Fresh from the oven: Video Review OPPO F11

[Hands-On] Mencoba Kamera Samsung Galaxy A6 untuk Berlibur di Bali

Selain mengundang untuk menghadiri acara peluncurannya pada 7 Mei 2018 yang lalu, Samsung juga mengajak kami dan beberapa awak media lainnya untuk merasakan langsung pengalaman menggunakan Galaxy A6 selama menghabiskan liburan singkat di Bali.

Dalam artikel kali ini, kami akan lebih menekankan pada sektor kamera yang memang menjadi salah satu keunggulan utama dari Galaxy A6. Samsung mengklaim, kualitas kamera Galaxy A6 cukup mumpuni untuk mengabadikan momen di berbagai kondisi pemotretan. Benarkah demikian? Yuk, simak ulasannya:

Desain modern dengan Infinity Display

Sebelum membahas area fotografi, kami ingin sedikit mengulas desain Galaxy A6 yang menurut kami cukup menawan di kelasnya. Tidak seperti Galaxy J7 Duo yang meluncur sebelumnya, penampilan Galaxy A6 jauh lebih modern karena sudah mengusung Infinity Display.

Layar penuh andalan Samsung ini membuat bagian depan ponsel nampak bersih tanpa tombol apapun. Selain itu, meski memakain panel Super AMOLED berukuran 5,6 inci, aspect ratio 18.5:9 membuat dimensi smartphone secara keseluruhan menjadi ramping. Amat mudah untuk mengoperasi Galaxy A6 dengan satu tangan, termasuk oleh pengguna yang bertangan mungil.

Samsung sudah mengadopsi material metal di sekujur bodi Galaxy A6. Sensasi yang kami rasakan ketika pertama menyentuh smartphone ini adalah kesan premium meski tentunya akan lebih menawan jika Galaxy A6 juga dilapisi kaca seperti seri A sebelumnya, yakni Galaxy A8. Untungnya, bagian belakang Galaxy A6 tidak terlalu licin dan minim kemungkinan kotor oleh sidik jari.

 

Selain ukuran layar, bagian belakang ini pula yang menjadi pembeda antara Galaxy A6 dengan Galaxy A6+. Pada Galaxy A6, Anda hanya akan menemukan satu kamera saja, yang ditemani sensor sidik jari tepat di bawahnya. Di atas kamera dan di bagian bawah ponsel, ada garis antena yang membentang dari kiri ke kanan dan sekaligus berfungsi untuk mendukung fitur Signal Max.

Kamera oke, mode HDR bisa diandalkan

Teknologi kamera pada smartphone terus berkembang dan selalu menjadi fitur andalan yang ditonjolkan oleh para produsen. Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung bisa dibilang merupakan salah satu brand yang paling jago meracik fitur yang satu ini. Tidak cukup di deretan flagship mereka, produk-produk kelas menengah Samsung pun punya kamera yang mumpuni.

Pada Galaxy A6, Anda memang tidak akan menemukan konfigurasi kamera belakang ganda seperti yang ditawarkan varian Plus-nya. Meski begitu, sejauh kami mencobanya, kamera tunggal 16 megapixel f/1.7 tergolong cukup baik di kelasnya.

Tanpa kamera ganda Anda kehilangan mode Live Focus untuk menciptakan efek bokeh. Mode-mode lainnya tetap tersedia, termasuk mode HDR yang amat kami sukai. Mengapa? Karena mode HDR ini mampu menciptakan dynamic range yang baik dengan tetap menjaga foto terlihat natural.

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (7)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (6)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (1)

Pada kondisi pemotretan dengan cahaya memadai, Anda tidak akan menemui masalah untuk mendapatkan hasil foto yang tajam dan reproduksi warnanya bagus. Tapi ketika menghadapi backlight atau lokasi dengan perbedaan pencahayaan di satu frame, Mengaktifkan HDR mode wajib hukumnya.

Saat memotret langit pun awan menjadi lebih jelas terlihat. Mode HDR Galaxy A6 mampu menyeimbangkan tingkat kecerahan pada foto yang ditangkap, tapi tidak membuat warna menjadi terlalu matang.

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (5)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (2)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (8)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (3)

Asyiknya lagi, kinerja kamera Galaxy A6 juga tergolong gegas. Proses dari mulai masuk ke aplikasi kamera, memotret, hingga foto tersimpan di memori internal berjalan cepat. Bahkan saat mode HDR aktif pun kameranya tetap gesit. Kinerja seperti ini amat membantu Anda agar tidak melewatkan momen-momen cepat yang tidak mungkin terulang kembali.

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (12)

Untuk kamera depannya? Sensor 16 megapixel f/1.9 menurut kami sudah lebih dari cukup untuk selfie. Apalagi, Samsung menyediakan fitur AR Stickers untuk menambahkan sticker-sticker lucu pada foto selfie Anda.

Kemampuan low-light yang cukup baik

Beralih ke pembahasan performa kamera untuk pemotretan low-light, menurut kami Galaxy A6 tergolong di atas rata-rata untuk kelas harganya. Bukaan f/1.7 sangat membantu menyerap cahaya lebih banyak, sehingga tangkapan gambar tetap terlihat terang dan minim noise meski lokasinya temaram.

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (13)

Ada mode Pro jika Anda ingin mengutak-atik pengaturan sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi jika dirasa terlalu ribet, Samsung tetap menyediakan mode khusus untuk pemotretan low-light. Menurut kami, mode ini juga bekerja cukup baik.

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (10)

Hasil foto Samsung Galaxy A6 (11)

Hasil foto Galaxy A6 (10)

Hasil tangkapan gambar Galaxy A6 di kondisi low-light tergolong lumayan tajam dan reproduksi warnanya masih terjaga. Kami sempat memotret objek bergerak yakni seorang penari Bali yang selalu menggoyangkan tubuhya kesana-kemari. Hasilnya ternyata cukup memuaskan. Bahkan untuk digunakan memotret Fire Dance yang hanya diterangi cahaya api, Galaxy A6 masih mampu mendapatkan gambar yang amat layak untuk dipamerkan ke media sosial.

Kesimpulan

Mungkin banyak dari Anda yang berpendapat bahwa Galaxy A6 dibanderol dengan harga yang kurang menarik. Jujur, awalnya pun opini tersebut sempat terlintas di benak kami. Tapi selama 2 hari menggunakannya, kami mulai merasa harga Rp3.799.000 masih cukup sesuai dengan pengalaman yang ditawarkannya.

Setidaknya, sektor kamera Galaxy A6 tergolong di atas rata-rata smartphone lainnya di kelas harga yang sama. Anda yang lebih senang membawa smartphone untuk mengabadikan momen-momen seru selama berlibur bisa menjadi Galaxy A6 sebagai perangkat pilihan.