Foto & VideoKamera sakuReview

Review: Samsung DV300F

Samsung DV300F opener

Beberapa waktu lalu kami telah memberitakan hadirnya 4 buah kamera saku pintar dari Samsung yang keempatnya dilengkapi konektivitas Wi-Fi sebagai fitur utama. Salah satunya tiba ke kantor redaksi kami, yaitu Samsung DV300F, yang hadir melanjutkan generasi kamera saku Samsung berlayar ganda (Dual View).

Samsung DV300F yang saya terima hadir dalam paduan warna aluminium silver dan merah dalam kemasan bentuk yang sangat gaya. Dalam hal kenyamanan, ketebalan body-nya terasa cukup pas, sedangkan bagian belakang body yang betekstur membuatnya cukup nyaman digenggam dan tidak terasa licin.

Samsung DV300F layar depan
layar sekunder yang akan “bersembunyi” jika tidak diaktifkan, tapi hati-hati bercak jari mudah muncul di permukaan bodynya yang mengkilap

Bagian depannya terdapat sebuah lensa wide Samsung 25mm yang dilengkapi dengan 5x optical zoom. Lensa ini ditemani oleh sebuah layar mungil berukuran 1.5-inci yang akan bersembunyi sesuai dengan warna bodynya jika tidak digunakan untuk self-portrait.

Samsung DV300F tombol navigasi belakang
Tombol navigasinya meski kecil ternyata cukup nyaman untuk digunakan

Untuk pengoperasiannya, pada bagian atas terdapat tombol untuk mengaktifkan layar sekunder, tombol power dan tombol shutter beserta tuas untuk zoom. Sedangkan pada bagian belakangnya tersedia sebuah layar LCD berukuran 3-inci untuk membantu Anda membidik objek, yang ditemani oleh beberapa tombol navigasi yang kecil namun nyaman digunakan.

Dalam hal konektivitas, Samsung DV300F tergolong minim. Hanya ada sebuah port microUSB pada sisi kanannya untuk mengisi ulang baterai serta menghubungkannya ke komputer atau LCD TV. Di sektor media penyimpanan, Samsung DV300F ini hadir dengan dukungan kartu memori microSD yang bersembunyi bersama dengan sebuah baterai di bagian bawah.

Fitur

tampilan menu DV300F
tampilan-menu-DV300F

Pada kamera terbarunya ini, Samsung tampaknya ingin para konsumen untuk menggunakannya lebih dari sekedar membidik dan mengambil foto saja, tetapi lebih berkreasi dengan pengambilan foto lalu membagikannya dengan orang lain. Nah fitur-fitur pendukung kedua hal tersebut akan saya bahas lebih dalam nanti.

Salah satu fitur menarik yang menjadi kelebihan utamanya adalah hadirnya layar mungil di bagian depan. Secara fungsi, layar ini memang sangat membantu untuk mengambil foto pribadi tanpa perlu bantuan orang lain.

Minimnya jumlah konektivitas memang terdengar buruk, namun itu bukanlah isu penting ketika menggunakan kamera ini. Pasalnya, melalui konektivitas Wi-Fi miliknya Anda dapat melakukan banyak hal. Anda dapat menghubungkan DV300F ke perangkat smartphone atau Tablet PC Android untuk memindahkan hasil jepretan, atau sebagai remote viewfinder untuk membantu mengambil foto. Anda juga dapat memanfaatkan fitur Social Sharing untuk berbagi hasil foto langsung ke jejaring sosial atau lewat email. Fitur-fitur di atas akan membantu pengguna dalam melakukan aktivitas berbagi.

Tersedia juga fitur back-up yang didukung oleh komputasi awan Microsoft’s SkyDrive dan fitur All Share andalan Samsung untuk menghubungkannya ke perangkat Samsung lain seperti TV, Smartphone atau Tablet PC. Semua hal tersebut bisa dilakukan dengan sangat mudah hanya dengan menghubungkannya ke jaringan Wi-Fi dan mengunduh aplikasi tambahan pada perangkat Android Anda.

Kemudian dalam meningkatkan kreativitass, Samsung DV300F juga hadir dengan fitur kreatif miliknya. Pertama Anda akan ditawaran opsi Scene mode yang cukup banyak, yang hadir bersama fitur panorama. Kemudian Samsung menyertakan beberapa fitur kreatif yang sangat menarik meliputi magic frame, funny face, photo filter, movie filter, split shot artistic brush dan motion photo yang dapat membuat gambar foto tampak bergerak dalam format .Gif.

Contoh foto dengan fitur Motion Photo

motion photo
Performa

Samsung DV300F hadir dengan sensor bertipe CCD dengan resolusi 16.1 megapixel. Untuk membantu pemotretan, kamera saku ini dilengkapi dengan opsi pilihan ISO dari ISO 80 hingga ISO 3200. Untuk performa ISO nya dapat Anda lihat pada foto perbandingan ISO disini.

Sampel foto diambil menggunakan ISO 80:
ISO 80

Performa ISO dari Samsung DV300F dan lensa 25mm yang digunakannya tergolong cukup baik. Untuk hasil foto di ISO rendah dari ISO 80 hingga ISO 800 kamera ini masih dapat menunjukkan kehandalannya dengan hasil gambar yang tajam dan tonal warna yang akurat. Sedangkan pada ISO 1600 dan ISO 3200, ketajaman foto serta akurasi warnanya mulai berkurang seiring dengan munculnya noise yang jelas terlihat pada ISO 3200. Untuk sektor fokus, sistem autofokusnya juga tergolong cepat ketika digunakan untuk memotret di dalam ataupun luar ruangan. Dibantu dengan hadirnya Optical Image Stabilitization untuk meredam getaran, kamera ini juga semakin mudah digunakan untuk menghasilkan foto yang baik.

Untuk hasil foto Samsung DV300F dapat Anda lihat dengan klik gambar dibawah ini.

SAM_0109
SAM_0027
SAM_0107

Kesimpulan

Hadirnya layar mini pada bagian depan sangat membantu sekali bagi Anda yang gemar mengambil foto sendiri. Anda hanya membutuhkan sebuah tripod untuk menemani kamera ini. Hasil foto yang lumayan oke, lensa wide 25mm yang sangat pas untuk foto landscape dan potrait, serta fitur kreatif yang sangat banyak, cocok bagi Anda yang gemar travelling dan ingin mengasah kreativitas dalam memotret.

Konektivitas Wi-Fi yang didukung dengan banyaknya fitur berguna membuatnya cukup layak dipertimbangkan untuk dimiliki. Dukungan komputasi awan milik Microsoft juga menjadi nilai tambah dari kamera yang tampil stylish ini. Anda bisa menyimpan foto ke dalam server, dan tidak perlu lagi khawatir kehilangan foto karena terhapus atau hilang akibat kartu memori rusak. Dengan segala fitur yang dimilikinya dan harga jual yang relatif murah sekitar Rp 2.199.000, rasanya Samsung DV300F cukup sayang untuk dilewatkan menemani liburan Anda.

Kelebihan
(+) Hasil foto cukup tajam
(+) Layar sekunder dapat “bersembunyi” jika tidak digunakan
(+) Konetivitas Wi-Fi dan fitur pendukungnya sangat membantu
(+) Fitur kreatif banyak

Kekurangan
(-) Bagian body depan yang mengkilap rawan meninggalkan jejak jari
(-) Noise pada ISO tinggi cukup mengganggu

Back to top button