Review Vivo V15: Smartphone Layar Penuh dengan Kamera Depan Pop-Up Pertama di Indonesia

Kompetitif dengan Harga Jual 4 Jutaan Rupiah

4.3
Inovatif & atraktif

Tahun 2018, desain layar smartphone dengan poni atau notch yang diprakarsai iPhone X banyak menjadi inspirasi beragam vendor smartphone. Dengan kompromi poni yang berisi sensor dan/atau kamera depan, bingkai smartphone menjadi lebih ramping yang berimbas pada menyusutnya ukuran fisik smartphone walaupun menggunakan layar besar.

Namun ada terobosan baru yang diperkenalkan Vivo untuk menyajikan layar penuh berukuran lega dengan bingkai layar yang tetap ramping. Kamera depan pop-up yang bisa menyembul dari persembunyian menjadi kuncinya.

Untuk Indonesia, Vivo V15 menjadi ponsel pertama dengan kamera depan pop-up yang resmi beredar di sini.

Desain layar penuh dengan warna mewah

Mengadopsi kamera depan pop-up, Vivo V15 mampu tampil dengan layar berukuran penuh yang tidak terpotong poni atau lubang. Ini berarti tidak ada konten yang terpotong saat memutar video, bermain game, atau saat melihat-lihat feed Instagram. Vivo menyebutnya sebagai Ultimate All Screen.

Dengan desain ini, bodi Vivo V15 tetap ringkas walaupun menggunakan layar berukuran 6,53 inci yang lega. Ini penting bagi Anda yang sering mengantungi ponsel di saku celana. Layar IPS Full HD yang tajam dan berukuran sedikit lebih besar dibandingkan ponsel lain di kelasnya terasa nyaman saat digunakan untuk membaca komik dan menikmati video YouTube. Estetika desain tetap jadi prioritas Vivo, yang memberikan pilihan warna biru dan merah untuk V15. Tidak hanya mewah, kedua warna ini juga masih tergolong jarang ditemukan di ponsel lainnya.

Tingkat kecerahan dapat diatur hingga amat terang dan cukup bisa dilihat di bawah pancaran sinar matahari terik di siang hari. Anda juga dapat mengatur temperatur warna layar menjadi lebih hangat (kuning) atau lebih adem (biru).

Dari sisi ergonomi, desain Vivo V15 termasuk nyaman digenggam. Dalam paket penjualan V15, Vivo menyertakan case transparan yang lebih baik dari biasanya. Sisi-sisi case terbuat dari karet hitam yang cukup tebal untuk mengurangi efek buruk dari benturan atau jatuh. Dengan bodi yang cukup lebar, pengoperasian menggunakan satu tangan agak kurang nyaman bagi yang memiliki telapak tangan yang agak kecil.

Kamera depan pop-up 32 megapixel

Inovasi desain yang pertama kali dibawa Vivo V15 adalah kamera depan pop-up yang bisa otomatis bergeser keluar masuk sesuai situasi seperti saat melakukan foto selfie atau video call.

Mekanisme gesernya halus dan cepat serta tidak berisik. Ukuran kameranya yang cukup mungil membuatnya lebih aman dari bahaya benturan. Anda bisa menekan kameranya saat dalam posisi keluar dan kamera pop-up ini akan langsung bergeser masuk. Pengamanan lain, jika dalam beberapa detik (dapat diatur) tidak digunakan, kamera pop-up akan bergeser masuk secara otomatis. Ini penting bagi pengguna ceroboh yang tidak sengaja memasukkan ponsel dalam kondisi kamera depan aktif ke dalam tas atau saku.

Lalu bagaimana dengan hasil foto kamera depan Vivo V15? Dari pengujian kami, kamera depan V15 yang memiliki sensor 32 megapixel mampu menghasilkan foto selfie yang detail dengan exposure yang baik.

Hasil swafoto Vivo V15 dalam ruangan yang agak remang-remang juga termasuk baik. Memang terlihat noise jika gambar diperbesar, tapi setidaknya detil wajah tetap terjaga dan terlihat natural seperti pada contoh foto berikut.

AI Beauty

Bagi yang ingin mendapatkan foto wajah yang lebih mulus, bisa mengaktifkan AI Beauty. Hanya saja, pengaktifan fitur ini menghasilkan foto yang berpotensi berlebihan mulusnya sehingga terlihat tidak alami. Namun pada kondisi yang pas, hasil swafoto dengan AI Beauty ternyata cukup memuaskan. Kulit wajah akan terlihat lebih cerah, dengan kerut pada wajah dihilangkan sambil tetap mempertahankan tekstur wajah. Berikut contoh swafoto dengan AI Beauty yang masih terlihat alami.

AI Face Beauty

Saat melakukan swafoto, kami tidak menemukan masalah dengan kamera depannya yang bergeser keluar masuk. Rasanya nyaris tidak ada perbedaan dengan kamera depan ponsel biasa. Bahkan adanya kamera depan pop-up ini membantu saat swafoto berkelompok. Semua subyek akan dengan mudah mengetahui ke mana mata harus menatap saat mengambil foto.

Triple Camera di belakang

Ada tiga kamera belakang pada Vivo V15; satu kamera utama 12 megapixel (Dual-pixel) f/1.78, satu kamera 8 megapixel ekstra lebar f/2.2, serta satu kamera 5 megapixel f/2.4 untuk mengukur kedalaman pada mode bokeh.

Dengan ukuran fisik sensor 1/2.8 inci, kamera belakang utama Vivo V15 mampu menghasilkan foto yang tajam dengan saturasi dan kontras warna yang cukup tinggi dalam kondisi cahaya ideal. Berikut beberapa hasil foto kamera belakang utama pada mode Normal tanpa proses penyuntingan.

IMG_20190224_174053
IMG_20190303_123738
IMG_20190307_140053
IMG_20190307_151632
IMG_20190303_123556

Beralih ke kondisi cahaya gelap dan remang-remang, Vivo V15 tetap mampu menghasilkan foto dengan saturasi dan kontras warna yang matang. Jika dicermati, ketajaman gambar akan terlihat menurun mengingat kamera akan menggunakan kecepatan rana lebih lambat. Sisi bagusnya, noise tetap terlihat minim dengan pengurang noise dan efek penajaman yang minimal.

Berikut contoh hasil foto Vivo V15 dalam kondisi cahaya gelap atau remang-remang.

IMG_20190222_190119
IMG_20190224_181503
low light
low light

Untuk foto Portrait dengan mengaktifkan fitur Bokeh, hasilnya cukup bagus walaupun kadang terlihat kurang rapi. Anda juga bisa mengatur tingkat bokeh (dalam skala diafragma) sesudah foto diambil. Berikut perbandingan foto dengan opsi bokeh aktif dan tidak aktif.

Bokeh mode
Normal mode

Untuk subyek manusia, opsi Bokeh ini cukup efektif jika latar cukup jauh di belakang subyek atau latar tidak terlalu rumit. Berikut hasil foto dengan fitur Bokeh yang optimal.

IMG_20190224_153047

Anda juga bisa menggabungkan AI Face Beauty dengan mode Bokeh. Pengaturan wajah yang diberikan amat lengkap mulai dari besar mata, tingkat kecerahan kulit hingga bentuk hidung dan dagu bisa diatur.

AI Face Beauty + bokeh

Tambahan baru, mempercantik atau memperganteng subyek tidak hanya sebatas wajah tapi juga badan. Dengan V15, Anda bisa mengatur lebar bahu, ukuran paha, dan lainnya untuk mendapatkan foto yang diidam-idamkan.

Berikut perbandingan hasil foto dengan dan tanpa fitur AI Face Beauty yang digabungkan mode Bokeh.

IMG_20190307_150646

AI Face Beauty

Tidak sekedar Bokeh, Vivo V15 juga memiliki mode Portrait Light Effect yang memberikan simulasi dan efek cahaya menarik seperti di contoh berikut.

IMG_20190307_172423

Monochrome Background

Untuk memotret obyek selain manusia, tinggal sentuh ke obyek yang ingin ditampilkan tajam. Jika salah fokus, Anda bisa memindahkan fokusnya di Album dan menyimpannya kembali. Mudah kan?

Bokeh mode

Bagi yang ingin memotret dalam ruangan yang agak sempit atau memotret pemandangan, Vivo V15 menyediakan kamera belakang dengan sudut pandang ekstra lebar. Sayangnya, kualitas kamera kedua dengan sensor 8 megapixel ini tidak sebaik kamera belakang utama. Ketajaman, warna serta akurasi white balance otomatis dari kamera wide-angle V15 masih di bawah hasil foto 12 megapixel dari kamera utamanya.

Kamera kedua ini menggunakan fixed fokus sehingga obyek atau subyek yang terlalu dekat dengan kamera akan terlihat kabur. Berikut perbandingan antara hasil kamera belakang utama dengan kamera belakang ekstra lebar Vivo V15 dari jarak yang sama.

IMG_20190307_151844

IMG_20190307_151850

Walaupun demikian, kamera keduanya yang ekstra lebar ini amat berguna bagi yang suka jalan-jalan dan ingin menangkap pemandangan atau mendapatkan foto dengan sudut pandang yang lebih unik.

Secara keseluruhan, kualitas kamera belakang Vivo V15 masih sedikit di atas Vivo V11 Pro. Terutama di sektor AI atau kecerdasan buatan yang kini lebih pintar dalam menyajikan warna untuk beragam situasi. Contohnya Food Mode yang kini tidak menerapkan saturasi warna berlebihan seperti pada kamera AI V11 Pro.

Performa memuaskan dan kompetitif

Dapur pacu Vivo V15 mengandalkan chipset Mediatek Helio P70 dan RAM 6GB. Ini merupakan ponsel kedua di Indonesia yang menggunakan chipset terbaru Mediatek tersebut, setelah Realme U1. Dari sisi benchmark, prosesor ini setara dengan Qualcomm Snapdragon 660. Namun dari penggunaan sehari-hari, prosesor Snapdragon 660 (ditemukan di Vivo V11 Pro) sedikit lebih unggul untuk urusan grafis.

Mengesampingkan benchmark sintesis, pengalaman kami menunjukkan bahwa Vivo V15 dapat menjalankan berbagai game tanpa kendala. Kami dapat memainkan PUBG Mobile pada setting grafis High, walau diselingi sendatan saat ada mobil atau musuh cukup banyak. Turunkan ke setting grafis Medium, game berjalan dengan mulus dan lancar.

Game populer lain, seperti Asphalt 9, juga dapat dijalankan dengan baik di setting grafis High, tergantung kompleksitas game tersebut. Untuk game yang bersifat kasual seperti Candy Crush Saga atau Hay Day, Vivo V15 akan bisa menjalankannya dengan lancar.

Navigasi menu, menjalankan dan berpindah aplikasi bisa dilakukan dengan cepat. Suhu ponsel juga cenderung stabil dan tidak panas saat digunakan untuk waktu yang lama. Singkatnya, performa Vivo V15 dapat diandalkan untuk menjalankan beragam tugas dengan gegas dan tanpa panas.

Untuk daya tahan baterai, Vivo V15 dapat digunakan hingga sekitar 13 jam dengan pola pemakaian rata-rata (sering memotret, akses media sosial, chat dan telpon, serta browsing laman web). Pengisian daya juga dapat dilakukan dengan lumayan cepat. Dibutuhkan waktu 2 jam untuk mengisi baterai dari 15% hingga 90%.

Inovasi menarik di awal tahun 2019

Vivo V15 merupakan bukti nyata bahwa smartphone yang inovatif tidak melulu bicara soal spesifikasi. Desain kamera depan pop-up yang inovatif serta deretan fitur menarik yang biasa ditemukan di ponsel kelas atas menjadi highlight Vivo V15 untuk menaikkan standar baru smartphone kelas 4 jutaan rupiah di tahun 2019.

Selain desain layar penuh tanpa poni, kemampuan fotografi V15 juga sedikit lebih baik dibandingkan V11 Pro. Diimbangi performa yang tetap tangguh dan harga yang kompetitif di angka 4,5 juta rupiah, Vivo V15 layak dipertimbangkan Anda yang membutuhkan smartphone dengan layar lega, desain menawan yang tidak pasaran serta kamera depan dan belakang yang oke.

Yang Canggih:
+ Desain layar penuh tanpa poni yang berukuran besar
+ Pilihan warna menarik dan tidak mainstream
+ Kualitas layar bagus, dengan reproduksi warna yang matang
+ Prosesor kencang dengan manajemen panas yang baik
+ Mekanisme kamera pop-up terasa kokoh
+ Hasil swafoto amat baik dengan fitur AI Face Beauty yang lebih alami
+ Kamera kedua dengan sudut lebar cukup berguna bagi penggemar mobile photography
+ AI lebih pintar dibanding generasi sebelumnya
+ Hasil foto kamera belakang amat baik di kondisi cahaya terang
+ Case bawaan lebih baik dibanding biasanya

Yang Kurang:
– Tidak adanya Night Mode atau sejenisnya mengurangi kualitas hasil foto saat malam hari
– Hasil foto dari kamera keduanya yang ekstra lebar belum sebaik kamera utamanya
– Warna kulit cenderung kemerahan, baik saat menggunakan kamera depan maupun belakang
– Fast charging tidak secepat kompetitornya
– Tidak ada Face Unlock
– Tombol fisik di kiri kurang berguna bagi yang tidak menggunakan Google Assistant

4.3
Inovatif & atraktif
Diimbangi performa yang tetap tangguh dan harga yang kompetitif di angka 4,5 juta rupiah, Vivo V15 layak dipertimbangkan Anda yang membutuhkan smartphone dengan layar lega, desain menawan yang tidak pasaran serta kamera depan dan belakang yang oke.
Baca juga
Review Samsung Galaxy Tab A with S Pen: Tablet Android 3 Jutaan dengan Fitur Mirip Galaxy Note