Review Samsung Galaxy M52 5G



8.4

Galaxy M-Series garapan Samsung biasanya menjadikan kapasitas baterai sebagai bintang utamanya. Tapi kali ini, Samsung kelihatan lebih berani merombak formula agar fitur-fitur lain juga tampak menonjol, bahkan dibanding sektor dayanya sendiri. Ya, saya sedang membicarakan Galaxy M52 5G, ponsel penerus Galaxy M51.

Datang sebagai penantang baru di segmen menengah, Galaxy M52 5G merupakan salah satu ponsel yang punya penawaran komplit. Di beberapa bagian peningkatannya juga cukup signifikan, termasuk statusnya sebagai anggota Galaxy M pertama yang mendukung jaringan 5G. Tapi apakah dengan racikan seperti ini Galaxy M52 5G mampu tampil lebih menggiurkan sebagai sebuah produk seharga 5 jutaan rupiah? Langsung saja simak ulasannya!

Desain ramping dan ringan

Kalau Anda masih ingat, Galaxy M51 yang membawa baterai sebesar 7.000 mAh terlihat agak bongsor dan lumayan berat. Perubahan drastis dilakukan Samsung pada Galaxy M52 5G. Ketebalan bodi yang tadinya mencapai 9,5mm kini hanya 7,4mm saja. Sementara beratnya dari 213 gram menjadi 173 gram. Kok bisa? Wajar. Karena ternyata baterai yang ditanamkan punya kapasitas yang jauh lebih kecil.

Urusan baterai kita kesampingkan dulu. Dari segi desain, Galaxy M52 5G menurut saya jauh lebih kece dari saudara tuanya. Samsung tetap mengedepankan konsep minimalis-elegan dengan sedikit bumbu penyedap berupa pattern garis lurus pada cover belakangnya. Kalau desain Galaxy M51 bagi saya terasa agak hambar, Galaxy M52 5G terlihat lebih trendy.

Samsung menyediakan tiga opsi warna. Yang ada di artikel ini adalah varian White. Tapi jika boleh memilih, saya pribadi lebih tertarik dengan varian Light Blue. Selain dua warna itu, ada juga varian Black. Materialnya masih polikarbonat dan dibalut dengan finishing glossy.

Dari segi pengoperasian, Galaxy M52 5G terasa cukup nyaman digenggam walaupun sensasi grip-nya bukan yang paling mantap. Jujur ketika pertama mencobanya, saya agak khawatir ponsel ini mudah tergelincir. Cover belakangnya pun mudah kotor oleh bekas jari. Dua hal tersebut bagi saya menjadi alasan untuk wajib memasang softcase, yang sayangnya, tidak ada dalam dus penjualan. Jadi, saya harus beli terpisah.

Untuk ketersediaan slot, Galaxy M52 5G menganut sistem hybrid yang artinya salah satu slot SIM-Card harus berbagi tempat yang sama dengan microSD. Kalau mau pasang dua SIM-Card, tidak bisa menambahkan microSD. Sebaliknya, jika ingin memasang microSD, SIM-Card hanya bisa satu saja.

Di bagian bawah Anda akan menemukan port USB Type-C yang letaknya berdampingan dengan lubang speaker. Apabila Anda mencari-cari di mana letak port audio jack 3.5mm, jawabannya adalah tidak ada. Alternatifnya bisa dengan membeli adapter Type-C ke 3.5mm, atau pakai TWS saja yang sudah nirkabel.

Layar mantap: 120 Hz!

Samsung Galaxy M52 5G hadir dengan layar Infinity-O berpanel Super AMOLED Plus 6,7 inci. Resolusinya Full HD+ dan sudah didukung fitur Always-On Display. Yang paling mantap, layar tersebut punya refresh rate tinggi 120 Hz! Ini yang saya bilang peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Dengan refresh rate lebih tinggi tentunya pergerakan gambar pada layar akan terlihat jauh lebih halus. Secara default ponsel ini akan memilih mode Motion Smoothness di High alias 120 Hz. Meski begitu, Anda tetap bisa memilih mode 60 Hz jika ingin mendapatkan daya tahan baterai yang lebih lama. Sayangnya saya sulit menemukan informasi pada mode 120 Hz soal ketersediaan teknologi adaptif yang akan menyesuaikan refresh rate dengan konten yang diputar.

Secara keseluruhan, ini adalah layar yang cukup memuaskan. Tingkat kecerahannya pun amat baik dan tidak ada kendala berarti ketika dipandang di bawah sinar matahari yang terang. Selain itu, sajian warnanya terlihat agak matang sehingga konten-konten yang ditampilkan tampak lebih menggugah selera.

Soal responsivitas menurut saya juga amat baik, terutama ketika saya coba bermain games. Oh iya, layar ini juga sudah Widevine L1. Tak perlu ragu jika Anda gemar menonton film, TV series, atau drama Korea di Netflix. Resolusinya bisa sampai Full HD.

Sedikit membahas soal audio, speaker internal pada Galaxy M52 5G hanya ada di sebelah bawah saja. Artinya masih mono, belum stereo. Sedikit mengecewakan mengingat tren sekarang sudah banyak yang menawarkan speaker stereo, bahkan di kisaran harga yang jauh lebih murah.

Kamera oke untuk foto dan video

Dari sektor kamera, smartphone ini dibekali sensor utama 64 MP, lensa ultra-wide 12 MP, serta lensa makro 5 MP. Untuk kebutuhan swafoto, ada kamera 32 MP di depan. Beberapa fitur khas Samsung seperti Single Take juga tersedia. Selain itu, ada pula fitur Night Hyperlapse untuk membuat konten pada malam hari dengan pencahayaan yang dapat menyesuaikan otomatis hingga 1,5 detik.

Hasil fotonya menurut saya cukup bagus, terutama di kondisi cahaya yang ideal. Detail yang ditangkap tinggi sehingga foto yang disajikan terlihat tajam. Reproduksi warnanya khas Samsung dengan saturasi yang sedikit diangkat. Memang tidak bisa dibilang natural, tapi juga tidak terlalu berlebihan apalagi sampai menghilangkan nuansa dari kondisi pemotretan aslinya. Dynamic range-nya pun luas.

Mode normal Galaxy M52 5G (4)

Mode normal Galaxy M52 5G (3)

Mode normal Galaxy M52 5G (6)

Mode normal Galaxy M52 5G (2)

Mode normal Galaxy M52 5G (1)

Untuk kamera ultra-wide hasil fotonya tidak kalah oke. Memang belum sebaik kamera utama, tapi ketajaman dan kualitas warnanya patut diacungi jempol. Yang di luar ekspektasi saya justru kamera makronya. Saya sendiri bukan orang yang suka menggunakan kamera makro di keseharian. Karena biasanya hanya sebagai pelengkap, keberadaan kamera makro lebih sering saya acuhkan. Tapi ternyata, kamera makro Galaxy M52 5G bisa menangkap gambar jarak dekat dengan apik.

Ultra Wide Galaxy M52 5G (1)

Ultra Wide Galaxy M52 5G (3)

Makro Galaxy M52 5G

Bagaimana dengan kamera selfie? Tidak ada keluhan. Angka 32 MP bukan sekadar gimmick belaka karena ketajaman fotonya memang baik. Tone warna pada wajah saya pun masih cukup natural meski telah melalui proses penghalusan oleh AI.

Mode normal Galaxy M52 5G (7)

Night Mode Galaxy M52 5G (1)

Foto low light memang belum bisa disebut istimewa, tapi untungnya tidak di bawah standar ponsel 5 juta rupiah. Night Mode pada Galaxy M52 5G sebagian besar mampu menangkap suasana malam mirip dengan aslinya. AI tidak mengangkat kecerahan pada bagian-bagian yang tidak perlu. Walaupun di beberapa kesempatan, saya merasa hasil foto malamnya agak kurang konsisten. Tangan Anda pun harus stabil karena kamera utamanya tidak punya OIS.

Night Mode Galaxy M52 5G (5)

Night Mode Galaxy M52 5G (3)

Lanjut ke videografi. Perekaman video menggunakan fitur stabilization bawaan pada kamera selfie dan kamera utama Galaxy M52 5G mampu menghasilkan gambar yang cukup stabil. Kedua kamera tersebut sama-sama bisa merekam hingga resolusi 4K di 30fps. Hasilnya bisa Anda lihat pada beberapa video di bawah ini, termasuk hasil video dengan kamera ultra-wide:

Video kamera selfie 1080p 30fps

Video kamera utama 1080p 30 fps

Video kamera ultra-wide

Performa kencang dan mantap untuk gaming

Samsung Galaxy M52 5G mengandalkan Qualcomm Snapdragon 778G yang dikenal punya performa kencang untuk berbagai kebutuhan, termasuk gaming. Peningkatannya cukup signifikan dibanding chipset generasi terdahulu. Chipset 6nm ini diklaim mampu memberikan performa GPU hingga 40% lebih tinggi, peningkatan performa CPU 40%, dan 2x lipat AI processing power.

Selain itu, meski sudah dibekali RAM sebesar 8 GB yang seharusnya sudah mencukupi kebutuhan multitasking kebanyakan pengguna, Samsung tetap menanamkan fitur RAM Plus untuk menambah lagi RAM ekstra sebesar 4 GB. Jadi kalau Anda merasa RAM 8 GB masih kurang, aktifkan saja fitur tersebut.

Performanya jelas sesuai ekspektasi. Perpaduan hardware kencang dengan sistem operasi OneUI 3.1 berbasis Android 11 berhasil menyuguhkan kinerja yang responsif dan mulus. Perpindahan antar aplikasi pun terasa gesit dan sama sekali tidak saya temukan lag-lag yang mengganggu. Kapasitas storage-nya standar ponsel kelas menengah masa kini, 128 GB.

Bagi mobile gamers, Galaxy M52 5G dapat menjadi opsi yang layak diperhitungkan. Game berat seperti Genshin Impact dapat dijalankan dengan cukup lancar dengan setting grafis tinggi di mode 60 fps. Walaupun frame rate yang didapat tidak sampai menyentuh 60 fps, setidaknya masih berada di angka yang amat playable. Apalagi game-game yang lebih ringan seperti Mobile Legends. Bermain dengan setting grafis mentok kanan dan mode HFR aktif sama sekali bukan masalah.

Selama permainan saya juga merasa sistem pendinginan pada Galaxy M52 5G bekerja dengan baik. Samsung memang tidak pernah menjelaskan teknologinya secara khusus, tapi apapun itu, berhasil menjaga suhu tetap pada kisaran yang aman.

Baterai tetap tahan lama

Di atas kertas, penurunan kapasitas baterai dari yang sebelumnya 7.000 mAh ke 5.000 mAh memang terlihat amat drastis. Tapi jangan geleng-geleng kepala dulu, karena ternyata dengan baterai yang lebih kecil, Galaxy M52 5G tetap mampu memberikan daya tahan baterai yang bagi saya sangat memuaskan.

Untuk gaya pemakaian saya yang lebih banyak ke komunikasi, chatting, media sosial, browsing, dan terkadang nonton YouTube atau bermain games, daya tahan baterainya bisa mencapai 1,5 hari. Mungkin bisa 2 hari jika gaya penggunaan saya lebih santai lagi. Jadi, menurut saya sama sekali tidak masalah dengan kapasitas baterai yang dipangkas.

Sedikit kekecewaan justru datang dari kemampuan charging-nya. Galaxy M52 5G sesungguhnya telah mendukung fast charging 25W. Sayangnya, dalam paket penjualan hanya disediakan charging 15W yang berujung pada durasi pengisian hingga nyaris 2 jam untuk dapat terisi penuh. Sisi positifnya, setidaknya kita masih dikasih charger. Mau yang lebih kencang? Ya beli charger sendiri!

Fitur-fitur pelengkap

Selain sederet fitur utama yang sudah saya bahas di atas, Galaxy M52 5G memiliki beberapa fitur pelengkap yang sayang jika tidak dibahas. NFC misalnya. Cocok buat Anda yang butuh ponsel untuk mengecek dan mengisi saldo e-money. Always-On Display seperti yang sudah saya singgung di atas, juga tersedia. Sensor sidik jari? Ada di samping, menyatu dengan tombol power, dan punya kinerja cepat.

Anda juga dapat menyambungkan ponsel dengan PC melalui fitur Link to Windows. Ada juga Quick Share yang seperti namanya berfungsi untuk berbagi file secara cepat. Game Launcher pun tersedia dengan sederet pengaturan untuk mengoptimalkan permainan Anda. Untuk seru-seruan ada AR Zone yang memungkinkan Anda membuat emoji dan bermain animasi berbasis Augmented Reality.

Layak jadi kandidat terbaik

Menemukan daily driver yang paling tepat itu memang susah-susah gampang. Apalagi kalau hanya berdasarkan cerita atau pengalaman penggunaan orang lain. Yang pasti, ekspektasi masing-masing pengguna akan selalu berbeda. Produk yang bagi saya sudah memuaskan belum tentu bisa Anda terima dengan kesimpulan yang sama juga.

Tapi seberagam apapun kebutuhan tiap-tiap orang, saya cukup yakin Samsung Galaxy M52 5G dapat memenuhi ekpektasi sebagian besar konsumen. Ini adalah ponsel yang bagus hampir di semua sektor utamanya. Performa, kamera, baterai, layar, hingga desain berada pada level yang pas sesuai harga. Kalau pun ada beberapa kekurangan, itu hanya pada hal-hal yang sifatnya minor saja. Samsung jelas semakin jago meracik ponsel dengan keseimbangan antara performa dan harga.

Bagi yang berminat, Galaxy M52 5G dijual dengan harga Rp5.399.000.

Samsung Galaxy M52 5G cocok untuk:

  • Pengguna yang ingin beralih ke 5G: Kalau ingin pindah ke ponsel 5G, Galaxy M52 5G adalah salah satu opsi yang wajib Anda pertimbangkan.
  • Pelajar/mahasiswa: Dengan performa yang seimbang hampir di semua fitur, Galaxy M52 5G cocok untuk anak muda yang punya aktivitas segudang. Ideal untuk belajar, berkarya, maupun hiburan.
  • Karyawan: Bekerja secara mobile bukan masalah jika Anda memiliki ponsel yang kencang dengan daya tahan baterai yang mantap.
  • Penggemar Netflix/Drama Korea: Hobi nonton film atau drakor di Netflix? Layar Galaxy M52 5G mampu menyajikan gambar dengan apik. Baterainya pun tahan lama, sehingga tidak perlu sering-sering isi ulang.
  • Gamer: Gabungan performa bertenaga dan konsumsi daya yang irit adalah formula yang pas untuk para gamer.
  • Kreator konten: Meski kemampuannya belum ada di level flagship, tapi Galaxy M52 5G bisa menjadi perangkat alternatif jika harus membuat konten dadakan saat sedang bepergian.

Kelebihan Samsung Galaxy M52 5G:

  • Desain lebih stylish dengan bodi yang ramping dan ringan
  • Layar Super AMOLED 120 Hz
  • Performa mantap, suhu aman
  • Ada fitur RAM Plus untuk tambah RAM 4 GB
  • Kamera utama mampu menghasilkan foto yang bagus
  • Hasil foto kamera ultra-wide tergolong baik
  • Kamera makro tajam
  • Perekaman video stabil, dynamic range luas
  • Baterai awet meski kapasitas tidak sebesar pendahulunya
  • Sudah mendukung 5G
  • Ada NFC

Kekurangan Samsung Galaxy M52 5G:

  • Speaker belum stereo
  • Tidak ada port audio jack 3.5mm
  • Paket penjualan minim, tanpa softcase dan pelindung ekstra untuk layar
  • Charger bawaan hanya 15W, padahal teknologinya sudah mendukung 25W
  • Bodi belakang mudah menempel bekas jari
  • Slot hybrid

 

 

Samsung Galaxy M52 5G
Ini adalah ponsel yang bagus hampir di semua sektor utamanya. Performa, kamera, baterai, layar, desain, semua berada pada level yang pas sesuai harga.
8.4

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur dan Performa
Baterai
Kamera
Harga
Final Score