Review BlackBerry Classic

Di balik serunya pertarungan antara Android dan iOS, masih ada BlackBerry yang sempat menjadi primadona smartphone di Indonesia beberapa tahun silam. Setelah rajin mengeluarkan smartphone BlackBerry tanpa keyboard dan hanya dengan layar sentuh, kini BlackBerry kembali mengeluarkan smartphone QWERTY yang memang menjadi kepiawaiannya.

Konsep dan desain
Jika BlackBerry Passport menjadi penanda inovasi dan keberanian BlackBerry menampilkan smartphone dengan desain unik, maka lain halnya dengan Classic. Sesuai namanya, tampilan klasik yang mengangkat kejayaan BlackBerry di masa lalu dikedepankan di sini. Bagi yang setia menggunakan ponsel BlackBerry, pasti akan mengenali guratan desainnya yang cukup mirip dengan BlackBerry Bold 9900 Dakota.

Walaupun kini telah mengusung layar sentuh, namun Classic tetap dilengkapi tombol Call, End, Menu, Back, serta trackpad seperti ponsel BlackBerry non layar sentuh. Ini merupakan tambahan yang cukup berguna mengingat layar Classic yang tergolong kecil sehingga kadang mengurangi akurasi interaksi jari penggunanya.

Berbeda dengan Dakota, Classic mengadopsi konsep desain unibody yang tidak bisa dibuka. Ini berarti Anda tidak dapat mengganti baterai sendiri. Kualitas rancang bangun Classic sendiri amat baik. Selain kokoh dan terasa mewah, bagian belakangnya memiliki tekstur yang tidak licin sehingga membuatnya mudah digenggam. Bagian samping yang mengelilingi keyboard dan layar juga menggunakan rangka stainless steel yang kuat sekaligus elegan. Secara keseluruhan, desain Classic berhasil tampil menawan sambil tetap mempertahankan kualitas rancang bangunnya.

Layar 1:1
Untuk tampilan, layar 3,5 inci Classic mengadopsi aspect ratio 1:1 atau sama seperti BlackBerry Passport dan Q10. Dengan resolusi 720×720 pixel, tingkat kepadatan pixelnya mencapai 294 ppi. Cukup tajam untuk menampilkan teks pada email serta gambar dan video.

Sayangnya, dengan format yang kotak ini, video yang rata-rata memiliki aspect ratio 16:9 akan ditampilkan dengan bagian hitam yang besar di atas bawahnya. Namun untuk membaca email atau browsing Internet, layar kotak Classic ini akan nyaman digunakan.

Keyboard dan navigasi menu nyaman
Seakan menjadi barang langka, keyboard fisik Classic merupakan angin segar bagi Anda yang sudah bosan atau memang kurang cocok menggunakan keyboard virtual di platform smartphone lainnya. Jika dibandingkan dengan Dakota, tombol keyboard Classic memiliki ukuran lebih besar sehingga nyaman ditekan dan memiliki akurasi tinggi saat mengetik.

Kembalinya tombol fisik untuk fungsi umum seperti Call, End, Menu, Back dan trackpad tidak hanya membangkitkan nostalgia tapi juga berfungsi seperti harapan. Selain memudahkan saat digunakan dengan satu tangan, kembalinya paduan tombol fisik dan trackpad tersebut juga memudahkan transisi bagi pengguna handset BB OS7 yang ingin beralih ke BB OS10. Navigasi menu juga lebih nyaman dan presisi dengan pengguna memilih cara yang disukainya.

Performa menengah
Walaupun dijual di atas 5 juta rupiah untuk garansi resmi, BlackBerry Classic masih dibekali spesifikasi kelas menengah seperti chipset Qualcomm Snapdragon dengan prosesor dual-core 1,5GHz dan RAM 2GB. Namun jangan sampai terkecoh. Walaupun spesifikasinya standar, performa Classsic cukup mulus untuk berbagai tugas yang memang telah menjadi spesialisasinya seperti push e-mail, chatting, serta sosial media.

Saat menjelajah Internet, terasa ada perbaikan untuk browsernya jika dibandingkan dengan Dakota. Browser Classic lebih cepat dan lebih responsif saat membuka laman Web. Navigasi menu dapat berjalan dengan lancar dan gegas, termasuk saat beralih antar aplikasi. Bagi yang masih “trauma” dengan tragedi jam pasir di handset BB OS7, hapus memori buruk tersebut dengan Classic. Selain lebih jarang “hang”, Classic juga lebih lancar.

Jika ada sendatan atau error, itu biasanya saat Anda menjalankan aplikasi Android yang tidak kompatibel sepenuhnya. Mengunduh aplikasi Android di Classic kini difasilitasi Amazon App Store yang belum selengkap Google Play. Sayangnya, error juga masih terjadi secara berkala saat mengakses BlackBerry Apps World. Untuk mengatasinya, tidak ada cara lain selain membuka kembali toko aplikasi khusus BlackBerry tersebut.

Dibandingkan Dakota, kapasitas baterai Classic yang mencapai 2515mAh jauh lebih besar. Saat digunakan cukup sering untuk menarik email, memotret, menjejalah web, serta berinteraksi di media sosial, BlackBerry Classic mampu bertahan sekitar 12 jam.

Hasil foto oke
Sama seperti Q10, Classic telah dimodali kamera utama 8 megapixel dan kamera depan 2 megapixel. Hasil foto dari kamera utama termasuk oke, dengan ketajaman dan reproduksi warna yang baik. Fitur HDR juga cukup membantu menaklukkan kondisi cahaya yang kurang ideal.

IMG_20150326_035426_hdr

Sayangnya, kinerja fokus yang lambat seperti di Passport masih ada di Classic. Walaupun ada fitur Time-Shift yang dapat memotret secara berurutan hingga beberapa frame sekaligus, beberapa momen yang cepat kadang terlewatkan akibat fokus yang lambat dan kadang kurang akurat. Untuk hasil foto di malam hari atau kondisi cahaya temaram, Classic juga cukup kesulitan. Selain hasilnya dipenuhi noise, kamera Classic juga langsung menurunkan shutter speed sehingga rentan terhadap guncangan tangan.

Berikut hasil foto dari BlackBerry Classic tanpa proses penyuntingan. Untuk hasil foto lebih lengkap, kunjungi akun Flickr resmi YANGCANGGIH.COM.

Kesimpulan
Di tengah serbuan smartphone yang hanya mengandalkan layar sentuh, kehadiran BlackBerry Classic mampu menjadi alternatif langka dan unik bagi pengguna yang masih nyaman menggunakan keyboard fisik sebagai alat input. Jika ditilik harganya, Classic tergolong cukup premium walaupun sebanding dengan kualitas hardware yang Anda dapatkan.

Mengandalkan desain kokoh dan menawan yang ditunjang performa cukup cepat serta kamera dengan hasil foto oke, BlackBerry Classic layak menjadi pilihan Anda yang membutuhkan smartphone QWERTY untuk tujuan bisnis dan sosial, tanpa mementingkan fitur multimedia seperti game atau video.

Yang Canggih
+ Keyboard nyaman dengan ukuran tombol yang besar
+ Daya tahan baterai lumayan (tergantung pemakaian)
+ Layar tajam
+ Hasil foto baik, dalam kondisi cahaya ideal
+ Desain kokoh dan relatif mewah
+ Kinerja lancar dan jarang “hang”

Yang Kurang
– Harga cukup premium
– Aplikasi BlackBerry masih terbatas
– Fokus kamera kurang akurat dan agak lambat
– Layar kurang cocok untuk memutar video

Verified by MonsterInsights