Review Xiaomi 11T Pro


9
Cek Harga

Tidak terasa setahun sudah berlalu sejak Mi 10T Pro pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Kini sang penerusnya telah tiba. Tak lagi memakai nama ‘Mi’ seperti pendahulunya, Xiaomi 11T Pro tetap mengedepankan komposisi hardware kelas flagship yang dikemas menjadi sebuah produk dengan harga lebih terjangkau. Bahasa kerennya: “flagship killer”.

Ada banyak peningkatan yang bisa dinikmati oleh para Xiaomi Fans jika beralih dari Mi 10T Pro ke 11T Pro. Sektor performa sudah pasti. Layar pun mengusung panel yang berbeda. Dan yang paling menggiurkan, Xiaomi tidak tanggung-tanggung dalam membenamkan teknologi pengisian daya.

Cuma itu saja? Nah, untuk lebih jelasnya, yuk, langsung saja simak seperti apa pengalaman saya bersama dengan Xiaomi 11T Pro selama sekitar 3 pekan.

Desain masih perlu sentuhan istimewa

Ketika pertama kali membuka kotak 11T Pro, saya merasa tidak banyak hal baru yang bisa diamati dari tampilan eksteriornya. DNA ponsel ini masih Xiaomi banget, dalam artian, mirip-mirip dengan kebanyakan produk mereka di kelas menengah atau bahkan yang entry-level seperti Redmi 10. Oke, dari segi finishing maupun material jelas beda. Tapi jika dilihat sekilas, 11T Pro belum punya sesuatu yang mewakili identitasnya sendiri.

Xiaomi 11T Pro

Pendapat pribadi saya, Xiaomi mungkin masih menganggap kategori flagship terjangkau ini sebagai ajang adu performa dan adu harga. Tentu saja tidak ada yang salah jika benar seperti itu. Karena formula ‘ponsel kencang murah’ terbukti sukses dan selalu diminati oleh banyak konsumen.

Tapi yang ada di benak saya adalah: kalau saya harus mengeluarkan dana lebih dari 7 juta rupiah untuk membeli ponsel Xiaomi, saya juga ingin orang lain sadar bahwa perangkat yang saya pakai ini adalah 11T Pro, bukan seri yang lebih murah. Karena itu, menurut saya akan lebih menarik jika 11T Pro punya sedikit kemewahan. Mungkin bisa dari pilihan warnanya atau coraknya yang khas.

Oh iya, varian yang saya review adalah Moonlight White yang sesuai namanya, dominan dengan warna putih bersih. Bisa jadi ini juga yang menyebabkan saya kurang antusias dengan desain 11T Pro. Warna putihnya tidak tampak spesial. Celestial Blue sepertinya bakal lebih menarik untuk terlihat lebih menonjol. Selain itu, ada pula warna Meteorite Gray yang bagi saya sama membosankannya dengan warna putih, tapi agak unik karena punya corak seperti aluminium yang disikat horizontal.

Walaupun sejak awal saya terkesan ingin mengkritik desain 11T Pro, sesungguhnya di mata saya tampilan ponsel ini masih aman-aman saja. Kualitas rancang bangunnya baik, materialnya solid, finishing-nya halus, agak mengkilap ketika terkena cahaya, dan dari segi pengoperasian pun terasa mantap di genggaman. Tidak ada kekurangan yang berpotensi mengganggu kenyamanan pemakaian.

Dimensi 11T Pro belum bisa disebut ramping. Agak lebar tapi tidak terlalu tebal walaupun juga bukan yang paling tipis. Bobotnya pun lumayan, 204 gram. Saya pribadi masih cukup nyaman untuk memasukkannya ke dalam saku celana. Tapi mungkin akan lain cerita jika Anda memakai celana jeans yang ketat.

Pada sisi sebelah kanan Anda akan menemukan tombol pengaturan volume dan tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari. Ya, 11T Pro belum membenamkan sensor ini di bawah layar. Bagi saya tidak masalah, selama tetap berfungsi dengan baik. Di sebelah bawah ada port USB Type-C dan lubang speaker. Di atas pun ada lubang speaker.

Perlu digarisbawahi, Xiaomi 11T Pro tidak memiliki port audio jack 3.5mm. Alternatifnya adalah mengandalkan adapter USB-C ke 3.5mm, yang sayangnya kali ini tidak disertakan dalam paket penjualannya. Kalau pada Mi 10T Pro sudah tersedia, sekarang Anda harus beli terpisah. Opsi lain: beli TWS.

Selain itu, Anda juga tidak memiliki opsi untuk memasang microSD. Hanya ada dua slot, dan keduanya adalah nano-SIM. Sekadar informasi tambahan, 11T Pro mengusung bodi dengan sertifikasi IP53 yang artinya tahan dari debu dan percikan air. Ingat, hanya percikan air.

Layar AMOLED 120 Hz

Sektor layar merupakan salah satu bagian yang saya suka. Panelnya AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Sedikit menurun dari Mi 10T Pro yang sudah 144Hz, tapi menurut saya masih sama mantapnya. Apalagi dari segi panel ada peningkatan dari yang sebelumnya masih IPS.

Selain mampu menyajikan gambar yang tajam dengan warna yang memanjakan mata, tingkat kecerahan layar ini pun tergolong bagus (maksimal 1000 nits). Konten bisa terlihat jelas ketika saya berada di bawah sinar matahari berkat teknologi yang disebut Sunlight Mode 3.0.

Yang lebih menarik, Xiaomi turut membenamkan dukungan HDR10+ dan Dolby Vision, sebuah format HDR alias High Dynamic Range yang dikembangkan oleh Dolby Labs. Kontras dan warnanya cukup memukau saat menampilkan konten yang mendukung, termasuk untuk detail warna hitam.

Dari sektor audio, 11T Pro dibekali teknologi Dolby Atmos dan speaker stereo yang diracik oleh Harman Kardon. Hasilnya, suara yang dikeluarkan terdengar lantang, jernih, dan cukup bertenaga untuk ukuran speaker ponsel. Asyik untuk menemani main games, nonton video, atau bahkan mendengarkan musik.

Kamera dengan segudang fitur

Xiaomi 11T Pro mengandalkan kamera utama 108 MP Samsung ISOCELL HM2 1/1.52″, dengan color filter Nona-Bayer yang artinya 9 sensor pixel dikombinasikan menjadi satu, dengan output berupa foto beresolusi 12 MP yang minim noise. Selain itu, ada pula fitur Dual Native ISO yang secara otomatis akan memilih pengaturan paling ideal saat mengambil gambar.

Kamera 108 MP ini ditemani kamera ultra wide 8 MP f/2.2, serta kamera makro 5 MP lengkap dengan fungsi autofocus dan jarak foto 3 cm. Untuk yang gemar selfie, Xiaomi menyediakan kamera 16 MP f/2.4 di depan. Perlu diketahui bahwa konfigurasi kamera 11T Pro tidak dibekali OIS.

Kualitas fotonya tergolong baik terutama pada kondisi cahaya yang ideal. Detail yang ditangkap tinggi meski sepenglihatan saya ada proses penajaman yang cukup agresif pada beberapa area foto. Warnanya cenderung matang tapi tidak terlalu berlebihan, dan dynamic range-nya luas. Jika ingin saturasi dan kontras yang lebih diangkat, Anda bisa mengaktifkan mode AI.

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (8)

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (4)

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (6)

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (5)

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (10)

Portrait Xiaomi 11T Pro (2)

Night Mode Xiaomi 11T Pro (2)

Portrait Xiaomi 11T Pro (1)

Selfie Xiaomi 11T Pro (1)

Walaupun tanpa lensa tele, mode 2x zoom masih mampu untuk menghasilkan foto yang tajam. Sementara mode portrait dapat memisahkan obyek dan background secara halus, dengan efek bokeh yang tidak lebay. Kamera ultra-wide pun dapat bekerja dengan baik. Dibanding kamera utama, ada perbedaan yang cukup mencolok untuk urusan reproduksi warna. Wajar dan tidak berarti mengecewakan. Sementara untuk foto dengan kamera makro, menurut saya ketajaman dan detail yang ditangkap cukup baik asalkan Anda memotret di tempat terang dan dengan tangan yang stabil.

Mode Auto Xiaomi 11T Pro (1)

Ultra Wide Xiaomi 11T Pro (1)

Lalu bagaimana dengan pemotretan di kondisi cahaya yang minim? Bagi saya sudah amat memadai dan tidak kalah dari kebanyakan ponsel di atas 7 jutaan lainnya. Night Mode mampu menjaga exposure tetap seimbang, detail yang baik dan tajam, serta nuansa malam yang mirip aslinya. Mode malam ini tidak mengangkat kecerahan pada area yang tidak perlu.

Night Mode Xiaomi 11T Pro (4)

Night Mode Xiaomi 11T Pro (1)

Night Mode Xiaomi 11T Pro (5)

Bagi Anda yang gemar membuat konten video, Xiaomi 11T Pro tampil lebih menggiurkan dibanding 11T standar karena mampu merekam hingga resolusi 8K di 30fps. Bukan cuma itu, para kreator konten pun bisa merekam video dengan dukungan HDR10+.

Sektor videografi didukung One-click AI Cinema dengan sederet efek unik seperti Time Freeze, Freeze Frame, Magic Zoom, Parallel World, Night-time Lapse, dan Slow Shutter. Untuk menangkap audio, seri ponsel ini dilengkapi Audio Zoom untuk merekam suara tanpa harus berada terlalu dekat dengan subyek, dan dapat mengurangi kebisingan dari lingkungan sekitar.

Magic Zoom Xiaomi 11T Pro

Video kamera utama Xiaomi 11T Pro (2)

Video kamera utama Xiaomi 11T Pro (1)

Video kamera selfie Xiaomi 11T Pro (1)

Performa belum sesuai ekspektasi

Kalau Anda mencari perangkat dengan Snapdragon 888 paling murah, sudah tentu Xiaomi 11T Pro jawabannya. Tapi kalau Anda menginginkan perangkat Snapdragon 888 paling kencang, untuk sekarang ponsel ini bukan jawabannya. Kenapa? Nanti kita bahas di bawah.

Ya, Xiaomi 11T Pro merupakan perangkat dengan Snapdragon 888 yang paling terjangkau di Indonesia saat ini. Sulit menandingi sebuah produk dengan chipset paling premium dari Qualcomm namun harganya cuma 7 jutaan rupiah. Apalagi, varian tertingginya dibekali RAM 12 GB dan storage 256 GB UFS 3.1.

Yang harus Anda ketahui, Snapdragon 888 merupakan chipset yang cenderung panas. Saat harus menangani pekerjaaan berat seperti gaming, peningkatan suhunya berpotensi membuat ponsel overheat jika sistem pendinginnya tidak optimal. Kondisi itulah yang sepertinya sangat-sangat ingin dihindari oleh Xiaomi.

Dari segi hardware, saya yakin Xiaomi telah berusaha keras untuk merancang pendingin yang canggih. Apalagi dengan dimensi bodi yang lebar pula, seharusnya ponsel ini punya cukup ruang untuk pendinginan. Namun ternyata itu saja tidak cukup. Saya merasa sistem manajemen suhu pada 11T Pro punya satu tugas utama, yaitu langsung memangkas performa ketika mendeteksi kenaikan suhu.

Sisi positifnya, Anda tidak perlu khawatir soal overheat. Begitu suhu mulai hangat, sistem secara otomatis akan menurunkan kinerja mesin. Sisi negatifnya, tenaga yang seharusnya bisa lebih gahar justru ‘ditahan’ sampai pada level yang lebih lambat, bahkan jika dibandingkan dengan ponsel yang mengusung Snapdragon 870.

Performa yang kurang bertenaga ini dapat terlihat dari hasil beberapa aplikasi benchmark yang di bawah ekspektasi saya. Bukan cuma itu, saat memainkan Genshin Impact pun seperti tidak mungkin untuk menyentuh lebih dari 50 fps, meski saya bermain dengan setting grafis paling rendah sekalipun. Aneh, bukan?

Yang paling terlihat secara kasat mata memang pada Genshin Impact. Untuk game-game yang lebih ringan seperti Mobile Legends, sama sekali tidak ada masalah saat berjalan di setting Ultra dengan mode HFR aktif. PUBG New State pun demikian. Walaupun frame rate yang didapat semestinya bisa lebih tinggi lagi, game ini masih nyaman dimainkan.

Untuk penggunaan sehari-hari pun 11T Pro mampu memberikan kinerja yang super gesit. Saya sama sekali tidak menemukan lagging. Semua pekerjaan mulai dari chatting, menonton video dengan resolusi tinggi, membuka banyak aplikasi sekaligus, hingga memotret dan merekam video terasa amat mulus.

Untuk saat ini, Xiaomi 11T Pro memang belum bisa mengoptimalkan kemampuan Snapdragon 888 sepenuhnya. Saya sempat berpikir, kalau saja ponsel ini pakai Snapdragon 870, pasti bakal lebih aman. Dari segi power memang sedikit kalah sangar, tapi suhunya tidak terlalu panas sehingga kinerjanya lebih stabil. Walaupun begitu, saya tetap yakin Xiaomi akan meluncurkan update untuk mengatasi persoalan tersebut. Kita tunggu saja!

Charging mantap: 120W HyperCharge!

Meski kurang puas dengan performanya, saya harus angkat topi pada kemampuan charging ponsel ini. Xiaomi 11T Pro sudah mendukung 120W HyperCharge! Mantapnya lagi, charger 120W pun sudah langsung Anda dapatkan dalam dusnya. Tidak perlu keluar dana ekstra untuk beli charger yang kencang seperti brand sebelah.

Xiaomi menjanjikan charger 120W dapat mengisi daya hingga penuh 100 persen hanya dalam waktu 17 menit saja. Menurut pengalaman penggunaan saya, klaim tersebut sedikit meleset. Xiaomi 11T Pro yang saya gunakan butuh waktu sekitar 20 menit untuk dapat terisi penuh 100 persen dari kondisi baterai di bawah 5 persen. Luar biasa!

Saking ngebutnya, saya tidak perlu khawatir saat bangun kesiangan dengan baterai ponsel tinggal 3 persen, tapi harus segera berangkat beraktivitas. Cukup colok charger sebelum mandi. Selesai mandi, Xiaomi 11T Pro sudah siap saya bawa bepergian dengan baterai yang telah terisi penuh.

Daya tahan baterai 5.000 mAh-nya sendiri masih tergolong baik mengingat ponsel ini memiliki sederet hardware yang rakus energi. Dengan kondisi baterai 100 persen, 11T Pro bisa menemani aktivitas saya hingga sore atau malam hari sebelum harus kembali diisi ulang.

Bukan cuma soal chipset premium

Kesimpulannya: belum sempurna, tapi wajib berada dalam jajaran flagship killer terbaik di Indonesia saat ini. Menurut saya, Xiaomi 11T Pro bukan cuma soal chipset premium saja. Ada banyak sekali upgrade yang patut diapresiasi, contohnya soal teknologi charging, layar, hingga kemampuan kameranya.  Lewat 11T Pro, Xiaomi membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk bisa mencoba beragam fitur canggih yang sebelumnya hanya tersedia pada ponsel mahal.

Bagi yang berminat, Xiaomi 11T Pro dijual dengan harga Rp6.999.000 untuk varian 8/256 GB, dan Rp7.499.000 untuk varian 12/256 GB.

Xiaomi 11T Pro cocok untuk:

  • Pelajar/mahasiswa: Dengan performa yang seimbang hampir di semua fitur, 11T Pro cocok untuk anak muda yang punya aktivitas segudang. Ideal untuk belajar, berkarya, maupun hiburan.
  • Kreator konten: Dengan kemampuan kamera yang bisa diandalkan baik untuk foto maupun video, 11T Pro merupakan ponsel yang ideal untuk para kreator konten. Cocok untuk membuat konten on-the-go. Bahkan Anda bisa merekam 8K maupun HDR10+.
  • Profesional yang super sibuk: Dengan 120W HyperCharge, Anda yang tidak punya banyak waktu luang hanya perlu kurang dari 20 menit untuk mengisi baterai hingga penuh lalu melanjutkan aktivitas.
  • Gamer: Kombinasi chipset kencang dan layar 120Hz merupakan resep yang ampuh untuk menggaet hati para gamer.
  • Penggemar Netflix/Drama Korea: Hobi nonton film/drakor di Netflix atau platform streaming sejenis? Layar 11T Pro mampu menyajikan gambar dengan apik. Apalagi sudah ada dukungan HDR10+ dan Dolby Vision.
  • Pengguna yang ingin beralih ke 5G: Kalau ingin pindah ke ponsel 5G, Xiaomi 11T Pro adalah salah satu opsi yang wajib Anda pertimbangkan.

Kelebihan Xiaomi 11T Pro:

  • Kualitas rancang bangun amat baik, dan ada sertifikasi IP53
  • Layar AMOLED 120Hz dengan Dolby Vision dan HDR10+
  • Perlindungan Gorilla Glass Victus
  • Kamera oke untuk foto di berbagai kondisi
  • Perekaman video didukung banyak fitur menarik, dan bisa 8K serta HDR10+
  • Charging super cepat: 120W!
  • Speaker stereo hasil tuning Harman/Kardon
  • Sudah mendukung 5G
  • Ada NFC
  • Snapdragon 888 paling murah saat ini

Kekurangan Xiaomi 11T Pro:

  • Performa gaming tidak sesuai ekspektasi. Harus lebih dioptimalkan lewat update software
  • Kamera utama belum didukung OIS
  • Kemampuan kamera depan belum sebaik pesaingnya
  • Tidak ada slot microSD
  • Tanpa port audio jack 3.5mm
  • Desain belum menggugah selera
Xiaomi 11T Pro
Lewat 11T Pro, Xiaomi membuka kesempatan kepada lebih banyak orang untuk bisa mencoba beragam fitur canggih yang sebelumnya hanya tersedia pada ponsel mahal.
9
Cek Harga

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur dan Performa
Baterai
Hasil Foto
Harga
Final Score