Bakti Kominfo Bangun BTS di Desa Selong Belanak, Lombok

Pemerataan akses digital di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan geografi dan nilai ekonomis. Maka tidak heran jika cukup banyak daerah yang mengalami kesenjangan akses digital. Guna menjembatani hal itu, BAKTI Kominfo membangun BTS (Base Transceiver Station) di desa Selong Belanak, Lombok Tengah.

svg%3E

Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo, Bambang Nugroho mengatakan, pembangunan BTS di Dusun Lengkok Dalam Desa Selong Belanak sebagai upaya BAKTI Kominfo melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan ekosistem teknologi informasi dan komunikasi di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal Terluar).

“Kita bangun di daerah terisolir dimana operator atau provider tidak bersedia karena dianggap tidak menguntungkan secara bisnis,” kata Bambang.

BTS yang dibangun di desa Selong Belanak ini memiliki tinggi 32 meter dan menggunakan panel tenaga surya untuk pasokan listrik. Sebelum ada BTS ini, warga setempat harus mendaki gunung dan berjalan keluar desa hingga sejauh 4 kilometer untuk mendapatkan sinyal.

svg%3E

svg%3E

“Dulu sangat susah, kami harus naik gunung dan keluar desa hanya untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar kota maupun yang menjadi TKI di Malaysia,” kata Kadus Lengkok Dalam, Rajab kepada sejumlah wartawan dari Jakarta, Bali, NTB, dan NTT yang berkunjung ke desanya, Rabu (5/10).

Pembangunan BTS Kominfo yang dilakukan tahun 2020 ini disambut antusias oleh warganya. Ini dibuktikan dengan diberikan pinjam pakai lahan lokasi pembangunan BTS serta memberikan sebagian lahan untuk akses jalan menuju BTS.

Dikatakan Bambang, program pemerataan jaringan telekomunikasi di daerah 3T tersebut sudah berjalan sejak 2017, dan dilakukan percepatan agar target jaringan broadband 4G tersedia pada 2024.

“Ada 9.113 desa dan kelurahan yang akses 4Gnya dikerjakan oleh BAKTI Kominfo, sedangkan 3,435 desa dan kelurahan di wilayah komersial dikerjakan oleh operator seluler. Targetnya sebelum 2024 sudah selesai semua,” imbuhnya.

Di bagian lain Bambang menyebut berbagai tantangan dalam pembangunan daerah 3T. Selain diterpa pandemi Covid sejak 2020 dan berlanjut 2021, juga jangkauan wilayah Kepulauan Indonesia sangat luas. Tak hanya itu faktor keamanan terutama di wilayah Papua.

Verified by MonsterInsights