Review ASUS Zenfone 8

Smartphone Ringkas dengan Sederetan Fitur Kelas Flagship

8.2
ASUS Store

ASUS kembali menghadirkan lini Zenfone lewat Zenfone 8. Memang cukup mengejutkan megingat ASUS Zenfone cukup lama tenggelam di pasar ponsel tanah air. Apakah Zenfone 8 bisa sesukses saudaranya ASUS ROG Phone yang berjaya di segmen gaming? Simak ulasannya sebagai berikut.

svg%3E

Desain ASUS Zenfone 8

Satu daya tarik dari Zenfone 8 ada di desain bodinya yang ringkas. Zenfone 8 hadir dengan panel layar Super AMOLED yang dimensinya 5.9 inci. Sedikit lebih besar dari iPhone Mini yang panelnya berukuran 5.4 inci.

svg%3E

Dimensinya yang ringkas menjadikan Zenfone 8 sangat nyaman digunakan. Sekalipun dengan satu tangan. Dibawa berpergian juga mudah. Bisa masuk ke dalam saku celana. Di paket penjualannya ASUS menyertakan casing pelindung bodi. Sangat memadai untuk melindungi bodinya dan mencegah slip di penggunaan dengan satu tangan.

svg%3E

Secara keseluruhan rancangan bodinya terasa sangat premium. Bodinya juga sudah dirancang tahan air dengan peringkat IP65/IP68. Di sisi kanan terdapat tombol volume dan tombol power yang dikelir biru. Tombol power ini juga didukung fitur Smart Key. Fungsinya untuk memungkinkan pengguna lebih cepat membuka aplikasi tertentu hanya dengan menekan tombol tersebut dua kali.

Di bagian atas bodinya terdapat headphone jack audio 3,5mm. Sementara, di bagian bawah terdapat slot kartu sim, lampu LED notifikasi dan port USB-C.

Layar ASUS Zenfone 8

Layar AMOLED 5.9 inci yang dibawanya memiliki resolusi 1080 x 2040 pixel. Tidak bisa dimungkiri layarnya sangat cemerlang. Ini berkat dukungan sederetan fitur melimpah yang mendukung panel layarnya.

svg%3E

Sebut saja seperti HDR 10+ dan cakupan warna gamut DCI-P3 112%. Panel layarnya bahkan sudah dikalibrasi dengan standar akurasi warna Delta E kurang dari 1. Di atas rata-rata ponsel lain di kelasnya. Layarnya yang akurat memang memadai untuk kegiatan penciptaan konten bagi pengguna yang membutuhkan. Dengan catatan tidak masalah dengan ukuran layarnya yang relatif kecil.

Panel layarnya juga sudah mendukung refresh rate 120 Hz. Alhasil, semua efek animasi atau saat menggulirkan layar terlihat sangat halus dan lebih nyaman di mata. Tingkat kecerahan layarnya pun sangat tinggi, hingga 1100 nits. Tetap terlihat jelas sekalipun di kondisi pencahayaan sangat terang.

Satu nilai tambah, layarnya sudah diperkuat dengan lapisan Corning Gorilla Glass Victus. Dukungan fitur Eye Care juga dihadirkan untuk mengurangi pancaran cahaya biru yang bisa berbahaya untuk mata.

Di layarnya ASUS menambahkan sensor sidik jari. Dari pengujian kami, sensor sidik jarinya relatif kurang responsif. Akan lebih nyaman menggunakan opsi fitur pengaman kata sandi atau gambar pola untuk mengunci layarnya.

Audio ASUS Zenfone 8

Beralih ke sektor audio lagi-lagi ASUS memberikan sentuhan premium yang akan memanjakan telinga Anda. ASUS juga menggandeng Dirac untuk mengoptimalkan kualitas suaranya. Hasilnya, output suara dari speaker stereo yang dibawanya memang terasa jernih dan bertenaga.

Bagi para Audiophile Zenfone 8 sudah mendukung Hi-Res Audio atau file audio resolusi tinggi. Dukungan chip ampli ganda Cirrus Logic CS35L45 juga tersedia. Pastikan saja Anda menggunakan headphone atau earbud nirkabel yang juga mengusung standar Hi-Res yang sama. Dengan begitu akan lebih optimal untuk menikmati semua keunggulan di sektor audionya.

Antarmuka ASUS Zenfone 8

Beralih ke antarmukanya ASUS Zenfone 8 mengusung antarmuka Android 11 orisinil. Tampilannya sederhana dan relatif bersih dari bloatware atau aplikasi yang tidak penting. ASUS juga menyediakan opsi kustomisasi untuk mengatur animasi, ukuran ikon aplikasi, hingga mode Dark yang akan mengubah semua antarmukanya dengan latar hitam.

Untuk penggunaan dengan satu tangan tersedia juga mode One-hand. Di mode ini Antarmukanya akan dioptimalkan agar lebih mudah dijangkau dengan jempol saat digunakan satu tangan.

Kamera ASUS Zenfone 8

svg%3E
Beralih ke sektor kamera smartphone ini mengusung konfigurasi kamera ganda. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony IMX686 yang resolusinya 64 megapixel. Modul kamera utamanya ini dipasangkan dengan lensa F1.8 lengkap dengan dukungan fitur penstabil.

P_20220213_101639

P_20220213_101307

Sementara, modul kamera keduanya mengusung lensa ultra wide dengan sensor Sony IMX363 yang resolusinya 12 megapixel. Kameranya ini didukung lensa berdiafragma F2.2 dan mendukung fitur makro.

P_20220213_155826

Dari pengujian kami hasil foto kedua kameranya ini tergolong memuaskan di segala kondisi pencahayaan. Kinerja autofocus terasa cepat. Hasil foto terlihat sangat tajam. Kontras dan tonal warna juga tergolong akurat. Di pencahayaan temaram kendali noise termasuk baik. Hasil foto masih terlihat tajam dan minim noise. Memang cukup disayangkan Zenfone 8 tidak membawa kamera telefoto seperti smartphone flagship lain. Di modus video kameranya ini sanggup merekam video hingga resolusi 8K.

P_20220213_103022

P_20220213_102213

Kamera wide
P_20220213_102045

P_20220213_103511

low light
P_20220219_182535

low light wide
P_20220219_182514

P_20220213_101741

Kamera depannya juga amat baik. Dengan sensor Sony IMX663 12 megapixel Anda bisa mengambil swafoto dengan hasil yang tajam. Di mode portrait, kamera depan atau belakangnya juga bisa menghasilkan foto dengan latar blur yang cukup rapih dan terlihat natural.

Hasil foto ASUS Zenfone 8 yang lain tanpa proses penyuntingan bisa dilihat di akun FLICKR yangcanggih.com berikut ini.

Performa ASUS Zenfone 8

Di balik rancangan bodinya yang ringkas ASUS Zenfone 8 ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 888 yang sudah mendukung jaringan 5G. Konfigurasi smartphone ini tersedia dengan opsi 8GB/128GB atau 16GB/256GB. Untuk model yang kami ulas menggunakan RAM 8GB dan memori internal 128GB.

Patut diakui performa ponsel ini memang terasa kencang dan gegas. Nyaris tidak terasa ada lag. Untuk penggunaan sehari-hari lebih dari cukup. Hasil benchmark bisa dilihat sebagai berikut.

ASUS juga melengkapi Zenfone 8 dengan mode performa yang lengkap. Anda bisa mengatur dan memilih mode performa sesuai kebutuhan. Ada 5 opsi yang bisa dipilih yakni High performance, Dynamic, Durable, Ultra Durable, dan Advanced.

svg%3E

Untuk menjalankan aplikasi yang berat seperti misalnya aplikasi penyuntingan video atau bermain game, mode High Performance bisa dipilih. Untuk penggunaan sehari-hari mode dynamic yang sering kami gunakan pun sudah sangat memadai.

Di pengujian gaming kami mencoba memainkan game Genshin Impact. Zenfone 8 bisa menjalankan game tersebut dengan lancar di pengaturan high dan highest. Namun, perlu dicatat dengan memilih mode high performance dan pengaturan graifs yang tinggi, imbasnya smartphone ini akan terasa lebih cepat panas. Sensasi panasnya ini sangat tidak nyaman saat digenggam.

svg%3E

Zenfone 8 juga membawa fitur Game Genie yang bisa dipilih untuk mengoptimalkan pengalaman gaming. Fitur ini menawarkan beragam opsi seperti mendongkrak performa, mematikan fitur panggilan, memilih refresh rate layar dll.

Baterai ASUS Zenfone 8

svg%3E

ASUS Zenfone 8 membawa baterai yang kapasitasnya 4000 mAh. Hasil benchmarknya mencatatkan waktu sekitar 5 jam 37 menit. Namun, dari pengujian kami untuk penggunaan sehari-hari yang tidak terlalu moderat, kapasitas baterainya yang tidak terlalu besar ini ternyata masih cukup hingga seharian menggunakan opsi refresh rate layar 120 Hz dan mode Dynamic. Untuk mendapatkan daya tahan baterai lebih lama, menurunkan refresh rate layar ke 60 Hz atau 90 Hz dan mematikan fitur Always On Display bisa menjadi solusi.

Baterai ASUS Zenfone 8 juga sudah mendukung fitur isi ulang cepat mengandalkan charger 30W bawaannya. Namun, cukup disayangkan ASUS belum memberikan dukungan fitur pengisian daya secara nirkabel yang telah menjadi standar di beberapa smartphone flagship.

Kesimpulan

Smartphone ini menjadi angin segar di pasar smartphone Android yang didominasi layar 6 inci ke atas. Ada dua hal yang paling menonjol dari Zenfone 8 yakni desain premium yang ringkas dan performa Qualcomm Snapdragon 888 yang sangat bertenaga. Absennya kamera telefoto dan fitur pengisian daya nirkabel memang cukup disayangkan. Namun, kompromi tersebut menurut kami cukup tergantikan dengan layar AMOLED 120 Hz yang memanjakan mata, kamera yang oke dan audio yang di atas rata-rata.

Harga jual Zenfone 8 ada di kisaran harga mulai dari 7,99juta Rupiah. Dengan dimensi yang ringkas, sederetan fitur flagship dan harga yang kompetitif, menurut kami Zenfone 8 cukup punya potensi untuk bisa kembali merebut perhatian pecinta gawai tanah air. Namun, melihat peta persaingan yang semakin sengit, nampaknya ASUS memang perlu berusaha ekstra untuk kembali mempopulerkan brand Zenfone yang nyaris terlupakan. Walau demikian, ASUS Zenfone 8 tetap wajib dilirik untuk siapa saja yang mengincar smartphone Android dengan bodi ringkas dan performa kencang.

Kelebihan ASUS Zenfone 8

+ Desain premium yang ringkas
+ Bodi tahan air
+ Layar AMOLED 120 Hz yang menawan
+ Performa kencang
+ Kamera oke
+ Audio sangat baik
+ Mendukung 5G
+ Harga kompetitif
+ Antarmukan Android 11 orisinil
+ Tersedia mode performa
+ Fitur smart key cukup fungsional

Kekurangan ASUS Zenfone 8

– Tidak dilengkapi kamera telefoto
– Sensor sidik jari kurang responsif
– Belum Mendukung fitur isi ulang nirkabel
– Bodi sangat panas di kondisi performa maksimal

Harga jualnya sangat kompetitif dan wajib dipertimbangkan untuk siapa saja yang mengincar smartphone Android dengan bodi ringkas dan performa kencang.
8.2
ASUS Store