Review JBL Tour Pro+

svg%3E
8.2

TWS 2 jutaan rupiah umumnya menjanjikan kualitas suara yang memanjakan telinga. Harapan itulah yang langsung ada dalam benak kami ketika pertama kali JBL Tour Pro+ hadir di meja pengujian Yangcanggih.com. Apalagi, produk ini datang dari brand JBL yang bisa dibilang sudah diakui kemampuannya dalam meracik perangkat audio.

Penasaran seperti apa pengalaman kami selama menggunakan JBL Tour Pro+? Yuk, langsung saja simak ulasan singkatnya!

Desain lebih premium

Dengan harga yang tergolong tidak murah, wajar jika JBL Tour Pro+ tampil lebih premium. Materialnya memang masih dominan plastik, tapi dilapisi finishing yang elegan dengan sedikit sentuhan aksen glossy baik pada earbud maupun casing-nya, yang cukup membantu untuk memberikan kesan mewah.

JBL Tour Pro Plus

Ukuran housing earbud-nya menurut kami agak besar. Untuk kontur telinga yang lebar, Tour Pro+ terasa pas menutupi setiap celah. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir TWS ini mudah lepas dari telinga ketika bergerak aktif. Fitting-nya mantap dan cukup nyaman untuk dipakai dalam durasi yang lama.

Namun sebaliknya, ukuran earbud yang agak besar membuat Tour Pro+ kurang ideal untuk pengguna dengan kontur telinga lebih kecil. Kalau dipaksakan pun earbud bakal tampak terlalu menonjol keluar dan mungkin akan sedikit mengganggu penampilan jika Anda lebih suka earbud yang low-profile alias agak tersembunyi.

 

Casing Tour Pro+ pun punya dimensi yang di atas rata-rata TWS masa kini. Lumayan tebal dan lebar sehingga kurang asyik untuk dimasukkan ke saku celana jeans. Untungnya dimensi besar ini tergantikan dengan kapasitas baterai dalam casing yang mampu memberikan daya tahan ekstra.

Pada casing ini terdapat port USB Type-C untuk charging yang terletak di bawah. Bukan cuma itu, casing Tour Pro+ juga telah mendukung wireless charging. Engselnya terasa sangat solid dan smooth ketika kami membuka tutupnya. Bobot casing ini sekitar 56 gram.

svg%3E

Bluetooth 5.0 dan kontrol sentuh

Perlu diketahui bahwa JBL Tour Pro+ telah mendukung kontrol berbasis sentuhan yang selama pengujian kami terasa amat responsif. Baik earbud kiri maupun kanan bisa diatur fungsi sentuhannya masing-masing, termasuk untuk menaikkan atau menurunkan volume.

Untuk urusan koneksi, Tour Pro+ mengandalkan teknologi Bluetooth 5.0. Sudah cukup oke walaupun ada TWS dari brand lain dengan harga lebih terjangkau yang sudah menawarkan Bluetooth 5.2. Selama pengujian, kami tidak menemukan kendala berarti terkait konektivitas ke smartphone.

svg%3E

JBL Tour Pro+ juga mendukung fungsi Dual Connect yang diklaim memungkinkan koneksi Bluetooth menjadi lebih stabil. Setiap earbud juga dapat terkoneksi ke smartphone secara independen, sehingga Anda bisa menetapkan fungsi dari earbud kiri atau kanan, serta menerima panggilan telepon menggunakan salah satu earbud atau keduanya.

Lalu, bagaimana dengan kontrol suara? Tentunya tersedia. Asisten suara bisa Anda aktifkan dengan berbicara Hai Google jika Anda mengandalkan Google Assistant. Selain Google, Tour Pro+ juga mendukung Amazon Alexa.

svg%3E

Kualitas audio mantap!

Ketika earbud Tour Pro+ bisa terpasang dengan pas di telinga, kami menilai kualitas audio yang dihasilkannya patut diacungi jempol. Karakter suaranya lebih ke arah warm balanced, dengan respon bass yang mantap tapi tidak sampai menutupi frekuensi lainnya. Detail akan banyak Anda nikmati melalui frekuensi mid, sementara high terdengar jernih dan tidak menusuk telinga.

svg%3E

Sekadar informasi, JBL Tour Pro+ dipersenjatai 6.8mm Dynamic Driver yang didukung JBL Pro Sound. Kombinasi yang menurut kami sudah amat memuaskan. Kami pun sempat mencoba mendengarkan musik selama berjam-jam menggunakan Tour Pro+. Hasilnya, TWS ini tidak bikin telinga cepat lelah.

Ketika mendengarkan lagu For The First Time dari The Script, kami merasa semua instrumen terdengar jelas dengan soundstage yang baik. Vokal terdengar tegas dengan posisi yang agak di depan. Hentakan kick drum mantap, dan suara gitar pun terdengar detail.

Beralih ke lagu Daft Punk – Get Lucky, kami Tour Pro+ dapat menyajikan setiap instrumen dan vokal dari lagu ini dengan amat baik. Soundstage-nya jelas. Posisi gitar, ketukan hi-hat, kick drum, suara sang vokalis, hingga alunan bass-nya semua terasa pas. Untuk bass memang sedikit dominan, tapi tidak berlebihan.

Untuk mendengarkan lagu rock yang lebih keras pun menurut kami JBL Tour Pro+ tetap bisa jadi pilihan yang tepat. Tidak ada distorsi suara yang berlebihan sehingga kami dapat mendengarkan playlist rock dari awal hingga akhir dengan nyaman.

ANC dan aplikasi pendukung

JBL Tour Pro+ dibekali teknologi Adaptive Noise Cancelling yang mengandalkan mikrofon internal dan eksternal. Ketika diaktifkan, fitur ini mampu meredam suara bising frekuensi rendah dari sekitar dengan cukup baik. Tapi untuk noise frekuensi tinggi terkadang masih bisa menembus telinga.

Anda juga bisa memilih untuk mengaktifkan Ambient Sound Control jika tetap ingin mendengarkan suara dari lingkungan sekitar ketika mendengarkan musik. Misalnya saat sedang berada di trotoar atau menunggu pengumuman di stasiun maupun bandara. Fitur TalkThru yang juga menjadi bagian dari Ambient Sound Control berguna saat Anda ingin berbicara dengan seseorang secara langsung tanpa harus melepas earbud.

Semua fitur tersebut bisa Anda atur melalui aplikasi bernama JBL Headphones yang dapat langsung diunduh secara gratis di smartphone. Lewat aplikasi ini pula Anda dapat mengutak-atik Equalizer, mengubah fungsi kontrol sentuh, mengaktifkan voice assistant, hingga mengakses fitur Find My Buds.

Baterai tahan lama

Seperti disebutkan di atas, JBL Tour Pro+ memiliki dimensi yang agak besar terutama casing-nya. Wajar karena baterai yang ditanamkan pun cukup istimewa. Saat ANC tidak aktif dan volume diatur ke 50 persen, kami dapat mendengarkan musik setidaknya sampai 7 atau 8 jam. Kalau ANC aktif, bisa sampai 5 jam. Ditambah baterai dari casing, total durasi pemakaiannya dapat mencapai 32 jam.

svg%3E

Kesimpulan

JBL Tour Pro+ mungkin dianggap agak mahal bagi sebagian pengguna. Meski begitu, harga yang dipatok menurut kami sudah sesuai dengan kualitas yang ditawarkannya. Audio yang disajikan terdengar bagus dan cocok untuk beragam genre musik. Selain itu, daya tahan baterainya pun amat baik.

Bagi yang berminat, JBL Tour Pro+ dijual di Indonesia dengan kisaran harga 2,5 – 2,8 jutaan rupiah. Hanya ada satu opsi warna, yaitu hitam.

Kelebihan JBL Tour Pro+:

  • Desain elegan
  • Kualitas audio yang memanjakan telinga
  • Baterai tergolong awet
  • Kontrol sentuh responsif
  • Didukung Adaptive Noise Cancelling
  • Aplikasi pendamping punya fitur yang lengkap
  • Wireless charging

Kekurangan JBL Tour Pro+:

  • Earbud besar, tidak cocok untuk telinga kecil
  • Dimensi casing lebih tebal dari kebanyakan TWS lainnya
  • Akan lebih menarik jika tersedia beberapa pilihan warna berbeda
svg%3E
JBL Tour Pro+
JBL Tour Pro+ mungkin dianggap agak mahal bagi sebagian pengguna. Meski begitu, harga yang dipatok menurut kami sudah sesuai dengan kualitas yang ditawarkannya.
8.2
Verified by MonsterInsights