Lampu yang terang tapi hemat daya menjadi kebutuhan konsumen di Indonesia untuk menciptakan suasana . Signify, perusahaan induk brand Philips di bidang pencahayaan, meluncurkan Philips LED UltraBright — lini lampu paling terang yang pernah mereka hadirkan di Indonesia.

Philips UltraBright hadir dalam dua varian: Philips MyCare UltraBright (bohlam standar) dan Philips Meson UltraBright (model downlight tanam). Keduanya diklaim 40% lebih terang dibanding seri Philips standar dengan watt setara, dengan masa pakai hingga 30.000 jam dan garansi 3 tahun. Ini bukan sekadar pembaruan kecil — angka-angkanya cukup signifikan untuk diperhatikan.
Seberapa Beda Dibanding Philips MyCare Biasa?
Seberapa terang Philips UltraBright jika dibandingkan generasi sebelumnya? Bohlam Philips MyCare generasi sebelumnya — yang sudah beredar di pasaran dan bisa dibeli di Tokopedia mulai Rp 30 ribuan per bohlam — menghasilkan sekitar 900 lumen dari 9 watt (setara 100 lm/watt). Masa pakainya 15.000 jam dengan garansi 3 tahun.
Philips UltraBright jauh lebih baik: efikasinya mencapai 160 lumen per watt — hampir dua kali lipat MyCare standar. Artinya, dengan watt yang sama, bohlam bisa memancarkan cahaya yang jauh lebih banyak. Atau sebaliknya: untuk kecerahan yang sama, UltraBright bisa pakai watt lebih kecil dan tagihan listrik jadi lebih hemat.
Masa pakainya pun melonjak dari 15.000 jam menjadi 30.000 jam — dua kali lipat. Jika lampu dipakai 8 jam per hari, umur 30.000 jam berarti lampu bisa bertahan lebih dari 10 tahun sebelum perlu diganti.
Bagaimana Posisinya di Antara Kompetitor?
Pasar lampu LED Indonesia cukup ramai. Beberapa nama besar yang sering muncul antara lain Osram, Hannochs (brand lokal), dan Panasonic. Berikut gambaran umum perbandingannya:
| Brand / Seri | Efikasi (lm/watt) | Masa Pakai | Garansi |
|---|---|---|---|
| Philips MyCare UltraBright | ~160 lm/watt | 30.000 jam | 3 tahun |
| Philips MyCare (standar) | ~100 lm/watt | 15.000 jam | 3 tahun |
| Osram LED Bulb | ~80–100 lm/watt | ~15.000 jam | 2 tahun |
| Hannochs Nex | ~90 lm/watt | 10.000–15.000 jam | 1 tahun |
| Panasonic LED Bulb | ~80–100 lm/watt | ~15.000 jam | tidak selalu jelas |
Catatan: angka kompetitor berdasarkan spesifikasi produk yang tersedia di pasaran Indonesia.
Dari tabel ini, UltraBright unggul cukup telak di tiga parameter sekaligus: efikasi, masa pakai, dan garansi. Osram dan Hannochs memang punya harga yang lebih murah (Hannochs mulai Rp 17.500–36.000), tapi dengan masa pakai 10.000–15.000 jam dan garansi hanya 1–2 tahun, biaya penggantian dalam jangka panjang bisa lebih mahal.
Yang perlu dicatat: harga resmi Philips UltraBright belum diumumkan secara spesifik per unit saat artikel ini ditulis. Namun, sebagai referensi, seri MyCare Bright (generasi sebelumnya) dijual mulai Rp 30–55 ribuan per bohlam. Wajar jika UltraBright dibanderol sedikit lebih tinggi, mengingat peningkatan teknologinya.
Teknologi EyeComfort: Terang Tanpa Silau
Satu kekhawatiran umum saat membeli lampu terang adalah efeknya ke mata — silau, menyilaukan, atau bikin pusing setelah lama berada di bawahnya. Philips menjawab ini dengan teknologi EyeComfort, yang memastikan cahaya UltraBright bebas kedip (flicker-free) dan tidak menyilaukan meski intensitasnya tinggi.
Ini penting karena kedipan halus yang tidak terlihat secara langsung tetap bisa menyebabkan kelelahan mata setelah beberapa jam. Lampu murah tanpa teknologi ini sering jadi biang keladi sakit kepala atau mata lelah saat bekerja seharian di dalam ruangan.
UltraBright juga telah mendapat sertifikasi SGS Eye Care — lembaga pengujian internasional pihak ketiga yang standarnya diakui secara global.
Dua Varian untuk Kebutuhan Berbeda

Philips MyCare UltraBright menggunakan fitting E27 atau ulir standar yang ada di hampir semua fitting lampu rumah di Indonesia. Ini membuatnya cocok untuk ruang kerja, ruang belajar, dapur, atau ruangan mana saja yang butuh cahaya maksimal. Jadi cara pasangnya juga sama, hanya saja cahayanya langsung lebih terang.
Philips Meson UltraBright adalah model downlight yang ditanam di plafon. Tampilannya lebih rapi dan minimalis, cocok untuk rumah dengan desain clean dan modern. Sebaran cahayanya merata ke seluruh ruangan, bukan hanya ke satu titik. Ini pilihan tepat untuk ruang tamu, ruang makan, atau area yang mengutamakan estetika sekaligus fungsi.
Keduanya sama-sama telah mengantongi sertifikasi efisiensi energi bintang 5 dari LSPro — rating tertinggi dalam parameter pengukuran efisiensi energi di Indonesia.
Siapa yang Paling Butuh Lampu Ini?
Kamu yang banyak beraktivitas di dalam ruangan akan paling merasakan perbedaannya. Beberapa skenario konkret:
- Bekerja dari rumah (WFH): Teks di layar laptop atau dokumen cetak terlihat lebih tajam. Mata tidak cepat lelah setelah seharian di depan komputer.
- Hobi yang butuh ketelitian: Menjahit, merajut, merakit model kit, atau menghias kue — semua kegiatan ini sangat terbantu dengan cahaya yang benar-benar terang dan merata.
- Mendampingi anak belajar: Cahaya yang cukup di meja belajar membantu konsentrasi dan mengurangi kelelahan mata pada anak.
- Konten kreator rumahan: Lighting yang baik adalah separuh dari kualitas foto dan video. UltraBright bisa jadi solusi hemat sebelum beli ring light.
- Dapur dan area kerja: Visibilitas lebih baik saat memasak berarti lebih aman dan lebih presisi.
Di Mana Beli Philips LED UltraBright di Indonesia
Philips UltraBright sudah tersedia di toko listrik terdekat, Mitra10, Depo Bangunan, serta marketplace online:
- Tokopedia — cek harga terbaru
- Shopee — cek harga terbaru
- Lazada — cek harga terbaru
- Blibli — cek harga terbaru
Kesimpulan: Philips LED UltraBright adalah lini lampu Philips paling ambisius yang pernah hadir di Indonesia — efikasi 160 lm/watt dan masa pakai 30.000 jam adalah angka yang sulit ditandingi kompetitor di kelas yang sama. Untuk rumah tangga yang banyak beraktivitas di dalam ruangan dan ingin investasi jangka panjang, ini pilihan yang layak dipertimbangkan serius. Satu-satunya pengganjal adalah harga resmi per unit yang belum transparan — faktor ini akan sangat menentukan apakah nilai yang ditawarkan sepadan dibanding alternatif yang lebih murah.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa bedanya Philips UltraBright dengan Philips MyCare biasa yang sudah ada?
Perbedaannya signifikan. Philips MyCare standar menghasilkan sekitar 100 lumen per watt dengan masa pakai 15.000 jam. Philips LED UltraBright hadir dengan efikasi 160 lumen per watt — 40% lebih terang — dan masa pakai 30.000 jam, dua kali lipat lebih lama. Teknologi EyeComfort juga diperbarui agar cahaya terang tetap nyaman di mata.
Apakah lampu seterang ini tidak berbahaya untuk mata?
Justru sebaliknya. Teknologi EyeComfort di Philips LED UltraBright dirancang agar cahaya bebas kedip dan tidak menyilaukan meski intensitasnya tinggi. Produk ini telah mendapat sertifikasi SGS Eye Care dari lembaga pengujian internasional — bukan sekadar klaim, tapi sudah diverifikasi pihak ketiga secara independen.
Mana yang lebih baik, MyCare UltraBright atau Meson UltraBright?
Tergantung kebutuhan dan desain rumah. Philips MyCare UltraBright (bohlam E27) cocok untuk ruangan yang butuh cahaya terfokus — meja kerja, meja belajar, atau dapur. Philips Meson UltraBright (downlight tanam plafon) lebih cocok untuk ruangan yang mengutamakan tampilan minimalis dengan cahaya yang tersebar merata, seperti ruang tamu atau ruang makan.
Apakah Philips UltraBright lebih hemat listrik dibanding lampu LED biasa?
Ya. Dengan efikasi 160 lumen per watt, Philips LED UltraBright menghasilkan cahaya yang sama dengan watt lebih kecil dibanding lampu LED standar — artinya tagihan listrik lebih rendah untuk kecerahan yang sama. Sertifikasi bintang 5 efisiensi energi dari LSPro memverifikasi klaim ini secara resmi.
Apakah garansi 3 tahun berlaku di seluruh Indonesia?
Ya, garansi resmi 3 tahun Philips LED UltraBright berlaku di seluruh Indonesia dan bisa diklaim melalui call center Philips Lighting Indonesia di 0-800-10-52678 (bebas pulsa). Prosedur ini konsisten dengan garansi seri MyCare sebelumnya, jadi prosesnya sudah familiar bagi pengguna lama Philips.

