Homepage Foto & Video Kamera Mirrorless Review Fujifilm X-A7: Kamera Mungil & Terjangkau untuk YouTuber & Instagrammer

Review Fujifilm X-A7: Kamera Mungil & Terjangkau untuk YouTuber & Instagrammer

Jika dulu menciptakan konten video berkualitas tinggi membutuhkan modal besar, kini tidak lagi. Beragam kamera mirrorless dengan harga relatif terjangkau telah tersedia di pasaran.

Salah satunya adalah X-A7, kamera mirrorless ringkas terbaru dari Fujifilm. Dengan harga relatif terjangkau, kamera ini mampu merekam video 4K berkualitas tinggi.

Kemampuan video terbaik untuk seri X-A

Dibandingkan seri X-A sebelumnya, Fujifilm X-A7 hadir dengan peningkatan signifikan di sisi kemampuan video. Tidak hanya itu, desainnya juga telah disesuaikan untuk merekam video dengan lebih mudah.

Tampilan luar Fujifilm X-A7 masih mempertahankan ciri khas desain seri X-A dengan bodi ramping tanpa viewfinder. Hanya saja ada satu perubahan mencolok.

Bodi bagian belakangnya kini sedikit lebih memanjang, dengan layar di belakang yang melebar. Layar sentuhnya juga telah diperbaharui dengan ukuran 3,5 inci dan rasio aspek 16:9. Ini membuatnya lebih lebar dibanding layar X-A5 yang mengadopsi rasio 3:2.

Dengan layar yang lebar ini, ada kompromi yang harus dilakukan Fujifilm. Area tombol di sisi kanan menjadi sempit. Ini akan menyulitkan pengguna dengan tangan berukuran besar saat mengoperasikannya dengan satu tangan. Namun hal ini dapat diatasi dengan melipat layar keluar sehingga tangan tidak menyentuh layar.

Review Fujifilm X-A7: Kamera Mungil & Terjangkau untuk YouTuber & Instagrammer 1

Tombol navigasi empat arah yang biasa berfungsi ganda sebagai shortcut untuk beragam fungsi dasar kamera juga dihilangkan. Sebagai gantinya, ada joystick empat arah untuk menavigasi menu, yang tidak senyaman tombol empat arah biasa.

Satu hal yang baru lagi, layar lebarnya ini bisa diputar hingga 180 derajat. Fitur ini berguna saat Anda melakukan selfie atau vlogging.

Dari layar ini, Anda bisa mengatur banyak hal mulai dari setting ISO, film simulation, metering, titik fokus dan menjepretnya. Kualitas layar termasuk terang dan tajam, dengan tingkat kecerahan layar yang terang. Bahkan layar masih nyaman digunakan di bawah pancaran sinar matahari yang terik.

Untuk menunjang selfie , ada fitur baru yang dinamakan Portrait Enhancer. Fitur ini bisa menghasilkan foto diri keren dengan warna kulit yang menawan. Jadi fitur ini akan membuat wajah terlihat glowing, tapi masih terlihat natural.

Review Fujifilm X-A7: Kamera Mungil & Terjangkau untuk YouTuber & Instagrammer 2

Fujifilm X-A7 juga menggunakan tatanan menu baru yang disebut Smart Menu. User interface ini memang dioptimalkan untuk digunakan di layar sentuh. Dengan menu yang lebih ringkas, pengguna akan dapat mengaktifkan fitur dan fungsi dengan cepat dan mudah, langsung dari layar sentuhnya.

Paket Fujifilm X-A7 telah dilengkapi lensa XC15-45 dengan power zoom. Ini berarti zoom lensa menggunakan mekanisme elektrik. Putar lensa dengan cepat, maka zoom juga akan bergeser cepat dan sebaliknya. Mekanismenya yang halus membuat lensa ini cocok untuk merekam video.

Bagi fotografer pemula atau pengguna yang ingin memotret dalam mode otomatis, terdapat Bright Mode. Dalam mode ini, kamera akan menentukan setting ideal untuk menghasilkan foto HDR yang lebih terang dan lebih matang warnanya, sesuai dengan tren di media sosial saat ini.

Dari sisi kualitas foto, lensa dengan bodi plastik yang ringan ini juga cukup baik. Fokus dapat ditemukan dengan cepat, termasuk di kondisi cahaya agak remang-remang. Tidak heran mengingat Fujifilm X-A7 telah mendukung 425 titik fokus, sama seperti X-T3 yang lebih tinggi kelasnya.

Berikut contoh hasil foto Fujifilm X-A7 dalam kondisi cahaya ideal. Sebagian foto telah disunting untuk menunjukkan potensi hasil foto Fujifilm X-A7. Beberapa foto di artikel ini merupakan karya dari Ari Amphibia, fotografer lanskap.

photo credit: Ari Amphibia

photo credit: Ari Amphibia

photo credit: Ari Amphibia

photo credit: Ari Amphibia

Reproduksi warna juga jadi andalan X-A7, dengan adanya Film Simulation yang dapat menyajikan simulasi warna pada film-film (seluloid) legendaris Fuji. Pada X-A7, hampir semua Film Simulation yang dimiliki X-T3 ada, kecuali Acros (simulasi film hitam putih khas kamera Fujifilm).

Review Fujifilm X-A7: Kamera Mungil & Terjangkau untuk YouTuber & Instagrammer 3

Noise cukup minimal dan tidak mengganggu hingga setting ISO 6400. Hasil foto X-A7 pada mode otomatis cenderung sedikit underexposed, tapi dengan mudah bisa dikompensasi melalui kenop putar di sisi kanan atas bodi.

Berikut contoh hasil foto X-A7 dalam kondisi minim cahaya.

photo credit: Ari Amphibia

_DSF0247

photo credit: Ari Amphibia

Jika belum pernah menggunakan Fujifilm, kamu pasti akan terkejut melihat hasil foto dengan flash internalnya. Sama seperti kamera Fujifilm X-Series lainnya, hasil foto dengan semburan cahaya flash internal terlihat baik berkat pengukuran cahaya dari kamera yang pas seperti pada foto berikut.

_DSF1236

Kualitas video 4K mumpuni

Peningkatan paling signifikan yang ditemukan di X-A7 dibandingkan seri X-A sebelumnya, bahkan X-T100, adalah dukungan perekaman video 4K yang handal.
X-A7 bisa mengasilkan rekaman video 4K 30fps tanpa crop, dari data rekaman yang mencapai 6K. Hasilnya amat baik. Kinerja fokus otomatis dengan lensa kit juga bisa diandalkan, walaupun dibutuhkan 1-2 detik untuk mengunci fokus saat subyek bergerak.

Perlu diingat, bodi kamera akan lebih cepat panas dan baterai akan lebih cepat tersedot saat merekam video 4K. Anda juga bisa merekam video Full HD 60p dengan aspect ratio 16:9 atau merekam dalam format 1:1 untuk Instagram.

Berikut hasil video 4K Fujifilm X-A7 dengan lensa kit dan mikrofon internal yang telah disunting. Sebagai catatan, lokasi syuting ada di dalam mall yang cukup ramai.

Kualitas rekaman suara dengan mikrofon internal cukup oke jika di ruangan sunyi atau saat sumber suara berada dekat mikrofon. Untuk hasil rekaman suara lebih baik, Fujifilm X-A7 dilengkapi port mikrofon input yang berukuran 2,5mm. Ini berarti Anda harus menggunakan adapter jika ingin menggunakan mikrofon 3,5mm dengannya.

Daya tahan baterai cukup standar, sekitar 400 foto tanpa flash sekali charge. Untuk video, dibatasi 30 menit sebelum Anda harus merekam video dalam file baru.

Anda juga dapat mentransfer foto dari kamera ke ponsel dengan menggunakan aplikasi FUJIFILM Remote yang tersedia gratis untuk perangkat Android dan iOS. Versi terbaru aplikasi ini juga lebih mudah digunakan dan lebih cepat terhubung.

Pilihan terjangkau untuk pencipta konten 4K

Dengan hasil video 4K yang berkualitas, Fujifilm X-A7 dapat diandalkan pencipta konten yang serius tapi memiliki budget terbatas. Penerapan layar vari-angle yang bisa diputar ke depan menjadikan X-A7 sebagai kamera yang yang ideal untuk vlogging.

Kualitas video yang meningkat signifikan juga membuatnya dapat diandalkan bagi para Youtuber atau pembuat konten yang menginginkan kamera canggih tapi ringkas.

Tidak cuma video, X-A7 juga mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi.
Pemotretan juga berlangsung mudah berkat tatanan menu yang optimal untuk layar sentuh dan mode otomatis yang pintar.

Jika Anda ingin beralih ke kamera mirrorless dari smartphone, pengguna yang ingin mendalami fotografi / videografi dengan dana relatif terbatas, pencipta konten yang ingin menciptakan video keren, atau sekedar pengguna yang ingin punya kamera handal untuk aktivitas harian atau saat jalan-jalan, Fujifilm X-A7 bisa jadi pilihan.

Yang Canggih:
+ Desain ringkas dan ringan
+ Layar putar yang berguna untuk vlogging & selfie
+ Menu sudah dioptimalkan untuk layar sentuh
+ Terdapat kenop putar untuk mengubah setting dengan lebih cepat
+ Hasil foto amat baik di berbagai kondisi cahaya
+ Mendukung perekaman 4K tanpa crop dengan kualitas yang baik
+ Kinerja flash internal baik
+ Input untuk mikrofon
+ Transfer nirkabel mudah dengan Wi-Fi & Bluetooth

Yang Kurang:
– Bagian tombol fisik di belakang agak sempit
– Butuh adapter untuk menghubungkan mikrofon dengan jack audio 3,5mm yang standar
– Daya tahan baterai standar
– Bodi terlalu ringan untuk dipadukan dengan lensa prime yang besar
– Grip di bodi kurang nyaman untuk pengoperasian satu tangan

Beri komentar