Review Samsung GALAXY Ace 2

svg%3E

Juli lalu, kami telah berbagi kepada Anda preview penerus salah satu seri GALAXY Samsung yang paling laris, yakni GALAXY Ace. Samsung GALAXY Ace 2 hadir dengan berbagai peningkatan fitur dan desain, karena itu menarik rasanya menilik lebih jauh kemampuan smartphone berbanderol Rp2,3 juta ini, yang mirip dengan harga banderol Ace saat pertama kali keluar.

Ace vs Ace 2
Di atas kertas, mari kita bandingkan kedua ponsel ini. Ace memiliki dimensi 112.4×59.9×11.5mm, sementara Ace 2 118.3×62.2×10.5mm. Itu artinya, Ace 2 berdesain lebih panjang, lebih lebar namun lebih tipis. Apakah ini pengaruh dari layarnya yang lebih lebar juga? Mari kita lihat. Ace menggunakan layar TFT 3.5 inci resolusi 320×480 piksel, sementara Ace 2 memiliki layar PLS TFT 3,8 inci – ya, lebih lebar – resolusi 400×800 piksel, yang artinya juga lebih rapat dan tajam. Namun sayangnya, kaca yang digunakan pada layar Ace 2 bukan Corning Gorilla Glass seperti yang dipakai pada Ace.

Meski lebih besar secara desain, bobot Ace 2 tercatat lebih ringan, yakni 113 gram berbanding 122 gram milik Ace. Masuk ke tampilan antarmuka, jika pada Ace Anda akan ditemani oleh TouchWiz v3.0, maka Ace 2 sudah menggunakan UI yang lebih baru, yakni TouchWiz v4.0. Tetapi lagi-lagi patut disayangkan, OS bawaan Ace 2 masih Android 2.3 Gingerbread. Meski memiliki opsi upgrade ke 4.1 Jelly Bean sekalipun, kemungkinan Samsung tidak menyediakan layanan upgrade via OTA (Over The Air) alias Anda kudu datang ke Samsung Service Center terdekat untuk melakukannya atau menggunakan KIES.

Beralih ke prosesor, Ace masih diperkuat chipset Qualcomm MSM7227 bertenaga 800 MHz ARM 11 serta GPU Adreno 200, sementara adiknya telah menggunakan chipset NovaThor U8500 dengan clock speed masih sama, 800MHz. Ups, jangan kecewa dulu! Karena meski berkecepatan sama, namun proseso pada Ace 2 sudah dual-core, kok. Sedangkan GPU yang ditanamkan adalah Mali-400MP. Untuk mendukung kinerja prosesor, Ace 2 menggunakan RAM sebesar 768MB, tiga kali lebih besar ketimbang Ace yang hanya 278MB.

svg%3E

Lalu bagaimana dengan memori? Pada Ace generasi pertama, Anda dapat menggunakan ruang penyimpanan sebesar 158MB didukung slot microSD. Di Ace 2, kapasitas itu jauh ditingkatkan menjadi 4GB dan masih dibekali dengan slot micro SD untuk menambah kapasitas penyimpanan. Di sisi konektivitas nirkabel, Bluetooth v3.0 pada Ace 2 tentu jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan v2.0 milik Ace.

Salah satu yang menarik terdapat di sisi kamera, terutama untuk keperluan memotret. Jika pada Ace Anda mendapatkan resolusi foto maksimum 5MP dengan fungsi tambahan autofocus, lampu kilat LED, geo-tagging, serta pendeteksi wajah dan senyum, maka spesifikasi serupa akan Anda dapatkan dari Ace 2. Karena itu, kami sengaja meminjampakaikan Ace 2 kepada pihak ketiga yang telah satu tahun terakhir menggunakan Ace. Komentarnya, “Meski sama secara spesifikasi sama, namun penggunaan dan hasil kamera Ace 2 lebih baik.” Syukurlah.

Kelemahan dari sektor ini adalah shutter speed-nya yang lambat. Kami bicara mengenai kondisi pengambilan gambar berpencahayaan baik dengan obyek manusia dari jarak sekitar setengah hingga satu meter. Autofocus-nya memang bekerja sempurna, namun untuk jarak seperti itu terasa jauh lebih lambat ketimbang Anda mengambil obyek dari jarak hanya beberapa sentimeter.

Bekal kamera depan di Ace 2 pasti akan menyenangkan Anda yang senang ber-video chat ria dengan rekan via smartphone. Meski resolusinya baru VGA, ini sudah lebih dari cukup ketimbang nihil di generasi sebelumnya. Sementara untuk video, Ace 2 mengalami peningkatan di resolusi yakni sudah mampu merekam hingga resolusi maksimum HD 720p 30 frame per detik (fps), di mana sebelumnya hanya VGA @24fps. Hasil foto dan video Ace 2 bisa Anda lihat di bawah ini. Oh ya, Anda juga bisa langsung mengedit foto di Ace 2 karena Samsung telah membekalinya dengan fitur tersebut.

Foto
Ace 2 indoor 1 Ace 2 indoor 3

Ace 2 indoor 4 Ace 2 indoor 2 Ace 2 indoor+flash

Video

Performa

Hasil perolehan poin pada beberapa uji benchmark yang kami lakukan rata-rata menempatkan Ace 2 pada posisi menengah ke bawah untuk performa. Seperti pada Quadrant, misalnya, yang mencatatkan poin 2507 di posisi keenam dari 9 device, atau AnTuTu dengan poin 4662 di urutan kesepuluh dari 14 perangkat. Uniknya, meski layar Ace 2 hanya seluas 3.8 inci, namun kami berhasil memperoleh total 10 poin sentuhan pada layar ketika diuji menggunakan MultiTouch Tester! Namun seperti Anda dapat lihat pada gambar, total hanya 5 saja yang memiliki warna-warni sementara 5 sisanya berwarna abu-abu gelap. Bisa jadi ini berarti, meski dapat membaca hingga 10 sentuhan jari, namun respons optimal yang dapat diberikan hanya pada 5 jari saja.

svg%3E

Saat digunakan untuk bermain Temple Run hingga Dead Trigger yang cukup berat, Ace 2 nyatanya cukup tangguh dalam merespons perintah sehingga kami tak merasakan lag yang mengganggu. Begitu pula saat digunakan untuk menjelajah dunia maya serta untuk multitasking.

Pemutar media pada Ace 2 memberikan fitur pengaturan lanjutan yang cukup lengkap. Saat memutar musik, Anda bisa memilih satu dari sembilan ekualiser yang disediakan, termasuk Auto, Normal dan Custom yang memungkinkan Anda mengatur secara manual sesuai selera. Itu masih ditambah dengan efek suara dengan 6 pilihan yakni Normal, Wide, Concert Hall, Music Clarity, Bass Enhancement serta Externalitation yang bisa difungsikan saat menggunakan headset atau earphone – sama seperti efek 3D Surround di video player. Satu lagi, opsi penampil lirik juga sudah tersedia selain pengaturan Auto Off Music yang berguna terutama saat Anda menyetel musik untuk menemani tidur.

Perbedaan atau peningkatan lainnya terdapat pada sektor baterai. Pada Ace, Anda hanya dibekali baterai Li-ion dengan kapasitas 1350mAh. Sementara pada Ace 2 angka tersebut “dibulatkan” menjadi 1500mAh yang bisa memasok energi hingga 25 hari saat stand by (dalam arti sebenarnya: Anda nonaktifkan seluruh konektivitas dan ponsel hanya digeletakkan saja selama itu), atau sekitar 7 hingga 16 jam tergantung pemakaian jaringan dan fitur-fitur pada ponsel.

svg%3E

Kesimpulan

Sebagai penerus sebuah produk yang cukup sukses, Ace 2 tergolong mampu menghadirkan hal baru serta berbagai peningkatan yang membuatnya jauh lebih baik. Kekurangan lain di sektor OS lawas memang mungkin mengganggu, namun jika Anda ingin sedikit meluangkan waktu untuk melakukan upgrade, Ace 2 akan menjadi perangkat komunikasi yang menyenangkan. Apalagi Anda mendapatkan earphone putih berbentuk unik di dalam paket pembelian.
Bagi Anda yang menginginkan smartphone Android dengan deretan fitur bagus dan performa handal, tanpa ingin mengeluarkan banyak uang, Samsung Galaxy Ace 2 siap menjadi penghuni saku Anda.

Pros:
(+) Layar terang
(+) Hasil kamera bagus
(+) Pengaturan lanjutan pemutar media cukup lengkap
(+) Desain baru dibanding versi Ace sebelumnya
(+) Harga sama seperti Ace sebelumnya
(+) Sudah ada kamera depan
(+) Desain earphone unik

Cons:
(-) Masih menggunakan OS Gingerbread
(-) Tak ada opsi upgrade OS via OTA
(-) Resolusi kamera tetap 5MP, dalam keadaan tertentu shutter speed lambat

Verified by MonsterInsights