5 Skenario Perlindungan Ponsel Samsung dari Serangan Siber

Di era digital yang memungkinkan beragam hal bisa dilakukan langsung melalui smartphone, potensi serangan siber terhadap perangkat ini pun semakin tinggi. Apalagi, smartphone menyimpan banyak data pribadi maupun bisnis yang berbahaya jika sampai diretas oleh orang lain. Berbagai cara bisa ditempuh para hacker untuk membobol dan mencuri data-data tersebut.

Itulah yang coba diminimalisir oleh Samsung. Berkomitmen untuk memastikan keamanan data para penggunanya, Samsung punya cara untuk melindungi ponsel garapannya dari beragam skenario serangan siber. Apa saja?

Skenario 1: Akses backdoor tanpa persetujuan

 

Developer atau para pengembang secara rutin membuat backdoor (pintu rahasia) untuk aplikasi maupun sistem operasi (OS) seluler. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh akses yang mudah saat perlu melakukan troubleshooting.

svg%3E

Sayangnya hacker dapat menemukan backdoor ini. Untuk mencegah akses backdoor tanpa persetujuan, pengguna diharapkan tidak mengunduh aplikasi yang sifatnya tidak resmi. Mengunduh perangkat lunak selain yang dipasang pabrikan sejak awal untuk mendapatkan akses penuh ke sistem operasi perangkat juga dapat mengundang malware atau spyware yang mengarah ke akses backdoor tanpa persetujuan.

Samsung sendiri merancang, membuat, dan memvalidasi setiap chip komputer, setiap kabel, dan setiap komponen perangkat keras sebelum menggunakannya untuk memproduksi perangkat pintar di pabrik. Pendekatan ini memberi Samsung kendali atas desain, manufaktur, dan perakitan, memastikan rantai pasokan aman yang mencegah akses backdoor tanpa persetujuan.

Skenario 2: Password bocor, lemah, atau dipakai ulang

Pengguna akan terus membuat akun baru untuk berbagai layanan digital, mulai dari e-commerce, transportasi online, dan sebagainya. Tanpa disadari hal ini menyediakan lebih banyak jalan untuk dieksploitasi oleh peretas.

Samsung Pass

 

 

Perangkat Samsung dilengkapi dengan teknologi otentikasi biometrik yang inovatif, seperti Ultrasonic Fingerprint, sehingga akses ke data dapat dilindungi meskipun perangkat tersebut hilang atau dicuri.

svg%3E

Dikenal sebagai Samsung Pass, alat otentikasi biometrik ini juga memungkinkan pengguna dengan mudah mengakses kredensial masuk tanpa perlu mengingat nama pengguna dan kata sandi yang tak terhitung jumlahnya. Untuk meningkatkan perlindungan data, Samsung juga telah melengkapi perangkat dengan Knox Vault, prosesor aman yang beroperasi secara independen dari CPU utama.

Skenario 3: Wi-Fi gratis

Layanan Wi-Fi publik memberikan peluang bagi hacker untuk mencuri data. Pasalnya, data yang dikirim melalui web, contohnya informasi kartu kredit saat melakukan pembelian online, mungkin jatuh ke tangan peretas melalui jaringan Wi-Fi publik.

svg%3E

Fitur Secure Wi-Fi di perangkat Samsung akan mengenkripsi lalu lintas internet keluar dan menonaktifkan pelacakan pada aplikasi dan situs web. Samsung mengklaim, hal ini memungkinkan pengguna untuk menjelajah internet dengan aman pada Wi-Fi publik tanpa perlu khawatir.

Skenario 4: Serangan phishing

Phishing merupakan cara mengelabui korban untuk menyerahkan informasi sensitif atau memasang malware, menyamar sebagai tautan, lampiran, atau bahkan aplikasi yang sah di perangkat mereka.

Menurut Samsung, fitur Device Protection di Samsung Device Care akan terus-menerus memindai perangkat dari malware atau aktivitas mencurigakan lainnya. Selain itu, fitur ini juga dapat memperingatkan apabila pengguna memasang aplikasi berbahaya, melalui deteksi dari McAfee.

svg%3E

Skenario 5: Kerentanan zero-day

Kerentanan zero-day adalah kerentanan dalam sistem atau perangkat yang telah ditemukan tetapi belum ditambal. Ini bisa sangat berbahaya karena penjahat dunia maya menargetkan kelemahan dalam sistem sebelum pengembang atau publik menyadarinya.

Melalui Samsung Knox, Samsung menjanjikan perlindungan secara real time yang secara aktif melindungi perangkat dari serangan malware. Upaya tidak sah untuk mengakses atau memodifikasi ponsel akan langsung diblokir.

svg%3E

Saat pengguna melakukan reboot pada smartphone Samsung mereka, Secure Boot diaktifkan untuk mendeteksi perangkat lunak yang tidak sah dan memblokir upaya untuk menyusupi perangkat melalui keamanan berlapis tingkat militer. Jika smartphone di-boot dalam keadaan tidak disetujui, Samsung Knox secara otomatis mengunci aplikasi yang berisi data sensitif seperti Samsung Pass, Secure Folder, atau Samsung Health.

Verified by MonsterInsights