[Hands-On] Kesan Pertama Mencoba Vivo X60 Pro, Smartphone dengan Kamera Zeiss dan Gimbal Stabilization 2.0

Vivo X60 Series hadir di Indonesia dengan menjadikan sektor kamera sebagai nilai jual utamanya. Tidak tanggung-tanggung, untuk memaksimalkan kemampuan dari generasi penerus X50 ini, Vivo menggandeng produsen optik legendaris asal Jerman, Zeiss.

Secara keseluruhan baik X60 maupun X60 Pro punya konfigurasi kamera yang mirip. Meski begitu, ada satu hal yang membuat X60 Pro lebih menggiurkan, yaitu keberadaan fitur Gimbal Stabilization 2.0 yang diklaim dapat membantu pengguna menangkap gambar dengan lebih stabil bahkan di kondisi bergerak sekalipun.

Saya pun sangat tertarik untuk membuktikan klaim tersebut. Kabar baiknya, Vivo X60 Pro sudah ada di meja pengujian Yangcanggih.com. Tapi sebelum mengulasnya lebih jauh, kali ini saya ingin mengajak Anda untuk menyimak terlebih dahulu seperti apa kesan pertama yang saya dapatkan setelah sekitar 2 hari mencobanya.

Ponsel yang tipis dan mewah

Sebagai sebuah perangkat berstatus flagship, tidak heran jika Vivo mengemas X60 Pro dalam sebuah casing yang mewah dan premium. Bodinya amat tipis, hanya 7,59mm saja (bobot 177 gram), dengan back cover AG Glass yang memakai Satin Finish dan akan terlihat menawan ketika terpapar cahaya.

Menurut saya tampilan eksterior dari Vivo X60 Pro patut diapreasiasi. Warna Midnight Black-nya terlihat kalem tapi tetap memberikan kesan elegan. Untuk Anda yang ingin tampil lebih menonjol, Vivo menyediakan varian warna Shimmer Blue.

Masuk ke pengalaman pengoperasian, bagian belakang dari Vivo X60 Pro terasa sangat halus ketika bersentuhan dengan kulit. Sensasinya justru agak licin serta sedikit kurang nyaman, apalagi karena bodinya tipis dan bagian pinggiran layarnya melengkung.

Butuh adaptasi ekstra bagi saya untuk terbiasa menggenggam X60 Pro. Sampai 2 hari pemakaian saya masih merasa grip-nya kurang mantap sehingga harus lebih berhati-hati agar tidak terlepas dari genggaman. Untuk Anda yang kurang terbiasa dengan pinggiran layar melengkung, saya sarankan untuk memasang casing third party karena yang ada dalam paket penjualannya hanya melindungi sisi atas dan bawah saja.

Sedikit membahas soal layar, Vivo X60 Pro mengandalkan panel AMOLED berukuran 6,56 inci Full HD+ yang sudah dilindungi Gorilla Glass 6. Yang menarik, layar ini memiliki refresh rate 120Hz dan mendukung HDR10+. Bezelnya amat tipis. Konten yang disajikan pun tampak begitu memanjakan mata. Selain tajam, warnanya juga lebih hidup. Untuk refresh rate, Anda bisa mengaturnya antara 60Hz, 120Hz, atau Smart Switch (otomatis).

Sekadar informasi tambahan, Vivo X60 Pro memiliki port USBT Type-C yang posisinya ada di bawah, berdampingan dengan lubang speaker. Bicara soal speaker, sayangnya belum stereo. Smartphone ini juga tidak memiliki slot microSD dan port audio jack 3.5mm.

Kamera Zeiss dan Gimbal Stabilization 2.0

Membawa nama Zeiss, jujur saja saya punya ekspektasi tinggi terhadap kemampuan kamera Vivo X60 Pro. Apalagi di versi Pro ini telah didukung Gimbal Stabilization 2.0. Menurut Vivo, generasi baru tersebut kini memiliki VIS 5-axis stabilization yang dikombinasikan dengan EIS, sehingga mampu menjalankan rotasi dan transisi sumbu X/Y serta rotasi sumbu Z agar tetap stabil.

Konfigurasi kamera belakang Vivo X60 Pro sendiri terdiri dari sensor utama 48 megapixel f/1.48, sensor 13 megapixel portrait dengan 2x optical zoom (focal length 50mm), dan sensor 13 megapixel dengan lensa ultra-wide. Untuk kamera depan, Vivo mengandalkan sensor 32 megapixel.

Saya mencoba mengabadikan momen pada kondisi pemotretan dengan cahaya melimpah di luar ruangan. Hasil fotonya tajam dan warnanya cenderung akurat meski ada kalanya meleset karena fitur AI Scene Optimization yang saturasi warna menjadi berlebihan. Menurut saya terkadang fitur tersebut lebih baik dimatikan. Vivo mungkin harus merilis update untuk menyempurnakan fitur ini.

Vivo X60 Pro Auto (1)

Vivo X60 Pro Auto (3)

Yang saya suka dari kamera Vivo X60 Pro adalah bokehnya. Efeknya terlihat begitu natural dan rapi bahkan tanpa harus mengaktifkan mode Portrait sekalipun. Nah, jika Anda memakai mode Portrati, Anda bisa mengubah posisi dan tingkat blur sesuai selera setelah foto diambil.

Agak disayangkan kamera periskop 5x optical zoom seperti yang ada pada seri X50 Pro tidak lagi hadir di sini. Tapi ternyata, Vivo X60 Pro masih cukup mumpuni untuk menangkap gambar jarak jauh. Seperti pada foto yang saya abadikan dengan 8x zoom di bawah ini:

8x Zoom - Vivo X60 Pro

Lalu, bagaimana saat low light? Menurut saya Gimbal Stabilization amat membantu menangkap gambar dengan baik karena mengurangi kemungkinan gambar buram oleh tangan yang goyang. Dengan begitu, pemotretan di kondisi cahaya yang minim akan terlihat tajam, termasuk ketika mengabadikan subyek atau obyek bergerak.

Night Mode Vivo X60 Pro (2)

Auto (low light) Vivo X60 Pro (1)

Karena waktu yang mepet dengan jadwal peluncuran, saya belum sempat menguji kemampuan videografi dari Vivo X60 Pro. Sangat menarik untuk mencicipi teknologi Gimbal Stabilization 2.0 saat merekam sambil bergerak. Ulasan yang lebih lengkap akan saya sajikan di artikel review.

Performa mulus, sedikit hangat

Berbekal chipset Qualcomm Snapdragon 870 5G yang ditemani RAM 12 GB LPDDR5 dan storage 256 GB dengan teknologi UFS 3.1, tidak heran jika Vivo X60 Pro mampu memberikan kinerja yang super mulus untuk berbagai kebutuhan. Peningkatannya jelas sangat signifikan dibanding X50 Pro.

Saya memang belum mencoba memainkan game-game berat, tapi ketika diajak menjalankan aplikasi benchmark seperti AnTuTu (v8), suhu hangat langsung terasa di sekujur bodi dari ponsel ini. Mungkin wajar dengan material seperti ini dan dimensinya yang tipis.

Satu fitur menarik yang wajib saya garisbawahi, Vivo X60 Pro dibekali fungsi Extended RAM yang akan menggunakan storage internal sebesar 3 GB untuk memperluas RAM bawaannya. Cukup berguna untuk yang gemar multitasking, walaupun menurut saya, RAM bawaan 12 GB juga sudah lebih dari cukup.

Kesan pertama

Kesan pertama saya terhadap Vivo X60 Pro cukup positif. Dengan harga yang menurut saya masih kompetitif, Rp9.999.000, smartphone ini punya potensi besar untuk berbicara banyak di ranah flagship. Kamera Zeiss, performa yang meningkat signifikan dari pendahulunya, dan desain yang premium menjadi tiga sektor utama yang menjadi keunggulannya, walaupun mungkin, perlu ada update pada software untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki kameranya.

Bagi yang berminat, pre-order Vivo X60 Pro dibuka mulai 8-15 April 2021 eksklusif di Blibli.com dan official Vivo Store terdekat. Vivo memberikan bonus menarik berupa Vivo TWS Neo yang diberikan secara gratis untuk konsumen yang memesan X60 Pro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain