Review Acer Liquid GALLANT DUO E350

Pangsa pasar Indonesia yang begitu luas dan menjanjikan nampaknya masih menjadi magnet tersendiri bagi para vendor dalam meluncurkan berbagai smartphone baru berbasis Android yang memang sedang digandrungi masyarakat selain BlackBerry. Salah satunya adalah pemain asal Taiwan, Acer, yang populer dengan produk PC.

Setelah diperkenalkan 3 seri sekaligus pada beberapa waktu lalu, YANGCANGGIH berkesempatan mereview salah satu seri yang bisa dibilang menjadi favorit kami karena desainnya yang cukup unik; Liquid GALLANT DUO E350. Diposisikan untuk pasar menengah, Acer melepas seri ini dengan kisaran harga Rp 2 jutaan. Mari kita telusuri lebih jauh si E350 berwarna putih cantik ini.

Desain
Seperti telah kami singgung sebelumnya, desain E350 mengambil konsep yang sedikit berbeda dibanding kebanyakan smartphone Android. Jika Anda biasa mengakses tombol power di sisi kiri, atas, kanan atau menyatu dengan tombol Reject Call, maka pada E350 Anda akan menemukan tombol tersebut di sisi belakang, tepat di samping lampu kilat kamera!

svg%3E

Pemosisian seperti ini memang menyegarkan di satu sisi, namun di sisi lain jika jemari Anda belum terbiasa dengan kehadirannya, maka akan sedikit merepotkan saat ingin mengaktifkan layar, misalnya, atau ingin mematikan dan menyalakan ponsel. Apalagi bagi Anda yang terbiasa dengan tombol daya di sisi atas atau samping ponsel. Ditambah lagi bentuk tombol yang cekung akan menyulitkan Anda yang memiliki telunjuk lebar.

Sentuhan akhir E350 terasa elegan. Perpaduan warna putih dengan lis perak memperkuat hal tersebut. Di atas layar terdapat sensor layar namun minus kamera depan, sementara tiga tombol khas yakni Back, Home dan Multitasking atau Recent Apps menyatu dengan layar. Lubang mikrofon juga berada di sisi ini tepatnya di sebelah kanan bawah layar yang lebih pas digunakan ketika menelepon menggunakan tangan kiri.

svg%3E

Jack audio 3.5mm berdampingan dengan port microUSB berada di sisi atas; sementara tombol volume bisa diakses dari sisi kanan ponsel. Di sisi kiri meski terlihat polos, Anda bisa menemukan ceruk kecil untuk membuka casing belakang di sana. Sementara posisi speaker di bagian bawah pada sisi belakang terlihat cantik karena pola garis silver di sekelilingnya.

Tak hanya tampilan fisik; bobot E350 juga terasa mantap di genggaman karena terasa cukup berat namun tidak memberatkan. Dengan bobot seperti ini, material E350 jadi jauh dari kesan murah atau murahan. Di balik casingnya, Anda bisa mengakses 2 slot kartu GSM/GSM dan slot microSD yang sudah bersifat hotswap, meski pola jepit yang digunakannya terkesan ringkih, sama seperti ponsel-ponsel China.

Fitur
Tampilan antarmuka E350 terasa segar karena Acer memberikan sentuhan ulang terutama untuk logo atau ikon dari aplikasi bawaan Android 4.0 ICS. Sebut saja Barcode Scanner, Browser, Calendar, FM Radio hingga Galeri. Selain itu, Acer juga menyertakan aplikasi khas seperti Blacklist untuk memproteksi Anda dari telepon dan SMS tak dikehendaki, Bluetooh Proximity, Registration untuk mendaftarkan perangkat Anda ke sistem Acer, Themes tempat Anda mengubah tampilan E350, serta Wireless Input Device.

svg%3E

Fitur yang terakhir disebut memungkinkan Anda menghubungkan keyboard dan mouse ber-Bluetooth dengan E350. Ada juga fitur Media Server yang memanfaatkan jaringan WiFi untuk berbagi file dengan perangkat lain dalam jaringan yang sama. File-file tersebut antara lain video, foto dan musik yang bisa Anda pilih aktifkan/nonaktifkan dengan mudah. Bar notifikasi di bagian atas juga memiliki 3 halaman pengaturan cepat; halaman pertama berhubungan layar yakni Brightness, Timeout dan Auto rotation, halaman kedua berhubungan dengan konektivitas seperti WLAN, Bluetooth, GPS, Data Connection dan Airplane Mode, serta profil di halaman ketiga yakni General, Silent, Meeting dan Outdoor.

Acer E350 memiliki speaker yang berkarakter, bulat dan bertenaga. Musik dari berbagai genre telah kami coba dan tetap merasa puas akan keluaran suaranya. Tancapkan earphone, maka berbagai pengaturan lanjutan dari SRS Sound bisa Anda dapatkan untuk meningkatkan pengalaman mendengarkan musik di E350. Atur manual maupun pilih equalizer yang tersedia juga bisa. Sementara saat kami coba untuk memutar video High Definition baik 720p maupun 1080p, hasilnya belum memuaskan meski juga tidak terlalu mengecewakan, karena video yang diputar nampak kurang smooth.

Tak ada masalah saat kami menggunakan keyboard virtualnya selama review. Fitur dua kartu juga seperti biasa, mudah digunakan baik pemisahan log atau data telepon dan SMS tiap-tiap kartu maupun pengaturan profil kartu mana yang ingin digunakan sebagai kartu utama dan untuk keperluan internet.

svg%3E

svg%3E svg%3E

Performa
Layar sentuh E350 memiliki resolusi 540×888 piksel (AnTuTu) dengan kemampuan multitouch hingga 5 titik bersamaan (MultiTouch Tester). Untuk menampilkan konten 3D, AnTuTu 3D Benchmark mencatatkan hasil skor 1491 dengan FPS rerata 3.9 dan FPS terbaik di angka 6.6. Sementara pengujian performa browsing internet, E350 memperoleh skor 1040 untuk HTML 5 dan 353 untuk Metal dari Vellamo.

Pengujian performa kinerja secara keseluruhan seperti biasa dilakukan menggunakan 2 software yakni Quadrant serta AnTuTu. Skor 2402 menempatkan E350 di posisi ketujuh dari 9 perangkat, sementara AnTuTu menempatkannya kedua dari buncit dengan skor 4592 di atas Samsung GALAXY S. Kecepatan baca/tulis microSD E350 adalah 22MBps dan 13.7MBps.

svg%3E

Bermain game berat seperti Dead Triger terasa menyenangkan berkat kualitas speaker yang menegaskan kesan horor berpatu dengan kinerja prosesor dan GPU yang cukup baik. Memang sih tak sebaik lini smartphone dengan spesifikasi dan harga lebih mahal, namun sekali lagi, tidak terasa mengecewakan. Namun perlu dicatat, karena ponsel ini tidak memiliki tombol kembali/beranda/opsi di bawah layar, ketiga tombol itu akan tetap hadir sehingga memakan “jatah layar” di sisi kanan jika dalam posisi horizontal.

Kamera E350 meski sudah memiliki resolusi 5MP yang mungkin terasa biasa saja untuk saat ini, namun kemampuannya cukup di atas rata-rata. Fungsi autofocus mampu bekerja dengan baik, sementara lampu kilat cukup membantu dalam menerangi obyek kala cahaya kurang meski sifatnya masih terpusat. Sementara untuk perekaman video, Anda bisa memilih kualitas rekaman yang akan memengaruhi besaran file video. Di bawah ada contoh video singkat yang direkam di luar ruang dengan format 3GP resolusi HD 720p.

Foto
Acer Liquid GALLANT DUO E350 indoor 2 Acer Liquid GALLANT DUO E350 outdoor
Acer Liquid GALLANT DUO E350 indoor 1
Acer Liquid GALLANT DUO E350 panorama

Video

Daya tahan baterai E350 tergolong hemat untuk penggunaan cukup aktif seperti menelepon, bermain, browsing maupun menjalankan aplikasi multimedia. Sekali mengecas penuh, setidaknya E350 dapat menemani aktivitas Anda dari pagi hingga pulang ke rumah malam hari. Saat mengecas, indikator di atas layar cukup membantu Anda untuk mengidentifikasi dengan cepat apakah baterai sudah terisi penuh atau belum.

Kesimpulan
Desain segar berupa penempatan tombol power di sisi belakang yang ditawarkan Acer lewat E350 sebenarnya memiliki 2 sisi yang akan berpulang kepada Anda sebagai pengguna. Bagi kami yang terbiasa mengoprek berbagai macam smartphone Android, posisi tombol power pada E350 sering kali mengecoh karena jari seperti refleks mencarinya ke sisi samping atau atas bodi ponsel. Cukup menyegarkan, namun merepotkan! Di sisi lain, jika Anda merupakan pengguna baru smartphone Android, penyesuaian dari awal mungkin jauh lebih mudah dan Anda tak akan kerepotan seperti layaknya yang kami alami.

Dengan kisaran harga dua jutaan rupiah, Acer Liquid GALLANT DUO E350 sangat layak dimiliki terutama yang menyukai ponsel dengan desain (dan warna) menggoda plus harga terjangkau.

Yang Canggih:
(+) Desain segar, terutama penempatan tombol power
(+) Speaker apik
(+) Harga cukup terjangkau
(+) Hasil kamera foto cukup baik

Yang kurang:
(-) Jika belum terbiasa, penempatan tombol power di belakang cukup merepotkan
(-) Hasil kamera video masih kurang
(-) Tidak memiliki tombol beranda/opsi/kembali terpisah sehingga memakan ruang layar