Gandeng Fujifilm, Samsung Kembangkan Teknologi Sensor ISOCELL Plus Untuk Kamera Smartphone

Di era fotografi digital hasil foto yang berkualitas tinggi bergantung pada kemampuan sensor gambar menyerap cahaya. Untuk itulah kualitas dari sebuah sensor gambar ditentukan oleh kemampuan banyaknya cahaya yang bisa ditangkap secara akurat oleh setiap pixel-pixel individu yang ada pada sensor.

Semakin banyak cahaya yang bisa diserap maka sensor kamera mampu menghasilkan output gambar dengan kualitas yang semakin baik. Untuk itulah di tahun 2013 lalu pertama kalinya Samsung memperkenalkan inovasi sensor kamera untuk smartphone yang diberi nama ISOCELL.

Melanjutkan sukses sensor ISOCELL yang telah menjadi primadona di beberapa smartphone jagoan Samsung, di tahun 2018 ini Samsung kembali mendobrak dunia fotografi smartphone dengan mengumumkan pengembangan sensor ISOCELL yang diberi nama ISOCELL Plus.

Apa itu sensor ISOCELL?

svg%3E
Sebelum mengulas lebih jauh sensor ISOCELL Plus kami akan sedikit mengulas kembali apa itu sensor ISOCELL. Perlu diketahui sensor kamera ISOCELL merupakan penyempurnaan dari desain sensor Back Side Illumuniation (BSI) CMOS. Sensor ISOCELL yang dikembangkan oleh Samsung ini punya keistimewaan tersendiri dibandingkan sensor pada umumnya.

Rancangan sensor ISOCELL membawa ukuran pixel-pixel individu yang lebih kecil. Artinya, ini memungkinkan sensor untuk bisa mengemas jumlah pixel yang lebih banyak sehingga bisa menyerap cahaya lebih banyak.

Selain itu, sensor kamera ISOCELL juga dilengkapi dengan sebuah sistem penghalang dengan material logam yang menghalangi antara satu pixel dengan pixel lainnya. Dengan mengisolasi setiap pixel maka setiap pixel tersebut akan lebih fokus menyerap cahaya dan dapat meminamilisir hilangnya sinyal cahaya yang mampu diserap oleh setiap pixel.

Hasilnya, sensor ISOCELL diklaim lebih sensitif terhadap cahaya dan mampu menghadirkan warna yang lebih baik, bahkan di kondisi minim cahaya sekalipun.

Gandeng Fujifilm untuk optimalkan kemampuan isolasi setiap pixel

Nah, konsep sensor ISOCELL ini pun masih berlaku juga di sensor ISOCELL Plus. Bedanya, lewat ISOCELL Plus Samsung mendorong teknologi isolasi pixel yang inovatif ini ke tingkatan yang lebih tinggi.

svg%3E

Untuk mengembangkan sensor ISOCELL PLUS ini Samsung langsung menggandeng pabrikan kamera Fujifilm. Peran Fujifilm di sensor ISOCELL Plus adalah menciptakan material penghalang baru untuk menggantikan material logam yang digunakan sensor ISOCELL.

Menurut Samsung, sistem penghalang dengan material logam yang ada di sensor ISOCELL masih memungkinkan terjadinya kehilangan kualitas optik dan kebocoran cahaya di setiap pixel karena karakter material logam yang cenderung memantulkan cahaya. Dengan demikian kemampuan setiap pixel menyerap cahaya akan kurang optimal.

svg%3E

Seperti ilustrasi di atas, dengan mengganti material logam tersebut dengan material penghalang baru ciptaan Fujifilm inilah setiap pixel di sensor ISOCELL Plus diklaim akan lebih fokus dan semakin mampu menyerap cahaya dengan lebih optimal. Ini karena sistem penghalang dengan material baru tersebut mampu meminimalkan kehilangan kualitas optik dan refleksi pantulan cahaya. Menariknya, material penghalang baru ini masih menjadi misteri karena pihak Samsung ataupun Fujifilm menutup rapat material apa yang digunakan.

Kualitas gambar lebih tajam, warna lebih akurat

Berkat kemampuan isolasi cahaya oleh setiap pixel yang semakin optimal hasilnya sensor ISOCELL Plus mampu menghasilkan foto dengan tingkat ketajaman yang lebih baik dan warna yang semakin akurat. Selain itu, sensor ISOCELL Plus juga akan lebih andal di kondisi minim cahaya karena 15 persen lebih sensitif terhadap cahaya.

Menurut Samsung, teknologi sensor ISOCELL juga memungkinkan untuk desain sensor dengan rancangan pixel 0,8 micrometer atau lebih kecil tanpa kehilangan performa. Ini menjadikan sensor ISOCELL Plus bisa menjadi solusi untuk mengembangkan kamera smartphone dengan resolusi lebih dari 20 megapixel.

Sensor kamera ISOCELL PLUS saat ini sudah memulai debut perdanannya di ajang Mobile World Congress Shanghai yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2018. Samsung sendiri masih menutup rapat smartphone apa nantinya yang akan hadir dengan sensor ini. Apakah akan muncul di Samsung Galaxy Note 9 atau mungkin Samsung Galaxy S10? Kita lihat saja nanti..

Verified by MonsterInsights