AVATA 360 hadir sebagai gebrakan mengejutkan dari DJI di tahun 2026. Drone baru DJI yang punya fitur beda dari drone mereka sebelumnya, yaitu bisa merekam video dan foto 360 derajat, menggunakan dua kamera yang ada. Dalam mode 360°, dua kamera ini menghadap atas dan bawah untuk merekam video 8K 360° dan merekam foto 360° di resolusi.
Hasil foto dan video bisa langsung diunggah ke platform yang mendukung sudut pandang 360° seperti Facebook dan Youtube, atau disunting untuk ditampilkan dalam format biasa.

Dari sisi spesifikasi, DJI Avata 360 cukup menjanjikan dengan fleksibilitas pengendalian. Salah satu fitur yang membuat drone ini ramah pemula adalah adanya penjaga baling-baling (propeller guard). Ini membuatnya lebih aman saat digunakan di ketinggian rendah, walau pengguna tetap wajib waspada jika menerbangkannya di area yang ramai orang.
Berikut spesifikasi lengkap DJI Avata 360
| Bobot | 455 gram |
| Dimensi | 246×199×55.5 mm |
| Waktu terbang | 23 menit |
| Kendali | RC 2 atau Goggles 3/N3 dan RC Motion 3 |
| Kamera | Dua sensor CMOS (square) 1/1.1″ 64 megapixel |
| Video | 8K/60fps dengan 360° Mode; 4K/60fps dengan Single Lens Mode |
| Gimbal | Single-Axis Mechanical Gimbal (tilt); 360° Virtual Gimbal |
| Tracking | Mode pelacakan otomatis dengan ActiveTrack 360° |
| Transmisi | DJI O4+ video transmission system: 10km (CE) |
| Fitur keamanan | Omnidirectional obstacle sensing; propeller guard |
| Suhu operasi | -10° to 40° C (14° to 104° F) |
| Ketahanan angin | 10.7 meter/detik (Level 5) |
| Memori internal | 42 GB |
Menerbangkan Avata 360
Dari sisi pengendalian, AVATA 360 termasuk fleksibel karena bisa memilih antara memakai kacamata DJI Goggles 3 atau N3 dengan RC Motion 3 atau menggunakan remote control RC2 seperti layaknya drone biasa. Paket pembelian DJI Avata 360 juga memberikan pilihan tersebut, tapi tidak ada paket yang menyertakan kedua alat kendali ini.

Menerbangkan DJI Avata 360 juga amat mudah, terutama jika menggunakan RC2. Jadi bagi kamu yang masih awam atau baru pertama kali memiliki drone, kami anjurkan memilih paket dengan RC2. Aplikasi DJI Fly di RC2 juga sudah canggih, namun tetap mudah digunakan mengingat sistem operasi DJI RC2 itu sebenarnya merupakan modifikasi dari Android yang dioptimalkan untuk DJI Fly.
Saat pertama menggunakan, DJI RC2 akan melakukan update yang ukurannya cukup besar. Jadi pastikan kamu menghubungkannya ke Wi-Fi terlebih dulu sebelum menerbangkannya di luar. DJI sendiri juga sudah memberikan berbagai tutorial penggunaan yang mudah dimengerti. Yang perlu diperhatikan tentunya adalah keamanan saat ingin menerbangkan. Pastikan Home Point sudah ditemukan oleh remote.
Untuk penerbangan, daya tahan baterai termasuk lumayan, sekitar 23 menit. Namun kami berharap lebih lama mengingat ukuran fisik baterainya yang cukup besar. Apalagi drone ini juga suka main aman, yang membuatnya sering minta kembali ke Home Point saat baterai masih tersisa cukup.
Jangkauan terbang Avata 360 juga termasuk cukup jauh. Mencapai jarak 13,5km, dengan transmisi OccuSync 4 yang mampu mengirim gambar hingga 20km.

Yang membuat AVATA 360 istimewa adalah kemampuannya beralih dari drone dengan kamera 360 derajat menjadi drone FPV yang bisa ngebut. DJI mengklaim AVATA 360 bisa mencapai kecepatan horizontal hingga 18 meter/detik atau sekitar 65km/jam di mode Sport. Untuk mode SPort, disarankan memakai Motion Controller dan Goggles N3.
Dengan mode normal, kecepatannya mencapai 16 meter/ detik. Sementara mode Cinematic kecepatannya lebih lambat 6 meter /detik, agar pergerakan di rekaman video menjadi lebih halus.
Hasil foto dan video DJI Avata 360
Apakah merekam video 360° rumit dan kompleks? Ternyata tidak. Pada prakteknya, memakai AVATA 360 ini malah lebih mudah dibanding drone biasa saat merekam video. Kamera merekam adegan dari semua sudut pandang sehingga kita tidak perlu berpikir keras kamera menghadap ke mana.
Kamu bisa memilih sudut pandang antara 104 derajat, 134 derajat dan 272 derajat. Jadi fleksibel untuk disesuaikan kebutuhan tiap user.
Berikut perbandingan hasil video 360 dari berbagai sudut pandang.
Kalo mau hasil video terbaik dari drone ini, kamu bisa mengaktifkan mode single. Hanya saja pergerakan kamera perlu diperhatikan. Ini mengingat dalam mode ini, perilaku Avata 360 menjadi mirip drone FPV. Jadi ada kemungkinan kamera akan mengarah miring karena pergerakan drone sehingga hasil rekaman juga tidak lurus. Selain itu kemungkinan menabrak lebih besar, terutama jika kamu menggerakan drone ke arah samping dan belakang.
Untuk fotografi, DJI Avata 360 hanya punya satu pilihan yaitu foto 360° beresolusi 120 megapixel. Tidak ada foto biasa di mode single. Namun hasil fotonya termasuk bagus, terutama di kondisi cahaya ideal. Untuk memotret di malam hari, hasilnya masih lumayan walaupun noise cukup tinggi sehingga detail foto berkurang.
Sebagai catatan, drone ini butuh waktu sekitar 12 detik untuk merekam foto 360 derajat sebelum kamu bisa memotret atau merekam video lagi. Berikut contoh foto 360° yang telah disunting.

Klik untuk membuka foto 360° di Flickr agar dapat diatur sudut pandangnya
Editing dengan DJI Studio
Lalu bagaimana cara menyunting atau editing foto dan video 360°? Ternyata proses editing foto dan video 360° juga mudah. Kamu bisa menggunakan aplikasi DJI Studio yang disediakan gratis oleh DJI untuk menyunting foto dan video 360°. Tidak hanya di PC, aplikasi DJI Studio juga bisa digunakan di perangkat iOS, Android, dan Mac. Perlu diingat, besarnya ukuran file video dan foto 360° membuat perangkat dengan DJI Studio wajib punya spesifikasi memadai.
Di aplikasi DJI Studio, kamu bisa mengatur sudut pandang, memilih transisi video yang diinginkan, menerapkan preset warna yang disukai lalu mengekspor foto dan video 360° dengan cepat. Bahkan untuk efek pergerakan kamera, DJI Studio juga sudah cukup lengkap. Berikut contoh foto 360° yang disunting dengan DJI Studio.
View this post on Instagram
Apakah DJI Studio rumit? Dari sisi user interface, DJI Studio mirip seperti aplikasi Capcut. Jadi termasuk mudah dan sederhana untuk digunakan. Menambah keyframe atau menerapkan efek juga amat mirip dengan Capcut. Intinya, jika kamu sudah mahir menggunakan Capcut, menguasai DJI Studio bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
Drone 360° untuk semua orang
Avata 360 merupakan bukti betapa DJI mengerti kebutuhan konsumen. hasilnya, Avata 360 menjadi drone dengan kamera 360 derajat yang fleksibel dan mudah digunakan pengguna pemula sekalipun.
Aplikasi editing DJI Studio juga dirancang serius untuk menjadi aplikasi editing yang mudah digunakan tapi powerful, bahkan bagi pengguna yang jarang mengedit video sekalipun.
Namun yang membuatnya menarik adalah harganya. DJI Avata 360 dijual mulai dari harga 10,8 juta rupiah. Harga yang termasuk terjangkau untuk sebuah drone kelas menengah tapi dengan fitur premium dan kualitas gambar yang amat baik.
Jadi siapa yang cocok menggunakan DJI Avata 360?
Drone ini akan cocok bagi pengguna pemula yang ingin merekam video 360 derajat, content creator yang ingin membuat konten unik dan lebih dari biasanya, serta traveler yang tidak keberatan membawa drone yang agak berat untuk mengabadikan momen terbaik saat jalan-jalan. Bahkan kemudahan penggunaannya juga membuatnya cocok bagi pengguna pemula yang ingin mencicipi FPV drone sekaligus video dan foto 360°.
Kelebihan DJI Avata 360
- Hasil video dan foto 360 derajat keren
- Hasil video dengan kamera single amat baik
- Drone yang fleksible, bisa buat 360, FPV atau drone biasa
- Dukungan controller yang lengkap
- Pilihan paket lengkap
- Cara pemakaian mudah, untuk pemula sekalipun
- Aplikasi DJI Studio mudah digunakan, dengan pilihan framing video otomatis
- Quickshots berguna untuk hasil yang keren tanpa pengetahuan teknis
- Ada pelindung baling baling, cocok bagi pilot pemula
- Harga paling murah untuk drone dengan kamera 360 derajat
- Jangkauan transmisi video O4+ jauh, hingga 20km
- Memori internal 42GB yang besar
Kekurangan DJI Avata 360
- Jika terbang terlalu jauh, drone akan cari aman dan meminta kembali cukup awal walaupun baterai masih cukup banyak
- Mode single camera lebih terbatas
- Bobot drone cukup berat
- Masa terbang per baterai hanya 23 menit, meskipun ukuran fisik baterainya cukup besar
- Hanya bisa menghasilkan foto 360 derajat yang ukuran filenya amat besar
- Pengguna harus menunggu waktu pemrosesan 12 detik setelah menjepret foto, sebelum bisa memotret lagi
- Proses koneksi ke Goggles dan RC Motion 3 lebih rumit dari ke RC2


