Review Nokia C3

svg%3E
5.4
Cek Harga

Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa-siswi di Indonesia melangsungkan kegiatan belajar secara online dari rumah. Itu artinya, kebutuhan untuk terus terhubung dengan koneksi internet akan terus meningkat dan berbanding lurus dengan permintaan terhadap smartphone yang terjangkau. Melihat adanya peluang yang menggiurkan di pasaran, HMD Global memutuskan untuk memboyong Nokia C3 ke Tanah Air.

HMD Global memang tidak menyebut secara spesifik bahwa Nokia C3 ditujukan untuk sekolah online. Tapi dengan komposisi hardware yang diusungnya, jelas ponsel yang satu ini hanya menargetkan untuk penggunaan ringan sehari-hari. Penasaran apakah harga Rp1.599.000 pada Nokia C3 merupakan banderol yang layak untuk bersaing di tengah kompetisi yang ketat? Yuk, langsung saja simak!

Desain Nokia C3

Banyak yang beranggapan bahwa build quality menjadi kelebihan utama yang selalu ditawarkan oleh semua ponsel Nokia. Untuk opini yang satu ini, boleh jadi kami cukup setuju. Sebagai produk entry-level, Nokia C3 tampil solid. Sensasi genggamannya mantap dan tidak terasa murahan.

svg%3E

Tapi apakah itu artinya kualitas rancang bangun Nokia C3 lebih baik dari semua smartphone di kelas harganya? Tidak juga. Saat ini sudah cukup banyak ponsel 1 jutaan yang desainnya bagus dengan bodi yang tidak kalah kokoh. Jadi, apa yang disajikan Nokia C3 sebenarnya termasuk standar.

svg%3E

Materialnya polycarbonate, sama dengan hampir semua pesaingnya yang ada di pasaran. Meski begitu, ada satu hal dari desain Nokia C3 yang menurut kami tergolong langka di kalangan smartphone masa kini, yakni cover belakang yang bisa dibuka dan baterai yang dapat dilepas.

svg%3E

Tidak banyak yang bisa diceritakan dari tampilan eksterior Nokia C3. Cover belakangnya terlihat minimalis dengan hanya diisi oleh logo Nokia, sensor sidik jari, dan sebuah kamera yang ditemani lampu flash. Di bagian depan, layar 5,99 inci dikelilingi bezel yang lumayan tebal terutama pada bagian atas dan dagunya.

svg%3E

Karena back cover-nya bisa dilepas, slot dual-SIM dan microSD pun bisa langsung Anda akses tanpa membutuhkan SIM ejector. Untuk port, Nokia C3 masih mengandalkan interface microUSB.

Layar Nokia C3

Seperti disebutkan di atas, Nokia C3 dibekali layar berukuran 5,99 inci. Panelnya IPS dengan resolusi HD+ saja. Sekilas gambar yang ditampilkan masih tampak lumayan tajam dengan sajian warna yang juga cukup baik. Untuk menikmati konten sehari-hari di dalam ruangan masih memadai.

svg%3E

Sayangnya lain cerita ketika membawa ponsel ini ke outdoor, terutama di bawah sinar matahari yang terik. Tingkat kecerahan layar Nokia C3 kurang ideal dan lapisan kacanya terlalu reflektif sehingga membuat kami kesulitan untuk melihat konten yang ditampilkan.

Sistem operasi Nokia C3

Nokia C3 mengadopsi sistem operasi Android 10 dengan user interface khas stock Android alias Android murni. Kami belum menemukan informasi apakah smartphone ini masuk dalam program Android One atau tidak. Yang jelas, tidak ada kepastian soal update ke Android 11.

Anda masih akan menemukan beberapa bloatware, meski jumlahnya sedikit. Fitur-fitur bawaan khas Android 10 tetap tersedia. Sebut saja Dark Mode, Focus Mode, dan sebagainya. Seolah ingin menjadikannya sebagai ciri khas smartphone Nokia, Nokia C3 kembali diberikan tombol yang terdedikasi khusus untuk memanggil Google Assistant.

Kamera Nokia C3

svg%3E

Sejak awal melakukan pengujian kami memang tidak berharap banyak pada kamera Nokia C3. Dengan bekal sensor tunggal 8 megapixel f/2.0 di belakang dan 5 megapixel di depan untuk selfie, menurut kami kamera pada ponsel ini lebih ideal untuk kebutuhan seperti video call saja.

Respon kameranya lambat, ketajamannya kurang, dynamic range-nya pas-pasan, dan reproduksi warnanya hampir selalu tidak akurat. Menurut kami, memotret dengan Nokia C3 membutuhkan intensitas cahaya yang benar-benar tepat. Tidak boleh terlalu terang, apalagi gelap. Harus pas.

Hasil foto Nokia C3 mode auto (2)

svg%3E

Hasil foto Nokia C3 mode auto (3)

Hasil foto Nokia C3 mode auto (1)

Hasil foto Nokia C3 mode auto (4)

Hasil foto Nokia C3 mode auto (7)

Kondisi cahaya yang terlalu terang akan membuat saturasi warna menjadi belerbihan dan berpotensi terjadi over exposure. Sementara di lokasi yang minim cahaya, gambar yang ditangkap cenderung blur. Kalau komposisi cahayanya pas, terkadang masih memungkinkan untuk menghasilkan gambar yang layak untuk Anda pamerkan ke media sosial.

Hal yang sama juga berlaku untuk kamera depannya. Selfie di lokasi outdoor dengan cahaya yang melimpah tidak memastikan hasil fotonya akan bagus. Terkadang kami harus mengulang selfie berkali-kali hanya untuk mendapatkan kecerahan dan warna yang lebih pas, tidak over-exposed.

Performa Nokia C3

Layar yang kurang bagus dan kamera yang alakadarnya mungkin masih bisa dimaklumi dari sebuah smartphone 1 jutaan rupiah. Tapi bagaimana kalau sektor performa ternyata juga tidak memuaskan? Itulah yang kami rasakan selama menggunakan Nokia C3.

Jangan salah sangka. Memuaskan yang kami maksud di sini adalah untuk pemakaian standar sehari-hari saja seperti chatting dan media sosial. Kami sama sekali tidak berharap Nokia C3 asyik untuk main game. Dan sayangnya, untuk kebutuhan yang ringan pun kinerjanya tidak mulus.

Nokia C3 menggunakan chipset Unisoc SC9863A 28nm octa-core. Ya, fabrikasinya masih 28nm. Mungkin HMD Global punya alasan khusus dalam memilih chipset ini, dibanding Qualcomm atau MediaTek. Yang pasti, chipset tersebut ditemani RAM 2 GB dan storage internal 16 GB.

Sebelum membahas performanya, perlu kami garisbawahi dulu bahwa dengan storage 16 GB, 11 GB-nya sendiri sudah terpakai untuk sistem operasi Android 10. Yang bisa Anda gunakan untuk mengunduh aplikasi dan menyimpan file kurang lebih hanya 5 GB. Untungnya ada slot microSD jika Anda butuh ruang ekstra.

Lalu, bagaimana dengan performanya? Cenderung lambat. Pada awal penggunaan saja sudah terasa kurang gesit. Begitu kami mulai menambahkan dan login ke beberapa aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram, kinerjanya semakin terasa kurang responsif terutama ketika ada lebih dari dua aplikasi yang masih terbuka (belum ditutup dan berjalan di background). Transisi antar halaman dan perpindahan aplikasi pun tidak sesuai harapan kami.

Mungkin akan lebih ideal jika Nokia C3 mengadopsi sistem operasi Android Go Edition saja yang jauh lebih ringan. Aplikasi yang didesain khusus untuk Go Edition pun umumnya tidak bikin beban kinerja lebih berat dan menghabiskan memori yang lebih sedikit. Walaupun bisa jadi secara fungsi Go Edition tidak selengkap Android 10 standar.

Baterai Nokia C3

Nokia C3 hadir dengan baterai berkapasitas 3.040 mAh. Awalnya karena bobot ponsel ini lumayan berat dan dimensinya juga cukup lebar, kami mengira kapasitas baterainya lebih besar, bukan ‘hanya’ 3.040 mAh saja. Untuk gaya pemakaian casual Nokia C3 mampu diajak beraktivitas pagi hingga sore atau malam hari. Fast charging? Tidak ada.

svg%3E

Kesimpulan

Jujur saja agak sulit bagi kami untuk merekomendasi Nokia C3 sebagai target belanja Anda, bahkan untuk yang kebutuhannya hanya sekadar chatting, media sosial, dan sekolah online sekalipun. Namun apabila Anda adalah penggemar berat brand Nokia atau mungkin kangen dengan ponsel yang baterainya bisa dilepas dan diganti baterai lain ketika daya habis di tengah jalan, bisa jadi Nokia C3 cocok untuk Anda.

Kelebihan Nokia C3:

  • Nyaman digenggam dan tidak licin
  • Android murni
  • Back cover dan baterai bisa dilepas (?)
  • Ada sensor sidik jari

Kekurangan Nokia C3:

  • Performa lambat, jauh tertinggal dari para pesaingnya bahkan yang harganya lebih murah
  • Layar reflektif dan kurang terang di bawah sinar matahari
  • Kamera alakadarnya
  • Harga tidak kompetitif

Nokia C3 ideal untuk: Penggemar berat brand Nokia. Pengguna yang membutuhkan ponsel Android dengan cover belakang dan baterai yang mudah dilepas.

Nokia C3 kurang ideal untuk: Mobile gamer. Pengguna yang gemar memotret dan merekam video. Pengguna yang lebih sering beraktivitas outdoor di bawah sinar matahari yang terik.

svg%3E
Nokia C3
Apabila Anda adalah penggemar berat brand Nokia atau mungkin kangen dengan ponsel yang baterainya mudah dilepas, bisa jadi Nokia C3 cocok untuk Anda
5.4
Cek Harga