Quantcast

Review Lenovo Moto Z: Smartphone Android Inovatif dengan MotoMod

Moto is back! Lewat E3 Power yang meluncur beberapa waktu yang lalu, brand yang kini berada di bawah Lenovo tersebut menandai kembalinya mereka di ranah smartphone Android di Indonesia. Setelah E3 Power yang lebih ditujukan untuk kelas menengah ke bawah, Lenovo kembali membawa produk terbaru. Bedanya, kali ini perangkat yang dirilis masuk kategori premium.

Ya, kami sedang membicarakan Moto Z. Smartphone yang mengusung konsep modular dan memiliki beberapa aksesori menarik bernama Moto Mods. Penasaran seperti apa keunggulan dari Lenovo Moto Z? Simak ulasan kami berikut ini.

Desain sangat tipis

Lenovo Moto Z sangat bangga dengan desain mereka yang tercatat sebagai salah satu yang tertipis di dunia. Dengan ketebalan hanya 5,2 mm, Moto Z memang luar biasa tipis. Saking tipisnya, kami agak ragu ketika menggenggam smartphone ini. Khawatir mudah terlepas dari tangan.

Itulah mengapa Lenovo menyediakan cover belakang ekstra yang bisa dipasang saat tidak menggunakan Moto Mods. Ditambah bumper berbahan silicone, saat semuanya terpasang Moto Z menjadi jauh lebih nyaman dipegang.

Sedikit membahas bagian belakangnya, tanpa cover tambahan kamera utama dari smartphone ini terlihat lebih menonjol dari bagian lain bodinya. Di bawahnya, Anda akan menemukan 16 magnetic dots yang menjadi penghubung antara Moto Z dengan Moto Mods. Konektor ini hanya mengandalkan magnet, tapi sangat kuat dan Anda tidak perlu khawatir Moto Mods gampang terlepas.

Secara desain Moto Z tampil cukup menawan dan tidak pasaran. Sudut-sudut ergonomisnya memberikan kesan premium. Bagian belakang dari smartphone ini sangat mudah kotor, tapi untungnya, ada cover tambahan yang kami sebutkan tadi dan sudah termasuk dalam paket penjualan.

Beralih ke depan, bagian ini didominasi layar 5,5 inci serta sebuah sensor sidik jari tepat di bawahnya. Di kiri dan kanan sensor sidik jari tersebut, Anda akan menemukan sensor yang akan mendeteksi tangan Anda ketika hendak meraih Moto Z. Ketika tangan Anda mendekati sensor itu, layar Moto Z akan menyala untuk sekadar menampilkan jam, tanggal, dan notifikasi.

Perlu digarisbawahi bahwa Moto Z tidak memiliki port audio jack 3.5mm. Jika Anda ingin menggunakan headphone favorit, Anda bisa memanfaatkan converter USB Type-C ke jack 3.5mm yang juga sudah tersedia dalam paket penjualan. Sedikit merepotkan karena biasanya port USB dan jack 3.5mm bisa digunakan bersamaan untuk dua kebutuhan yang berbeda.

Layar tajam dan memuaskan

Anda yang gemar menikmati konten digital melalui smartphone bisa mengandalkan layar pada Moto Z. Pasalnya, Moto Z memiliki layar 5,5 inci dengan teknologi AMOLED dan resolusi 1440 x 2560 (Quad HD). Tampilan gambarnya tajam. Tingkat kecerahan dan kontras warnanya sangat baik.

Penggunaan di bawah sinar matahari pun bukan masalah sama sekali. Anda tidak akan merasa kesulitan untuk browsing, chatting, menonton video, atau bahkan bermain games di luar ruangan. Tak ketinggalan, perlindungan Gorilla Glass 4 juga menjadi nilai plus.

Untuk sektor audio, Moto Z memiliki speaker yang cukup jernih dan lantang. Bahkan ketika diatur ke volume tertinggi pun suara yang dihasilkan tidak mengalami penurunan kualitas. Cocok untuk Anda yang gemar menonton film, bermain games, atau mendengarkan musik.

Jika ingin suara yang lebih menggelegar, Anda bisa memanfaatkan Moto Mods JBL SoundBoost.

Sistem operasi Android 7.0 Nougat yang bersih

Ini yang kami, dan mungkin juga sebagian dari Anda (nantinya), suka. Sistem operasi berbasis Android 7.0 Nougat tanpa modifikasi berarti, alias murni. Selain lebih sederhana dan ringan, Anda juga tidak akan menemukan berbagai bloatware yang mengganggu.

Karena menggunakan Android murni, kami tidak bisa membahas banyak dari sektor user interface. Penampilan serta semua fitur yang tersedia sebagaimana Android 7.0 Nougat pada umumnya. Yang sedikit membedakannya adalah UI yang muncul ketika Moto Mods terpasang untuk mengatur beberapa hal terkait fungsi dari Moto Mods tersebut.

Selain itu, Anda dapat melihat preview dari notifikasi hanya dengan mendekatkan tangan ke bagian depan smartphone. Moto Z juga memiliki beberapa fitur gesture yang berguna. Misalnya memutar pergelangan tangan ketika menggenggam Moto Z yang akan mengaktifkan kamera, serta menggoyang Moto Z ke bawah dua kali untuk menghidupkan senter.

Ada pula mode ‘Do Not Disturb’ yang bisa diaktifkan hanya dengan meletakkan Moto Z dengan layar menghadap ke bawah. Pada mode ini, Anda tidak akan diganggu oleh notifikasi maupun panggilan telepon.

Moto Mods: Aksesori modular untuk kebutuhan yang berbeda-beda

Fitur inilah yang menjadi nilai jual utama sekaligus pembeda antara Moto Z dengan smartphone Android kebanyakan. Ya, kemampuan untuk terhubung dengan Moto Mods, aksesori modular yang bisa dengan mudah dipasang pada 16 magnetic dots di bagian belakang smartphone hanya dengan menempelkannya.

Total ada 4 Moto Mods yang tersedia untuk pengguna di Indonesia saat ini. Mereka adalah Hasselblad True Zoom, JBL SoundBoost, Incipio offGrid Power Pack, dan Moto Insta-Share Projector. Kami sudah pernah membahas lengkap soal fungsi yang ditawarkan masing-masing Moto Mods tersebut. Jika Anda penasaran, langsung saja klik tautan berikut ini.

Moto Insta-Share Projector
Sedikit melakukan review Moto Mods, kami sangat menyukai Moto Insta-Share Projector. Kenapa? Karena Moto Mods ini mampu berfungsi layaknya proyektor untuk menampilkan konten di layar sebesar 70 inci.

Dengan menggenggam proyektor mini di tangan Anda, bayangkan betapa mudahnya menonton video bersama teman atau keluarga kapanpun dan di manapun. Bahkan tidak hanya untuk hiburan, Anda yang sering membutuhkan alat untuk melakukan presentasi di depan klien pun bisa memanfaatkan Moto Mods ini.

Moto Insta-Share Projector memiliki engsel yang dapat diputar hingga 90 derajat. Ketika terhubung dengan Moto Z dan dinyalakan, Anda akan menemukan pengaturan singkat (juga bisa diatur secara otomatis), untuk menyesuaikan tampilan gambar dengan permukaan yang digunakan sebagai layar, misalnya dinding atau plafon rumah.

Meski resolusi maksimalnya hanya 480p, gambar yang dihasilkan masih lumayan untuk dinikmati. Perlu diketahui pula bahwa Moto Insta-Share Projector juga memiliki baterai 1100 mAh yang mampu memberikan ekstra daya hingga 1 jam untuk memproyeksikan gambar.

JBL SoundBoost
Moto Mods ini ditujukan untuk Anda yang membutuhkan perangkat audio tambahan untuk memutar musik. JBL SoundBoost hadir dengan dua speaker stereo yang masing-masing berdiameter 27 mm. Kekuatan masing-masing speaker 3 W, jadi totalnya 6 W.

Secara kualitas, audio yang dihasilkan ketika JBL SoundBoost terpasang di Moto Z terdengar sangat lantang dan jernih. Bass tetap kurang terasa, tapi secara keseluruhan, ada peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan audio yang dihasilkan lewat speaker milik Moto Z sendiri.

Sama seperti Moto Insta-Share Projector, JBL SoundBoost juga dibekali baterai tapi kapasitasnya sedikit berbeda, yakni 1000 mAh. Baterai ini mampu menambah daya untuk mendengarkan musik hingga 10 jam.

Incipio offGrid Power Pack
Pada dasarnya Moto Mods ini adalah baterai ekstra sebesar 2220 mAH yang mampu menambah daya hingga lebih dari 20 jam. Kami sempat mencoba memasangnya ketika baterai Moto Z tersisa sekitar 5 persen.

Ketebalan Moto Z ketika menggunakan Incipio offGrid Power Pack

Saat Incipio offGrid Power Pack dipasang, secara instan dayanya kembali ke angka sekitar 60an persen. Sangat berguna untuk Anda yang malas membawa power bank.

Hasselblad True Zoom
Ditujukan untuk pengguna yang gemar mengabadikan momen sehari-hari, Hasselblad True Zoom hadir dengan sensor 12 megapixel yang didukung Optical Zoom 10x. Solusi yang menarik untuk menangkap obyek yang lokasinya cukup jauh dan sulit dijangkau oleh kamera smartphone tanpa mengurangi kualitas ketajamannya.

Hasil jepretan menggunakan Hasselblad True Zoom cukup memuaskan mengingat statusnya yang hanya sebagai aksesori. Ketajaman gambar tetap terjaga meski Anda melakukan zoom hingga maksimal. Dan perlu digarisbawahi, yang ditawarkan Moto Mods ini adalah kepraktisan. Cukup ‘snap’ Hasselblad True Zoom pada Moto Z, Anda bisa memotret obyek yang jauh, kemudian mengunggahnya ke media sosial, lalu backup ke cloud secara instan.

Simak hasil fotonya di bawah ini (foto atas tanpa optical zoom, foto bawah dengan optical zoom):

Moto Z with Hasselblad True Zoom

Moto Z with Hasselblad True Zoom

Kamera cukup baik di kelasnya

Selesai membahas Moto Mods, kita kembali ke Moto Z. Kali ini soal kamera. Moto Z memiliki kamera dengan sensor 13 megapixel f/1.8 lengkap dengan dukungan Optical Image Stabilization, Laser Autofocus, dan dual LED flash.

UI kameranya tergolong sederhana tapi menawarkan pilihan mode yang cukup beragam, termasuk Profesional Mode. Di mode tersebut, Anda bisa mengatur ISO, white balance, hingga fokus secara manual.

Sementara untuk yang gemar selfie, Moto Z menyediakan kamera 5 megapixel f/2.2 dengan lensa wide-angle dan dukungan lampu flash. Lumayan berguna jika Anda ingin selfie di kondisi cahaya yang minim.

Hasil foto dari kamera utama Moto Z tergolong cukup baik di kelasnya. Tajam dengan reproduksi warna yang kaya dan natural. Bahkan untuk pemotretan di cahaya temaram pun masih bisa diandalkan.

Agar lebih jelas mengenai kamera dari Moto Z, simak hasil pengujian kami di artikel berikut ini, atau langsung menuju Flickr YangCanggih.com.

Moto Z

IMG_20170126_195719012_BURST000_COVER_TOP

IMG_20170126_202049992

Performa kencang

Berbekal Qualcomm Snapdragon 820 dengan prosesor quad-core Kryo 1.8 GHz dan GPU Adreno 530, tak heran jika kinerja Moto Z sangat gesit. Ditambah RAM 4 GB, kebutuhan terkait multitasking pun tidak akan mengalami masalah. Smartphone ini mampu memberikan performa yang sangat baik untuk berbagai keperluan, termasuk bermain game 3D.

Memori internalnya lega, yakni 64 GB. Anda bisa menyimpan banyak file berukuran besar tanpa harus khawatir ruangnya cepat habis. Dan jika masih kurang, ada slot microSD yang mendukung hingga kapasitas maksimal 2 TB. Sensor Moto Z pun komplit. Selain fingerprint, Anda akan menemukan sensor Accelerometer, Ambient Light, Gyroscope, Hall Effect, Magnetometer, dan Proximity.

Masih penasaran dengan performa dari Moto Z? Langsung saja lihat hasil benchmark dari beberapa aplikasi di bawah ini:

Baterai agak kurang

Dengan berbagai keunggulan dari segi hardware, ternyata Moto Z hanya dibekali baterai 2600 mAh yang menurut kami agak kurang. Kami menggunakan smartphone ini dengan pemakaian normal seperti chatting, sosial media, browsing, dan sesekali menonton video di YouTube. Hasilnya, Moto Z hanya bertahan dari pagi hingga siang hari saja.

Kami sempat menjalankan aplikasi PC Mark (Battery Test) untuk mendapatkan skor yang menggambarkan performa baterainya. Sayangnya, setelah mencoba hingga 4 kali, entah mengapa di unit review yang kami dapatkan aplikasi PC Mark (Battery Test) selalu crash di tengah pengujian.

Tapi jangan khawatir meski baterai Moto Z kurang memuaskan. Smartphone ini memiliki fitur fast charging yang mampu mengisi daya dengan cepat. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan aksesori Incipio offGrid Power Pack untuk menambah daya ekstra hingga 20 jam.

Kesimpulan

Kehadiran Moto Z di Indonesia memang sedikit terlambat dibandingkan negara lainnya mengingat Lenovo harus mengurus dan mempertimbangkan banyak hal sebelum meluncurkannya di Tanah Air. Walaupun demikian, Moto Z tampil sebagai opsi yang menarik bagi Anda yang mencari smartphone kelas premium.

Selain karena performa dan kameranya yang bagus, keberadaan Moto Mods menjadi faktor pembeda. Ya, Moto Mods memang seru. Tapi mungkin, bagi sebagian orang akan terasa kurang menggiurkan karena harganya cukup mahal, khususnya Hasselblad True Zoom dan Insta-Share Projector. Sisi positifnya, Lenovo menjanjikan bahwa Moto Mods tersebut masih bisa digunakan pada generasi terbaru Moto Z di masa depan.

Dijual dengan harga Rp8.499.000, Lenovo Moto Z adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin merasakan pengalaman yang benar-benar baru dari sebuah smartphone kelas premium.

Yang Canggih:

+ Desain super tipis
+ Layar lebar dan sedap dipandang
+ Performa kencang
+ Kamera cukup baik di kelasnya
+ Android bersih tanpa bloatware yang mengganggu
+ Paket penjualan komplit dan tergolong melimpah
+ Sensor sidik jari yang cepat
+ Dibekali fungsi gesture yang berguna
+ Moto Mods yang beragam dan mudah dibongkar-pasang

Yang Kurang:

– Bodi mudah kotor oleh sidik jari
– Kurang nyaman digenggam jika tanpa bumper dan cover belakang tambahan
– Tidak ada slot audio jack 3.5mm

Spesifikasi Moto Z
SoC Qualcomm Snapdragon 820 Quad-core 1.8 GHz Kryo
GPU Adreno 530
Layar AMOLED 5.5 inci (1440 x 2560)
RAM 4 GB
Memori Internal 64 GB (ada slot microSD)
Kamera Belakang 13 megapixel (laser autofocus, OIS, dan dual-tone LED flash) / Depan 5 megapixel f/2.2
Baterai 2600 mAh
Konektivitas 4G LTE, Bluetooth v4.1, A-GPS, GLONASS, WiFi a/b/g/n/ac, USB Type-C
OS Android 7.0 Nougat
Fitur Moto Mods, Sensor sidik jari, fast charging
Dimensi 153.3 x 75.3 x 5.2 mm (135 gram)
Lenovo Moto Z
Moto Z adalah pilihan yang menarik di kategori premium untuk Anda yang ingin merasakan pengalaman menggunakan smartphone modular

Komentar

comments

No more articles
%d bloggers like this: