[Hands-On] Sennheiser PXC 550: Wireless Headphone dengan Noise Cancelling yang Mudah Dibawa Bepergian

Untuk urusan wireless headphone alias tanpa kabel, Sennheiser memiliki lini produk yang cukup beragam. Salah satunya adalah PXC 550, headphone yang sudah diperkenalkan pertama kali secara resmi pada pertengahan 2016 lalu.

Nilai jual utama dari Sennheiser PXC 550 adalah menggabungkan antara fungsi wireless dengan fitur adaptive noise cancelling. Seperti apa keunggulannya? Simak ulasan singkat kami:

Desain sederhana tapi elegan

svg%3E

Satu hal yang sangat kami sukai dari PXC 550, selain fitur-fitur canggihnya, adalah desain dan materialnya yang bagus. Sesungguhnya ini adalah penawaran yang cukup wajar karena PXC 550 dibanderol lumayan tinggi.

Ditargetkan untuk para pebisnis yang sering bepergian, PXC 550 menyajikan tampilan yang sederhana tapi elegan. Warna yang dominan adalah hitam dengan sedikit aksen-aksen silver di beberapa bagiannya.

Headband-nya memiliki bantalan yang cukup tebal dan dilapisi bahan kulit sintetis. Bagian earcup-nya juga dibekali bantalan dengan komposisi material yang kurang lebih sama. Ukurannya cukup besar dan mampu menutupi seluruh telinga. Selain nyaman, bantalan tersebut juga membantu mengisolasi suara.

svg%3E

Karena dirancang untuk orang yang sering bepergian, Anda bisa melipat PXC 550 dan memasukkannya ke dalam casing-nya. Uniknya, melipat dan memutar earcup sekaligus berfungsi sebagai power off. Sangat bermanfaat untuk menghindari kemungkinan lupa mematikan headphone setelah dipakai. Untuk menyalakannya kembali cukup buka lipatannya. Tidak ada tombol apapun yang harus Anda tekan.

svg%3E

Yang lebih menarik, bagian luar dari earcup sebelah kanan merupakan panel sentuh yang bisa digunakan untuk mengendalikan volume suara atau mengendalikan musik yang sedang diputar dengan sapuan jari. Misalnya, untuk menaikkan volume buat gerakan sapuan jari dari bawah ke atas, untuk menurunkan geser ke arah sebaliknya.

Di earcup sebelah kanan pula Anda akan menemukan tombol kecil untuk mengganti ke beberapa mode, yakni Movie, Club, dan Speech. Tepat di atasnya, ada pengaturan tingkat noise cancelling yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Kualitas audio cukup baik, nyaman dipakai

Sennheiser PXC 550 mengandalkan driver yang mampu menyajikan suara di rentang frekuensi 17 – 23,000 Hz. Sambungan wireless-nya mengusung Bluetooth 4.2 yang diklaim hemat daya. Selain itu, ada pula NFC untuk mempermudah proses pairing serta microphone untuk menjawab telepon.

svg%3E

Kualitas audio-nya sendiri cukup baik, meski belum berada di level audiophile. Komposisinya seimbang antara bass, mid, dan high. Di beberapa lagu dengan bass dominan, Anda masih dapat menikmati hentakan yang cukup nendang dan bertenaga, tapi tidak berlebihan. Soundstage-nya pun termasuk bagus.

svg%3E

Secara keseluruhan, ini adalah headphone yang cocok untuk berbagai genre lagu. Cocok untuk Anda yang ingin naik level dari yang sebelumnya hanya memakai headphone standar. Jika Anda butuh vocal yang lebih jelas, Anda bisa mengganti mode-nya ke Movie atau Speech.

Lalu, bagaimana dengan fitur noise cancelling-nya? Menurut kami cukup baik meski bukan yang terdepan di kelasnya. Anda yang tidak mau terganggu dengan suara dari luar bisa menikmati lagu dengan lebih fokus. Sebaliknya, Anda pun bisa mengganti level noise cancelling-nya jika butuh sedikit suara masuk seperti saat sedang berbicara dengan orang lain di sekitar atau ketika mendengarkan pengumuman di bandara.

svg%3E

Perlu Anda ingat bahwa Sennheiser PXC 550 menggunakan baterai. Perpaduan fitur wireless dan noise cancelling biasanya akan berdampak pada konsumsi daya yang lebih boros. Untungnya, dalam sekali charge, PXC 550 bisa menyala selama seharian penuh (24 jam) bahkan lebih! Tapi yang kami kurang suka, Anda tidak bisa tahu sisa baterai kecuali Anda menghubungkan headphone ini ke charger-nya.

Kesimpulan

Sennheiser PXC 550 adalah pilihan yang menarik untuk Anda yang membutuhkan headphone tanpa kabel dengan baterai yang cukup awet. Perpaduan suara dengan kualitas yang baik, fungsi wireless yang hemat daya, noise cancelling yang apik, serta kenyamanan tingkat tinggi membuatnya cocok untuk mendengarkan musik kapanpun dan di manapun.

Dibanderol sekitar 6,3 jutaan rupiah, Sennheiser PXC 550 cocok untuk para pebisnis maupun profesional yang sering travelling, dan butuh perangkat audio untuk mendengarkan lagu-lagu favorit tanpa gangguan.

Yang Canggih:

  • Desain sederhana tapi elegan
  • Nyaman dipakai untuk waktu yang lama
  • Bisa dilipat dan mudah dibawa bepergian
  • Ada panel sentuh untuk mempermudah pengendalian
  • Kualitas suara bagus, bass cukup terasa
  • Noise cancelling yang bisa diatur tingkatnya
  • Baterai tergolong awet meski noise cancelling aktif

Yang Kurang:

  • Panel sentuh terkadang kurang responsif
  • Harga relatif tinggi