Huawei Watch GT Runner 2 dipastikan akan segera hadir di Indonesia. Lewat jam tangan pintar ini, Huawei kembali membuktikan kepiawaiannya mengembangkan jam tangan pintar khusus untuk para pelari. Berikut ulasan singkat kami saat mencoba Huawei Watch GT Runner 2 beberapa waktu lalu.

Desain lebih ringan
Dirancang untuk para pelari Huawei Watch GT Runner 2 mengusung desain yang sporty. Kesan premium cukup menonjol dengan material bodi titanium dan bezel logam. Dengan diameter bodi 43.5mm jam tangan pintar ini juga tidak terlalu besar. Masih bisa digunakan di pergelangan tangan pria dan wanita.

Saat mencoba menggunakannya, jam tangan pintar ini terasa ringan. Bobotnya di angka 34.5 gram. 10% lebih ringan dari generasi pertamanya. Bodinya yang setebal 10.7 mm juga cukup ramping. Secara keseluruhan dimensinya tersebut sangat nyaman digunakan untuk berolahraga atau menemani aktivitas sehari-hari.

Smartwatch ini semakin nyaman digunakan dengan opsi strap dari silikon atau strap AirDry woven yang sangat ringan. Strap yang dikembangkan Huawei ini mengusung desain berongga. Jadi, bisa meningkatkan sirkulasi udara hingga 25%,9 untuk secara efektif menyerap keringat dan kelembapan. Untuk pilihan warna strap ada Dusk Blue, Dawn Orange, dan Midnight Black.

Untuk layarnya, Huawei Watch GT Runner 2 mengusung panel layar AMOLED 1.32 inci. Tingkat kecerahan puncak layarnya mencapai 3000 nits. Masih terlihat cukup jelas di kondisi pencahayaan siang hari yang terik. Sebagai tambahan layarnya tersebut juga diperkuat dengan lapisan Kunlun Glass.
Fitur khusus para pelari
Huawe Watch GT Runner 2 dikembangkan Huawei bersama legenda pelari maraton dan peraih dua medali emas olimpiade, Eliud Kopchoge.
Jadi, tidak perlu heran jika di jam tangan ini bisa ditemukan fitur yang dirancang khusus untuk para pelari. Fitur yang menjadi sorotan adalah Intelligent Marathon Mode. Fitur pertama di dunia untuk jam tangan pintar ini menawarkan kemudahan untuk memantau perkembangan dan performa latihan serta target yang ingin dicapai.

Saat latihan berlari, pengguna bisa mendapatkan panduan pace secara real-time, pengingat asupan energi, dan smart companion yang menunjukkan apakah Anda lebih cepat atau tertinggal dari target jarakmu.
Setelah itu pengguna bisa mendapatkan ringkasan pasca-lomba yang detil, termasuk pencapaian target, dan performa keseluruhan. Lewat fitur Marathon Event Assistant, pengguna juga dimungkinkan untuk memilih jadwal ajang Marathon yang akan diikuti. Dengan begitu akan lebih mudah dalam menyusun strategi dan program latihan.
Seperti jam tangan pintar Huawei yang lain, di Watch GT Runner 2 juga tersedia lebih dari 100 mode olahraga. Seperti misalnya Golf, Pilates, Sepeda, Yoga, Trail Run, dan Freediving yang sanggup hingga kedalaman air 40 meter.
Pemosisian akurat

Fitur kedua yang juga menarik adalah kemampuan pelacakan dan pemosisian lebih akurat. Berkat fitur 3D floating antenna, Watch GT Runner 2 mampu menawarkan pemosisian dengan kemampuan yang 3.5x kali lebih baik dari generasi pertamanya. Sekalipun di tempat yang sulit dijangkau sinyal GPS. Dengan mengusung Satelit dual-band pengguna juga bisa berlari tanpa perlu lagi membawa smartphone.
Sensor Tru-Sense
Sensor Tru-Sense andalan Huawei juga bisa ditemukan di jam tangan pintar ini. Pengguna bisa melacak olahraga dan kebugaran tubuh harian mengandalkan serangkaian sensor yang mencakup detak jantung, kadar oksigen dalam darah, ECG, laju pernapasan, stress dan pola tidur.

Lalu bagaimana dengan baterainya? Dengan penggunaan yang relatif yang singkat, kami memang belum mencoba ketahanan baterainya lebih lanjut. Namun, untuk penggunaan harian yang tidak terlalu intens ketahanan baterainya diklaim bisa hingga 14 hari.
Kesimpulan
Fitur Intelligent Marathon Mode yang tidak ada di smartwatch manapun dan pemosisian yang sangat akurat menjadikan jam tangan pintar ini berhasil naik kelas dari generasi sebelumnya.
Secara keseluruhan kesan kami sangat positif saat mencoba Huawei Watch GT Runner 2 di sesi yang singkat ini. Desainnya yang premium dan lebih ringan terbukti nyaman digunakan untuk olahraga. Sistem navigasinya juga bisa melacak dan mengunci posisi pengguna dengan sangat cepat.
Mungkin bagi sebagian orang ada yang kurang cocok dengan strap bawaannya. Kembali soal selera, hal tersebut menurut kami tidak menjadi masalah besar. Pasalnya, strap tersebut bisa dengan mudah diganti sesuai dengan selera masing-masing pengguna.
Belum ada informasi lebih lanjut harga jualnya nanti di Indonesia. Kendati demikian, Huawei sudah membuka pre-order dengan beragam penawaran hadiah gratis yang menarik seperti voucher early bird senilai 100 ribu Rupiah, satu tahun berlangganan Huawei Health, satu tahun garansi tambahan, dan tumbler stainless steel.

