Aplikasi image editing Snapseed meluncurkan pembaharuan dalam menjawab permintaan dari penggunanya, terutama smartphone Android, untuk meng-upgrade tampilan dan fitur. Jawaban mereka sungguh tegas dan gamblang: Snapseed seolah dirombak total dan kembali menyapa penggunanya pada bulan Mei 2026 dengan tampilan yang jauh lebih segar, serta fitur-fitur yang pengguna tidak membutuhkan aplikasi pendukung lainnya.
Apakah Snapseed akhirnya punya kamera sendiri?

Versi 4.0 yang diluncurkan paling utama menjawab kebutuhan dari pengguna yang menginginkan Snapseed untuk memiliki fitur kamera sendiri. Dan permintaan itu dijawab dengan cukup menarik: kamera dengan sejumlah filter-filter untuk membantu aspek kreatif dari penggunanya.
Kamera ini pun juga terintegrasi dengan aspek image editing-nya. Begitu pengguna selesai melakukan editing, pengaturan yang sudah dilakukan bisa diterapkan langsung ke kamera sehingga mereka yang sedang berburu foto bisa mendapatkan hasil akhir yang konsisten di sepanjang foto-foto yang diambil.
Apa saja fitur baru untuk image editing di Snapseed?
Banyak fitur baru yang disuntikkan di aplikasi Snapseed, memberikan kontrol yang lebih detail dan mendalam kepada penggunanya untuk mengatur aspek visual dari foto yang dibuat. Versi sebelumnya sudah cukup beragam, tapi versi 4.0 memberikan fitur-fitur yang cukup memanjakan para content creator:
- Batch editing: Pengguna bisa menerapkan pengaturan yang sama untuk edit pada beberapa gambar sekaligus. Fitur ini akan menghemat waktu dan tenaga penggunanya.
- Smart masking: Fitur yang memberi kebebasan bagi pengguna untuk melakukan edit pada bagian tertentu saja dari gambar, bukan diterapkan secara keseluruhan seperti versi sebelumnya. Kini pengguna bisa dengan cepat memisahkan subyek dan latar belakang untuk diedit terpisah, mirip yang ditemukan di aplikasi Adobe Lightroom.
- Bloom dan Halation: tool kreatif yang baru untuk memainkan pendar cahaya serta nuansa warnanya, untuk memunculkan kesan yang unik. Efeknya mirip seperti Ricoh GRIII HDF yang mengandalkan filter Halation terintegrasi.
- Dehaze: Meningkatkan detail dalam situasi yang berkabut, atau justru sebaliknya.
- Color HSL: Kendali untuk mengatur berdasarkan lapisan warna dari sebuah foto, memberikan pengguna detail yang lebih baik.

Kenapa harus menggunakan Snapseed?
Pembaharuan ini memberikan sejumlah alasan kuat bagi pengguna untuk berpaling atau kembali menggunakan Snapseed sebagai aplikasi utama sekaligus tunggal untuk keperluan foto mereka. Alasannya ada banyak:
- Gratis: Sejak awal, Snapseed bisa didapatkan di smartphone Android maupun iOS tanpa mengeluarkan biaya apapun, seluruh fitur bisa diakses tanpa harus merogoh kocek sekalipun. Komitmen yang diajukan sejak Snapseed diperkenalkan pada tahun 2011 hingga kemudian diakuisisi oleh Google pada tahun 2012.
- Non-destruktif: Setiap editing yang dilakukan ke foto, bisa dikembalikan ke kondisi sebelumnya. Bahkan pengguna yang sudah menerapkan sejumlah pengaturan bisa kembali lagi dan menonaktifkan satu pengaturan yang sudah dilakukan di tengah proses, tanpa merusak keseluruhan foto.
- RAW Support: Kabar baik bagi pengguna yang membutuhkan aplikasi untuk mengolah foto RAW mereka. Artinya mereka punya kendali yang lebih besar lagi untuk aspek visual dari foto mereka.
- Advanced Tool: Inilah yang membuat Snapseed layak bersanding dengan aplikasi serius seperti Adobe Lightroom, karena tool yang disiapkan bagi pengguna tidak kalah lengkap seperti Curves, koreksi perspektif, selective adjusments, dan healing brush.
Bagaimana perubahan tampilan antarmuka dari Snapseed?
Butuh waktu untuk membiasakan diri dengan tampilan antarmuka dari Snapseed 4.0. Begitu masuk, pengguna bisa memilih untuk mengambil gambar dengan kamera, atau edit foto yang ada di dalam galeri smartphone.
Saat memilih kamera, pengguna bisa memilih filter yang disusun berdasarkan nama-nama film kamera. Setiap filter akan memberikan cita rasa warna yang khas dan berbeda, sehingga pengguna punya kebebasan untuk merekam momen mereka.
Beralih ke edit foto, pengguna tinggal memilih tool yang diinginkan, gerakan swipe kanan kiri untuk mengubah intensitas dari fitur yang dimaksud sementara swipe atas bawah untuk memilih aspek yang ingin diulik. Pada bagian atas, ada panah ke belakang dan ke depan untuk kembali ke kondisi sebelumnya bila merasa pengaturannya tidak sesuai keinginan. Di tengah, ikon lapisan bisa dipilih untuk melihat secara langsung pengaturan-pengaturan apa saja yang sudah dilakukan dan bisa diulik secara terpisah (dinonaktifkan, atau menerapkan masking agar hanya berlaku pada bagian tertentu dari gambar).

Selesai mengedit, pengguna diberi tiga pilihan untuk ekspor ke file output:
- Save: menyimpan satu file di galeri Snapseed, setiap pengaturan yang dilakukan masih bisa dikembalikan ke kondisi awal.
- Save a Copy: untuk membuat salinan dari foto yang dikerjakan, pilihan ini ideal bila pengguna ingin membuat dua atau lebih versi editing yang alurnya berbeda.
- Export: menghasilkan output dengan segala pengaturan yang sudah permanen alias tidak bisa dikembalikan.
Pengguna Snapseed bisa membagikan pengaturan yang mereka buat layaknya resep melalui sistem QR dan bisa digunakan oleh pihak lain. Sebaliknya, mereka bisa menggunakan resep dari pengguna lainnya.
Dengan sejumlah perombakan fitur yang lengkap ini, pengguna diajak untuk mencoba, atau kembali menggunakan Snapseed, aplikasi image editing senior yang hadir menawarkan pembaharuan yang segar dan menarik. (*)

