Foto & VideoKamera DSLRNews

Kamera Robotik, Terobosan Baru Nikon pada Wimbledon 2013

Meliput acara pertandingan olahraga bukanlah hal yang mudah. Selain harus memiliki peralatan yang tepat, posisi fotografer juga amat menentukan untuk menghasilkan foto yang menarik. Sayangnya, ada beberapa tempat yang seharusnya dapat menghasilkan angle yang menarik, tapi tidak dapat dijangkau manusia. Nikon melakukan terobosan dalam bidang fotografi olahraga melalui kerja samanya dengan Mark Roberts Motion Control (MRMC), perancang produk kontrol gerak. D4, DSLR unggulan produsen kamera asal Jepang tersebut, dipancangkan pada kepala robotik SFH-30 besutan MRMC untuk mengabadikan turnamen tenis Wimbledon 2013.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Legenda fotografi olahraga, Bob Martin, menjadi orang pertama yang menggunakan teknologi ini. Kepala robotik SFH-30 menggerakkan dan memutar kamera ke posisi yang biasanya tidak bisa dicapai oleh para fotografer melalui cara konvensional. Hasilnya, foto-foto yang memberikan sudut pandang baru pada pertandingan olahraga tingkat dunia.

“Permintaan akan gambar-gambar orisinil pada ajang olahraga besar memacu saya untuk mendorong batasan-batasan fotografi,” tutur Bob. “Menggunakan alat ini membuktikan bahwa menangkap apa yang sebelumnya mustahil menjadi mungkin.”


Roof_Robotic_Nikon_Camera

Bekerjasama dengan Nikon, Bob juga memasang tiga kamera D4 di tiga tempat berbeda untuk merekam gambar-gambar dengan metode time-lapse. Masing-masing mengambil satu foto setiap menit dan mengirimkan hasilnya ke aplikasi Wimbledon di iPad. Teknik ini memberikan penonton pengalaman unik dalam menyaksikan aksi-aksi bintang favorit mereka di arena Wimbledon.

Robotic Nikon D4

Meskipun awalnya dibangun untuk mendukung para fotografer olahraga, Manager Layanan Profesional dan Solusi Bisnis Nikon Inggris James Banfield menekankan teknologi ini terbuka bagi jenis fotografi lainnya. Memaksimalkan kualitas yang mampu dicapai kamera D4 dan kemampuan robotik SFH-30, para fotografer bisa menciptakan foto-foto yang memberikan sudut pandang baru bagi konsumen.

Sumber

Back to top button