Facebook Menerapkan Teknologi AR Pada Messenger

Walaupun teknologi AR atau Augmented Reality sudah berumur cukup lama, tetapi tidak banyak yang mengimplementasikan teknologi tersebut di kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut masih hanya digunakan untuk beberapa spot penting saja atau paling banyak ditemukan pada game. Namun, Facebook akan mengubahnya dengan menerapkan teknologi AR ke dalam Messenger miliknya.

svg%3E
Sama seperti game, pembeli dapat berinteraksi dengan grafis 3D produk.
svg%3E
Pembeli dapat melihat mobil Kia dari semua sisi, dan mengubah warnanya.

Diumumkan pada acara F8 milik Facebook, penerapan AR pada Messenger dikatakan lebih ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara brand dengan konsumennya. Karena Messenger adalah platform sosial dan chat, maka pembeli bisa ‘mencoba’ terlebih dahulu produk yang ditawarkan oleh brand, dalam bentuk grafis 3D yang terlihat di layar smartphone, dan seakan ada di depan pembelinya. Jadi, nantinya pembeli dapat ‘mencoba’ pakaian yang ingin dibeli misalnya, dengan menghadapkan kamera ke cermin dan pakaian tersebut akan dikenakan oleh pembelinya.

svg%3E
Bila calon pembeli ada pertanyaan, ia bisa langsung berbicara dengan customer service di Messenger.

Karena sifatnya interaksi, maka diharapkan pembelinya akan bisa langsung memberikan feedback kepada brand yang dijual. Saat ini, brand yang telah ikut ambil bagian dalam langkah AR di Messenger adalah ASUS, Nike, Sephora, dan Kia. ASUS memperlihatkan smartphonenya yang bisa dilihat dari semua sisi dan interaktif dengan pembelinya. Kia memperlihatkan mobilnya seperti di dalam showroom game Gran Turismo. Begitu juga dengan Nike, memperlihatkan sepatu barunya dengan kemampuan interaktif dengan grafis 3D. Sedangkan Sephora akan menggunakan kamera selfie untuk mengubah make up yang digunakan pembeli, sesuai dengan apa yang ia pilih.

svg%3E
Calon pembeli dapat langsung melihat perubahan di wajahnya bahkan sebelum ia membeli.