Review realme Narzo 30A

Smartphone Murah untuk Main Games

8.3

realme cukup percaya diri memboyong Narzo 30A ke Indonesia dengan tagline ‘The Best Value Entry-Level Gaming Smartphone’. Ya, performa memang menjadi nilai jual utama yang coba dikedepankan oleh realme untuk menggaet hati anak muda yang gemar bermain games.

Namun apakah hanya sektor performa yang bisa dibanggakan oleh realme Narzo 30A? Dalam artikel review kali ini saya akan mencoba mengulasnya lebih jauh. Yuk, langsung saja simak!

Si bongsor yang unik

Kesan pertama saya ketika menggenggam realme Narzo 30A adalah bongsor. Dimensi bodinya terbilang besar bahkan untuk ukuran smartphone masa kini. Panjang dan lebarnya memang masih pas-pas saja. Tapi ketebalan 9,8 mm lumayan terasa ketika saya mencoba memasukkan ponsel ini ke saku celana, apalagi kalau saya tambahkan casing.

Bodinya yang tebal merupakan konsekuensi dari baterai 6.000 mAh yang tertanam di dalamnya. Selain itu, dari segi bobot realme Narzo 30A juga terbilang lumayan, yakni 207 gram. Intinya ini mungkin bukan perangkat yang cocok untuk Anda yang terbiasa dengan ponsel ramping.

Yang saya sebut unik adalah kombinasi dua tekstur pada back cover-nya. Di sisi sebelah bawah Anda akan menemukan Diagonal Stripe bergelombang dengan finishing yang sedikit kasar sehingga membuatnya tidak licin dan tidak menjadi magnet bekas jari. Sementara di sisi sebelah atasnya realme mengusung finishing halus standar.

Kombinasi seperti ini menurut saya cukup unik meski materialnya masih polycarbonate saja. Tidak banyak ponsel zaman sekarang yang punya dua tekstur pada cover belakangnya. Desain Diagonal Stripe juga sekaligus menjadi ciri khas agar orang tahu perangkat yang Anda genggam adalah Narzo 30A.

Di pojok kiri atas Anda akan menemukan frame kamera yang memberikan kesan seolah-olah memiliki konfigurasi 4 lensa. Padahal, kamera belakangnya hanya ada dua. Pada bagian belakang pula realme menempatkan sensor sidik jari bersama dengan logo Narzo.

realme Narzo 30A tersedia dalam dua pilihan warna. Yang ada di artikel review kali ini adalah Laser Blue, sementara yang satunya disebut Laser Black. Saya pribadi menilai warna Laser Blue lebih istimewa karena mulai bosan dengan warna hitam gelap standar.

Perlu diketahui bahwa smartphone ini sudah menggunakan port USB Type-C. Posisinya ada di bawah, berdampingan dengan port audio jack 3.5mm dan lubang speaker. Selain itu, realme Narzo 30A juga memiliki tiga slot yang terdiri dari dua untuk nano-SIM dan satu terdedikasi khusus untuk microSD.

Layar HD+: Pilihan tepat?

realme Narzo 30A mengusung spesifikasi layar yang terbilang standar. Panelnya IPS berukuran 6,5 inci dengan resolusi yang masih HD+ saja. Sekilas agak disayangkan karena pesaing di kelas harga setara sudah ada yang memakai layar Full HD+.

Tapi menurut saya pribadi, layar HD+ juga memberikan keuntungan tersendiri. Resolusi yang lebih rendah membuat beban komputasi menjadi lebih ringan dan lebih hemat daya. Apakah secara performa juga jadi lebih kencang? Kita lihat nanti.

 

Untuk pemakaian sehari-hari pun layar realme Narzo 30A masih lumayan tajam. Memang untuk saya yang terbiasa menggunakan ponsel dengan layar Full HD+ sebagai daily driver, akan terlihat perbedaan yang cukup terasa ketika saya pertama kali menatap layar Narzo 30A. Mungkin itu hanya soal adaptasi saja.

Layar ini juga punya tingkat kecerahan yang lumayan, yakni hingga 570 nits. Walaupun begitu, entah karena lapisan anti goresnya atau kacanya, penggunaan di luar ruangan terlihat cukup reflektif dan kurang nyaman untuk menyimak konten yang ditampilkan pada layar.

Anda juga wajib menggarisbawahi kalau ternyata realme Narzo 30A belum mendukung Widevine L1. Itu artinya, konten film atau series dari layanan streaming seperti Netflix belum bisa diputar dengan resolusi HD. Di bagian atas juga masih ada poni bergaya waterdrop yang lama-lama mulai terasa kurang modern.

Speaker? Masih single saja. Kualitas audionya standar saja. Cukup kencang tapi tidak ada yang spesial.

Hanya dual-camera

Di saat brand lain mengedepankan tiga atau bahkan empat kamera belakang, realme Narzo 30A justru datang dengan AI Dual-Camera yang mengusung sensor utama 13 megapixel f/2.2, dan sensor B/W 2 megapixel. Mungkin bakal lebih menarik jika kamera keduanya memakai lensa ultra-wide saja.

Apapun itu, menurut saya langkah realme untuk hanya membenamkan dua kamera belakang cukup tepat. Saya pribadi sering merasa konfigurasi tiga atau bahkan empat kamera pada ponsel murah lebih sebagai gimmick marketing saja. Umumnya, kualitas kamera pendamping sangat jauh di bawah kamera utama sehingga sulit untuk mendapatkan foto yang bagus. Dua kamera saja cukup dan konsumen tidak perlu membayar ekstra untuk sesuatu yang mungkin tidak mereka perlukan.

AI scene enhancemnt OFF

AI scene enhancemnt ON

Tapi, bagaimana kualitas foto dari kamera realme Narzo 30A? Ternyata cukup baik. Di kondisi cahaya yang melimpah, fotonya yang disajikan cenderung menampilkan warna yang agak matang dengan dynamic range yang cukup baik di kelasnya. Detail yang ditangkap tinggi, asalkanya cahaya memadai.

Realme Narzo 30A portrait

IMG20210311163854

IMG20210311163839

Realme Narzo 30A portrait

Di kondisi cahaya yang minim atau malam hari, realme Narzo 30A memiliki mode Super Nightscape. Cukup berguna agar momen yang Anda abadikan setidaknya masih layak untuk dipamerkan ke media sosial. Selain itu, ada pula tiga filter malam yang untuk pertama kalinya hadir di segmen entry-level realme, antara lain Cyberpunk, Flamingo, dan Modern Gold.

IMG20210311162747

Realme Narzo 30A

IMG20210311153801

Dari sektor videografi realme Narzo 30A hanya mampu merekam di resolusi 1080p 30fps baik untuk kamera belakang maupun kamera depannya. Ya, tidak ada opsi 60fps. Hasil rekamannya lumayan asal Anda tidak banyak bergerak karena tidak ada fitur stabilization.

VID20210311153147

Gaming mantap, baterai tahan lama

realme Narzo 30A dipersenjatai chipset MediaTek Helio G85 yang dikenal cukup mumpuni untuk menjalankan game-game populer masa kini dengan lancar. Chipset ini punya CPU 2.0 GHz dan GPU Mali-G52. RAM-nya sebesar 4 GB LPDDR4X dengan storage internal 64 GB yang masih menggunakan teknologi lawas eMMC 5.1.

Untuk membuktikan kemampuannya, saya mencoba menjalankan beberapa game populer seperti PUBG Mobile yang ternyata cukup nyaman dimainkan dengan setting Smotth-Ultra. Frame rate-nya terasa stabil walaupun terkadang masih ditemui sedikit frame drop yang tidak mengganggu pada kondisi tertentu.

Untuk Mobile Legends pun tidak ada masalah. Game bisa berjalan di setting High dengan mode High Frame Rate aktif. Game yang lebih berat seperti Genshin Impact pun masih bisa dimainkan. Dengan catatan, Anda mengatur grafis di Lowest atau Low saja.

Selama permainan saya juga tidak pernah merasakan panas yang berlebihan pada bodi smartphone. Performa pun cukup terjaga dari gangguan stuttering yang umumnya ditemui ketika Anda bermain dengan durasi yang lama.

Sedikit membahas baterai, kapasitas 6.000 mAh jelas terbilang jumbo. Kombinasi dengan hardware yang tidak terlalu rakus daya seperti layar yang masih HD+ saja sedikit banyak membantu daya tahannya menjadi lebih oke lagi. Charging-nya sudah 18W, tapi tetap butuh waktu yang lama untuk dapat terisi penuh dari kondisi di bawah 5 persen, yakni sekitar 3,5 jam.

Smartphone 1 jutaan paling kencang

Setelah melakukan pengujian kurang lebih 2 pekan, menurut saya realme Narzo 30A bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang mencari smartphone murah untuk main games. Sepengetahuan saya, ini adalah smartphone dengan performa paling kencang di kisaran harga 1 jutaan rupiah.

realme Narzo 30A jauh dari kata sempurna. Masih banyak yang bisa diperbaiki oleh realme untuk menyempurnakan produk penerusnya nanti. Misalnya pada sektor layar dan kecepatan pengisian daya. Baterai besar memang menggiurkan. Tapi kalau waktu charging-nya terlalu lama, bisa jadi kurang menyenangkan juga.

Kalau Anda berminat, realme Narzo 30A dijual dengan harga spesial Rp1.899.000.

realme Narzo 30A cocok untuk:

  • Gamer yang menginginkan ponsel murah tapi punya performa mumpuni untuk menjalankan game-game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan sebagainya dengan lancar akan bisa terpuaskan oleh realme Narzo 30A.
  • Pelajar/mahasiswa juga cocok meminang realme Narzo 30A karena penawarannya cukup relevan dengan kebutuhan sebagian besar anak muda masa kini. Harga murah, gaming oke, baterai besar, dan kamera pun lumayan.
  • Karyawan yang membutuhkan smartphone untuk bekerja secara mobile maupun yang masih Work From Home bisa mengandalkan realme Narzo 30A. Selain performanya gesit, daya tahan baterainya pun tergolong salah satu yang terbaik di kelasnya.
  • Driver online juga bisa menjadikan realme Narzo 30A sebagai perangkat andalan untuk bekerja sehari-hari. Baterai jumbo 6.000 mAh adalah alasannya agar tidak perlu sering-sering mengisi daya di tengah jalan.

Kelebihan realme Narzo 30A:

  • Bodi tidak mudah kotor oleh bekas jari
  • Performa kencang dan stabil, asyik untuk gaming
  • Kamera cukup oke di kondisi cahaya ideal
  • Ada mode Super Nightscape
  • Baterai jumbo 6.000 mAh
  • Sensor sidik jari cepat
  • Harga relatif murah

Kekurangan realme Narzo 30A:

  • Bodi bongsor dan agak berat
  • Layar masih HD+ saja
  • Belum Widevine L1
  • Waktu charging cukup lama
realme Narzo 30A
realme Narzo 30A bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang mencari smartphone murah untuk main games
8.3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Kamera
Performa
Baterai
Harga
Final Score

Artikel lain