Review acer ICONIA TAB A511

svg%3E

Kiprah Acer di pasar tablet PC Android bisa jadi diawali dari seri smartphone Liquid yang cukup sukses diterima pasar. Pengalaman mereka sebagai salah satu pemain utama di dunia PC terutama laptop, menjadikan vendor asal Taiwan ini cukup percaya diri menelurkan seri ICONIA TAB sebagai produk untuk mengisi pangsa PC tablet.

Setidaknya, kami pernah 2 kali mengulas seri ICONIA TAB yakni seri A500 dan A101 (3G). Kali ini, kami kembali kedatangan seri terbaru ICONIA yang hadir di Indonesia, A511. Masih mengusung format layar 10.1 inci dengan orientasi portrait, A511 menawarkan performa handal dibalut desain yang ciamik. Yuk, kita gali lebih jauh!

11 & 777

Kedua bilangan di atas terdiri dari dua dan tiga angka kembar, lalu apa artinya? 11 merujuk pada ketebalan A511 yakni 11mm, dan 777 merupakan bobot bersih A511 yakni 777 gram. Desainnya cukup nyaman berada di kedua telapak untuk pengoperasian menggunakan 2 buah ibu jari. Sementara untuk bobotnya, penggunaan satu tangan dalam waktu singkat akan membuat pergelangan tangan Anda pegal – karena itu tidak kami sarankan.

Untuk menyalakan, mematikan dan mengunci layar perangkat, Anda bisa gunakan tombol di sisi kiri yang memiliki lampu indikator kecil. Lampu ini akan menyala terutama saat Anda mengisi daya sehingga Anda bisa mengetahui jika baterai telah terisi penuh dengan cepat tanpa perlu menyalakan layar. Di sisi ini pula terdapat jack audio 3.5mm. Tak jauh dari situ, di sisi atas, terdapat tombol volume dan kunci orientasi layar berpola geser. Tekan tombol daya dan volume kurang secara bersamaan adalah salah satu cara untuk meng-capture layar pada perangkat ICS, dan hal ini juga dapat dilakukan pada A511 meskipun Acer sudah menyertakannya pada fitur ‘Acer Ring’.

Tampilan keseluruhan A511 nampak keren dan elegan. Perpaduan warna gelap-terang yang terdapat pada sisinya masih ditunjang dengan plastik berkontur titik-titik pada bagian belakang yang tak licin dipegang meski tangan berkeringat.

A511 memiliki banyak port di sekujur tubunhnya. Di sisi bawah terdapat port microUSB untuk keperluan isi ulang baterai maupun berhubungan dengan komputer via kabel USB. Perlu diperhatikan, meski port ini berjenis microUSB, namun Anda hanya bisa menggunakan charger bawaan Acer untuk mengecas. Sementara di sisi kanannya bisa ditemukan port HDMI. Congkel sedikit penutup plastik di sampingnya untuk mengakses slot kartu SIM untuk opsi koneksi via HSDPA dan microSD untuk meningkatkan kapasitas bawaan.

Tablet ini menggunakan baterai built-in, lalu bagaimana jika sistem mengalami error – meskipun selama seminggu lebih pengujian hal itu belum pernah terjadi? Tenang, ada lubang jarum bertuliskan “RESET” di sisi bawah dekat port microUSB. Sementara sebuah lubang jarum lainnya terdapat di sisi belakang bawah, yang merupakan mikrofon untuk menangkap suara di sekitar. Karena hanya satu, bisa ditebak, hasilnya tentu saja akan mono meski Iconia Tab A511 sudah memiliki speaker stereo.

svg%3E svg%3E

acer Ring

Layar acer A511 menggunakan tipe TFT berkedalaman 256 ribu warna. Ini menjadikan tampilannya terasa biasa saja meski tak dapat dikatakan jelek. Penggunaan di bawah sinar matahari langsung juga tidak terasa maksimal. Namun salah satu hal positif yang dimilikinya adalah, layar tersebut tidak mudah meninggalkan sidik jari.

Menggunakan OS Android 4.0.3 Ice Cream Sandwich, acer memberikan beberapa suntikan personalisasi pada fitur yang berkaitan dengan antarmuka. Pada layar penguncian misalnya, acer memberikan background warna-warni di setengah lingkaran kiri yang berisi 4 pemintas cepat ke fitur-fitur favorit – kabar baiknya Anda bisa mengutak-atik pilihan shortcut tersebut.

Selain itu ada juga acer Ring, yakni lingkaran yang selalu menyala dan terletak di tengah dari batang ikon bawah. Ketika menyentuh lingkaran ini, Anda akan dihadapkan pada pengatur volume di setengah lingkaran luar kiri, dan Bookmark internet ke 3 laman yakni Acer, Acer Store dan Amazon. Sementara di lingkaran dalam terdapat pintasan ke berbagai fitur yang juga dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan, di mana salah satunya adalah screenshot. Namun menurut kami, lebih mudah menggunakan tombol daya+volume turun untuk mengambil gambar layar.

acer juga membenamkan beberapa aplikasi khusus, seperti acer Print untuk memudahkan Anda mencetak menggunakan printer acer, clearfi untuk berbagi data dengan jaringan Anda melalui WiFi, Registration untuk memdaftarkan tablet ICONIA Tab dan mendapat banyak keuntungaan lebih, Zinio sebagai jendela media Anda dengan berbagai pilihan majalah, hingga antivirus McAfee VirusScan. Selain itu, dukungan chip Tegra juga didukung oleh TegraZone Game plus beberapa aplikasi maupun game terinstal di dalam A511, seperti Belajar Membaca, Berhitung, Cut The Rope HD serta Heroes Call THD.

Satu fitur yang belum kami sebutkan adalah Movie Studio. Ini merupakan aplikasi penyunting video sederhana yang benar-benar sederhana: Anda bisa menambahkan efek transisi, lagu atau suara latar, dan teks judul. Namun saat kami coba untuk mencopot suara yang “salah” tersemat, tak kunjung berhasil meski sudah mencoba berbagai cara. Setelah selesai, proses Export ke resolusi Full HD pun selalu berhenti di tengah jalan. Proses Export ini baru berhasil setelah kami mencoba menggunakan opsi 720p. Anda dapat melihatnya pada video berikut.

Pemutar video bawaan A511 tergolong istimewa. Ia mampu memutar berbagai file yang kita kenal selama ini termasuk MKV beresolusi Full HD sekalipun. Namun sayangnya belum se-advance aplikasi pihak ketiga seperti MX Video Player misalnya, yang juga bisa sekaligus membaca file SRT sebagai teks dari film yang kita putar. Pengaturan DOLBY juga cukup optimal dan memberikan efek yang signifikan, baik dari speaker built-in maupun via earphone.

Setali tiga uang dengan pemutar lagu. Ekualisernya tergolong lengkap, dengan berbagai pilihan otomatis sesuai genre lagu maupun pengaturan manual. Bahkan jika Anda menggunakan earphone, terdapat opsi tambahan efek 3D dan bass natural. Keluaran suara dari speakernya juga bagus, seimbang antara nada rendah dan tinggi, serta tetap bulat meski diset ke level tertinggi.

Di sektor keamanan, meski sudah mengusung ICS dan memiliki kamera depan, namun Anda tak dapat menemukan fitur Face Unlock di A511. Sebenarnya fitur ini tak terlalu “penting” sih karena yang sudah-sudah kamera lebih sering “gagal mengenali” wajah pemiliknya, sehingga dialihkan ke mode pengamanan kedua. Tetapi jika Anda suka sedikit narsis atau sekedar penasaran ingin mencoba fitur ini, tentu patut disayangkan jika harus absen.

svg%3E

Di bawah 40 detik

Menggunakan chipset Nvidia Tegra 3 dengan prosesor Cortex-A9 quad core 1.3GHz, acer A511 dapat digunakan dalam waktu kurang dari 40 detik sejak perangkat ini memberikan feedback getaran saat tombol Power ditekan-tahan. Untuk sebuah tablet berlayar 10 inci, catatan waktu tersebut tergolong cukup cepat.

Yang menarik, dari 3 aplikasi benchmark yang kami gunakan, ketiganya memberikan posisi ketiga untuk poin yang diraih acer A511. Quadrant misalnya, mencatat poin 3494 yang membuat A511 berada di bawah HTC One X dan ASUS Transformer Prime, dan di atas Motorola ATRIX 4G. AnTuTu dengan poin 11463 menempatkan A511 di bawah HTC One X+ dan Samsung GALAXY S III serta di atas ASUS Transformer Prime.

Tes benchmark kemampuan perangkat untuk menjelajah di dunia maya menggunakan Vellamo memberikan A511 total poin 1412 dan memosisikannya di bawah HTC One XL dan HTC One X serta di atas ASUS Transformer Prime. Sementara benchmark layar sentuhnya memberikan poin 10 titik sentuh yang dapat direspons oleh layar A511.

svg%3E

Selama penggunaan, performa A511 tergolong apik. Tak ada laggy atau “sendat-sendat” yang berarti – kecuali pada pemutar video bawaannya. Ketika kami mencoba menonton satu film penuh animasi Tangled resolusi HD 720p, film akan diputar dengan tersendat jika Anda menghentikan sementara (Pause), maupun beralih ke layar lain (multitasking). Jika hal ini terjadi, hentikan film lalu putar dari awal, dan geser tombol indikator waktu ke tempat terakhir video dimakinkan.

Suntikan DOLBY Mobile membuat karakter suara A511 menjadi lebih bertenaga, baik saat menggunakan speaker maupun headset. Namun ada satu hal yang tak boleh lupa untuk dilakukan: atur ekualiser atau keseimbangan suara yang sesuai dengan selera Anda. Jika tak mau repot mengatur treble dan bass secara manual, beberapa preset mode saat mendengarkan lagu maupun menonton video dapat dipilih.

Aktifnya layar secara terus menerus akan membuat bodi belakang A511 terasa hangat dan agak panas, terutama pada sisi sebelah kanannya. Hal ini terasa mulai dari 5 menit pemakaian awal. Sementara baterainya tergolong mumpuni. Penggunaan sering seperti untuk browsing, streaming dan bermain, baterai 9800 mAh yang digunakannya dapat menyuplai tenaga hingga seharian, atau sekitar 15 jam untuk penggunaan non-stop.

Beralih ke kamera, bekal sensor 5MP di belakang dan 1MP di depan, tak menjadikan hasil foto A511 terlihat istimewa. Meski begitu, Anda juga dapat menggunakan fitur foto panorama dan merekam video hingga Full HD 1080p yang sayangnya, masih berformat 3GP. Selain itu, bobot berat A511 akan menghambat Anda dalam menghasilkan video yang steady atau stabil. Anda dapat melihat sendiri hasil uji kami pada galeri berikut ini. Seperti biasa, klik foto untuk melihatnya dalam ukuran penuh.

Foto

Dalam ruang
acer ICONIA TAB A511 indoor 1
acer ICONIA TAB A511 indoor 2

Luar ruang
acer ICONIA TAB A511 outdoor 1
acer ICONIA TAB A511 outdoor 2

Panorama
acer ICONIA TAB A511 panorama

Video

acer memberikan 2 pilihan kapasitas yakni 16GB dan 32GB dengan opsi microSD hingga 32GB. Namun dalam paket yang kami terima, tak ada microSD yang disertakan. Satu lagi, meski dalam paket sudah disertakan adaptor USB to microUSB untuk memaksimalkan fungsi USB On The Go, namun saat kami mencoba mencolokkan harddisk eksternal, sistem tak mampu membukanya meski berhasil diidentifikasi.

Layak Beli

Acer Iconia Tab A511 termasuk layak untuk dipertimbangkan. Tak hanya mengandalkan desain menarik, performa yang dihadirkan pun tak akan membuat Anda kecewa. Saat menggunakannya sambil jalan-jalan di mal mislanya, pasti akan membuat orang melirik ke perangkat berbanderol Rp4,5 jutaan ini, seperti yang kami alami. Kekurangan di beberapa sektor seperti di kamera, bisa diatasi dengan aplikasi pengolah foto yang semakin mudah ditemukan. Namun dengan bobot seperti ini, Acer Iconia Tab A511 akan cocok dipakai untuk kaum Adam ketimbang kaum Hawa.

Pros:
(+) Desain menarik
(+) DOLBY Mobile
(+) Rekam video hingga Full HD 1080p
(+) Kinerja keseluruhan termasuk baik
(+) USB OTG dengan adaptor dalam paket pembelian

Cons:
(-) Bobotnya cukup berat
(-) Bodi belakang cepat panas
(-) Video masih berformat 3gp
(-) Tak ada fitur Face Unlock
(-) USB OTG gagal membaca harddisk eksternal

Verified by MonsterInsights