Evolusi Samsung DeX: Dari Butuh Docking Hingga Kini Tanpa Kabel

Dari sekian banyak fitur premium yang ditawarkan Samsung lewat produk-produk flagship-nya, DeX merupakan salah satu yang paling inovatif. Pasalnya, teknologi yang juga tersedia pada seri Galaxy Note20 ini memungkinkan Anda untuk menikmati pengalaman penggunaan layaknya desktop, dengan hanya berbekal sebuah monitor eksternal dan aksesori tambahan seperti keyboard.

svg%3E

Dari tahun ke tahun Samsung telah mengembangkan DeX menjadi sebuah fitur yang semakin ideal untuk menunjang produktivitas. Pengguna dapat melakukan berbagai hal yang umumnya lebih familiar di desktop, misalnya memperbesar dan memperkecil jendela aplikasi, memindahkan file dengan hanya menarik dan meletakkannya ke folder yang dituju, hingga mengakses sederet shortcut pada keyboard.

Menyelesaikan pekerjaan pun akan terasa lebih mudah dengan Samsung DeX. Contoh skenarionya adalah ketika Anda ingin membuat dokumen. Cukup hubungkan Galaxy Note20 dengan monitor, aktifkan mode DeX, dan Anda bisa mulai bekerja tanpa harus bergantung pada laptop.

Menarik untuk mencermati bagaimana Samsung terus berupaya menyempurnakan DeX ke level yang mungkin tidak pernah terduga sebelumnya. Nah, dalam artikel kali ini, kami ingin mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh dan mengikuti evolusi Samsung DeX, hingga menjadi salah satu fitur pendukung produktivitas paling canggih yang ada di industri perangkat mobile saat ini.

2017: peluncuran perdana Samsung DeX

svg%3E

Samsung DeX pertama kali diperkenalkan pada meluncurkan Galaxy S8 Series di tahun 2017 lalu. Pada awalnya, Samsung DeX dirancang sebagai fitur yang membutuhkan alat tambahan berupa docking bernama DeX Station. Pengguna wajib memasang perangkat Galaxy mereka pada docking tersebut untuk bisa mengaktifkan DeX. Aksesori lainnya seperti keyboard dan mouse juga harus terhubung dengan DeX Station.

Pada generasi pertamanya tersebut, DeX bisa dibilang cukup menggebrak pasar. Di saat brand lainnya masih sibuk mengembangkan sektor seperti kamera, baterai, dan performa di produk flagship mereka, Samsung melakukan terobosan dengan memperkenalkan DeX sebagai penawaran yang sama sekali berbeda, yakni pengalaman penggunaan layaknya PC/desktop.

Terhitung sejak Galaxy S8, DeX selalu menjadi fitur utama dari setiap produk flagship garapan Samsung, termasuk untuk seri Galaxy Note. Bukan cuma itu, DeX juga tersedia di sederet tablet canggih Samsung mulai dari Galaxy Tab S4 hingga yang paling baru, Galaxy S7. Bedanya, DeX pada tablet bisa langsung memanfaatkan besarnya layar sehingga tidak lagi membutuhkan display eksternal.

2018: Samsung DeX tidak lagi membutuhkan docking

svg%3E
Samsung DeX Pad

Maju ke tahun 2018, Samsung meluncurkan Galaxy Note9 dengan kemampuan DeX yang lebih baik dan bisa dinikmati dengan mengeliminasi kebutuhan akan docking DeX Station. Ya, Galaxy Note9 mampu mengaktifkan DeX tanpa docking. Meski begitu, pengguna wajib memiliki aksesori tambahan seperti HDMI Adapter, kabel DeX, atau Multiport Adapter.

Kabel DeX adalah kabel yang secara langsung dapat menghubungkan perangkat Galaxy dengan monitor yang memiliki port HDMI. Sementara HDMI Adapter menawarkan kepraktisan karena ukurannya yang mungil dan mudah masuk ke saku celana. Skenario penggunaannya adalah ketika di lokasi kerja sudah ada monitor plus kabel HDMI standar. Sementara Multiport Adapter punya fungsi yang mirip dengan HDMI Adapter, tapi ditambah port USB 3.0 untuk menghubungkan keyboard atau mouse.

2019: DeX for PC

svg%3E

Beralih ke tahun 2019, tepatnya bulan Agustus, Samsung memperkenalkan DeX for PC. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengaktifkan DeX dengan menghubungkan perangkat mobile mereka dengan PC berbasis Windows atau Mac yang kompatibel. Sebuah teknologi yang sangat bermanfaat bagi pengguna yang memiliki dua perangkat (smartphone dan laptop/desktop) sebagai senjata utamanya dalam bekerja. Dengan begitu, pengguna bisa memulai pekerjaan di perangkat Galaxy dan melanjutkannya di desktop ketika sampai di rumah.

2020: Wireless DeX

svg%3E
Wireless Samsung Dex & Galaxy Note20 Series

 

Kini di tahun 2020, Samsung meluncurkan Galaxy Note20 Series dengan kemampuan DeX yang jauh lebih canggih, yakni bisa digunakan secara nirkabel. Disebut Wireless Samsung DeX, pengguna cukup menghubungkan Galaxy Note20 Series ke Smart TV melalui WiFi, dan konten yang diinginkan akan tampil di layar TV yang besar. Itu artinya, pengguna tidak perlu lagi membawa kabel atau adapter apapun. Kuncinya adalah kedua perangkat terhubung ke jaringan WiFi yang sama.

Satu skenario penggunaan Wireless Samsung DeX adalah saat presentasi. Cukup simpan materi di Galaxy Note20, pengguna bisa memulai presentasi melalui Smart TV yang ada di ruang meeting. Selain itu, pengguna juga tetap bisa menikmati gaya pemakaian layaknya PC dengan menghubungkan keyboard dan mouse lewat koneksi Bluetooth. Pekerjaan seperti menyunting dokumen bisa dilakukan di kantor atau di rumah dengan lebih praktis.

Menarik kan? Evolusi Samsung DeX dari yang wajib memakai docking hingga bisa digunakan secara wireless menjadi bukti bahwa Samsung selalu mendengarkan dan menjawab kebutuhan para penggunanya. Seperti disebutkan di atas, Wireless DeX dapat dinikmati di Galaxy Note20 Series yang saat ini sudah bisa dipesan di Indonesia. Bagi yang berminat, Galaxy Note20 dijual dengan harga Rp14.499.000, sementara Galaxy Note20 Ultra dijual dengan harga mulai dari Rp17.999.000.

Verified by MonsterInsights