Salah satu alasan konsumen menyukai smartphone atau hape kelas atas adalah dari kemmampuan kameranya. Ini juga berlaku bagi penggemar Samsung Galaxy seri S. Untuk itu, kami mengulas Samsung Galaxy S26 Ultra dari sisi kemampuan fotografinya.
Spesifikasi kamera Samsung Galaxy S26 Ultra

Dari sisi spesifikasi ada beberapa perubahan. Untuk kamera utama, Galaxy S26 Ultra kini menggunakan lensa dengan diafragma f1.4 yang lebih besar dibandingkan lensa f1.7 di S25 Ultra. Sedangkan kamera tele periskop menggunakan lensa f2.9, lebih besar dari lensa f3.4 dari versi sebelumnya.
Kamera belakang
- Sensor 200 megapixel (1/1.3″) dengan lensa 23mm f1.4, multi-directional PDAF, OIS
- Sensor 50 megapixel (1/2.52″) dengan lensa ultra lebar 13mm f1.9, PDAF
- Sensor 10 megapixel (1/3.94″) dengan lensa 69mm f2.4, PDAF, OIS
- Sensor 50 megapixel (1/2.5″) dengan lensa 115mm f2.9, PDAF, OIS.
Kamera depan
- 12 megapixel dengan lensa 26mm f2.2, 26mm (wide), 1/3.2?, 1.12µm, dual pixel PDAF
Selain itu, ada mode Pro dan Expert RAW yang memberikan fitur dan pengaturan lebih saat memotret. Expert RAW membuat S26 Ultra dapat merekam foto dalam format RAW yang lebih memudahkan saat disunting. Kemudian ada opsi Lab yang bisa mengaktifkan fitur seperti Virtual Reflector, Virtual Aperture, ND Filter, AstroPhoto dan AstroPortrait yang tidak ada di kamera hape lain.
UI Galaxy S26 Ultra
Ada sedikit perubahan UI di aplikasi kamera S26 Ultra. Ikon pengaturan di atas yang dulu membentang memenuhi layar dari sisi kiri ke kanan, kini ditampilkan lebih kecil sehingga tidak memenuhi layar. Memang lebih hemat tempat, tapi kami lebih menyukai ikon menu di S25 Ultra yang lebih besar dan jelas. Untungnya, fungsi pemotretan di bagian bawah tidak berubah.
Navigasi menu dan fungsi kamera bisa dijalankan dengan lancar dan mulus. Begitu dengan saat memotret. Respons kamera amat gegas, walaupun kami menggunakan burst shot yang mengambil banyak foto sekaligus. Begitu juga saat memotret dalam mode 200 megapixel yang tidak berbeda dengan memotret dalam mode 12 megapixel biasa. Ini berbeda dengan beberapa hape seperti Vivo X300 Pro dan OPPO Find X9 Pro yang membutuhkan waktu beberapa detik saat digunakan memotret dalam mode 200MP.
Kualitas Foto Galaxy S26 Ultra
Dari pengalaman kami memotret dengan S26 Ultra di berbagai kondisi, kami menyimpulkan bahwa kamera S26 Ultra lebih baik dibandingkan S25 Ultra.

Berikut poin-poin tentang kelebihan dan kekurangan kamera S26 Ultra dari sisi fotografi:
Kelebihan kamera Galaxy S26 Ultra
- Hasil foto semua kamera amat baik di kondisi cahaya alami di luar ruangan
- Kualitas foto amat baik di kondisi dalam ruangan dan malam hari, terutama kamera utama dan telefoto
- Night Mode lebih pintar, dengan pilihan exposure dan ISO
- Ketajaman foto amat baik untuk kamera utama dan telefoto
- Zoom digital 30x masih oke di kondisi cahaya terang seperti siang hari
- Metering cahaya lebih akurat, terutama untuk highlight
- Reproduksi warna yang cukup mendekati asli, dengan nuansa warna yang enak dilihat
- Hasil foto selfie bagus, dengan warna kulit yang memikat
- Fitur Expert RAW dan Labs dengan fitur unik yang canggih dan tidak ditemukan di kamera hape lainnya
Kekurangan kamera Galaxy S26 Ultra
- Zoom digital 100x terlalu dipaksakan, dengan hasil yang kurang jelas
- Mode makro sering beralih ke zoom digital, sehingga hasil gambar kurang optimal terutama di kondisi minim cahaya
- Hasil foto dengan kamera ultra lebar terlihat kabur di ujung-ujung frame
- Debu mudah menyelip di antara modul kamera di belakang
- Detil di foto malam hari berkurang cukup drastis, terutama untuk kamera ultra lebar
- Ukuran ikon di menu cukup kecil, menyulitkan bagi pengguna dengan jari besar
Seperti disebutkan di atas, hanya ada perubahan lensa di kamera utama dan telefoto 5x S26 Ultra. Dengan diafragma yang lebih besar, kamera S26 Ultra mampu menangkap cahaya lebih banyak. Hasilnya, foto malam hari yang lebih tajam berkat kecepatan rana (shutter speed) yang kini bisa lebih cepat dan setting ISO lebih rendah.
Foto malam hari dengan cahaya alami
Untuk foto malam hari, S26 Ultra kini lebih pintar. Hape akan mengaktifkan Night Mode secara otomatis, tapi tidak seperti biasanya. Night Mode di S26 Ultra kini lebih pintar, dengan adanya pilihan waktu exposure, untuk memberikan hasil yang diinginkan. Saat memotret di malam hari atau kondisi cahaya minim, biasanya akan ada pilihan kecepatan rana. Jika memilih kecepatan yang lebih lambat (angka lebih tinggi), maka kamera akan menggunakan ISO yang lebih rendah.
Berikut contoh hasil foto malam hari dengan Night Mode S26 Ultra dalam berbagai lensa.

Kamera ultra lebar galaxy S26 Ultra di malam hari

Kamera utama Galaxy S26 Ultra di malam hari. Perhatikan detil yang masih terjaga amat baik di kerumunan pengunjung mall.

Kamera telefoto 3x zoom Galaxy S26 Ultra di malam hari

Kamera telefoto 5x zoom Galaxy S26 Ultra di malam hari

Kamera telefoto 10x zoom Galaxy S26 Ultra di malam hari

Kamera utama dengan lensa f/1.4 yang baru masih menjadi kamera terbaik S26 Ultra untuk mengabadikan malam hari
Dari pengalaman kami, kamera S26 Ultra kini semakin andal untuk memotret di kondisi minim cahaya. Hasil foto dari kamera utama dan telefoto yang kini punya lensa dengan diafragma lebih besar kini lebih tajam berkat kecepatan rana atau shutter speed yang lebih cepat dan ISO lebih rendah.
Foto dalam ruangan dengan cahaya buatan
Beralih ke dalam ruangan dengan pencahayaan yang seadanya, kamera S26 Ultra masih bisa dengan mudah merekam berbagai foto dengan baik. Pencahayaan lampu di pasar yang gelap dan agak remang-remang ternyata tidak menjadi tantangan berarti bagi kamera S26 Ultra. Selain tajam, reproduksi warna S26 Ultra juga masih amat baik.

Warna merah dan kuning berhasil ditangkap dengan baik oleh kamera utama S26 Ultra

Hasil baik juga masih konsisten saat kami menggunakan kamera telefoto. Warna hijau sayur ini berhasil ditangkap dengan akurat, di bawah sinar lampu
Foto Portrait dengan cahaya alami dan cahaya buatan
Untuk memotret subyek manusia, kami sering menggunakan kamera telefoto 3x dan 5x Samsung Galaxy S26 Ultra. Alasan utamanya adalah untuk meminimalisir distorsi sehingga wajah juga terlihat lebih langsing. Dan kedua kamera telefoto S26 Ultra ini ternyata mampu menghasilkan foto Portrait dengan baik.
Mode Portrait yang bisa diatur bokeh atau bagian blur di latar juga termasuk baik, dengan efek yang terlihat alami dan pemisahan subyek yang rapi selama tidak terlalu banyak detil halus di dekat wajah. Kami menganjurkan untuk tidak menggunakan setting Bokeh yang paling kuat, agar hasil lebih alami.
Berikut contoh mode Portrait S26 Ultra

Warna kulit yang natural dan enak dilihat ternyata mudah ditangkap oleh kamera telefoto 3x S26 Ultra

S26 Ultra mampu melakukan metering cahaya yang mementingkan highlight, sehingga area yang terang tidak terlalu terang. Warna kulit juga berhasil direproduksi dengan amat baik.

Untuk medium shot, mode Portrait dengan lensa 5x mampu memisahkan subyek dari latar dengan baik. Efek bokeh cukup oke dan bisa diatur di aplikasi Gallery setelah foto dijepret
Foto makro
Samsung Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan mode makro dari seri sebelumnya. Namun perlu diingat, mode makro S26 Ultra tidak akurat karena mengandalkan zoom digital untuk mencapai jangkauan lensa dari jarak fokus yang amat dekat. Misalnya, jika kami memotret dari jarak dekat dengan lensa 1x, maka S26 Ultra akan otomatis beralih ke kamera ultra lebar 13mm dan melakukan zoom digital otomatis untuk mendapatkan fokus dari jarak yang amat dekat. Begitu juga jika kita memotret dengan setting telefoto, maka S26 Ultra akan menggunakan kamera utama dan memperbesarnya secara digital.
Hasil foto mode makro ini sebenarnya masih cukup baik, tapi tetap ada penurunan kualitas. Berikut perbandingan mode makro dan mode non makro dengan setting 3x zoom.

Bagian kanan yang tidak menggunakan perbesaran digital terlihat lebih tajam jika dicermati. Namun perbedaannya tidak terlihat jika hanya dilihat di layar hape.

Ini hasil foto dalam mode makro pada kamera utama 1x zoom. Hasilnya nyaris tidak terlihat, berkat kualitas cahaya yang amat baik
Mode 200 megapixel
S26 Ultra punya mode 200 megapixel untuk kamera utamanya. Sama seperti S25 Ultra, foto 200 megapixel tidak lebih baik dari foto 12 megapixel yang diambil pada saat bersamaan. Malahan, efek guncangan tangan akan terlihat lebih parah di mode 200 megapixel. Namun satu kegunaan mode ini adalah untuk melakukan cropping, seperti tren What I See, What I Take.
Salah satu skenario yang ideal untuk menggunakan mode 200 megapixel adalah saat ingin memotret banyak mainan di toko, tapi hanya dengan sekali jepret. Dengan foto 200 megapixel, kami bisa melakukannya lebih praktis. Cukup jepret satu foto 200MP dan lakukan cropping untuk tiap mainan, seperti contoh berikut.

Foto 200 megapixel ini memudahkan saat cropping dengan hasil crop yang masih berukuran cukup besar

EXPERT RAW dan Labs
Bagi pengguna yang sudah mahir fotografi, S26 Ultra punya mode Pro dan Expert RAW (harus diunduh). Dengan mode Pro, kamu bisa mengatur berbagai setting saat memotret. Sesuai namanya, Expert RAW memberikan kemudahan bagi kamu untuk merekam foto dalam format RAW yang lebih leluasa untuk disunting. Tapi ada tambahan fitur menarik di menu Labs di aplikasi ini.
Dengan mengaktifkan menu Labs, kamu bisa mengakses beberapa fitur unik yang jarang ada di kamera hape lainnya. Salah satunya adalah ND Filter yang meredupkan lensa sehingga bisa merekam foto dengan kecepatan rana lebih rendah. Fitur ini cocok untuk menangkap light trail seperti foto berikut.

Foto yang diambil dengan kecepatan rana 8 detik ini akan menjadi putih saja jika tidak menggunakan ND Filter
Selain ND Filter, juga ada Virtual Aperture untuk simulasi aperture atau bukaan lensa. Lalu ada AstroPhoto dan AstroPortrait untuk merekam foto dengan latar bintang. Sebagai catatan, kebanyakan mode ini membutuhkan tripod dan pengetahuan fotografi untuk bisa digunakan optimal.
Kesimpulan
Jika dilihat spesifikasinya, nyaris tidak ada yang berubah dari kamera Samsung Galaxy S26 Ultra. Namun perubahan spesifikasi lensa sebenarnya merupakan perubahan yang signifikan untuk fotografi. Lensa baru yang memiliki diafragma lebih besar ini memberikan kemampuan menangkap cahaya lebih baik. Ini terlihat dari pengalaman kami memotret di malam hari dan kondisi minim cahaya.
Penambahan fitur AI yang lebih lengkap juga bisa menjadi nilai positif untuk membuat konten keren. Tapi di satu sisi, fitur AI ini membuat proses memotret terlalu mudah. Langit jelek? Gantikan dengan AI. Pose kurang oke? Perbaiki dengan AI. Kemudahan ini berpotensi membuat kita lebih malas untuk meningkatkan ketrampilan dan lebih bergantung pada AI.
Padahal kemampuan kamera Galaxy S26 Ultra tanpa fitur AI sudah sangat mumpuni. Jadi bagi traveler atau pencipta konten, hape ini terbukti bisa jadi andalan. Dengan tatanan kamera yang lengkap, Galaxy S26 Ultra mampu menjadi alat untuk menuangkan kreativitas dan bereksperimen dengan fotografi.


