IBM / Lenovo ThinkPad: Legenda Komputer Bisnis Lintas Generasi

Saya ingin mulai dengan sebuah pengakuan: Saya punya keterikatan batin cukup mendalam dengan ThinkPad. Barangkali sejak ThinkPad pertama kali diperkenalkan di Indonesia, saya hampir tidak pernah absen mengikuti acara peluncurannya oleh IBM. Begitu juga setelah ThinkPad menjadi produk Lenovo.

Perkenalan pertama

Ironisnya, seorang petinggi Bank Indonesia ketika itu mendapatkan jatah ThinkPad 770 dari kantornya, kemudian cucunya bermain-main dengan notebook tersebut dan sukses membuat trackpointnya tidak bekerja lagi.

Beberapa kali di tahun 1990-an itu saya dikirim IBM ke pertemuan ThinkPad Advisory Council di Singapura dan kemudian terakhir kali di Port Douglas, Australia. Acara ini sebenarnya acara focus group, biasanya dihadiri oleh pemakai dan wartawan dari beberapa negara ASEAN. Ini bukan sekedar peluncuran produk baru, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk mengutarakan pendapat, apa yang kami sukai atau tidak sukai dari ThinkPad yang akan mereka luncurkan.
Dalam salah satu pertemuan, misalnya, kami membongkar sebuah ThinkPad dan sebuah notebook lain dari vendor yang waktu itu paling laris di seluruh dunia. Kami bisa melihat bagaaimana komponen ThinkPad tertata lebih rapi dari pesaingnya.

Ketika notebook-notebook lain sudah banyak menggunakan lis-lis krom dan warna-warna yang mengkilap, pertanyaan yang diajukan pihak IBM ketika itu apakah desain ThinkPad harus mengikuti tren saat itu? Dengan suara bulat, kami mengatakan tidak setuju. Biarlah hitam dan persegi dengan sudut-sudut yang tajam tetap menjadi ciri khas dari setiap ThinkPad.

Mereka yang merasakan kebanggaan memiliki ThinkPad pasti akan tetap merasa bangga akan desain yang sudah memiliki sejarah cukup panjang ini sementara mereka yang lebih menyukai notebook yang stylish lebih baik pergi ke tempat lain. Soalnya mereka pasti tidak akan tertarik pada notebook berwarna hitam legam yang sering dijuluki bento ini. Baru tahun lalu Lenovo memperkenalkan desain yang menyimpang dari tradisi ini melalui ThinkPad Edgenya, yang dibuat dengan desain yang lebih kontemporer.

Pada waktu Lenovo mengambil alih bisnis Personal Computing Division IBM di tahun 2005, ada ketakutan di antara pencinta ThinkPad bahwa kualitas notebook ini akan mengalami kompromi. Ternyata ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lenovo pernah melakukan beberapa perubahan kecil untuk membuat desainnya lebih up-to-date, seperti memberi warna biru pada tombol Enter. Namun, secara keseluruhan desainnya tidak berubah.

Keistimewaan ThinkPad

Ada beberapa hal yang membuat sebuah ThinkPad istimewa. Pertama, notebook ThinkPad dibuat kokoh dan dapat diperlakukan dengan kasar. Konon cara yang tepat untuk menguji kekokohan sebuah ThinkPad adalah menginjaknya. Selain kerangka yang kuat, kualitas keyboardnya masih belum tertandingi, terutama bila Anda penggemar keyboard generasi tahun 1980-an. Sebagian pemakai notebook mungkin lebih menyukai keyboard yang mirip permen karet merek Chicklet yang banyak digunakan di notebook-notebook generasi baru, tetapi saya tetap lebih menyukai keyboard ThinkPad.

Pada model-model awal, TrackPoint sering menjadi sumber keluhan karena mouse pointer sering berkeliaran sendiri di layar. Untunglah akhirnya IBM dapat menyempurnakan TrackPoint ini, yang sempat pula diadopsi oleh beberapa pembuat notebook lain. Hingga hari ini TrackPoint tetap hadir di setiap ThinkPad. Kemudian, ketika touchpad semakin populer, IBM menambahkannya untuk memberikan pilihan kepada pemakai, tetapi TrackPoint tetap dipertahankan dan menjadi ciri khas lini ThinkPad.

Mudah dibongkar pasang
Ada pengalaman pribadi saya yang menarik dengan ThinkPad. Suatu hari, supir saya datang ke rumah membawa dua ThinkPad dari model yang persis sama. ThinkPad yang satu masih bekerja dengan baik, tetapi layarnya sudah pecah. ThinkPad kedua tidak bisa hidup lagi, tetapi layarnya masih utuh. Dia meminta bantuan saya untuk memindahkan layar dari ThinkPad kedua ke ThinkPad yang pertama. Saya enggan melakukannya, karena saya tidak tahu dari mana asalnya kedua ThinkPad ini. Saya katakan, “Saya akan ajar kamu melakukan kanibalisasi kalau kamu mau melakukannya sendiri.” Dia terkejut. Dia tidak tahu apa-apa tentang komputer, tidak pernah memegang komputer seumur hidupnya apalagi mempreteli dan memasang kembali sebuah notebook. Tapi dia tertarik untuk mencoba.

svg%3E

Saya pinjamkan dia semua peralatan yang dibutuhkan, dan saya bimbing dia langkah demi langkah ketika membongkar kedua ThinkPad ini. Singkat kata, ThinkPad pertama bisa dipakai kembali karena layarnya sudah diganti.

Saya kira, kunci keberhasilan operasi ini terletak pada desain yang modular dan komponen-komponen yang tersusun dengan rapi. Kabel pita dari motherboard ke layar sangat sederhana, mudah dijumpai dan mudah dicabut serta dipasang kembali. Skrup yang mencantolkan layar ke rangkanya juga tidak tersembunyi dan mudah diakses.

Yang gagal dan sukses

Apakah semua tipe ThinkPad berhasil menjadi produk yang fenomenal dan bertahan lama? Tidak. Ada beberapa tipe yang tidak begitu berhasil, seperti ThinkPad Z-Series, ThinkPad 750p/360p, ThinkPad Tablet dan Transnote.

Saat ini saya masih punya ThinkPad X300, yang merupakan sebuah pemberian dan sangat saya sayangi. Kemampuan prosesornya jelas sudah tertinggal dari T-Series yang terbaru, tetapi masih memadai buat pekerjaan saya ketika sedang bepergian.

Saya tidak ingat lagi semua seri ThinkPad yang pernah ada. Sebelum tahun 2000, IBM hanya menggunakan digit untuk menamai modelnya. Tetapi, ketika pemakai sudah mulai tersegmentasi, IBM mulai mengelompokkan ThinkPad ke dalam beberapa seri dengan nama yang diawali sebuah huruf.

Yang pertama muncul dengan huruf di depannya adalah ThinkPad i Series, yang muncul di tahun 2000. ThinkPad i Series dan ThinkPad A Series sudah tidak ada lagi dalam portofolio Lenovo.
Saat ini ada ThinkPad W Series, sebuah workstation dengan fitur-fitur unik dan sangat powerful termasuk layar ke dua (yang bisa ditarik keluar dari belakang layar utama). Dan tentu saja keluarga Edge yang desainnya sudah berbeda.

Tahun 2011 ini tipe-tipe ThinkPad yang akan muncul adalah Edge, T Series, X Series yang paling tipis dan paling ringan, SL Series yang paling terjangkau, L Series dan W Series.