Review Samsung Galaxy Tab S7

8.8

Seperti biasa ketika membicarakan soal tablet berbasis Android, kami selalu menyebutkan bahwa Samsung termasuk satu dari sedikit produsen yang masih rajin meluncurkan produk terbaru setiap tahunnya. Di 2020, Samsung kembali menghadirkan penerus dari seri flagship andalannya yang kini diberi nama Samsung Galaxy Tab S7.

Bersama dengan Galaxy Tab S7+, Galaxy Tab S7 menjadi duo terdepan Samsung di ranah tablet yang menawarkan hardware serta fitur tercanggih saat ini. Kalau berkaca pada generasi pendahulunya, kami berekspektasi Galaxy Tab S7 juga merupakan tablet komplit yang ideal untuk menunjang produktivitas maupun hiburan.

Penasaran seperti apa kecanggihannya? Yuk, langsung saja simak ulasan kami!

Desain Samsung Galaxy Tab S7

Sekilas tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh Samsung dalam merancang desain dari Galaxy Tab S7. DNA eksteriornya masih sama dengan seri sebelumnya yang juga mengdepankan bentuk bodi ergonomis dan ramping. Satu perbedaan yang paling terlihat adalah aksen garis hitam (warna garis sesuai varian) di area magnetic untuk menempelkan S Pen.

Bagian belakang tablet ini tidak menggunakan finishing glossy sehingga tidak mudah kotor oleh bekas jari. Posisi kamera belakang masih sama, sejajar dengan garis magnetic. Sementara bagian depannya didominasi nyaris seluruhnya oleh layar dengan ketebalan bezel yang kurang lebih sama dengan generasi pendahulunya.

Sesungguhnya tidak banyak yang bisa kami ungkapnya terkait desain Galaxy Tab S7. Soal sensasi pengoperasian juga tidak ada yang berbeda. Bodinya yang tipis dengan ketebalan hanya 6,3mm dan bobot sekitar 500 gram memudahkan kami untuk memasukkan tablet ini ke dalam tas.

Soal ketersediaan port, Samsung tetap mengandalkan USB Type-C. Sensor sidik jari juga tersedia. Posisinya menjadi satu dengan tombol Power yang berada di sebelah tombol pengaturan volume. Sejauh percobaan kami, sensor sidik jari ini tergolong cepat dan responsif saat membaca sidik jari.

Perlu diketahui pula bahwa Samsung menyediakan Book Cover Keyboard yang dijual secara terpisah dengan harga Rp2.299.000. Ketika dipasang sudah pasti membuat tablet menjadi lebih tebal, tapi masih dalam level yang bisa ditoleransi. Yang menarik, selain membantu untuk mengetik lebih cepat, keyboard tersebut juga telah memiliki touch pad.

Karena ukurannya yang kecil, kenyamanan mengetik yang disajikan memang belum bisa disejajarkan dengan pengalaman menggunakan laptop. Meski begitu, keberadaan keyboard ini sangat membantu kami ketika harus menyelesaikan pekerjaan secara mobile. Apalagi Samsung Galaxy Tab S7 telah didukung fitur Samsung DeX.

Layar dan speaker Samsung Galaxy Tab S7

Samsung menjelaskan bahwa Galaxy Tab S7 Series hadir dengan layar 120Hz. Meski begitu, ada perbedaan dalam hal penggunaan panel dan ukuran. Kalau Galaxy Tab S7 mengusung LTPS TFT 11 inci, Galaxy Tab S7+ memakai Super AMOLED 12,4 inci. Panelnya memang berbeda, tapi Anda tetap boleh berharap akan mendapatkan pengalaman menikmati konten yang memuaskan di Galaxy Tab S7.

Gambar yang disajikan layar ini terlihat begitu memanjakan mata. Dengan resolusi WQXGA+ alias 2560 x 1600 pixel, konten terlihat tajam. Tampilan warnanya juga tampak cemerlang dan tingkat kecerahannya amat baik (hingga 500nit). Bukan cuma itu, layar Galaxy Tab S7 telah mendukung HDR10+ dan DCI-P3 Color Range.

Untuk pemakaian sehari-hari jelas tidak ada masalah. Browsing, menonton video di Netflix atau YouTube, bermain games, menulis dan menggambar dengan S Pen, serta mengerjakan tugas kantor terasa menyenangkan di layar Galaxy Tab S7. Animasi dan scroll halaman pun terasa halus karena refresh rate-nya sudah 120Hz.

Satu nilai plus lainnya adalah dengan ukuran 11 inci kami merasa melakukan multitasking di Galaxy Tab S7 terasa nyaman. Berbekal fitur Multi-Active Window yang sudah ditingkatkan, Anda bisa membuka dan menjalankan hingga tiga aplikasi secara bersamaan misalnya panggilan video, memantau email, dan membuat catatan sekaligus.

Sementara dari sektor audio, keberadaan 4 speaker hasil kolaborasi dengan AKG yang ditelah didukung Dolby Atmos mampu menciptakan suara yang jernih, lantang, dan terasa lebih hidup.

S Pen dan Samsung DeX

Samsung Galaxy Tab S7 mengadopsi sistem operasi Android 10 dengan antarmuka OneUI 2.5. Secara tampilan kurang lebih mirip dengan tablet Android Samsung pada umumnya. Jika membutuhkan UI yang ideal untuk menunjang produktivitas, Anda bisa mengaktifkan Samsung DeX secara manual atau secara otomatis ketika menghubungkan Keyboard Cover.

Samsung DeX pada Galaxy Tab S7 menurut kami mampu menyajikan pengalaman penggunaan layaknya laptop berbasis Windows. Bukan cuma tampilannya saja, beberapa fungsi standar yang biasa Anda temukan pada PC pun tersedia, misalnya meng-copy atau memindahkan file secara drag and drop.

Perlu diketahui bahwa Book Cover Keyboard untuk Galaxy Tab S7 sudah di-upgrade dengan tambahan tombol-tombol function dan multi-gesture trackpad yang intuitif. Anda dapat menulis, mengetik, maupun membuat sketsa dengan nyaman.

Sementara S Pen pada Galaxy Tab S7 Series telah mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya, yakni menawarkan ultra-low latency 9ms. Dengan latency yang rendah dan layar yang sudah 120Hz, Anda dapat menikmati sensasi menulis dan menggambar layaknya memakai pena sungguhan dengan delay yang amat minim.

Bukan cuma itu, S Pen pada Galaxy Tab S7 Series juga didukung sederet fitur canggih seperti menyimpan catatan dalam format Word, PowerPoint, atau PDF. Ada juga Audio Bookmark yang berguna untuk merekam percakapan saat meeting sambil mencatat.

Sebagai catatan, S Pen ini membutuhkan daya dari baterai yang tertanam di dalamnya. Ketika Anda tempelkan di area magnetic pada tablet, maka S Pen akan otomatis mengisi daya listriknya. Asyiknya lagi, S Pen Galaxy Tab S7 dapat dimanfaatkan untuk selfie, mengontrol presentasi, dan memainkan musik/film. Karena koneksinya berbasis Bluetooth, jaraknya bisa sampai 10 meter.

Performa Samsung Galaxy Tab S7

Sektor performa Galaxy Tab S7 dipersenjatai chipset paling kencang dari Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 865+, dan ditemani RAM 6 GB serta storage internal 128 GB. Perpaduan yang kami yakin akan sangat memadai untuk mendukung berbagai kebutuhan mulai dari bekerja, editing foto dan video, hingga hiburan seperti menonton film dengan resolusi tinggi dan bermain games.

Sekadar informasi tambahan, Qualcomm Snapdragon 865+ merupakan chipset yang belakangan diandalkan oleh beberapa perangkat mobile kelas gaming terbaru. Chipset ini menawarkan peningkatan performa 25 persen lebih tinggi, serta kemampuan grafis 36 persen lebih tinggi dibandingkan dengan seri pendahulunya.

Salah satu game berat yang kami uji coba adalah Genshin Impact. Meski secara default Galaxy Tab S7 memilih setting grafis Medium, ketika dipaksa bekerja lebih keras dengan menaikkan grafis ke pengaturan paling tinggi pun game masih bisa dimainkan dengan cukup lancar. Harus digarisbawahi, Genshin Impact membutuhkan performa grafis kelas atas dan tidak semua perangkat mampu menjalankannya di setting grafis tinggi.

Intinya kami sangat puas dengan kinerja yang disajikan oleh Galaxy Tab S7. Semua terasa mulus dan tidak ada gangguan seperti lag. Ketika diajak kerja berat seperti gaming memang mulai terasa hangat, tapi tidak sampai mempengaruhi kestabilan performa. Multitasking dengan membuka 3 sampai 4 aplikasi sekaligus pun lancar.

Sedikit membahas sektor kamera, Galaxy Tab S7 Series dibekali dua sensor di belakang yakni 13 megapixel dan 5 megapixel ultrawide. Untuk mendukung kebutuhan seperti video call, ada kamera 8 megapixel di depan.

Baterai Samsung Galaxy Tab S7

Untuk mendukung produktivitas, kreativitas, dan juga sebagai teman hiburan, Galaxy Tab S7 dilengkapi dengan baterai besar dengan kapasitas 8.000 mAh. Samsung mengklaim, Galaxy Tab S7 bisa digunakan untuk menonton video hingga 15 jam. Faktanya baterai Galaxy Tab S7 memang lumayan awet. Untuk gaya pemakaian casual yang tidak terus-menerus menuntut kinerja hardware tinggi, tablet ini bisa menyala sejak pagi hingga sore hari.

Tidak hanya baterai besar, Galaxy Tab S7 didukung teknologi Super Fast Charging 45W. Meski begitu, sangat disayangkan ternyata charger 45W tidak termasuk dalam paket penjualan alias dijual terpisah. Dalam dusnya, Anda hanya akan menemukan charger 15W saja.

Kesimpulan

Sama seperti generasi sebelumnya, dengan segala hardware dan fitur canggihnya Samsung lagi-lagi berhasil merayu kami untuk menobatkan Galaxy Tab S7 sebagai salah satu tablet Android terbaik di tahun 2020. Fokus utamanya masih sama, yakni sebagai perangkat penunjang produktivitas dan hiburan bagi pengguna yang selalu mobile. Tentunya dengan sederet penyempurnaan di beberapa aspek

Bagi yang berminat, Samsung Galaxy Tab S7 dijual dengan harga Rp12.999.000. Angka yang mungkin bagi sebagian orang terdengar mahal. Walaupun begitu, menurut kami banderol Galaxy Tab S7 sudah sepadan dengan segala keunggulan yang dimilikinya.

Kelebihan Samsung Galaxy Tab S7:

  • Desain ramping, tipis, dan premium
  • Layar lebar dengan kualitas yang amat baik
  • Performa kencang
  • Fitur produktivitas melimpah
  • S Pen lebih canggih dengan latency 9ms
  • Audio mantap dengan 4 speaker AKG
  • Sudah mendukung fast charging 45W

Kekurangan Samsung Galaxy Tab S7:

  • Tidak ada port audio jack 3.5mm
  • Charger 45W tidak termasuk dalam paket penjualan
  • Harga tablet ditambah Book Cover Keyboard relatif mahal

Samsung Galaxy Tab S7 ideal untuk: Para profesional yang selalu mobile. Pengguna yang mencari tablet premium untuk bekerja dan bermain. Pekerja kreatif yang membutuhkan perangkat untuk menuangkan ide.

Samsung Galaxy Tab S7 kurang ideal untuk: Pengguna casual yang tidak terlalu membutuhkan sederet fitur Galaxy Tab S7.

Samsung Galaxy Tab S7
Samsung lagi-lagi berhasil merayu kami untuk menobatkan Galaxy Tab S7 sebagai salah satu tablet Android terbaik di tahun 2020
8.8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur
Performa
Hasil Foto
Harga
Final Score

Artikel lain