Cerita di Balik Pembuatan ‘Konfabulasi’, Film yang Direkam dengan Samsung Galaxy S21 Ultra 5G

Samsung Indonesia hari ini, Senin (10/5), kembali mengajak awak media untuk membahas film karya Angga Dwimas Sasongko, ‘Konfabulasi’. Bagi yang belum tahu, ‘Konfabulasi’ merupakan film ber-genre action-heist yang direkam menggunakan smartphone Samsung Galaxy S21 Ultra 5G.

4 langkah pembuatan Konfabulasi

Dalam acara yang digelar secara online, Angga Dwimas Sasongko membagikan cerita dibalik pembuatan film tersebut. Proses shooting-nya sendiri berlangsung selama 3 hari. Untuk mengurangi tingkat kesulitan dalam membuat karya profesional dengan hanya berbekal smartphone, berikut 4 langkah jitu di balik proses pembuatan Konfabulasi:

1. Memaksimalkan ide cerita yang berbeda dengan cara storytelling yang powerful

Ide cerita film pendek “Konfabulasi” sendiri berangkat dari satu pertanyaan yang terlintas oleh sang penulis skenario, Irfan Ramli dan Angga sebagai sutradara. Dari situ, dikembangkan suatu jalan cerita yang menarik dengan penekanan storytelling yang menggelitik emosi.

Konfabulasi yang merupakan sebuah proses pengisian celah memori dengan sebuah ingatan baru hendak menyampaikan bagaimana kita sebagai manusia kerap melakukan hal tersebut tanpa disadari. Faktor yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana menyampaikan cerita itu sendiri melalui visual yang dapat dinikmati penonton, sehingga pesan dan emosinya tersampaikan sesuai atau bahkan lebih dari ekspektasi.

2. Perlakukan kamera yang ada di genggaman layaknya kamera profesional

Sang sutradara membuat film pendek menggunakan smartphone Galaxy tanpa mengurangi skala dan kualitas, serta menerapkan seluruh tahapan produksi selayaknya membuat film panjang dengan peralatan profesional. Visinya ini tertuang dalam adegan mobil terbalik yang merupakan salah satu scene favorit dari Angga dan juga tim Visinema.

 

3. Optimalkan kemampuan menangkap low light untuk adegan dramatis

Menurut Angga, Galaxy S21 Ultra 5G mampu menangkap gambar pada kondisi minim cahaya secara jernih dan tajam. Ia memilih beberapa lokasi shooting yang cukup menarik dengan kondisi yang minim cahaya agar kesan epic lebih tertuang dalam film, terutama menghidupkan cerita film ‘Konfabulasi’ dengan set up mood dan feel-nya menegangkan serta misterius.

“Kami melihat bagaimana Galaxy S21 Ultra 5G bekerja secara optimal menangkap adegan dalam low light berkat teknologi sensor Nona-binning yang dibenamkan pada kamera 12MP. Kalau dilihat lebih jelas dan nyata menggunakan Samsung Neo QLED TV, warna yang didapatkan menghasilkan efek grain yang halus dan cinematic,” ujar Angga.

4. Optimalkan Director’s View

Mengoptimalkan Director’s View membuat sang sutradara tidak perlu melakukan pengambilan gambar berulang kali. Menurut Angga, pada scene mobil tabrakan, melalui Director’s View, ia bisa melihat terlebih dahulu mana arah terbaik untuk datangnya mobil, karena pengambilan scene ini sangat menantang.

Selain lebih efektif, tentunya gambar yang ditangkap dengan kemampuan Super Steady membuat pergerakan cepat seperti yang dilakukan Reza Rahadian terasa tetap mulus.

Fitur kamera Samsung Galaxy S21 Ultra 5G

Samsung Galaxy S21 Ultra 5G dibekali sensor kamera 108MP dengan aperture hingga f/1.8. Taufiq Furqan selaku Product Marketing Manager SEIN mengklaim kamera tersebut mampu menghasilkan gambar dengan efek cinematic dengan pengaturan diafragma dan juga kualitas video 4K 60fps.

Ia menambahkan, para content creator dapat memanfaatkan fitur-fitur Galaxy S21 Ultra 5G seperti Pro Video Mode, Dynamic Slo-Mo, dan lainnya dalam memproses video di berbagai situasi. Dengan begitu, konten yang dihasilkan akan terlihat lebih profesional.

Your email address will not be published. Required fields are marked *