Home News Kesan Pertama Mencoba Fujifilm X-H1 Selama 4 Hari

[Hands-On] Kesan Pertama Mencoba Fujifilm X-H1 Selama 4 Hari

Inovasi dalam teknologi fotografi tidak hanya melulu soal sensor dan besaran megapixel saja. Masih banyak teknologi menarik lain yang dapat ditanamkan ke dalam sebuah kamera canggih yang pada akhirnya akan dapat membantu penggunanya menciptakan foto dan video yang kreatif dan mengagumkan. Itulah yang saya tangkap saat berkeliling Sumatra Barat selama 4 hari ditemani oleh kamera terbaru Fujifilm, yaitu X-H1.

Sensor sama, tapi dengan sederetan fitur baru

Jika membandingkan dengan Fujifilm X-T2 dari sisi spesifikasi dan fiturnya saja, mungkin sebagian pengguna kamera digital akan mengerutkan dahi saat menemukan bahwa sensor X-H1 sama seperti sensor X-T2. Secara teori, ini berarti hampir dipastikan hasil foto yang dihasilkan X-H1 akan identik dengan hasil foto X-T2. Namun pengalaman selama 4 hari menggunakan X-H1 secara intensif (sekitar 8 jam tiap hari), ternyata ada beberapa fitur baru yang memberikan kemudahan untuk menghasilkan foto dan video lebih bagus dibandingkan X-T2.

Kita mulai dari desainnya. Fujifilm X-H1 memiliki desain yang lebih mirip dengan Fujifilm GFX50, dibanding X-T2. Ini terlihat jelas dari desain grip dan adanya tambahan layar LED di area yang biasa dihuni kenop exposure compensation. Dari pengalaman, X-H1 lebih nyaman digenggam dibandingkan X-T2. Apalagi jika Anda memasangkannya dengan lensa tele yang panjang dan relatif berat.

Fitur baru yang amat berguna adalah I.B.I.S (In-Body Image Stabilization). Dengan mengaktifkan fitur ini, sensor akan mengompensasi efek guncangan tangan yang berpotensi mengakibatkan hasil foto terlihat kabur (kurang fokus) dan hasil video yang bergetar tidak beraturan. Saya merasakannya sendiri saat memotret Pacu Jawi dengan lensa tanpa O.I.S. Memadukan fitur I.B.I.S dengan autofocus continuous (AF-C), lebih banyak foto yang tajam dibandingkan blur atau kabur akibat guncangan tangan atau salah fokus. Ini juga membuktikan kecepatan dan akurasi sistem autofocus Fujifilm X-H1. Berikut beberapa hasil foto Pacu Jawi tanpa penyuntingan.

Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1

Tidak hanya untuk subyek bergerak, fitur I.B.I.S ini juga berguna saat memotret di kondisi minim cahaya tanpa menggunakan tripod. Saat mencoba dengan lensa lebar, saya bisa memotret foto berikut pada kecepatan 1/2 detik tanpa tripod dengan hasil yang tetap terlihat tajam.

Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1

Kami juga berkunjung ke Pantai Nirwana, Teluk Bayur, untuk memotret sunset. Sekali lagi fitur I.B.I.S sangat membantu menghasilkan foto tajam pada kecepatan rana yang cukup rendah seperti pada foto-foto berikut.

Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1

Fitur baru yang populer di kalangan fotografer profesional yang ikut rombongan Fujifilm Experience kali ini adalah Eterna Film Simulation. Ini adalah profil warna baru yang lebih sinematik, sehingga lebih cocok untuk video. Meskipun begitu, karakter warna ini juga pas untuk foto portrait seperti contoh di bawah ini.

Fujifilm X-H1

Berikut contoh video yang direkam dalam Eterna Film Simulation, kemudian disunting dengan Adobe Premiere Pro.

Mirrorless naik level

4 hari rasanya belum cukup lama untuk mencoba semua fitur baru yang ada di Fujifilm X-H1. Namun dari 4 hari tersebut, saya cukup puas dengan pendekatan baru yang dilakukan Fujifilm.

Dengan X-H1, Fujifilm membuktikan bahwa untuk meningkatkan hasil foto dan video tidak melulu hanya urusan sensor atau prosesor. Fitur-fitur lain juga dibutuhkan. Misalnya, dalam videografi. Dukungan perekaman video dalam warna yang mudah untuk di-grading , seperti F-log yang diperkenalkan di Fujifilm X-H1, juga penting. Demikian pula dukungan lensa-lensa yang khusus dirancang untuk keperluan videografi. Demikian pula fitur I.B.I.S yang mampu membantu memberikan hasil foto dan video lebih tajam pada kecepatan rana relatif rendah.

Bagi yang penasaran dengan hasil foto (amatir) karya redaksi YANGCANGGIH.COM, silakan kunjungi akun Flickr resmi YANGCANGGIH.COM.

[Hands-On] Kesan Pertama Mencoba Fujifilm X-H1 Selama 4 Hari 1
Kristian Tjahjonohttps://yangcanggih.com
Menulis tentang gadget sejak tahun 2003 di beberapa majalah gadget internasional, serta menggarap proyek-proyek digital untuk berbagai klien teknologi

Beri komentar