Mobile GadgetReviewSmartphone

Review Vivo V9: Smartphone Android Layar Poni Pertama di Indonesia

Cek Harga

Smartphone dengan layar berponi yang dipopulerkan oleh iPhone X bisa dipastikan akan menjadi tren di tahun 2018 ini. Terbukti, beberapa nama besar di ranah smartphone Android seperti Oppo, Vivo, Asus, dan Huawei sudah menyiapkan jagoannya masing-masing.

Di Indonesia, Vivo V9 berhasil mendahului para pesaingnya dengan menjadi smartphone layar poni pertama yang dijual secara resmi. Statusnya sebagai yang pertama bisa jadi membuat Vivo begitu percaya diri V9 bakal mendapat sambutan yang positif dari masyarakat.

Bukti kepercayaan diri mereka ditunjukkan lewat sebuah acara peluncuran yang megah di Borobudur. Namun apakah semua kemegahan itu juga mencerminkan V9 sebagai smartphone yang memang menarik di kelasnya? Simak ulasan lengkapnya:

Desain modern

Sekilas, Vivo V9 masih mengusung kerangka bodi yang sama dengan pendahulunya, V7+. Hanya saja, karena kini layarnya berponi, dari depan Anda akan langsung melihat perbedaan yang cukup signifikan.

Bagian depan Vivo V9 nyaris didominasi seluruhnya oleh layar. Rasio screen-to-body dari smartphone ini terbilang impresif, yakni mencapai 90 persen! Artinya, bezel di sekitar layar amat tipis dan membuat dimensi secara keseluruhan menjadi ramping.

Padahal, Vivo V9 menggunakan layar berukuran 6,3 inci. Ukuran yang terbilang cukup besar untuk sebuah smartphone. Namun berkat bezelnya yang tipis, saya hampir tidak percaya ini adalah smartphone berlayar 6,3 inci. Menurut saya, V9 adalah smartphone yang cukup mudah digenggam dan dioperasikan dengan satu tangan.

Pada bagian notch atau poninya, Vivo menanamkan earpiece, kamera depan, dan sensor. Sedangkan di bawah layar, smartphone ini masih memiliki dagu yang ukurannya tidak terlalu besar. Anda tak akan menemukan tombol kapasitif yang menandakan tombol Home, Recent Apps, dan Back berada di dalam layar.

Bagi saya tampilan depan Vivo V9 terlihat amat menawan. Kehadiran poni di bagian atas layar benar-benar memberikan nuansa yang modern alias kekinian. Menjadi yang pertama pun memberikan nilai plus tersendiri bagi Vivo, setidaknya sampai Oppo, Asus, atau Huawei meluncurkan produknya di Indonesia.

Meski saya cukup menyukai tampilan depan dari Vivo V9, lain cerita untuk bagian belakangnya. Penggunaan bahan polycarbonate dengan finishing glossy belum mampu membawa kesan premium. Apalagi dengan frame-frame berwarna emas yang menghiasi sekeliling kamera, sensor sidik jari, dan logo Vivo yang menurut saya kurang sedap dipandang.

Bagian belakang ini juga sangat mudah kotor oleh sidik jari. Untungnya bisa diatasi dengan memasang casing tambahan yang sudah disediakan pada paket penjualannya. Soal ketebalan, Vivo V9 tergolong cukup tipis (7,9mm). Bobotnya pas sehingga nyaman untuk dimasukkan ke saku celana. Sayangnya, sensasi genggamannya kurang mantap dan agak licin. Lagi-lagi solusinya adalah memasang casing.

Catatan: Selain warna Black dan Gold, Vivo saat ini tengah menyiapkan penjualan dari V9 Cool Blue Limited Edition. Menurut saya, varian warna biru tersebut jauh lebih menawan dan terlihat premium. Sayangnya jumlah unitnya terbatas dan baru dijual pada akhir April 2018.

Vivo V9 masihmengandalkan interface microUSB yang ditemani lubang speaker dan audio jack 3.5mm di kiri dan kanannya. Anda yang selalu membutuhkan kartu memori tak perlu khawatir, karena smartphone ini memiliki 3 slot, yakni 2 untuk SIM-card dan 1 khusus untuk microSD (bukan hybrid).

Layar bagus: tajam dan kaya warna

Seperti disebutkan di atas, Vivo V9 mengusung layar berukuran 6,3 inci. Aspect ratio-nya khas smartphone berponi, yaitu 19:9. Resolusi layarnya sudah Full HD+, meningkat dibanding V7+ yang hanya memakai layar HD+.

Selain ukurannya besar dan resolusinya tajam, layar ini juga kaya warna. Berbagai konten yang saya saksikan mulai dari foto, video, hingga game terlihat cukup memanjakan mata. Tingkat kecerahan layarnya memang bukan yang terbaik, tapi masih memadai khususnya ketika digunakan di bawah sinar matahari.

Vivo V9 tidak memiliki opsi untuk menyembunyikan poninya. Jika Anda menyaksikan konten secara fullscreen, maka akan ada bagian yang tertutup sedikit oleh poni. Sementara luas layar di kiri dan kanan poni masih mencukupi untuk menampilkan berbagai informasi seperti jam, jaringan, icon terhubung ke WiFi, serta indikator baterai.

Untuk urusan audio, Vivo V9 tidak menawarkan fitur khusus untuk mendongkrak performanya. Kualitas speaker-nya standar saja. Posisinya ada di bawah, yang artinya tidak masalah jika Anda meletakkan V9 di permukaan datar, namun ada kemungkinan tertutup tangan sendiri saat bermain game.

Funtouch OS 4.0 berbasis Oreo

Vivo V9 mengadopsi sistem operasi Funtouch OS 4.0 berbasis Android 8.1 Oreo, alias yang terbaru. Untuk mengakses notifikasi, Anda bisa menarik jendela pada layar dari atas ke bawah, sedangkan untuk membuka Quick Settings, tarik dari bawah ke atas.

Soal fitur bawaannya, Anda akan menemukan Smart Motion yang menawarkan berbagai kemudahan untuk mengakses fungsi lainnya, termasuk Smart Low Volume yang akan menurunkan suara ringtone atau alarm ketika wajah Anda sedang menatap layar.

Ada pula Smart Split untuk membuka dua apps sekaligus di layar, App Clone untuk membuat kloning aplikasi tertentu, dan yang terbaru, Motorbike Mode untuk Anda para pengendara motor yang tidak ingin terganggu selama perjalanan. Mode ini akan menolak panggilan masuk serta merespon SMS secara otomatis.

Sedikit membahas tentang tombol navigasi pada layar, Anda bisa menyembunyikan ketiga tombol tersebut dan menggantinya dengan fungsi gesture. Misalnya, geser ke atas di sisi kanan bawah untuk Back, swipe di tengah sebagai pengganti tombol Home, serta tekan dan tahan di tengah untuk membuka recent apps.

Untuk sistem keamanan, selain sensor sidik jari Vivo juga menyediakan fungsi Face Unlock. Kinerjanya cukup cepat dengan catatan Anda harus berada di kondisi cahaya yang memadai. Terakhir adalah Game Mode. Sama seperti mode serupa di smartphone lain, Game Mode akan meningkatkan pengalaman bermain sembari meminimalisir gangguan seperti panggilan telepon atau notifikasi masuk.

Kamera selfie cukup bagus

Selain layar berponi, inilah fitur andalan lainnya yang dikedepankan oleh Vivo V9. Ya, kamera selfie 24 megapixel f/1.20 dengan dukungan A.I. dan AR Stickers. Fungsi A.I. di sini kurang lebih sama dengan fitur serupa dari brand pesaing, yakni untuk mendeteksi objek foto baik dari segi jenis kelamin, usia, kulit, dan pencahayaan di sekitar.

Tujuannya untuk menyajikan pengaturan kamera yang paling pas agar foto selfie yang dihasilkan memuaskan. Faktanya? Hasil jepretan kamera depan V9 bisa dibilang cukup bagus dan di atas rata-rata, meski menurut saya belum menjadi yang terbaik di kelasnya.

Hasil foto Vivo V9 (2)

Hasil foto Vivo V9 (4)

Hasil foto Vivo V9 (15)

Selama saya mencobanya, kamera selfie ini mampu menangkap gambar dengan tajam baik di kondisi cahaya terang maupun yang agak redup. Sayangnya, hasilnya kurang konsisten. Terkadang saya mendapati hasil foto yang over exposure (terlalu terang). Di kondisi cahaya temaram, detail fotonya seringkali jauh dari kata memuaskan.

Kamera belakang gandanya pun demikian. Agak kurang konsisten. Bekal sensor 13 megapixel yang ditemani kamera kedua 5 megapixel sesungguhnya merupakan perpaduan yang menarik. Hasil tangkapan gambarnya cukup bagus di kondisi cahaya terang, tapi jauh menurun di tempat redup. Sementara efek bokehnya masih dalam taraf lumayan saja. Terkadang ada bagian foto yang tidak rapi. Oh iya, selain kamera belakang, kamera selfie-nya juga bisa ditambahkan efek bokeh.

Hasil foto Vivo V9 (5)

Hasil foto Vivo V9 (10)

Hasil foto Vivo V9 (7)

Secara keseluruhan kamera belakang dan kamera depan Vivo V9 masih sanggup menangkap gambar yang layak untuk Anda pamerkan ke media sosial. Kinerja kameranya juga cepat, termasuk untuk fungsi autofocus-nya. Jika Anda ingin melihat hasil foto Vivo V9 yang lebih lengkap, langsung saja kunjungi akun Flickr Yangcanggih.com.

Performa kurang menarik

Dari sekian banyak hardware yang dibenamkan pada Vivo V9, menurut saya sektor pendukung performalah yang justru terlihat tidak menggiurkan. Smartphone ini dibekali SoC Qualcomm Snapdragon 450 octa-core yang ditemani RAM 4 GB dan memori internal 64 GB.

Apakah itu merupakan komposisi yang buruk? Sama sekali tidak! V9 masih mampu memberikan kinerja yang lancar untuk berbagai kebutuhan. Gaming seperti Mobile Legends, Arena of Valor, dan PUBG Mobile? Bisa, asal diatur ke pengaturan grafis rendah.

Snapdragon 450 menurut saya adalah sebuah SoC yang bagus, hemat daya, dan tergolong baru karena meluncur di 2017 lalu. Akan tetapi, Snapdragon 450 bukan seri yang menarik untuk sebuah smartphone seharga 4 juta rupiah. Apalagi, SoC ini sudah digunakan di V7 dan V7+, artinya tidak ada peningkatan.

Konsekuensinya, jika dibandingkan dengan para pesaingnya saat ini di level harga yang setara, performa Vivo V9 tertinggal di belakang. Untuk lebih menggambarkan seperti apa kemampuan Vivo V9, simak skor dari beberapa aplikasi benchmark berikut ini:

Baterai awet

Vivo V9 hadir dengan baterai yang kapasitasnya belum bisa dibilang spesial, yakni 3260 mAh. Awalnya saya sempat mengira peningkatan resolusi layar dari HD+ ke Full HD+ akan membuat daya tahan baterai V9 lebih rendah dibanding V7+. Untungnya tidak.

Meski mungkin ada perbedaan daya tahan baterai, secara keseluruhan Vivo V9 adalah smartphone yang mampu menemani akvitias Anda seharian penuh. Bahkan untuk pemakaian normal (tanpa banyak nge-game dan memotret), saya sempat menggunakannya hingga 1,5 hari tanpa harus mengisi ulang daya!

Agar lebih jelas, berikut kami sajikan hasil pengujian menggunakan aplikasi PCMark:

Kesimpulan

Sebagai smartphone layar poni pertama yang hadir di Indonesia, Vivo V9 punya keuntungan untuk lebih dulu menggaet hati masyarakat yang terlanjur kepincut dengan desain seperti ini. Terlebih, di acara peluncurannya, Vivo melakukan promosi besar-besaran di 12 stasiun TV.

Tak dapat dipungkiri, desain adalah sektor yang paling saya sukai dari V9. Bukan cuma soal kekinian, Vivo terbukti mampu menciptakan smartphone berlayar besar dalam bodi yang ramping dan bezel super tipis sehingga amat nyaman dioperasikan dengan satu tangan.

Dibanderol Rp3.999.000, Vivo V9 cocok untuk Anda para penggemar selfie yang tidak sabar ingin memiliki smartphone dengan layar poni yang bisa diandalkan untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Yang Canggih:

  • Pertama dengan layar berponi (di Indonesia)
  • Layar tajam dan memanjakan mata
  • Bodi ramping meski layarnya 6,3 inci
  • Kamera selfie cukup oke di beberapa kondisi
  • Daya tahan baterai mantap
  • Triple slot (bukan hybrid)
  • Sudah terpasang pelindung layar dan tersedia soft case di paket penjualan

Yang Kurang:

  • Bodi belum berbahan metal, dan bagian belakang amat mudah kotor oleh sidik jari
  • Terkadang hasil kamera selfie tampak over exposure
  • SoC masih sama dengan pendahulunya, kurang menarik di kelasnya
  • Tidak ada NFC
Spesifikasi Vivo V9
Layar IPS 6,3 inci 19:9 Full HD+
SoC Qualcomm Snapdragon 450 octa-core
RAM 4 GB
Memori internal 64 GB
Kamera belakang 13 megapixel dan 5 megapixel
Kamera depan 24 megapixel f/2.0
Baterai 3260 mAh
Sistem operasi Android 8.1 Oreo
Konektivitas 4G LTE, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth 4.2, A-GPS, GLONASS, microUSB
Fitur Sensor sidik jari, face unlock
Dimensi 154.8 x 75.1 x 7.9 mm (bobot 150 gram)
Harga Rp3.999.000
Vivo V9
Smartphone layar poni dengan kamera selfie yang menarik di kelasnya
Cek Harga

Komentar

Beri komentar

Close