Review Lenovo U300s Ultrabook

Sebagai perusahaan yang cukup lama bergerak di dunia notebook, Lenovo pun tidak ingin tertinggal dengan tren Ultrabook. Buktinya, mereka mengeluarkan U300s ini yang siap menghadapi notebook ultra-portable lainnya. Lalu apa saja kelebihan Lenovo U300s dibanding para pesaingnya? Simak ulasan kami berikut ini.

Konsep dan Desain
Ultrabook U300s ini masuk ke dalam keluarga IdeaPad yang memang lebih menonjolkan desain dibandingkan keluarga ThinkPad. Desain Unibody minimalis dengan warna two-tone membuatnya terlihat sangat berkelas.

svg%3E
Desain minimalis berbahan aluminium yg elegan

Berbicara mengenai Ultrabook, pasti berbicara bentuk yang tipis. U300s ini memiliki ukuran tubuh setebal 14.9mm yang merata. Hal ini cukup unik melihat para pesaing lain merancang Ultrabook mereka dengan ketebalan yang berbeda di bagian belakang dan depannya.

Lenovo juga merancangnya dengan bahan Aluminum yang ringan tapi kuat dan tahan gores. Beratnya hanya sekitar 1,36 Kg, sehingga masih memungkinkan untuk mengangkatnya dengan satu tangan. Selain itu, U300s juga memiliki kualitas rancang bangun yang sangat baik. Engsel layarnya lebih kokoh dibandingkan beberapa Ultrabook yang pernah saya coba sebelumnya. Tidak terlihat ada celah yang berpotensi menimbulkan kerusakan fisik.

Layout keyboard bergaya chiclet-nya tertata rapih dengan ukuran serta jarak antar tombol yang terasa pas. Kualitas bahannya pun sangat baik, tidak terasa murahan dan tidak terlalu ringan. Saya merasa cukup nyaman dan lancar saat mengetik di U300s ini. Namun sayang, keyboardnya tidak dilengkapi fitur backlight. U300s ini juga dilengkapi Touchpad berukuran besar yang dilapisi bahan kaca khusus untuk meningkatkan akurasi. Dan saya akui, Touchpadnya cukup responsif dan akurat saat digunakan.

svg%3E
Di sisi kirinya hanya tersedia sebuah port USB 2.0
svg%3E
Di sisi kanan terdapat sebuah port USB 3.0, HDMI, dan audio jack

Namun, saya cukup menyayangkan minimnya konektivitas yang ditawarkan. Seperti gambar-gambar yang ditampilkan di atas, U300s ini hanya memiliki sebuah port USB 3.0 di sebelah kanan yang bersebelahan dengan port HDMI dan jack headphone, serta port USB 2.0 di sebelah kiri. Memindahkan foto dari kamera hanya bisa dilakukan melalui kabel USB, karena U300s ini tidak memiliki Card Reader. Namun secara keseluruhan, saya sangat menyukai desain U300s ini. Elegan dan sederhana.

Fitur dan Multimedia
Seperti kebanyakan Ultrabook, U300s juga memilki waktu booting serta resume dari mode Sleep yang cepat. Saya mencatat, waktu yang dibutuhkan untuk menyala dari mode Sleep hanya 3 detik, dan waktu bootingnya sekitar 30 detik.

Lenovo menyematkan layar berukuran 13.3-inci dengan resolusi 1366×768 pixel yang terbilang lumayan. Pasalnya, layar U300s ini memiliki viewing angle yang kurang luas. Tampilannya akan menjadi buram saat posisi layar terlalu condong ke arah kita. Tapi layarnya mampu menampilkan gambar yang terang dan cukup tajam, dengan reproduksi warna yang baik. Menonton film Full HD terasa memuaskan di layar U300s.

Kualitas suaranya juga tidak seburuk yang saya duga. Dengan ukuran yang mungil, suaranya memang sulit untuk menandingi notebook. Tapi saya cukup kagum mendengar suara yang cukup jelas, besar dan jernih keluar dari U300s. Performa yang baik tersebut dibelakangi oleh fitur audio SRS Premium Surround Sound. Namun tentunya dengan ukuran yang tipis, U300s tidak memiliki sub woofer untuk menghasilkan suara bass.

Touchpad berukuran besarnya juga memiliki rahasia tersendiri. Lenovo menyematkan sebuah fitur gesture control yang unik. Saat kita menyapu touchpad ke arah kanan dengan empat jari, sebuah tampilan notepad khusus akan muncul. Jika kita menyapu touchpad dengan empat jari ke kiri, U300s akan menampilkan beberapa pilihan gambar untuk mengganti wallpaper. Sapuan ke arah atas akan menghasilkan efek yang sama dengan tombol alt+tab. Sedangkan jika kita sapu ke arah bawah, komputer akan membawa kita ke tampilan desktop.

svg%3E
Geser empat jari ke kiri maka U300s akan menampilkan shortcut untuk mengganti wallpaper

Performa
Penggunaan prosesor Intel Core i7-2677M berkecepatan 1.80GHz serta SSD membuat performanya sangat kencang. Hampir setiap aplikasi yang saya coba berjalan dengan mulus. Aplikasi grafis seperti Adobe Photoshop CS3 bukan tugas yang berat bagi U300s ini. Saya tidak menemukan adanya lag yang mengganggu selama mengedit foto. Padahal saya melakukannya sambil mendengarkan musik dan menjalankan browser Chrome dengan 17 tab yang terbuka. Tidak hanya itu, saya juga terkejut melihat kecepatannya dalam membuka halaman web begitu cepat.

U300s ini dilengkapi SSD tipe JMicron 616 sebesar 256GB yang memiliki performa cukup baik. Saya berhasil memindahkan film HD 1080p berukuran 12GB dari flashdisk ke drive C: dalam waktu 8 menit. Berkat SSD tersebut, aplikasi-aplikasi juga terbuka jauh lebih cepat. Adobe Photoshop CS3 yang saya gunakan untuk pengujian, terbuka kurang dari 8 detik.

Chip grafis Intel HD 3000 yang terpasang di U300s memang bukan ditujukan untuk menjalankan game terkini atau aplikasi grafis yang berat. Tapi saya cukup puas dengan kemampuannya memutar film HD 1080p dengan lancar. Daya tahan baterainya pun tidak mengecewakan. Walau hanya menggunakan baterai 4-cell, U300s dapat digunakan selama kurang lebih 5 jam – cukup pas saat digunakan sambil bersantai di coffee shop favorit Anda.

Kesimpulan
Lenovo U300s memiliki keseimbangan yang baik antara performa dan portabilitas. Dengan desain yang menawan serta kecepatan yang tinggi, U300s ini saya rasa cocok bagi para entrepreneur, wanita karir maupun desainer fesyen. Harganya mungkin sedikit lebih mahal dari beberapa pesaing lainnya, namun dengan kualitas bahan dan performanya saya rasa U300s ini masih sangat layak untuk dipilih.

+ Desain menawan dengan portabilitas tinggi
+ Prosesor yang bertenaga
+ Keyboard dan touchpad yang hebat

– Viewing angle kurang baik
– Konektivitas terbatas

Verified by MonsterInsights