Review Razer DeathAdder V2 Pro

Mouse Gaming Wireless Super Nyaman

Bicara mouse gaming sudah pasti nama Razer muncul di sebagian besar benak para gamer. Dari tahun ke tahun, Razer termasuk yang paling rajin meluncurkan produk peripheral gaming dari berbagai kategori, dengan lini yang amat lengkap mulai dari yang harganya ramah kantong hingga kelas atas.

Mouse yang akan saya bahas di artikel review kali ini adalah Razer DeathAdder V2 Pro. Sesuai namanya, Razer DeathAdder V2 Pro bisa dibilang merupakan penyempurnaan atau upgrade dari DeathAdder V2. Tidak heran kalau fitur-fiturnya mirip, kecuali ketersediaan teknologi nirkabel di versi Pro.

Ya, akhirnya seri DeathAdder wireless! Sekadar informasi, DeathAdder sendiri merupakan salah satu seri mouse legendaris dari Razer yang amat populer dan sudah cukup lama menemani para gamer sejak tahun 2006 lalu. Penasaran seperti apa kecanggihan Razer DeathAdder V2 Pro? Yuk, langsung saja simak ulasannya!

Ergonomis dan enak digenggam

Seri DeathAdder dikenal desainnya yang ergonomis, minimalis, dan pastinya menawarkan kenyamanan penggunaan. Begitu juga dengan DeathAdder V2 Pro. Tampilannya amat mirip dengan versi non-Pro dan dari segi dimensi lebih ideal untuk gamer dengan ukuran tangan medium hingga besar.

DeathAdder V2 Pro dirancang untuk digunakan dengan tangan kanan. Pada sisi bagian samping (kiri dan kanan) Razer menambahkan grip berbahan karet dengan tekstur yang membuat genggaman terasa lebih mantap serta tidak licin. Saya adalah seorang gamer yang cenderung menggunakan mouse dengan gaya palm (menggenggam keseluruhan bodi mouse), dan menurut saya dimensi dan lekukan pada DeathAdder V2 Pro terasa pas sekali di tangan.

Perlu digarisbawahi pula bahwa ini adalah mouse yang ringan. Bobotnya hanya 88 gram saja. Kombinasi desain ergonomis dan bobot yang ringan memudahkan pergerakan tangan secara cepat. Meski begitu, akan lebih menarik jika Razer menyediakan opsi untuk menambahkan beban agar beratnya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengguna. Bobot yang lebih berat menurut saya juga akan terasa lebih asyik untuk skenario pemakaian non-gaming, misalnya terkait produktivitas seperti editing foto atau video.

Razer DeathAdder V2 Pro menggunakan optical mouse switch Razer generasi ke-2. Tactile feedback-nya mantap tapi tidak juga terlalu berisik. Menurut Razer, switch ini memiliki response time 0.2ms. Selain itu, di bagian atas mouse Anda juga akan menemukan dua tombol untuk menurunkan dan menaikkan DPI. Di sebelah kiri, ada dua tombol ekstra yang fungsinya bisa Anda atur melalui software Razer Synapse.

Sementara di bagian bawah Anda akan menemukan slot untuk menyimpan dongle 2.4GHz bersama dengan switch untuk mengganti mode antara 2.4GHz, Bluetooth, dan kabel. Ya, selain menggunakan dongle 2.4GHz, DeathAdder V2 Pro juga bisa terhubung dengan PC melalui Bluetooth. Koneksi Bluetooth akan cocok untuk Anda yang mungkin memiliki keterbatasan port di laptop dan hanya bermain game secara casual, bukan kompetitif.

Pada bagian bawah pula Razer menempatkan konektor untuk menghubungkan DeathAdder V2 Pro dengan Razer Mouse Dock Chroma yang berfungsi untuk mengisi daya baterai pada mouse. Docking ini dijual terpisah alias tidak termasuk dalam paket penjualan. Anda tetap bisa mengisi daya dengan kabel bawaan jika tidak memiliki Razer Mouse Dock Chroma.

Performa Razer DeathAdder V2 Pro

Saya adalah seorang gamer yang amat menyukai genre Shooter, baik First-Person maupun Third-Person. Jadi selama mencoba DeathAdder V2 Pro, saya paling sering memainkan game dari genre tersebut. Dan hasilnya, menurut saya mouse ini sangat ideal.

Satu hal yang paling saya suka adalah teknologi Razer Focus+ Optical Sensor yang menawarkan hingga 20.000 DPI. Sensornya terasa akurat dan membuat bidikan saya menjadi lebih presisi. Selain itu, 20.000 DPI di sini sifatnya tidak tetap. Melalui dua tombol yang tadi saya jelaskan, Anda bisa menurunkan DPI jika menginginkan pergerakan yang lebih lambat, atau menaikkannya jika suka yang lebih sensitif.

Selain itu apresiasi patut diberikan pada teknologi Razer Hyperspeed Wireless. Selama bermain game secara nirkabel menggunakan dongle 2.4GHz, saya tidak merasakan perbedaan latency yang signifikan dibanding ketika terhubung lewat kabel. Semuanya terasa begitu responsif dan stabil. Oh iya, meski didukung teknologi wireless, DeathAdder V2 Pro tetap menyediakan kabel Speedflex di paket penjualannya.

Razer menjelaskan bahwa bagian mouse feet dari DeathAdder V2 Pro (100% PTFE) dibuat untuk memberikan pergerakan yang mulus di berbagai permukaan. Saya sendiri lebih sering menggunakan mouse ini di atas mousepad, atau di atas meja. Dan keduanya terasa nyaman-nyaman saja. Kalau untuk tombol scroll menurut saya tidak ada yang terlalu spesial. Intinya terasa ringan dan presisi.

Sedikit membahas soal baterai, Razer DeathAdder V2 Pro diklaim mampu menyala selama 120 jam dalam mode Bluetooth, atau 70 jam dalam mode Hyperspeed Wireless. Jujur saja saya tidak menghitung secara rinci apakah klaim tersebut benar atau tidak. Yang jelas, daya tahan baterai DeathAdder V2 Pro tergolong awet dan charging-nya pun cepat.

Tapi yang perlu diingat, meski port-nya masih microUSB bukan berarti Anda bisa mengisi daya dengan kabel lain. Anda wajib memakai kabel Speedflex bawaan dari DeathAdder V2 Pro karena desain housingnya berbeda dengan kebanyakan kabel microUSB di pasaran.

Fitur ekstra Razer DeathAdder V2 Pro

Selanjutnya saya ingin membahas beberapa fitur ekstra yang dimiliki oleh Razer DeathAdder V2 Pro. RGB? Pasti ada dong! Anda juga bisa melakukan kustomisasi warna dan efek lewat Razer Synapse. Selain itu, melalui software yang sama ada pula opsi untuk mengatur fungsi tiap-tiap tombol. Anda pun bisa menyimpan hingga 5 profile sekaligus.

 

Intinya semua fitur pada DeathAdder V2 Pro bisa diakses melalui Razer Synapse, termasuk pengaturan power saving untuk mode nirkabel. Dari software ini juga Anda bisa melihat sisa baterai, atau mengakses perangkat Razer lainnya misalnya keyboard.

Mouse gaming wireless untuk gamer casual dan kompetitif

Kesimpulannya, Razer DeathAdder V2 Pro merupakan mouse yang amat cocok digunakan oleh berbagai kalangan gamer, mulai dari yang casual hingga yang bermain di level kompetitif. Teknologi wireless yang dibenamkan oleh Razer pun tidak sembarangan. Latency-nya rendah dan terasa begitu responsif.

Bagi yang berminat, Razer DeathAdder V2 Pro dijual di Indonesia dengan harga Rp2.099.000.

Razer DeathAdder V2 Pro cocok untuk:

  • Gamer casual yang hobi memainkan judul-judul AAA masa kini, khususnya dengan genre shooter.
  • Gamer kompetitif yang membutuhkan mouse wireless dengan tingkat akurasi tinggi, latency rendah, dan bobot yang ringan bisa menjadikan DeathAdder V2 Pro sebagai pilihan.
  • Gamer yang bermain di laptop juga cocok memilih DeathAdder V2 Pro. Pasalnya, ketersediaan koneksi Bluetooth menjadi opsi yang menarik karena tidak memerlukan port USB. Tentunya penggunaan DeathAdder V2 Pro di mode Bluetooth lebih ideal untuk fun gaming saja.
  • Mahasiswa atau pelajar yang membutuhkan mouse nirkabel dengan tombol yang bisa dikustomisasi bisa memilih DeathAdder V2 Pro. Fungsi tiap tombol bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya menjadi shortcut untuk mengakses fitur tertentu agar memudahkan ketika mengerjakan tugas.
  • Content Creator yang membutuhkan mouse untuk pekerjaan yang presisi dapat menjadikan DeathAdder V2 Pro sebagai target belanja selanjutnya. Apalagi DPI-nya dapat diatur sesuai kebutuhan, konektivitasnya lengkap, dan baterainya juga tahan lama.

Kelebihan Razer DeathAdder V2 Pro:

  • Desain ergonomis dan nyaman digenggam untuk ukuran tangan medium atau besar
  • Cocok untuk berbagai gaya penggunaan seperti palm atau claw
  • Konektivitas lengkap
  • Performa wireless mantap
  • 20.000 DPI yang bisa diatur sesuai kebutuhan
  • Baterai awet
  • RGB

Kekurangan Razer DeathAdder V2 Pro:

  • Port charging tidak universal
  • Kurang ideal untuk ukuran tangan kecil
  • Hanya untuk penggunaan di tangan kanan
  • Akan lebih menarik jika tersedia opsi untuk menambah atau mengurangi berat
  • Harga relatif tinggi
Razer DeathAdder V2 Pro
Mouse yang amat cocok digunakan oleh berbagai kalangan gamer, mulai dari yang casual hingga yang bermain di level kompetitif.
8.2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur
Performa
Baterai
Harga
Final Score

Artikel lain