Review Samsung Galaxy A53 5G

svg%3E
7.9

Hadir sebagai penerus Galaxy A52s, Galaxy A53 5G punya beban yang cukup berat untuk setidaknya menyamai kualitas yang ditawarkan saudara tuanya itu. Tugas yang mungkin bakal rumit bagi Samsung, karena sudah terlanjur menetapkan standar tinggi pada generasi sebelumnya. Kalau produk barunya ini tidak lebih bagus, tentu akan ada penggemar yang kecewa.

Penasaran seperti apa keunggulan dari Galaxy A53 5G? Yuk, langsung saja simak ulasannya!

Stylish dengan warna baru yang menawan

Saya pernah menyebutkan di artikel hands-on sebelumnya kalau desain Galaxy A53 5G masih mengusung DNA yang mirip dengan seri terdahulu. Kenyataannya memang demikian. Namun bukan berarti ini merupakan kekurangan. Karena menurut saya, kalau tidak ada yang jelek kenapa harus diubah-ubah? Yang penting jangan sampai keterusan menyuguhkan desain serupa hingga seri-seri ke depannya nanti, agar konsumen tidak bosan.

svg%3E

Ya, Galaxy A53 5G masih stylish dan bahkan lebih menawan berkat warna baru bernama Awesome Peach. Tampilannya fresh, modern, elegan, dan tidak pasaran. Dipadukan dengan finishing matte, bodi bagian belakangnya terasa halus ketika bersentuhan dengan kulit.

Sedikit perbedaan ada pada area sekitaran frame kamera belakang yang lekukannya kini dibuat lebih seamless, sehingga kesannya lebih menyatu dengan bodi. Samsung menyebutnya Ambient Edge. Selain itu, meski bukan yang paling ramping dan tipis di kelasnya karena memiliki ketebalan 8,1 mm dan bobot 189 gram, Galaxy A53 5G masih cukup nyaman dioperasikan dengan satu tangan dan masuk ke saku celana.

svg%3E

Sementara di bagian depan Anda akan menemukan layar Infinity-O 6,5 inci dengan punch hole kecil yang posisinya di tengah. Bezel di sekitarnya tipis kecuali pada bagian dagu yang sedikit lebih tebal. Di sebelah bawah, Samsung menempatkan port USB Type-C, lubang speaker, dan SIM-tray.

svg%3E

Perlu diketahui bahwa Galaxy A53 5G sudah mengantongi sertifikasi IP67. Itu artinya, Anda tidak perlu khawatir ketika ponsel terguyur hujan maupun ketumpahan air minum. Memotret di kolam renang pun bukan masalah. Tapi saat di dalam air gunakan tombol volume down sebagai shutter kamera karena layar tidak responsif.

Layar istimewa

Galaxy A53 5G merupakan smartphone dengan layar Super AMOLED Infinity-O 6,5 inci FHD+, yang didukung refresh rate 120Hz. Layar datar ini sudah terlindungi Corning Gorilla Glass 5, dan memiliki punch hole kecil di tengah atas untuk menampung kamera selfie. Pada layar tersebut pula sensor sidik jari disembunyikan.

Selama pengujian, saya merasa layar Galaxy A53 5G cukup istimewa seperti kebanyakan layar smartphone Samsung lainnya di kelas yang sama. Tampilannya terang (800 nits), tajam, dan dengan warna yang kaya. Penggunaan di bawah sinar matahari sama sekali bukan masalah.

svg%3E

Yang jadi primadona jelas refresh rate-nya. 120Hz sepertinya bakal menjadi standar baru bagi ponsel Samsung di segmen menengah. Pergerakan gambar tentunya jauh lebih halus dan memanjakan mata. Namun satu yang bikin kurang sempurna, tidak ada opsi Adaptive yang artinya Anda harus memilih antara 120Hz atau 60Hz. Kalau ingin tetap di 120Hz, siap-siap baterai lebih boros.

Sedikit membahas audio, Galaxy A53 5G dibekali speaker stereo yang mampu memberikan kualitas suara lantang dan jernih. Tidak lupa teknologi Dolby Atmos dan Dolby Atmos for Gaming diberikan untuk menyajikan pengalaman audio yang lebih realistis.

Kamera oke di berbagai kondisi

Smartphone ini memiliki kamera utama 64 MP f/1.8 di belakang yang telah didukung OIS. Ada pula kamera ultra-wide 12 MP, depth sensor 5 MP, dan makro 5 MP. Selain menjanjikan tangkapan gambar yang oke di berbagai kondisi, kamera utama itu juga dapat merekam video hingga resolusi 4K di 30fps. Sementara di depan, ada kamera selfie 32 MP.

svg%3E

Sekilas tidak ada perubahan konfigurasi dari Galaxy A52s. Komposisinya masih sama, dengan kualitas foto yang menurut saya juga masih mirip-mirip. Anda bakal kembali disuguhkan tangkapan gambar yang tajam dengan detail tinggi, serta reproduksi warna khas Samsung yang cerah dan sedikit menor ketika memotret di kondisi cahaya ideal.

auto mode Galaxy A53 (11)

20220331_115954

auto mode Galaxy A53 (5)

20220427_174805

20220427_190348

auto mode Galaxy A53 (10)

Kamera ultra-wide Galaxy A53 5G juga tergolong cukup bagus. Warnanya tidak pucat, dynamic range-nya lumayan, meski dari segi ketajaman jelas belum bisa menyamai kamera utama. Untuk bokeh, efek dari mode Portrait tampak rapi dan natural, serta dilengkapi sederet pilihan background effect untuk membuat foto lebih menarik. Selfie? Standar saja. Masih ada yang lebih bagus di kelasnya.

ultra-wide Galaxy A53 (3)

Ultra-wide

svg%3E

20220427_173852

Beralih ke pemotretan low-light, Night Mode pada Galaxy A53 5G cukup mampu menghasilkan foto yang terang dengan nuansa malam yang masih mirip aslinya. Noise terkadang banyak terlihat, dan ketajaman gambarnya belum sebaik beberapa pesaing. Mungkin lewat update software, Samsung bisa meningkatkan kualitas mode Night-nya. Perlu diketahui, kamera ultra-wide dan kamera selfie pun bisa memakai Night Mode. Lumayan walaupun hasil akhirnya di bawah kamera utama.

20220331_115901

Night Mode (2)

Night Mode (1)

Selain Night, mode-mode bawaannya kurang lebih sama dengan kebanyakan ponsel Samsung kelas menengah saat ini. Anda akan menemukan Food Mode jika ingin menciptakan foto makanan yang oke tanpa harus ribet mengatur ini itu. Ada juga Single Take untuk mendapatkan beberapa foto dan video sekaligus, serta Fun Mode yang mirip Snapchat.

20220414_173812

20220414_174908

Fun Mode Galaxy A53 (2)

Intinya, Galaxy A53 5G merupakan ponsel dengan kamera yang bisa diandalkan untuk memotret di berbagai kondisi pencahayaan. Kemampuan videografinya pun cukup memuaskan. Full HD 60fps masih bisa stabil dan menawan, baik menggunakan kamera belakang maupun depan. Kalau butuh resolusi lebih tinggi, ada opsi 4K.

1080p 60fps

1080p 30fps

1080p 30fps (night)

Performa mulus, cukup asyik untuk gaming

Dari sektor performa, Samsung mengandalkan chipset Exynos 1280 dengan GPU Mali-G68. RAM yang dibenamkan 8 GB dan bisa diperluas lewat fitur virtual RAM. Untuk storage, konsumen ditawarkan dua opsi antara lain 128 GB dan 256 GB. Ada slot microSD tapi bersifat hybrid, alias harus mengorbankan SIM-card 2.

Kalau Anda perhatikan, chipset Galaxy A53 5G sama dengan milik Galaxy A33 5G yang harganya lebih murah. Sah-sah saja sih, yang penting kinerjanya mulus dan ini adalah chipset yang tergolong baru dengan fabrikasi 5nm. Meski begitu, saya yakin A53 5G bakal terasa lebih istimewa jika mendapatkan chipset lebih kencang. Apalagi perangkat pendahulunya, Galaxy A52s, memakai Snapdragon 778G.

Untuk pemakaian sehari-hari Exynos 1280 jelas sudah lebih dari cukup. Membuka dan menjalankan berbagai aplikasi terasa responsif dan gesit. Memotret dengan mode malam pun tidak butuh waktu proses yang lama. Selain itu, chipset ini juga hemat daya. Kehadiran fitur Virtual RAM akan membantu Anda yang gemar multitasking dengan membuka banyak aplikasi sekaligus.

Bermain game dengan Galaxy A53 5G bagi saya cukup asyik. Genshin Impact memang belum bisa dijalankan dengan frame rate tinggi, tapi masih cukup playable di setting paling rendah. Frame drop baru akan muncul pada adegan pertarungan yang ramai. Untuk game yang lebih ringan seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile, A53 mampu menjalankannya dengan lancar tanpa kendala berarti. Sebelum artikel ini dirilis Samsung juga sempat meluncurkan update yang menjanjikan performa lebih optimal.

Kalau ditanya mending Galaxy A53 5G atau Galaxy A52s untuk urusan performa, saya akan menjawab tergantung seberapa besar kebutuhan gaming Anda. Untuk gamer casual, Galaxy A53 5G sudah amat memadai. Namun kalau Anda adalah pengguna yang mementingkan performa di atas segalanya, silakan pilih A52s.

Sedikit membahas baterai, Galaxy A53 5G dibekali kapasitas 5.000 mAh yang mampu menemani aktivitas saya seharian penuh. Teknologi charging-nya 25W, belum sekencang beberapa pesaingnya dan butuh waktu kurang dari 1,5 jam untuk terisi penuh. Nah, yang mungkin bakal bikin calon konsumen berpikir dua atau tiga kali sebelum membeli adalah tidak adanya charger dalam kotak penjualannya.

Biasanya, pengguna yang melakukan upgrade ponsel dengan cara menjual perangkat lamanya terlebih dahulu akan menyertakan charger bawaan sepaket dengan ponsel yang dia jual. Kalau tidak punya charger cadangan, artinya dia wajib mengeluarkan dana ekstra saat meminang Galaxy A53 5G. Di sisi lain, Galaxy A52s masih menyediakan paket penjualan yang lebih lengkap, termasuk charger dan pelindung layar yang sudah terpasang.

svg%3E

Kesimpulan

Galaxy A53 5G merupakan smartphone yang menyenangkan untuk semua kalangan. Kemampuannya seimbang di semua fitur, dan dari segi desain pun mudah bikin orang jatuh hati. Nilai plus lain, ini adalah perangkat dengan rating IP67 yang cukup jarang ditemui di kelasnya.

Terlepas dari adanya penyesuaian hardware dan paket penjualan yang berpotensi dibanding-bandingkan dengan A52s, Galaxy A53 5G tetap saya rekomendasikan sebagai salah satu opsi menarik untuk Anda yang punya budget 5-6 jutaan. Harga resminya Rp5.999.000 untuk varian 8/128 GB, dan Rp6.499.000 untuk varian 8/256 GB.

Kelebihan Samsung Galaxy A53 5G:

  • Desain keren, terutama untuk warna barunya
  • Tahan air dan debu dengan rating IP67
  • Layar Super AMOLED 120Hz yang istimewa
  • Kamera oke di kondisi cahaya ideal
  • Hasil rekaman video bagus
  • Performa gesit dan responsif
  • Baterai cukup awet
  • Speaker stereo dengan suara yang mantap
  • Ada NFC
  • Dijanjikan update software selama 4 tahun

Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G:

  • Paket penjualan minim, tidak ada charger dan pelindung layar
  • Slot hybrid
  • Akan lebih menarik jika punya fitur adaptive refresh rate
  • Tanpa port audio 3.5mm
  • Performa chipset masih di bawah generasi sebelumnya
  • Teknologi charging belum secepat pesaingnya

Samsung Galaxy A53 5G cocok untuk:

  • Pengguna yang ingin beralih ke 5G: Galaxy A53 5G bisa dipertimbangkan jika Anda ingin beralih dari ponsel 4G ke 5G.
  • Penggemar media sosial: Anda yang gemar foto-foto dan mengunggahnya ke media sosial bisa mengandalkan kamera Galaxy A53 5G untuk hasil yang bagus.
  • Vlogger: Kemampuan perekamannya videonya baik dan stabil. Cocok untuk menciptakan konten seperti vlog.
  • Pelajar/mahasiswa: Dari segi harga mungkin agak tinggi untuk sebagian besar pelajar. Tapi soal fitur, Galaxy A53 5G termasuk komplit untuk menunjang produktivitas dan kreativitas anak muda. Desainnya pun modern.
  • Karyawan: Performa yang cukup seimbang di hampir sektor membuat ponsel ini cocok untuk bekerja.
  • Penggemar Netflix/drama Korea: Layar ponsel ini amat memanjakan mata, dan cocok untuk menonton konten-konten dari layanan streaming seperti Netflix dengan kualitas HD.

 

svg%3E
Samsung Galaxy A53 5G
Galaxy A53 5G merupakan smartphone yang menyenangkan untuk semua kalangan. Kemampuannya seimbang di semua fitur, dan dari segi desain pun mudah bikin orang jatuh hati.
7.9
Verified by MonsterInsights