Review Redmi 10C

Redmi 10C
7.8
Cek Harga

Redmi 10C tampil cukup menggiurkan sebagai jagoan terbaru Xiaomi di ranah entry-level. Dengan harga yang ramah kantong, smartphone ini menjanjikan kinerja yang kencang berkat chipset Snapdragon 680. Penasaran seperti apa pengalaman kami selama mencoba Redmi 10C? Yuk, langsung saja simak ulasannya!

Desain agak berbeda

Sebagai versi yang lebih terjangkau dari Redmi 10, Redmi 10C mengedepankan sajian desain yang agak berbeda. Pada bagian belakang, Anda akan menemukan gaya frame kamera yang lebih lebar dan menyatu dengan sensor sidik jari. Ya, sensor sidik jarinya masih di belakang, bukan di samping.

Redmi 10C

Redmi 10C memiliki bodi yang cukup solid dan sama sekali tidak terasa murahan. Materialnya dominan polikarbonat. Cukup nyaman digenggam meski dimensinya agak lebar dan ketebalannya 8,3mm. Back cover-nya juga memiliki motif diagonal dari kanan atas ke kiri bawah. Lumayan halus saat bersentuhan dengan kulit, tidak licin, dan tidak mudah kotor oleh bekas jari.

Varian yang ada di artikel review kami ini disebut Ocean Blue. Selain itu, ada pula warna Graphite Gray dan Mint Green. Di depan, Anda disuguhkan layar 6,71 inci dengan bezel yang sedikit tebal di kiri, kanan, dan bawahnya, serta poni minimalis untuk menampung kamera selfie di tengah atas.

Redmi 10C merupakan ponsel dengan triple-slot, yang artinya memungkinkan untuk memasang dua nano SIM-card dan satu microSD sekaligus. Port USB-C terletak di bawah berdampingan dengan lubang speaker mono dan mikrofon. Di atas hanya ada port audio jack 3.5mm sendiri, tanpa IR blaster dan lubang mic tambahan.

 

Dalam paket penjualannya Redmi 10C menyediakan charger 10W beserta kabel USB type-C. Ya, belum 18W sesuai dengan teknologi yang didukungnya. Namun kami yakin, ini bagian dari strategi Xiaomi untuk menekan harga.

Layar lebar dengan perlindungan Gorilla Glass

Seperti disebutkan sebelumnya, Redmi 10C dibekali layar berukuran 6,71 inci DotDrop Display. Panel yang dipakai adalah IPS dan sudah terlindungi Gorilla Glass 3 dan teknologi Native Damage Resistance (NDR) yang diklaim lebih tahan terhadap goresan.

Resolusi layar ini masih HD+ saja dengan refresh rate yang juga standar, yaitu 60Hz. Masih wajar untuk ponsel di bawah 2 juta rupiah. Yang penting, tampilan gambarnya tetap terlihat tajam dan dari segi kinerja pun justru lebih ringan dibanding resolusi Full HD. Selain itu, layar HD+ secara teori juga lebih hemat daya.

 

Yang menarik, perangkat ini sudah memiliki sertifikasi Widevine L1 sehingga ideal untuk memutar konten dari Netflix maupun Amazon Prime dengan kualitas HD. Cocok untuk Anda yang gemar menonton film atau drama Korea on-the-go. Tingkat kecerahannya tidak istimewa, tapi masih memadai untuk pemakaian outdoor.

Sedikit membahas audio, tidak seperti Redmi 10 yang menawarkan speaker stereo, speaker internal pada Redmi 10C masih mono. Kabar baiknya, kualitas suara yang dihasilkan terdengar jernih dan cukup lantang.

Kamera khas ponsel entry-level Xiaomi

Redmi 10C mengandalkan kamera utama 50 MP f/1.8 yang didukung teknologi 4-in-1 pixel binning, dan ditemani depth sensor 2 MP untuk membantu menciptakan foto dengan efek bokeh. Ada pula fitur Night Mode untuk low-light dan Movie Frame untuk efek sinematik. Bagi yang gemar selfie, ada kamera 5 MP di depan.

Hasil fotonya khas ponsel entry-level Xiaomi di harga setara. Masih cukup tajam di beberapa kondisi dengan cahaya ideal. Dynamic range-nya standar, dan reproduksi warnanya belum menggugah selera sehingga mungkin perlu melalui sedikit penyuntingan sebelum diunggah ke media sosial.

IMG_20220311_020410

IMG_20220311_015915

IMG_20220311_012905

Mode portrait Redmi 10C dapat menyajikan efek bokeh yang lumayan rapi dan natural, asalkan cahayanya terang. Sementara mode malamnya sudah lumayan oke waluapun terkadang warnanya kurang konsisten. Kamera selfie-nya biasa saja. Tidak mengecewakan tapi juga belum mampu menjadi yang terdepan di kelasnya.

Portrait (1)

Portrait (2)

IMG_20220311_075141

Low Light (1)

Low Light (2)

Untuk videografi, baik kamera belakang maupun kamera depan dari Redmi 10C sama-sama mampu merekam di resolusi 1080p 30fps.

Performa: salah satu yang paling kencang di kelasnya

Inilah yang menjadi sajian utama dari Redmi 10C. Dari sektor performa, Xiaomi mempersenjatainya dengan chipset Qualcomm Snapdragon 680 6nm yang selain kencang, juga memiliki efisiensi daya yang baik. Pengguna bisa memilih dua varian memori, yaitu 4/64 GB atau 4/128 GB.

Untuk pemakaian sehari-hari jelas lebih dari cukup. Kinerjanya gesit dan responsif. Apalagi resolusi layarnya hanya HD+, sehingga semua terasa lebih enteng. Menariknya lagi, Redmi 10C ternyata didukung fungsi ekspansi RAM meski hanya terbatas di 2 GB (virtual) saja. Ditambah RAM bawaan, di atas kertas total RAM-nya menjadi 6 GB. Cocok untuk yang gemar multitasking.

Bagaimana soal kemampuan gaming-nya? Snapdragon 680 mampu memberikan performa di atas rata-rata smartphone pesaing. Mobile Legends dapat dimainkan dengan amat lancar di setting grafis tinggi dengan mode High Frame Rate aktif. Sementara Apex Legends stabil di setting Smooth-High bahkan untuk durasi permainan yang lumayan lama. Genshin Impact? Bisa dan masih playable pada setting Lowest.

Beralih ke daya, Redmi 10C didukung baterai sebesar 5.000 mAh yang mampu menemani aktivitas kami seharian penuh. Bahkan kalau pemakaiannya tidak terlalu intens, tidak heran jika ketahanannya bisa sampai 2 hari. Chipset yang efisien dan resolusi layar yang tidak terlalu tinggi sepertinya cukup berperan di sini.

Yang justru agak mengecewakan adalah kecepatan pengisian dayanya. Memang Redmi 10 sudah mendukung fast charging 18W, tapi dalam paket penjualannya Xiaomi hanya memberikan charger 10W. Dengan charger ini, butuh waktu lebih dari 3 jam agar baterai bisa terisi penuh 100 persen.

Kesimpulan

Redmi 10C adalah smartphone yang wajib dilirik oleh para pemuja performa. Chipset Snapdragon 680 benar-benar menjadi daya tarik yang akan sulit Anda temukan di ponsel lainnya dengan kisaran harga yang sama. Untuk yang yang punya budget mentok di 2 juta rupiah dan menginginkan smartphone kencang, Redmi 10C mungkin adalah jawaban yang Anda cari selama ini.

Bagi yang berminat, Redmi 10C dijual dengan harga mulai dari Rp1.899.000 untuk varian 4/64 GB, dan Rp2.099.000 untuk varian 4/128GB.

Kelebihan Redmi 10C:

  • Performa gaming di atas rata-rata pesaing
  • Snapdragon 680 murah
  • Ada fungsi ekspansi RAM
  • Bodi solid dan nyaman digenggam
  • Layar lebar, sudah Widevine L1
  • Kamera masih bisa diandalkan di kondisi cahaya memadai
  • Baterai awet

Kekurangan Redmi 10C

  • Charging lambat dengan charger bawaan 10W
  • Tidak ada IR blaster
  • MIUI ada iklan
  • Tidak dapat softcase dan pelindung layar

Redmi 10 cocok untuk:

  • Gamer dengan budget minim: Ingin main game-game populer dengan nyaman meski dana terbatas? Redmi 10C dengan Snapdragon 680 bisa jadi opsi yang amat menggiurkan.
  • Pelajar/mahasiswa: Harganya yang murah dan performanya yang bertenaga merupakan kombinasi yang pas untuk anak muda.
  • Karyawan yang mobile: Baterainya awet. Cocok untuk karyawan yang selalu bepergian dan malas untuk bolak-balik mengisi daya
  • Penggemar Netflix dan drakor: Redmi 10C punya layar lebar lengkap dengan sertifikasi Widevine L1. Nonton film atau drama Korea di Netflix bisa di resolusi HD.
Redmi 10C
Redmi 10C
Redmi 10C adalah smartphone yang wajib dilirik oleh para pemuja performa dengan budget terbatas
7.8
Cek Harga

Your email address will not be published.

Desain
Performa
Baterai
Hasil Foto
Harga
Final Score