Kelebihan dan Kekurangan Mouse Gaming Razer DeathAdder V2 Pro

DeathAdder V2 Pro merupakan salah satu seri mouse gaming nirkabel yang menjadi andalan Razer saat ini. Mengusung desain ergonomis yang menjanjikan kenyamanan ekstra, Razer DeathAdder V2 Pro juga dibekali teknologi canggih dan sederet fitur menarik lainnya. Nah, kalau Anda berminat meminang mouse tersebut dalam waktu, simak dulu apa saja kelebihan dan kekurangan dari Razer DeathAdder V2 Pro:

Kelebihan Razer DeathAdder V2 Pro

1. Nyaman dipakai dengan berbagai daya penggunaan

Mengusung bodi ergonomis dan desain yang minimalis, Razer DeathAdder V2 Pro mampu memberikan kenyamanan untuk Anda yang bertangan medium atau besar, dengan gaya penggunaan Palm atau Claw. Pada sisi bagian samping (kiri dan kanan) Razer menambahkan grip berbahan karet dengan tekstur yang membuat genggaman terasa lebih mantap serta tidak licin. Dari segi bobot tergolong ringan, hanya 88 gram.

2. Performa wireless bagus

Teknologi Razer HyperSpeed Wireless patut mendapat acungan jempol. Selama bermain game secara nirkabel menggunakan dongle 2.4GHz, tidak terasa perbedaan latency yang signifikan dibanding ketika terhubung lewat kabel. Semuanya terasa begitu responsif dan stabil.

3. Pilihan konektivitas lengkap

Selain menggunakan dongle, Anda juga bisa menghubungkan Razer DeathAdder V2 Pro ke PC melalui koneksi Bluetooth atau kabel Speedflex yang sudah disertakan dalam paket penjualannya. Koneksi Bluetooth akan cocok untuk Anda yang mungkin memiliki keterbatasan port di laptop dan hanya bermain game secara casual, bukan kompetitif.

4. 20.000 DPI

Razer Focus+ Optical Sensor pada DeathAdder V2 Pro menawarkan hingga 20.000 DPI. Sensornya terasa akurat dan membuat bidikan smenjadi lebih presisi. Selain itu, 20.000 DPI di sini sifatnya tidak tetap. Melalui dua tombol dibelakang scroll wheel, Anda bisa menurunkan DPI jika menginginkan pergerakan yang lebih lambat, atau menaikkannya jika suka yang lebih sensitif.

5. Baterai awet

Razer DeathAdder V2 Pro mampu menyala selama 120 jam dalam mode Bluetooth, atau 70 jam dalam mode Hyperspeed Wireless. Daya tahan yang tergolong awet.

6. Chroma RGB

Tidak ketinggalan Razer juga membenamkan fitur Chroma RGB yang efeknya bisa Anda atur sesuai selera melalui aplikasi Razer Synapse. Selain itu, melalui software yang sama ada pula opsi untuk mengatur fungsi tiap-tiap tombol. Anda pun bisa menyimpan hingga 5 profile sekaligus.

Kekurangan Razer DeathAdder V2 Pro

1. Port charging tidak bersifat universal

Port yang digunakan memang microUSB, tapi bukan berarti Anda bisa memasang kabel microUSB apapun yang ada dirumah. Housing dari port microUSB pada DeathAdder V2 Pro dibuat unik sehingga hanya klop dengan kabel bawaan dari Razer saja.

2. Kurang cocok untuk pengguna bertangan kecil

Seperti disebutkan di atas, dimensi yang besar membuat mouse ini kurang ideal untuk Anda yang ukuran tangannya kecil.

3. Hanya untuk penggunaan di tangan kanan

Anda yang kidal dan biasa menggunakan mouse di tangan kiri juga tidak cocok memilih Razer DeathAdder V2 Pro.

4. Tidak ada opsi penambah atau pengurang berat

Mungkin akan lebih menarik jika Razer menyediakan opsi untuk menambah atau mengurangi bobot dari DeathAdder V2 Pro melalui logam pemberat. Dengan begitu, gamer bisa menyesuaikan berat mouse yang cocok dengan gaya bermainnya.

5. Harga relatif tinggi

Dari segi kualitas dan ketersediaan fiturnya, sebenarnya Razer DeathAdder V2 Pro termasuk dalam jajaran yang terbaik di kelasnya. Meski begitu, menurut kami harganya relatif cukup tinggi. Semua kembali pada budget Anda. Jika banderol Rp2.099.000 dirasa masih cocok, maka memilih mouse ini bisa jadi adalah keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain