Vivo V15 Pro: Pertama dengan SD 675. Baca review-nya di sini

Tip & Trik Praktis dari Jay Subiakto untuk Hasil Video Lebih Baik dengan Samsung Galaxy S10

Kamera pada smartphone modern tidak hanya mumpuni untuk memotret, tapi juga untuk merekam video berkualitas baik. Tidak cuma untuk sekedar vlog sederhana, kamera smartphone kelas atas juga bisa menjadi andalan pengguna yang beraspirasi menjadi Youtuber atau Instagramer handal.

Turut hadir di acara workshop Samsung Galaxy S10+ di Turki, Jay Subyakto yang dikenal sebagai sutradara film papan atas di Indonesia memberikan beberapa tip dan trik praktis untuk menghasilkan video keren berbekal smartphone:

1. Pastikan smartphone yang dipilih sudah tepat

Untuk mendapatkan footage yang baik dan layak untuk menjalani proses editing, pilih smartphone dengan kemampuan merekam video yang baik.

Contohnya seperti lini produk Samsung Galaxy S10 yang sudah memiliki kemampuan merekam video HDR10+ dan 10 bit. Dengan fitur ini, warna akan terlihat lebih kental dan tidak pecah saat mengalami proses editing.

2. Perlakukan tangan layaknya tripod

Teknik ini dapat mengurangi guncangan saat merekam video. Tentunya Anda juga bisa memanfaatkan fitur pada smartphone seperti Super Steady yang dimiliki jajaran Samsung Galaxy S10. Fitur Super Steady ini akan mampu membantu penggunanya meredam goncangan saat merekam video tanpa bantuan gimbal.

Dengan fitur ini, hasil rekaman video akan lebih mulus dan lebih stabil walaupun obyek video bergerak. Hasilnya, gerakan video akan terlihat halus dan seperti menggunakan gimbal.

3. Merekam dengan format landscape

Hasil rekaman akan terasa lebih utuh saat kita menggunakan format landscape saat merekam video menggunakan smartphone. Samsung Galaxy S10 dilengkapi lensa ekstra lebar (Ultra-Wide angle) yang mampu menangkap video sesuai dengan apa yang ditangkap oleh mata (123 derajat) sehingga mampu memberikan efek sinematik.

Untuk menambah efek sinematik, kita dapat memanfaatkan sejumlah teknik pengambilan gambar saat sedang melakukan merekam menggunakan smartphone:

  • Teknik Tilt – menggunakan tangan sebagai tumpuan untuk kemudian menggerakan smartphone ke atas atau ke bawah.
  • Teknik Slide – sama seperti teknik tilt, teknik ini juga menggunakan tangan sebagai tumpuan, kemudian menggerakan smartphone ke kanan dan ke kiri.
  • Teknik Panning – teknik ini digunakan dengan menjadikan badan sebagai tumpuan, dapat dilakukan dengan gerakan vertikal atau horizontal.

4. Perhatikan angle pengambilan video

Samsung Galaxy S10+ dilengkapi dengan tiga lensa yaitu Ultrawide, Wide dan Telephoto, sehingga dapat merekam dalam beragam sudut pandang dengan mudah. Dengan mengambil rekaman dalam sudut pandang yang berbeda, Anda bisa menampilkan mood dan kesan yang berbeda.

5. Rencanakan untuk mencipta sesuatu yang tidak konvensional

View this post on Instagram

I S T A N B U L #neverafraid #galaxys10 #withgalaxy

A post shared by Jay Subyakto (@jaysubyakto) on

Bila objek rekam sama maka pikirkan bagian dari hasil karya yang mampu mendapat perhatian penonton. Jangan takut mengambil gambar dengan berbagai angle kamera Samsung Galaxy S10 untuk menemukan yang paling pas.

6. Ciptakan karya yang orisinil dan tidak biasa

Jangan takut untuk mengeksplorasi ide yang baru dan tetap nikmati perjalanan prosesnya. Karya bagus ditentukan oleh pengalaman yang sudah kita jalani.

7. Selipkan unsur budaya dan cerita dari video atau film yang hendak dibuat

Ambil beberapa foto untuk dijahit ke dalam video yang dapat menonjolkan budaya yang ingin dijadikan primadona. Masih kurang jago soal fotografi? Aktifkan Scene Optimizer, Smart Composition dan Live Focus. Jadikan video lebih bermakna dengan isi yang mengedukasi dan memberikan wawasan baru bagi penontonnya.

Bagi yang belum berniat beralih ke Samsung Galaxy S10, tetap semangat dan teruskan berkarya. Jangan jadikan keterbatasan menjadi halangan untuk berkarya dan mengasah kreativitas.

“Manfaatkan smartphone yang ada bersama mu setiap saat, jadikan partner menciptakan video yang belum pernah ada sebelumnya. Jangan takut bereksperimen untuk mengambil shoot gambar yang berbeda, dan bercerita,” tutup Jay Subiakto.