Review LG Optimus L9

Bagi pengguna smartphone Android, pasti sudah tidak asing lagi dengan jajaran keluarga Optimus dari LG. Nah, beberapa waktu lalu, LG membawa masuk Optimus seri L9 untuk pasar Indonesia, dengan USP (Unique Selling Point) berada di fitur penerjemah instan hingga keyboard virtual yang dapat dikostumisasi.
LG secara spesifik menyasar 3 kelas konsumen pada produknya kali ini. Pertama adalah Style Conscious Tech-Savvy Middle-class yakni mereka yang memiliki perhatian lebih terhadap fesyen dan gaya hidup, sesuai dengan desain Optimus L9 yang berkelas. Kemudian YUP alias Young Urban Professional, mereka yang telah meraih sukses di usia muda; serta Socially Connected Users, yang jumlahnya makin banyak saat ini, yakni mereka yang selalu eksis di jejaring sosial.

Desain

Tipis dan lebar. Itulah kesan pertama yang kami rasakan ketika berinteraksi dengan Optimus L9. Dimensinya memiliki perbedaan dengan seri yang dipasarkan di Eropa. Ya, L9 yang dipasarkan di Indonesia memiliki dimensi lebih besar karena jenis kartu SIM yang digunakan juga berbeda, di mana untuk Indonesia menggunakan kartu SIM berukuran standar, bukan microSIM.
Secara sekilas, penampilan L9 nampak seperti Samsung GALAXY S II. Termasuk aksen timbul di sisi belakang, tempat di mana lensa kamera, lampu kilat, speaker dan logo LG berada. Di depan, layar 4.7 inci mendominasi dengan kamera depan di samping kanan logo, speaker, serta tombol fisik home dan tombol sensitif sentuh mengapitnya.

Jack audio 3.5mm seperti biasa diletakkan di atas agar Anda tetap dapat menghubungkan earphone dengan mudah saat ponsel dimasukkan ke dalam saku celana. Selain itu, terdapat pula mikrofon sama seperti di sisi bawah yang bersebelahan dengan port micro USB. Dua mikrofon ini berguna untuk menghasilkan suara stereo saat Anda merekam video. Sementara di sisi kanan Anda dapat mengakses tombol daya, dan kontrol volume di sisi kiri.

Menariknya, letak slot microSD dan kartu SIM kami rasa agak “terbalik”. Jika biasanya slot microSD bersifat hot swap sementara untuk mengakses slot kartu SIM Anda harus membuka baterai terlebih dahulu, maka tidak demikian pada L9. Anda dapat dengan mudah mengeluarkan serta menyisipkan kartu SIM meski ponsel dalam keadaan menyala.

svg%3E

Fitur

Cukup banyak fitur yang dibenamkan dalam L9. Selain fitur standar seperti Alarm/Clock, Application Manager, Calculator, Calendar, File Manager, File Share, FM Radio, Maps, Memo, Navigation, News, Remote Call Service, SmartShare, SmartWorld hingga Software Update, L9 juga menyertakan beberapa fitur unggulan yang menjadi nilai jual utama seri ini.

Mari kita mulai dari DioDict, kamus Korea-Inggris. Aplikasi kamus sebenarnya dapat ditemukan di Google Play Store, namun karena ini merupakan bawaan pabrik, maka jauh lebih powerful. Bagi Anda yang sedang belajar bahasa Korea, atau sedang berlibur maupun berpergian ke negeri Ginseng tersebut, aplikasi ini kami pastikan akan sangat berguna bagi Anda.

Berikutnya adalah QTranslator. Juga merupakan aplikasi penerjemah, namun Anda akan mendapatkan pengalaman lebih baik dari aplikasi lainnya berkat antarmuka penggunaan yang mudah. Anda tinggal mengatur bahasa apa yang ingin Anda terjemahkan, lalu bidik kamera Anda ke arah kata atau kalimat yang dimaksud, maka arti kata tersebut dapat diintip di bagian bawah. Tak perlu repot mengetik, semudah bidik dan tunggu.

QTranslator memiliki database bahasa yang cukup banyak, total sekitar 44 bahasa yang didukung termasuk Bahasa Indonesia tentunya. Anda tinggal memilih apakah sistem menerjemahkan kata per kata atau sebaris kata (kalimat) sekaligus. Jika Anda sedang berpergian ke luar negeri lalu menemukan petunjuk jalan maupun menu makanan yang tak dimengerti, QTranslator akan membantu Anda namun dengan catatan penting: selama Anda terhubung dengan jaringan internet.

svg%3E

Keyboard virtual pada L9 juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan Anda. Jika senang mengetik dalam posisi portrait (tegak) dengan satu tangan, maka Anda bisa mengatur letak keyboard tersebut apakah lebih condong ke kanan untuk mengetik menggunakan ibu jari kanan, atau ke kiri untuk Anda yang kidal. Jika mengetik lanskap atau horizontal menjadi pilihan, maka Anda bisa membagi dua letak keyboard agar lebih terjangkau dengan kedua ibu jari Anda, hanya dengan menggesernya ke arah berlawanan dari tengah keyboard. Namun selain mengetik, Anda juga dapat menggunakan dictaphone yang meski masih belum mendukung Bahasa Indonesia, namun sudah dapat menerjemahkan perkataan kita dengan cukup baik.

Fitur yang cukup menarik lainnya adalah QuickMemo. Dengan fitur ini, Anda dapat memberi catatan pada apa yang tertampil pada layar dengan cara melakukan screenshot terlebih dahulu (tekan tahan tombol power dan tombol volume bawah atau tombol home di bawah layar secara bersamaan), maupun langsung dari layar yang dimaksud dengan menggulir bar notifikasi lalu pilih QuickMemo dari peluncur cepat (jika belum ada, bisa Anda kostumisasi terlebih dahulu). Berbagai jenis “alat tulis” maupun warna bisa dipilih.

svg%3E

Kemudian ada Backup, yang memungkinkan Anda untuk menyimpan segala data termasuk aplikasi dan bookmarks ke dalam microSD sehingga ketika Anda menjual ponsel Anda dan membeli smartphone Android LG yang baru, maka semua data tersebut bisa Anda kembalikan. Jadi meski ponsel Anda baru, namun berbagai aplikasi, pengaturan dan data lainnya layaknya ponsel lama.

Terakhir adalah LG Tag+ yang memanfaatkan teknologi NFC alias Near Field Communications yang tertanam di L9. Dengan fitur ini, Anda dapat menyesuaikan profil di L9 dengan mudah sesuai tempat Anda berada. Anda hanya membutuhkan kartu RFID tag yang telah diprogram lalu dekatkan atau tempelkan sisi belakang L9 ke kartu tersebut. Sayang, karena pada unit review yang kami terima tidak dilengkapi dengan aksesoris tersebut, maka kami tidak dapat mengulas fitur ini lebih jauh.

Performa

Selama menggunakan Optimus L9 sekitar 2 minggu, saya merasa performa keseluruhan ponsel ini cukup memuaskan untuk semua tugas, baik untuk browsing, mengetik pesan, telepon, menonton film, serta mendengarkan musik. Hasil benchmark menggunakan Quadrant Professional mendukung hal tersebut. Dengan raihan poin 3193, L9 berhasil menduduki posisi ketiga dari 9 perangkat, di bawah HTC One X dan Asus Transformer Prime. Sementara AnTuTu agak “sadis” karena dengan bekal poin 5384, L9 hanya berada di posisi 12 dari total 13 device!

Layar L9 yang berukuran 4,7 inci memang cukup lebar. Benchmark menggunakan Multitouch Tester menunjukkan 10 poin sentuhan secara bersamaan dengan perbandingan 5 berwarna dan 5 lainnya abu-abu gelap. Dengan teknologi IPS Display, Anda tetap dapat menikmati tampilan yang tajam baik di dalam maupun luar ruangan, tentunya dengan mengatur kecerahan layar yang sesuai.

Sayangnya, L9 tidak memiliki pengaturan tingkat kecerahan layar otomatis karena absennya sensor yang dibutuhkan di bagian depan. Namun jangan khawatir, sensor untuk mematikan layar saat Anda mendekatkan ponsel ke telinga untuk menelepon tetap tersedia, dengan mengandalkan lensa kamera depan. Jadi bisa dikatakan, saat Anda menelepon tanpa menggunakan speaker atau handsfree, kamera depan L9 otomatis aktif.

Memutar lagu serta menyaksikan video HD maupun Full HD dapat dilakukan dengan lancar, tanpa hambatan. Sementara saat diajak bermain game, dalam ponsel yang kami review sudah terinstal Angry Birds Star Wars serta Zombie besutan Gameloft. Performa saat kami bermain game keluaran Rovio terasa baik-baik saja, namun tidak dengan Zombie yang sering mengalami lag ketika menggunakan layar sentuhnya. Alhasil, serombongan zombie haus darah pun berhasil meraih karakter utama lebih cepat. Tentunya ada kemungkinan hal ini juga bisa disebabkan oleh game tersebut.

svg%3E

Nah, untuk hasil kamera baik dalam mengambil foto maupun video, LG sudah membekali lensa 5MP di sisi belakang dengan sebuah lampu kilat, serta opsi edit foto standar Android. Selengkapnya bisa Anda lihat pada galeri berikut ini.

Foto
Kamera belakang
Optimus L9 photo sample
Optimus L9 photo sample 2
Optimus L9 photo panorama

Daya tahan baterai Optimus L9 juga terasa memuaskan. Dengan kapasitas daya 2150mAh dengan dukungan SiO+, Anda bisa mendapatkan tenaga hingga 6% lebih besar ketimbang baterai biasa. Atau jika diterjemahkan dengan penggunaan harian, Anda bisa memakai L9 sejak pagi berangkat ke kantor hingga pulang di malam hari. Tentu ini juga ditentukan oleh kebiasaan Anda menggunakan ponsel. Semakin aktif berInternet atau menelpon misalnya, baterai akan semakin cepat habis. Sepanjang pengujian kami, untuk penggunaan normal (Internet aktif, menelpon dan memotret sesekali), Optimus L9 mampu bertahan seharian.

Kesimpulan
svg%3E
Secara umum, kami cukup merasa puas dengan desain maupun kinerja Optimus L9. Apalagi berbagai fitur bawaan yang disertakan mampu membantu penggunanya yang sering berpergian ke mancanegara maupun senang mengetik panjang menggunakan keyboard virtual. Fitur QTranslator tersebut juga dapat ditemukan di LG Optimus Vu: yang telah kami ulas sebelumnya. Kekurangan di sektor layar sentuh saat bermain game yang membutuhkan banyak multitouch seperti Zombie, semoga tidak ditemukan pada versi rilis atau jualnya. Lalu berapa Optimus L9 dipasarkan? LG menjual Optimus L9 di kisaran 3,4 juta rupiah. Menilik kembali fitur dan kualitas L9, sepertinya ini harga yang cukup pantas.

Yang Canggih:
(+) Desain berkelas
(+) Baterai hemat
(+) Kamera mumpuni
(+) Performa keseluruhan cukup baik
(+) QTranslator dan QuickMemo berfungsi amat baik

Yang Kurang:
(-) Respons layar agak kurang saat bermain game multitouch cepat

Verified by MonsterInsights