranda pada Honor terdiri dari 5 halaman yang dapat Anda kostumisasi jumlahnya. Ini baru saya temui di Honor selama bergelut dengan Robot Hijau, di mana secara default pabrikan mengizinkan kita mendelete halaman yang tidak kita butuhkan dengan begitu mudah. Caranya, di halaman Beranda, Anda tinggal menekan menyentuh tombol Kembali, maka halaman-halaman tadi akan mengecil (thumbnails). Sentuh logo ‘X’ dan konfirmasi tindakan Anda, maka hilanglah satu halaman Beranda. Untuk mengembalikannya, cukup sentuh thumbnail ‘+’.

Beralih ke Menu, meski sekilas terlihat standar saja, tapi satu kemudahan lagi saya temukan yang kemungkinan mengadopsi sistem dari Honeycomb. Lihat logo gir dan pensil di samping logo Beranda pada gambar? Nah, cukup satu sentuhan pada logo tersebut, maka ikon-ikon aplikasi di atasnya akan “bergoyang dombret” menandakan untuk siap dipindahkan atau, ini yang spesial, menghapus (uninstall) pemasangan aplikasi itu hanya dengan menyentuh ‘X’.

Sedangkan pada layar terkunci, Anda dapat mengakses beberapa fitur secara cepat yang terdapat di lingkaran yakni Call Log (arah jam 12), Pesan (arah jam 9), Kamera (arah jam 6) dan buka kunci di arah jam 3. Pintasan ini tidak dapat Anda ubah-ubah, namun sejauh ini cukup berguna. Mungkin ini dikarenakan Huawei sudah mempelajari fitur-fitur mana yang paling sering diakses pengguna smartphone pada umumnya.

Nah, anehnya, setelah mencari-cari, saya tak kunjung menemukan pengaturan Wallpaper khususnya Live Wallpaper. Meski tema Android Standard sudah saya pilih (ada 2 yang disediakan, satu lagi Beyond the Sky), namun opsi ini tak juga muncul baik dengan cara menyentuh-tahan bidang kosong di layar Beranda untuk memunculkan jendela pop-up, maupun via menu Pengaturan.

KINERJA

svg%3E

Benchmark layar menghasilkan poin yang cukup mengagetkan saya: hanya 2 poin yang dapat dibaca dan direspons oleh layar 4 inci beresolusi 480×854 pikselnya tersebut. Meski tidak mengganggu kinerjanya, namun kemampuan baca lebih dari 2 titik untuk perangkat terkini nampaknya mulai menjadi fitur standar.

svg%3E

Beralih ke pengujian kinerja. Benchmarking menggunakan Quadrant menghasilkan poin 2068 yang berada di atas Samsung Nexus S dan GALAXY Nexus, serta di bawah GALAXY Tab. Sedangkan pengujian Vellamo untuk keandalan Honor dalam membuka serta mengeksplorasi konten web menghasilkan skor 808 dan menempatkannya di urutan kesebelas dari puluhan device terdaftar: di atas GALAXY S II dan HTC Evo 3D serta di bawah SE Xperia Arc dan Motorola Xoom.

svg%3E

FITUR

Berbagai fitur standar Android mendapat pelengkap dari Huawei seperti Streams yang berfungsi untuk mengumpulkan kontak dan teman Anda di jejaring sosial, All Backup untuk mencadangkan data, serta TouchPal Input. Urusan dokumen kantor bisa Anda percayakan Documents To Go – sayangnya belum merupakan versi penuh sehingga Anda tak dapat membuat dokumen baru.

Masuk ke multimedia, radio pada Honor hanya berfungsi jika, pasti Anda tahu, handsfree tercolok ke jack 3.5mm karena berfungsi sebagai antena. Sedangkan untuk pemutar musiknya, Huawei juga telah melakukan sentuhan di sana-sini sehingga terlihat lebih berwarna, menarik dan atraktif ketika Anda memainkan lagu. Beberapa pembaca menanyakan bagaimana mengeset lagu favorit mereka menjadi ringtone pada smartphone Android seperti pada seri GALAXY-nya Samsung. Pada Honor, saya yakin hal itu tidak terjadi karena hanya dengan menyentuh tombol Menu di layar pemutar musik, Anda bisa langsung menjadikan lagu yang diputar tersebut menjadi nada panggil. Praktis bukan?

Ada juga opsi ekualiser yang cukup lengkap: SRS WOWHD, akustik, blues, klasikal, hip-hop, jazz, pop, rock, tekno dan voice bisa Anda pilih. Namun perlu diingat, ekualiser ini hanya tersedia dan bisa digunakan saat Anda mendengarkan musik via earphone. Untuk pemutar video, meski resolusi layar Honor belumlah HD, namun karena video yang dihasilkannya sudah mencapai 720p, maka video-video HD dapat dimainkan dengan cukup baik. Atau jika tidak, gunakan saja aplikasi pihak ketiga gratisan di Google Play Store.

Selancar internet dengan browser bawaan Honor tak ditemui masalah. Honor sudah support flash baik yang ringan-ringan seperti untuk membuka halaman yangcanggih, maupun untuk nonton TV online yang cukup berat – meski agak lama untuk dapat menampilkan laman secara utuh. Membuka banyak jendela sekaligus juga tidak masalah.

Masuk ke sektor kamera, ada hal lebih yang diberikan oleh Huawei. Selain fungsi fokus otomatis dan lampu kilat, Huawei sudah menyematkan fitur High Dynamic Range (HDR) yang akan memberikan efek dramatis pada hasil foto Anda. Selain efek lain yang tetap tersedia, resolusi yang ditawarkan smartphone ini mulai dari terbesar 8MP, lalu 5MP, 3MP, 2MP hingga VGA. Menggunakan kamera depan? Bisa kok, tinggal ganti di menu yang tersedia. Resolusinya juga lumayan, 2MP.

Pada modus perekam video, Anda juga bisa menggunakan lampu untuk merekam di tempat gelap. Namun resolusinya tak dapat diubah, Anda hanya dapat memilih kualitasnya saja, apakah High 30 menit, Low 30 menit, MMS atau YouTube. Soal hasil, silakan Anda cek di Galeri termasuk apakah suara yang direkamnya benar-benar stereo.

HASIL FOTO VIDEO

svg%3E

Hasil foto
>Outdoor

Huawei Honor - outdoor

Normal
vs
HDR

Huawei Honor - outdoor HDR

> Indoor

Huawei Honor - indoor

Normal
vs
HDR

Huawei Honor - indoor HDR

Klik gambar untuk beralih ke resolusi penuh

Hasil video

Klik ikon gir untuk mengubah ke resolusi lebih tinggi

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, penampilan maupun performa Huawei Honor cukup memuaskan. Baterai yang digadang-gadang Huawei mampu bertahan cukup lama memang terbukti, apalagi jika Anda mengaktifkan Power Saving Mode. Setidaknya cukup digunakan seharian untuk pemakaian normal saya, atau sekitar 10 jam jika Anda menggunakan Honor nonstop.

svg%3E

Dengan harga jual di kisaran Rp 3 juta, nampaknya Honor bisa menjadi alternatif lain smartphone Android yang bisa Anda pilih. Apalagi jika sudah diupgrade ke ICS. Meski begitu, ketiadaan sensor cahaya sedikit mengurangi performa pengaturan otomatis kecerahan layar – meski ini mungkin tidak terlalu penting bagi Anda.

Kelebihan:
+ Performa cepat, di atas rata-rata
+ Kamera oke
+ Harga kompetitif
+ Desain menarik

Kekurangan:
– User Interface kurang konsisten
– Tidak ada tombol kamera terpisah
– Minus sensor cahaya pengatur kecerahan layar

Spesifikasi
Sistem Operasi: Android v2.3 Gingerbread, upgradable to v4.0 ICS
Prosesor: Chipset Qualcomm MSM8255T Snapdragon 1.4 GHz Scorpion, GPU Adreno 205
Layar: 4 inci TFT 480×854 piksel
Memori: Internal 1GB, RAM 512MB, ROM 4GB, Eksternal microSD hingga 32GB
Data: HSDPA 14.4 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps
Konektivitas: WiFi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v2.1 A2DP+EDR, microUSB v2.0
Kamera: 8MP (3264×2448), autofocus, LED flash, Geo-tagging, HDR, video [email protected], kamera depan 2MP
Warna: Glossy Black, Textured Black, Elegant White, Vibrant Yellow, Cherry Blossom Pink, Burgundy
Baterai: Li-Po 1900 mAh, bicara hingga 10 jam
Dimensi: 122x61x11 mm
Bobot:140 gram

Verified by MonsterInsights