Review Huawei Band 4e

Gelang Kebugaran Unik yang Bisa Digunakan di Tangan dan Kaki

Tren gaya hidup sehat terus meningkat selama masa pandemi. Imbasnya, beragam gawai wearable seperti gelang kebugaran dan jam tangan pintar mulai banyak peminat. Melihat kesempatan inilah Huawei meluncurkan Huawei Band 4e. Penasaran dengan beragam fitur yang ada pada gelang kebugaran pintar ini? Simak ulasannya sebagai berikut.

Desain Huawei Band 4e

Huawei Band 4e hadir dengan desain yang sangat minimalis. Desainnya relatif standar seperti gelang kebugaran pada umumnya. Walau begitu bobotnya sangat ringan dan nyaman sekali digunakan.

Material karet silikonnya juga berkualitas. Setidaknya, selama digunakan sehari-hari tidak menimbulkan reaksi alergi seperti gatal atau kemerahan untuk kami yang memiliki kulit sangat sensitif.

Satu nilai tambah dari Band 4e adalah rancangannya yang unik. Mengedepankan konsep dual mode Band 4e hadir dengan rancangan modular yang bisa digunakan di pergelangan tangan dan di kaki. Konsep ini belum pernah kami temukan di gelang kebugaran manapun.

Rancangan modularnya memungkinkan pengguna untuk melepas modul Band 4e dari strap karet silikonnya sebagai gelang kebugaran. Untuk penggunaan di kaki Huawei menyediakan sebuah case berbahan plastik dengan penjepit yang bisa dipasang di tali sepatu.

Modul Huawei Band 4e

Saat terlepas dari strapnya modul Band 4e ini memang sangat mungil. Panel layarnya mengusung teknologi PMOLED berukuran 0.5 inci. Layarnya ini tidak berwarna dan belum mendukung fitur sentuhan. Berbeda dengan Huawei Band 4 sebelumnya yang hadir dengan layar warna lebih besar dan dilengkapi fitur sentuhan. Layarnya juga belum diperkuat dengan lapisan Corning Gorilla. Walau begitu, untuk penggunaan sehari-hari layarnya ini masih cukup kuat untuk menahan benturan ringan.

Kendali sentuh hanya didukungnya lewat satu kotak mungil yang ada di bagian bawah panel layar. Untuk navigasi pengguna hanya bisa mengandalkan panel sentuh ini untuk berpindah menu dan masuk ke menu setting. Panel sentuhnya tersebut sangat responsif dengan sentuhan jari.

Mengadopsi rancangan modular pengisian bateri Band 4e mengandalkan sebuah docking USB. Ini menjadikan pengisian baterainya menjadi kurang praktis. Ukuran docking USB tersebut juga relatif kecil. Jadi, memang wajib waspada untuk menyimpanannya agar docking tersebut tidak hilang.

Selain rancangan modularnya yang unik, keunggulan lain dari Band 4e adalah rancangannya yang sudah tahan air. Band 4e tahan air dengan standar 5ATM. Bisa diajak berenang dan tidak perlu khawatir saat diajak olahraga di kondisi cuaca apapun.

Fitur Huawei Band 4e

Huawei Band 4e tidak membawa fitur sekomplit Huawei Band 4. Sebagai gelang kebugaran Band 4e menawarkan fungsi notifikasi dari smartphone dan pemantau kebugaran yang sangat standar. Ini mencakup kemampuan memantau aktivitas, kalori yang terbakar, pengingat untuk bergerak, jumlah langkah kaki, jarak tempuh hingga kemampuan memantau pola tidur.

Gelang kebugaran ini juga belum dilengkapi dengan sensor detak jantung. Fitur SpO2 untuk memantau kadar oksigen dalam darah yang sedang menjadi tren di gelang kebugaran dan jam tangan pintar pun tidak dimilikinya. Di gelang kebugaran ini juga tidak ada dukungan beragam mode Olahraga.

Tapi, lain cerita saat beralih ke mode kaki atau underfoot. Di mode kaki Huawei Band 4e bisa diandalkan untuk tiga jenis olahraga yakni lari, Basket, dan bersepeda. Memang sangat spesifik, tapi kemampuannya untuk di tiga olahraga ini di atas rata-rata gelang kebugaran pada umumnya.

Untuk mendukung kegiatan olahraga tersebut Huawei Band 4e mengandalkan fitur six degrees of the freedom motion sensor. Sensornya ini sangat canggih dengan kemampuan mendeteksi sekaligus analisa setiap gerakan kaki. Semua data analisisnya ini kemudian bisa dilihat pada aplikasi Huawei Health yang ada di smartphone. Untuk kompatibilitasnya Huawei Band 4e bisa terhubung ke smartphone Android dan iOS. Walau begitu, fitur-fiturnya semua bisa lebih optimal saat terhubung ke smartphone dengan OS Android.

Performa Huawei Band 4e

Sebagai gelang kebugaran Band 4e bisa berfungsi untuk memantau aktivitas sehari-hari, pemantau pola tidur dan menerima pesan notifikasi dari smartphone. Kemampuannya melacak aktivitas cukup akurat. Jika, terlalu banyak duduk Band 4e bisa mengirimkan pengingat untuk Anda bergerak. Aktivitas olahraga seperti jalan atau lari bisa didukungnya dengan kemampuan mengukur jumlah langkah kaki, kalori dan jarak tempuh.

Menurut kami, Huawei Band 4e memang unggul di mode kaki atau mode underfoot. Saat terpasang di sepatu semua potensi dan kecanggihan Band 4e ini baru bisa dinikmati. Beralih ke mode underfoot juga bisa langsung berjalan otomatis.

Pengujian pertama kami gunakan Band 4e untuk berolahraga lari. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, mengandalkan fitur six degrees of the freedom motion sensor Band 4e mampu mendeteksi sekaligus analisa setiap gerakan kaki.

Band 4e bisa merekam dan menganalisa 7 metrik gerakan saat berlari yang mencakup foot strike pattern, ground contact time, landing impact, eversion excursion, swing angle, cadence dan step length. Band 4e juga bisa merekam pola three-foot-strike pengguna, yaitu kaki depan, tengah, dan tumit saat berlari.

Dengan begitu kami bisa mengetahui apakah sudah berlari dengan postur dan gerakan yang benar atau belum. Semua data dan analisa yang direkamnya ini bisa dilihat pada statistik yang muncul di aplikasi Huawei Health. Huawei juga menyediakan informasi yang komplit dan detil terkait setiap analisanya tersebut. Jadi, sangat bisa diandalkan untuk meningkatkan performa lari dan meminimalkan resiko cedera.

Sementara, saat digunakan untuk bermain bola basket Band 4e bisa menganalisa lompatan, ketinggian lompatan, waktu dan melacak gerakan dasar termasuk kecepatan lari, jarak, langkah dan masih banyak lagi.

Pengujian terakhir adalah olahraga sepeda. Diantara olahraga basket dan lari, beresepeda memang yang paling sering kami lakukan. Saat digunakan bersepeda Band 4e bisa menganalisa cadence saat bersepeda. Bagi para sepeda mengetahui cadence cukup penting untuk mengetahui kecepatan irama setiap putaran pedal. Dengan cadence yang benar pesepeda bisa mengetahui gaya bersepeda yang lebih efisien agar tidak mudah lelah. Kemampuannya menganalisa cadence pun sangat memuaskan. Mendekati sensor cadence yang biasa kami gunakan untuk bersepeda. Perlu dicatat untuk memanfaatkan fitur cadence ini Anda harus memulai aktivitas olahraga dari aplikasi Huawei Health.

Keunggulan lain dari Band 4e adalah kemampuannya terhubung ke ekosistem wearable Huawei yang lain. Ini artinya, Huawei Band 4e bisa digunakan langsung bersamaan dengan jam tangan pintar Huawei dan gelang kebugaran Huawei Band seperti misalnya Band 4. Ini mejadikan analisa aktivitas olahraga bisa semakin komplit dan mendalam.

Kebetulan kami adalah pengguna jam tangan pintar Huawei Watch GT 2e. Saat digunakan bersamaan Band 4e digunakan di mode underfoot dan akan melakukan semua fungsinya seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Sementara, jam tangan pintar Huawei Watch GT 2e di tangan akan melakukan fungsinya merekam detak jantung dan mengukur kadar oksigen dalam darah.

Lewat keseluruhan data yang dikumpulkan tersebut, kami bisa mengetahui lewat aplikasi Huawei Health bagaimana perkembangan dan performa saat berolahraga. Paling penting kami bisa mengetahui waktu pemulihan tubuh sebelum melakukan aktivitas olahraga selanjutnya. Dengan begitu bisa terhindar dari kelelahan efek dari olahraga berlebihan.

Baterai Huawei Band 4eM

Daya tahan baterai Huawei Band 4e juga cukup tahan lama. Untuk sekali isi ulang baterainya bisa digunakan hingga 2 minggu untuk penggunaan normal. Jadi, bisa digunakan setiap hari tanpa perlu khawatirnya baterainya akan cepat habis.

Kesimpulan

Huawei Band 4e memang bukan sekedar gelang kebugaran biasa. Dengan harga jual Rp349.000 patut diakui Band 4e bersaing ketat dengan gelang kebugaran lain yang menawarkan layar warna atau membawa beragam mode olahraga dan fitur yang lebih komplit. Fiturnya sebagai gelang kebugaran memang relatif standar. Walau begitu, mode underfoot yang dibawanya dan daya tahan baterai yang tahan lama menjadikan gelang kebugaran ini sangat istimewa. Di atas rata-rata gelang kebugaran manapun. Ini menjadikannya sangat ideal untuk para penggemar atau atlet olahraga lari, basket dan sepeda.

Huawei Band 4e Cocok untuk:

Para penggemar olahraga lari, basket dan sepeda: Mode underfoot memungkinkan pengguna untuk mengetahui banyak hal. Analisis datanya juga sangat komplit dan detil. Dengan begitu bisa jadi pemandu untuk memahami teknik yang baik dan benar saat melakukan ketiga aktivitas olahraga tersebut.

Pelajar/Mahasiswa: Dengan harga jualnya yang relatif murah gelang kebugaran ini juga cocok untuk pelajar dan mahasiswa yang megincar gelang kebugaran minimalis namun fungsional.

Penggiat gaya hidup aktif: Selama masa pandemi setiap orang berlomba-lomba untuk hidup sehat. Nah, Band 4e cocok untuk siapa saja dari ibu rumah tangga hingga pekerja kantoran yang sedang WFH. Fitur pemantau aktivitas sehari-hari dan pengingat untuk bergerak sangat bisa diandalkan untuk mendorong gaya hidup aktif.

Kelebihan Huawei Band 4e
+ Rancangan modular
+ Sangat nyaman digunakan
+ Bisa digunakan di tangan dan di kaki
+ Mode underfoot belum pernah ada di gelang kebugaran manapun
+ Baterai tahan lama
+ Analisa data kebugaran dan aktivitas komplit
+ Rancangan tahan air

Kekurangan Huawei Band 4e
– Layar tidak berwarna
– Belum layar sentuh
– Tidak dilengkapi sensor detak jantung dan SpO2
– Mode olahraga minim
– Docking USB untuk isi ulang baterai rawan hilang
– Tidak mendukung aplikasi kebugaran pihak ketiga

Huawei Band 4e wajib dilirik dan kami rekomendasikan untuk para penggemar olahraga lari, sepeda dan basket.
8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur
Performa
Harga
Final Score

Artikel lain