Review HP Pavilion x360

4.1
Cek harga

Pertumbuhan penjualan notebook mulai memperlihatkan adanya peningkatan signifikan di kategori ultraslim. Melihat peluang yang besar ini, vendor notebook berbondong-bondong melansir produk terkini dengan fitur dan harga yang menarik. Sebagai pemain besar, HP tentu saja tidak ingin ketinggalan. Mereka mengandalkan Pavilion X360, notebook langsing convertible yang hadir dengan kejutan-kejutan menyenangkan.

Desain tipis dengan engsel kokoh
Masuk dalam kategori Pavilion, Pavilion X360 diposisikan sebagai solusi mainstream dari HP. Meskipun begitu, notebook ini memiliki fitur fisik yang mencitrakan produk kelas menengah atas. Konstruksi dari Pavilion X360 secara keseluruhan memberikan kekuatan yang baik tanpa melengkung, yang berarti baik di bagian keyboard maupun layar.

hp-pavilion-x360-engsel

Ini merupakan hal yang mengagumkan mengingat tebal bodi Pavilion X360 (termasuk layar) hanyalah 1,98 mm dan notebook ini memiliki layar yang dapat diputar 360 derajat. Sebagai sebuah notebook convertible, tombol-tombol penting ditempatkan di sisi-sisi rangka notebook seperti tombol power dan tombol volume di sisi kiri sehingga mudah diakses ketika mode selain mode laptop digunakan.

Fungsi convertible dari Pavilion X360 berfungsi dengan sepasang engsel kokoh. Kekuatannya dalam segala mode cukup baik, sekali lagi tidak terlihat adanya flexing yang berarti. Seperti layaknya notebook convertible, beberapa mode diusung oleh X360.

hp-pavilion-x360-port

Mode pertama yaitu mode laptop menampilkan X360 dalam fungsi laptop seutuhnya, dengan akses mata kunci keyboard dan nilai ergonomi khas HP yang nyaman. Mode kedua, yaitu mode Tent mengijinkan penampilan konten video dan bermain game tanpa membutuhkan ruang yang luas untuk menempatkan X360. Mode ketiga yaitu mode Stand, mengijinkan untuk menonton video lebih dekat ke mata, dan mode tablet, yang mengijinkan penggunaan X360 sebagaimana sebuah tablet.

Meskipun hadir dengan berat sekitar 1,6 kilogram, notebook ini masih cukup nyaman digunakan dalam mode tablet. Posisi paling ideal adalah menempatkan X360 di atas pangkuan untuk menopang bebannya.

hp-pavilion-x360-bawah

Pavilion X360 memiliki fitur pendingin sistem yang sedikit unik. Di sisi bawah, terlihat adanya kisi-kisi ventilasi memanjang di bagian tengah dan belakang. Kisi-kisi ventilasi bagian tengah menghisap udara dingin dan bagian belakang menghembuskan udara panas keluar. Sayangnya, kisi-kisi ventilasi belakang mengarah ke bawah, sehingga saat Pavilion X360 dipangku di atas paha, udara panas cukup terasa dalam kondisi penggunaan berat.

Performa mumpuni untuk kelasnya
Pavilion X360 hadir dengan prosesor Intel Core i3-6100U yang hadir dengan GPU terintegrasi Intel HD Graphics 520, DRAM 6GB, dan HDD 500GB. Intel Core i3-6100U adalah prosesor generasi Skylake yang dirancang dalam ukuran 14 nanometer dengan TDP atau penggunaan watt tertinggi 15 watt. Hal ini berarti secara teoritis Pavilion X360 memiliki performa tinggi tanpa membutuhkan daya yang besar (hemat listrik).

Pada pengujian sintetis menggunakan PCmark untuk Home dan Office, Pavilion X360 mendapatkan nilai berturut-turut sebesar 2589 dan 2708, setara dengan notebook berbasis Core i3-6100U di kelasnya yang secara teoritis berarti Anda tidak akan menemui kendala melakukan pekerjaan dengan aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office sehari-hari.

Kejutan yang menyenangkan datang dalam hasil pengujian sintetis gaming notebook ini. Dengan nilai berturut-turut Ice Storm, Cloud Gate, Sky Diver dan Fire Strike yaitu 53396, 5168, 3573, dan 788, Pavilion X360 memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi, lebih tinggi dibandingkan dengan AMD Radeon R7 M260.

Sesuatu yang mengejutkan karena Intel selalu berada dalam bayang-bayang AMD dalam departemen visual di kelas mainstream. Bermain game PES 2016 dengan setting graphics default low, kami mendapatkan 59-60 FPS, bahkan saat ada banyak pemain di lapangan.

svg%3E

Pada penggunaan sehari-hari, HP Pavilion X360 juga memberikan performa yang sangat baik. Beragam aplikasi berjalan di latar belakang tanpa adanya masalah. Adapun masalah kecil terletak pada penggunaan HDD yang terkadang tersendat ketika membuka file besar. HP secara cermat menyertakan RAM 6GB yang cukup luas untuk menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan. Namun kami berharap X360 hadir dengan jumlah RAM lebih besar seperti 8GB karena Intel HD Graphics 520 menggunakan skema memori yang diambil dari sistem.

Fitur multimedia dan ketahanan baterai yang baik
Dalam penggunaannya sebagai alat multimedia, Pavilion X360 mendapatkan nilai yang cukup baik. Speaker dengan sertifikasi Bang & Olufsen menawarkan suara yang jernih di semua rentang frekuensi tinggi dengan sedikit hentakan bass.

Sayangnya, posisi speaker di bawah layar yang sejajar dengan keyboard membuat proyeksi suara ideal hanya pada posisi mode laptop. Layarnya dengan tingkat brightness yang tinggi dapat digunakan pada segala suasana bahkan dalam kondisi ruangan dengan tingkat penerangan tinggi ataupun di luar ruangan.

hp-pavilion-x360-speaker

Sebagai notebook convertible dengan beragam skenario penggunaan, kualitas layar cukup penting untuk diperhatikan. Meskipun tidak hadir dengan layar IPS, sudut pandang layar X360 cukup baik di segala suasana, terutama berkat layar dengan tingkat brightness yang tinggi.

hp-pavilion-x360-dalam

Layar X360 yang berukuran 13 ini dengan resolusi 1366×768 pixel ini menawarkan kontras yang baik. Namun untuk reproduksi warna, terlihat sedikit ada pendaran ketika menampilkan spektrum warna ekstrim, namun masih cukup dapat diterima.

Pavilion X360 memiliki daya tahan baterai yang sedikit unik. Melalui penggunaan software pengujian battery eater yang menampilkan objek 3 dimensi terus menerus, notebook ini hanya bertahan 2 jam saja. Namun dalam penggunaan normal, daya tahan baterainya bisa mencapai hingga 5 jam dengan skema pemakaian sebagai berikut: power plan balanced, 50% brightness, wi-fi menyala, mengetik dokumen, browsing dan menonton video durasi 1 jam. Tampaknya Intel HD 520 menggunakan daya yang cukup tinggi untuk memroses grafis 3 dimensi.

Kesimpulan
HP Pavilion X360 menunjukkan tren masa depan notebook. Satu tahun yang lalu, notebook convertible merupakan produk ranah kelas atas dengan satu atau dua model dari masing-masing vendor.

Namun sekarang, seperti yang diusung oleh Pavilion X360 dengan prosesor Core i3 yang mainstream, dan dengan banderol harga yang dahulu ditempati oleh notebook mainstream tanpa kemampuan banyak mode, Notebook convertible memiliki masa depan yang cerah. Memang kegunaan dari beberapa mode pemakaian bisa dikatakan tidak banyak berguna selain mode laptop dan mode tablet, namun mengantisipasi kebutuhan dari pengguna notebook secara umum, kami yakin akan semakin banyak pengguna yang menemui kegunaan tersendiri dari mode-mode yang tersedia.

Bagi yang membutuhkan laptop convertible berdesain menarik serta performa baik dan harga terjangkau, HP Pavilion x360 layak dipertimbangkan.

Yang Canggih:
+ Engsel kokoh untuk beralih mode
+ Kualitas layar oke
+ Kinerja gaming cukup baik
+ Harga menarik

Yang Kurang:
– Kipas exhaust menghadap ke bawah
– Daya tahan baterai relatif pendek

HP Pavilion X360
Spesifikasi: Prosesor : Intel Core i3-6100U RAM : 6GB Storage : 500GB (HDD) Konektivitas : Bluetooth, WiFi, Gigabit Lan Dimensi : 32.64 x 22.2 x 1.98 Cm. Berat 1.6 Kg Baterai : Tidak dapat dilepasHarga : Rp. 6.999.000
4.1
Cek harga
Verified by MonsterInsights