Foto & VideoKamera MirrorlessNewsReview

Review Fujifilm X-A5: Kamera Mirrorless Pemula dengan Performa yang Lebih Cepat

Kamera Fujifilm X-A Series pertama yang bisa rekam 4K

Disiapkan sebagai pengganti Fujifilm X-A3 yang meluncur tahun lalu, Fujifilm X-A5 muncul dengan membawa sejumlah pembaruan yang lebih menjanjikan. Walau begitu kamera ini tetap masih menyasar segmen yang sama yakni mirrorless kelas pemula. Penasaran peningkatan apa saja yang ditawarkan Fujifilm X-A5? Simak ulasannya berikut ini.

Desain masih mirip X-A3 dengan tambahan port mic


Fujifilm X-A5 dan Fujifilm X-A3 hadir dengan desain bernuansa retro yang terlihat identik. Desainnya ini tetap terlihat stylish dengan tambahan aksen lapisan kulit di bagian depan. Bodinya yang ringkas juga terasa sangat ringan jadi masih ideal untuk diajak berpergian.

Dengan bodi yang identik pengalaman memotret menggunakan X-A5 jelas masih sama seperti X-A3. Mengingat grip di bodinya memiliki ukuran yang relatif kecil kamera ini memang akan lebih nyaman jika digunakan dengan dua tangan.

Satu hal yang berbeda, X-A5 kini dilengkapi dengan port mic. Berkat hadirnya port ini, X-A5 semakin optimal untuk para vlogger dan Youtuber saat membuat vlog atau video karena bisa dipasang mic eksternal tambahan.

Di belakang bodinya juga bisa ditemukan tombol fisik untuk navigasi. Tombol fisiknya tersebut cukup nyaman untuk ditekan. Untuk mempermudah pengguna Fujifilm juga tetap mempertahankan desain menu yang sederhana dan tersedia tombol Q sebagai tombol pintas untuk mempercepat akses ke beberapa menu pengaturan kamera.

Layar sentuh lipat, optimal untuk selfie

Seperti X-A3, kamera mirrorless yang menyasar segmen kelas entry ini tetap akan mempermudah pengguna mengambil foto selfie berkat layar 3 incinya yang bisa dilipat ke atas.

Layarnya tersebut juga telah dilengkapi dengan fitur sentuhan. Dengan layar sentuhnya melakukan pemilihan menu atau menentukan area fokus bisa lebih dipermudah dengan cara menyentuh layanya saja.

Untuk mempermudah mengambil foto selfie, saat layarnya dilipat ke atas secara otomatis X-A5 akan mengaktifkan fitur deteksi fokus berdasarkan mata. Dengan demikian Anda bisa mengambil foto selfie dengan hasil bidikan yang bebas blur.

Selain itu, agar foto selfie lebih maksimal Fujifilm juga menyediakan mode Portrait Enhancer. Mode ini secara otomatis mampu meningkatkan tonal warna kulit dengan tiga opsi tingkatan untuk foto selfie yang lebih baik. Tidak hanya untuk selfie, pada prakteknya mode ini juga sangat pas untuk mengambil foto portrait.

Kinerja terasa lebih cepat

X-A5 masih dipersenjatai sensor APS-C CMOS yang resolusinya 24.2 megapixel. Meski sensor yang dipergunakan masih sama seperti X-A3, saat menggunakan X-A5 kami merasakan kinerja yang terasa lebih cepat terutama di sektor autofokus dan pemrosesan gambar.

Sektor autofokus X-A5 lebih cepat dibandingkan X-A3 karena mengusung teknologi autofokus Phase Detection dengan 91 titik autofokus. Di beragam kondisi pencahayaan kinerja autofokusnya ini terasa cukup cepat dan akurat meski bukan yang tercepat di kelasnya.

DSCF7428

Opsi ISO X-A5 juga turut ditingkatkan. Untuk memotret di kondisi minim cahaya, X-A5 menawarkan pengaturan ISO hingga ISO 12800 yang bisa diekspansi hingga ISO 51200. Lebih bak dibandingkan X-A3 yang hanya menawarkan ISO maksimum ISO 6400.

Untuk mendapatkan hasil jepretan foto yang lebih kreatif, X-A5 juga telah dilengkapi dengan 2 filter baru yaitu Fog Remove dan HDR Art. Selain itu Anda juga tetap bisa menemukan efek simulasi film yang menjadi andalan kamera Fujifilm.

Hasil foto memuaskan

Untuk hasil jepretan foto X-A5 juga tergolong memuaskan. Di pengujian kali ini kami menggunakan lensa standarnya yaitu lensa kit XC 15-45mm F3.5-5.6 OIS Power Zoom yang merupakan lensa baru dari Fujifilm.

DSCF7144

DSCF6092

DSCF7383

DSCF7403

Di kondisi pencahayaan yang cukup kamera ini mampu menghasilkan jepretan dengan tonal warna dan detil yang amat baik. Seperti kamera Fujifilm yang lain, reproduksi warna untuk tonal warna kulit juga sangat memuaskan. Kemampuannya di kondisi minim cahaya juga masih bisa diandalkan. Hingga di pengaturan ISO6400, ketajaman, warna dan kendali noise masih terjaga dengan cukup baik.

DSCF7451

DSCF7543

DSCF7291

DSCF7329

Untuk hasil foto kamera Fujifilm X-A5 tanpa proses penyuntingan yang lain bisa dilihat di akun FLICKR resmi yangcanggih.com

Kemampuan rekam video 4K yang kurang berguna

Satu peningkatan lain yang dibawa Fujifilm X-A5 adalah kemampuannya merekam video hingga resolusi 4K. Fujifilm X-A5 adalah kamera X-A Series pertama yang bisa merekam video 4K.

Namun, pada prakteknya kemampuan rekam video 4K X-A5 nyaris tidak berguna karena hanya mampu merekam di kecepatan 15fps. Normalnya untuk merekam video adalah di 24fps atau 30fps. Untuk merekam video dengan X-A5 tetap lebih optimal di resolusi Full HD. Berikut hasil rekaman video X-A5 di resolusi Full HD.

Walau kemampuan rekam video 4K X-A5 kurang berguna kami cukup terkesan dengan hadirnya fitur 4K Burst Shooting. Berkat fitur ini, X-A5 mampu mengambil 15 frame foto setiap detik yang bisa Anda pilih kemudian. Fitur ini sangat membantu saat mengabadikan momen dengan subyek yang bergerak cepat dan bisa jadi alternatif jika Anda tidak ingin memotret dengan mode continuos shoot.

Selain itu, tersedia juga mode pengambilan klip slow-motion dan mode Multi Focus. Mode Multifocus ini akan menumpuk gambar berkualitas 4K dan secara otomatis mengubah pengaturan DOF (Depth of Field) pada gambar.

Baterai lebih tahan lama

Peningkatakan terakhir yang wajib diacungi jempol adalah daya tahan baterainya. Untuk sekali isi ulang, baterainya ini bisa digunakan untuk mengambil hingga 450 jepretan foto. Jadi Anda tidak perlu khawatir cepat kehabisan baterai saat membawanya liburan.

Kesimpulan

Meski masih mempertahankan desain yang sama, peningkatan fitur yang dibawa X-A5 jelas memberikan pengalaman penggunaan yang lebih menyenangkan. Dengan harga jual 8,99 juta Rupiah dengan lensa Kit, peningkatan yang dibawanya terutama di sektor performa dan kinerja autofokus yang lebih cepat cukup terasa berbeda jika dibandingkan dengan X-A3.

Kehadiran layar lipat dan tambahan mic juga menjadikan X-A5 bisa jadi alternatif kamera untuk pengguna yang ingin mulai membuat konten video seperti vlogging. Selain itu, dengan desain bodi yang ringan dan ringkas serta daya tahan baterainya yang tahan lama kamera ini pun bisa jadi pilihan ideal untuk pengguna yang gemar travelling.

Yang Canggih:
+ Performa dan kinerja autofokus lebih cepat
+ Hasil foto memuaskan
+ Mudah digunakan
+ Baterai tahan lama
+ Tersedia port mic
+ Layar fleksibel dengan fitur sentuhan

Yang Kurang:
– Grip masih terlalu kecil untuk sebagian pengguna
– Kemampuan rekam video 4K 15fps yang kurang berguna

Fujifilm X-A5
Meski masih mempertahankan desain yang sama, peningkatan fitur yang dibawa X-A5 jelas memberikan pengalaman penggunaan yang lebih menyenangkan. Peningkatan yang dibawanya terutama di sektor performa dan kinerja autofokusnya yang lebih cepat cukup terasa berbeda jika dibandingkan dengan X-A3.

Komentar

Beri komentar

Close