Home News Hands-on: Panasonic Lumix LX5; penerus LX3 di kelas prosumer

Hands-on: Panasonic Lumix LX5; penerus LX3 di kelas prosumer

Kamera prosumer yang mengemas fitur setara dengan kamera DSLR biasanya berukuran cukup besar, namun lain halnya dengan Panasonic Lumix LX5. Model pengganti LX3 yang handal ini memang tak banyak mengemas peningkatan yang signifikan. Pasalnya, LX3 sendiri merupakan kamera saku yang amat baik. Saya sendiri masih memiliki dan mengandalkannya untuk berbagai keperluan selama setahun terakhir ini.

Salah satu peningkatan penting adalah penggunaan prosesor Venus Engine FHD yang baru, video HD 720p dengan Dolby Stereo dan kompresi AVCHD serta zoom dapat dijalankan saat merekam video, lensa yang lebih panjang (24-90mm), serta jog dial (tombol putar) sebagai pengganti joystick empat arahnya. Tambahan lain terletak pada output HDMI dan dukungan untuk viewfinder opsional.

Kebetulan saya diundang untuk hadir di peluncurannya di Sapporo, Jepang, tanggal 27 Juli 2010 lalu. Para tamu undangan, yang rata-rata terdiri dari media teknologi, dibekali LX5 dan FZ100 selama dua hari untuk mengabadikan berbagai momen indah saat mengelilingi kota Sapporo dan sekitarnya. Saya langsung cukup akrab dengan LX5, mengingat saya masih memiliki dan menggunakan LX3.
Dari segi desain, tak banyak perubahan. Penggunaan jog dial sebagai ganti joystick empat arah cukup tepat, terbukti dari pengaturan setting dan fungsi kini bisa dilakukan dengan lebih cepat. Menu juga hampir tak berubah, namun merekam video dapat dilakukan dengan cepat melalui tombol rekam di dekat shutter.
Perubahan spesifikasi lensa, yang kini mencapai 90mm, ternyata amat membantu saat digunakan. Performa ISO juga sedikit meningkat, tapi tetap disarankan maksimum ISO 400.

Untuk pengalaman pengguna, rasanya tak banyak perubahan. LX3 sendiri adalah kamera saku yang amat bagus, dan Panasonic hanya menyempurnakannya dengan LX5. Nantikan ulasan lengkap beserta hasil fotonya di yangcanggih.com.

[tab:Spesifikasi LX5]

<h4>Spesifikasi LX5:</h4>
•    10.1 effective Megapixel CCD (sama dengan LX3, tapi dengan peningkatan di dynamic range, noise, dan saturasi)
•    F2.0-3.3, 3.8X optical zoom “Leica” lens, (setara dengan 24 – 90 mm di kamera 35mm, lebih jauh dibanding LX3 yang hanya sampai 60mm)
•    Power OIS image stabilization
•    3-inch LCD display dengan 460,000 pixels dan reproduksi warna yang lebih baik
•    MenggunakanVenus Engine FHD processor
•    Full manual controls, plus Intelligent Auto mode
•    RAW, RAW+JPEG support
•    Face detection/recognition, dengan auto redeye correction
•    Hot shoe untuk external flash (dan viewfinders)
•    Merekam video 720p dengan suara Dolby Digital Stereo menggunakan AVCHD codec; optical zoom dapat digunakan saat merekam video
•    40MB  memory internal + SD/SDHC/SDXC card slot
•    Baterai DMW-BCJ10 lithium-ion; 400 foto per charge
•    Optional electronic dan  optical viewfinders, conversion lenses, filters, serta banyak lagi
•    HDMI output
•    Tersedia warna hitam dan putih