NVIDIA resmi mengumumkan DGX Station for Windows di ajang GTC Taipei, Juni 2026. INi adalah superkomputer AI berukuran ringkas yang bisa ditaruh di atas meja kantor biasa. Kelebihan utama workstation ini terletak pada kemampuannya yang bisa menjalankan model AI hingga 1 triliun parameter secara lokal, di sistem operasiWindows.
Selama ini, AI bekerja di server Linux. Berbagai tugas mulai training model, inferensi skala besar, hingga pengembangan AI agent hanya bisa berjalan di server Linux di dalam data center. Sementara itu, sebagian besar tim di perusahaan Fortune 500 tetap bekerja di Windows setiap harinya. Ada masalah di sini dan DGX Station for Windows menjadi upaya konkret NVIDIA dan Microsoft untuk menyelesaikannya.
Spesifikasi Utama
DGX Station for Windows ditenagai NVIDIA GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip. Ini adalah satu chip yang menggabungkan GPU Blackwell Ultra dengan CPU Grace 72-core lewat interkoneksi NVLink-C2C. Hasilnya adalah sistem dengan 748 GB coherent memory dan performa AI mencapai 20 petaflops FP4.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Superchip | NVIDIA GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip |
| CPU | NVIDIA Grace™, 72 core |
| GPU | NVIDIA Blackwell Ultra (terintegrasi dalam superchip) |
| Interkoneksi CPU-GPU | NVIDIA NVLink™-C2C |
| Memory | 748 GB coherent memory |
| Performa AI | 20 petaflops FP4 |
| Networking | NVIDIA ConnectX®-8 SuperNIC™, hingga 800Gb/s |
| OS | Windows (Linux tetap bisa lewat WSL) |
| GPU Opsional | NVIDIA RTX PRO™ 6000 Blackwell Workstation GPU |
| Ketersediaan | Q4 2026 |
Apa Saja yang Bisa Dilakukan?
NVIDIA memetakan DGX Station for Windows ke lima skenario kerja utama:
1. Menjalankan AI Agent dalam Jumlah Banyak Sekaligus
Ini yang paling menarik perhatian: perangkat ini bisa menjalankan ratusan AI agent secara bersamaan, masing-masing terhubung langsung ke aplikasi Windows yang sudah ada. Bukan chatbot — tapi agent yang benar-benar bekerja mandiri, memahami tools desain 3D, mengotomasi tugas berulang, dan tidak perlu diawasi setiap langkahnya.
2. Melatih dan Fine-Tune Model AI Besar
Developer bisa melakukan pretraining dan fine-tuning model besar langsung dari Windows. Untuk yang butuh toolchain Linux seperti PyTorch atau CUDA, akses ke Linux tetap tersedia lewat WSL — jadi tidak ada yang hilang.
3. Data Science Tanpa Bottleneck Pindah-pindah Data
Dengan 748 GB coherent memory, dataset besar bisa langsung dimuat ke memori tanpa harus dipindah-pindah antara storage dan GPU. Proses dari data preparation sampai model training jadi jauh lebih cepat.
4. Menjalankan Model Besar Secara Lokal
DGX Station for Windows bisa menjalankan model AI hingga 1 triliun parameter tanpa koneksi ke cloud sama sekali. Data tidak keluar, latensi lebih rendah, dan tidak ada biaya inferensi per token ke provider eksternal.
5. Physical AI — Komputasi Sekaligus Visualisasi
Kalau ditambah NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell Workstation GPU sebagai aksesori, perangkat ini bisa menggabungkan komputasi AI berat dengan ray-traced rendering dalam satu unit. Cocok untuk pengembangan robotika, simulasi fisik, dan skenario di mana AI perlu “melihat” lingkungan virtual sebelum diterapkan ke dunia nyata.
Keamanan: NVIDIA OpenShell
NVIDIA membangun OpenShell — runtime open source untuk menjalankan AI agent secara aman. Cara kerjanya: setiap agent dapat sandbox terisolasi sendiri. Kebijakan keamanan diterapkan di level sistem operasi, bukan lewat instruksi teks kepada si agent.
Artinya agent tidak bisa keluar dari batasnya, tidak bisa ubah kebijakan keamanan, dan tidak bisa bocorkan data ke luar sandboxnya — bukan karena “diminta tidak melakukan itu”, tapi karena secara teknis memang tidak bisa.
Untuk tim IT perusahaan, ini juga berarti DGX Station masuk ke dalam manajemen fleet Windows yang sudah ada — update, deployment, compliance — semua lewat tools Microsoft yang sudah dikenal.
Networking: ConnectX-8 SuperNIC
Di dalam DGX Station for Windows sudah tertanam NVIDIA ConnectX-8 SuperNIC dengan dukungan bandwidth hingga 800Gb/s. Ini memungkinkan transfer data AI yang sangat cepat ke jaringan, dan kalau dibutuhkan, beberapa unit DGX Station bisa dihubungkan untuk workload yang lebih besar dari kapasitas satu unit.
Siapa yang Jual dan Kapan Tersedia?
DGX Station for Windows akan tersedia pada Q4 2026 lewat enam mitra: ASUS, Dell Technologies, GIGABYTE, HP, MSI, dan Supermicro. Harga belum diumumkan — tapi mengingat kelas hardware-nya, ini jelas bukan pembelian consumer biasa.
NVIDIA dan Microsoft juga mengumumkan RTX Spark bersamaan — superchip untuk laptop tipis dan PC mini, ditujukan untuk pengguna individual. DGX Station for Windows ada di ujung yang lain: infrastruktur bersama untuk tim atau divisi.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu NVIDIA DGX Station for Windows?
DGX Station for Windows adalah superkomputer AI berukuran deskside buatan NVIDIA yang berjalan di Windows. Ditenagai GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip dengan 748 GB coherent memory dan performa 20 petaflops FP4, perangkat ini bisa menjalankan model AI hingga 1 triliun parameter dan ratusan AI agent langsung dari meja kerja — tanpa harus tersambung ke server cloud.
Kapan DGX Station for Windows tersedia dan di mana bisa dibeli?
Dijadwalkan tersedia Q4 2026 lewat ASUS, Dell Technologies, GIGABYTE, HP, MSI, dan Supermicro. Harga resmi belum diumumkan. Untuk Indonesia, pantau ASUS Indonesia dan Dell Indonesia untuk update ketersediaan dan harga.
Apa manfaat DGX Station for Windows untuk bisnis di Indonesia?
Tim AI bisa melatih, fine-tune, dan menjalankan model besar secara lokal — data tidak keluar ke cloud, latensi lebih rendah, dan tidak ada tagihan cloud bulanan untuk inferensi. Relevan terutama untuk perusahaan yang punya data sensitif atau beban kerja AI yang berjalan terus-menerus.
Bisakah DGX Station for Windows dipakai sebagai server bersama satu tim?
Bisa. Satu unit bisa jadi dedicated machine untuk satu developer, atau shared compute node untuk seluruh tim. Dengan ConnectX-8 SuperNIC yang mendukung bandwidth hingga 800Gb/s, beberapa unit pun bisa dihubungkan untuk workload yang lebih besar.
Apa bedanya DGX Station for Windows dengan RTX Spark?
RTX Spark adalah superchip untuk laptop tipis dan PC mini — untuk satu orang, penggunaan sehari-hari. DGX Station for Windows adalah server AI di meja kantor — untuk tim, dengan kemampuan menjalankan model dan agent jauh di atas kapasitas RTX Spark. Keduanya dari NVIDIA dan Microsoft, tapi menarget kebutuhan yang sangat berbeda.





