Volvo EX90 dan ES90 di GIIAS 2026: Kemewahan Mobil Listrik Skandinavia

Volvo membawa dua andalan mobil elektrifikasinya, SUV listrik flagship Volvo EX90 dan sedan listrik Volvo ES90, ke panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD. Volvo EX90 dipasarkan normal Rp2,6 miliar on the road Jakarta, namun selama GIIAS 2026 dilepas dengan harga promo Rp2 miliar, sementara Volvo ES90 dibanderol Rp2,1 miliar OTR Jakarta. Keduanya jadi representasi Volvo di segmen premium electric mobility sekaligus perayaan 99 tahun perjalanan pabrikan asal Swedia ini.

volvo EX90 Gallery 5

“Saat ini kami melihat bahwa konsumen premium tidak hanya mencari kendaraan listrik, tetapi juga sebuah pengalaman yang selaras dengan gaya hidup mereka. Melalui EX90 dan ES90, kami ingin menunjukkan bagaimana Volvo menggabungkan keselamatan, teknologi, desain khas Skandinavia, dan kenyamanan dalam sebuah kendaraan premium yang tetap berpusat pada manusia,” ujar Ilham Suryo Aldianto, Product Planning Volvo Car Indonesia, dalam siaran pers resmi Volvo.

Filosofi yang diusung Volvo di kedua model ini adalah quiet luxury — interpretasi kemewahan lewat kualitas material dan detail, bukan ornamen berlebihan. Di atas kertas, pendekatan ini berhasil diwujudkan lewat siluet eksterior yang bersih dan kabin yang minimalis. Tapi begitu masuk ke cara kabin ini dioperasikan sehari-hari, ada kompromi yang layak dipertanyakan dari merek yang identik dengan proteksi nyawa penggunanya.

Spesifikasi dan Harga Volvo EX90 dan ES90 di GIIAS 2026

volvo es90 back

Volvo EX90 tampil sebagai SUV listrik tiga baris untuk tujuh penumpang, sementara Volvo ES90 memposisikan diri sebagai sedan listrik penantang BMW i5. Berikut perbandingan spesifikasi kunci keduanya:

SpesifikasiVolvo EX90Volvo ES90
KategoriSUV listrik, 7 penumpangSedan listrik full-size
Baterai111 kWh92 kWh (NMC)
Jarak tempuh (WLTP)Hingga 600 kmHingga 651 km
Fast charging DC250 kW, 10–80% dalam ~30 menit350 kW, 10–80% dalam ~22 menit
Tenaga402 hp (Twin Motor) / 510 hp (Twin Motor Performance)329 hp / 245 kW
Layar infotainment14,5 inci, Google built-in14,5 inci, Google built-in
Harga OTR JakartaRp2 miliar (promo GIIAS 2026), normal Rp2,6 miliarRp2,1 miliar

Baterai berkapasitas besar dan fast charging yang cepat (kemampuan mengisi daya dalam waktu singkat lewat arus listrik searah berdaya tinggi) berarti pengemudi tidak perlu terlalu sering mampir ke stasiun pengisian untuk perjalanan jauh. Volvo ES90 unggul di sini berkat arsitektur kelistrikan 800 volt yang dipakai sejak awal produksi, sementara Volvo EX90 baru mendapat pembaruan dari sistem 400 volt pada September tahun lalu.

Kabin Quiet Luxury Volvo EX90 dan ES90: Minimalis lewat Layar Sentuh Vertikal 14,5 Inci

volvo EX90 interior

Baik Volvo EX90 maupun ES90 memusatkan hampir seluruh kontrol kabin ke layar sentuh vertikal 14,5 inci di tengah dasbor, didampingi panel instrumen digital 9 inci di balik kemudi. Secara visual, pendekatan ini menciptakan kesan rapi bak ruang tamu Skandinavia — nyaris tanpa tombol fisik yang mengganggu garis desain.

Volvo EX90 juga dibekali sensor, kamera, radar, dan sistem bantuan pengemudi atau ADAS (fitur elektronik yang membantu mengemudi lebih aman, seperti pengereman darurat otomatis dan peringatan tabrakan) generasi terbaru. Hasilnya konkret: EX90 meraih skor 92 persen untuk perlindungan penumpang dewasa dan 93 persen untuk perlindungan anak dalam pengujian Euro NCAP, lembaga independen yang menguji keselamatan tabrakan mobil di Eropa.

Ada Google di Volvo EX90 dan ES90

volvo es90 electric features displayAndConnectivity 2 1x1 2

Kedua model ini mengandalkan sistem operasi Google built-in (Android Automotive yang tertanam langsung di kendaraan, bukan sekadar proyeksi dari ponsel seperti Android Auto) untuk mengoperasikan Google Maps, Google Assistant, dan aplikasi dari Google Play. Pembaruan perangkat lunak dilakukan secara over-the-air, jadi tidak perlu ke bengkel untuk mendapat fitur atau perbaikan terbaru.

Kemampuan memanggil rute Google Maps secara presisi dan merespons perintah suara sehari-hari terbukti sangat praktis dipakai. Tapi utilitas ini datang dengan tagihan tak kasat mata. Untuk mendapatkan respons yang cerdas, sistem ini secara konstan menyerap data telemetri, kebiasaan mengemudi, dan riwayat lokasi ke ekosistem Google. Bagi sebagian pengguna, ini bisa mengganggu mengingat kita tidak punya kendali penuh atas data yang diberikan ke Google dari aktivitas kita di mobil. Namun hal ini perlahan menjadi standar tak tertulis di industri otomotif modern, bukan cuma di Volvo EX90 dan ES90.